Selasa, 30 Juli 2024

MIKROSKOP

Mata pelajaran             : IPA

Fase/Kelas                   : D / VIII 

Materi                          : MIKROSKOP

Pertemuan                   : 2

Guru Pengampu          : SEPTYANA FORI

Waktu Pembelajran     : SELASA, 30 JULI 2024


 Capaian Pembelajaran :

Peserta didik mampu memahami organel-organel sel hewan dan tumbuhan, serta memahami bagian-bagian dari mikroskop, fungsi dsri mikroskop


Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat  mendeskripsikan bagian-bagian atau organel pada sel hewan dan tumbuhan dan dapat membedakan organel-organel tersebut

 

Apersepsi

Alhamdulilah hari ini, kita bisa bertemu dalam pembelajaran IPA . Semoga dalam proses pembelajaran kita diberikan kemudahan dalam pemahaman amin …

Sebelum memasuki materi hari ini,  tak lupa ibu ingatkan untuk melaksanakan sholat dhuha dan marojaah .


  Materi Pembelajaran

Mikroskop

 

Mikroskop adalah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Di bidang life science atau penelitian, mikroskop diperlukan dalam mengklasifikasi makhluk hidup yang berukuran sel dan mempelajari kareakteristiknya. Di industri, mikroskop sangat diperlukan untuk mengetahui keberadaan kontaminan atau defect sample yang sangat kecil. Sedangkan di dunia edukasi atau sekolah, mikroskop diperlukan hanya untuk proses pembelajaran.

Jenis - jenis mikroskop sangat beragam karena disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Mengetahui jenis mikroskop adalah hal pertama yang perlu diketahui sebelum membeli mikroskop.

Gambar yang berbeda pada mikroskop majemuk biasanya memiliki tiga atau empat perbesaran - 40x, 100x, 400x, dan terkadang 1000x.

  • Pada perbesaran 40x Anda akan dapat melihat 5mm.
  • Pada perbesaran 100x Anda akan dapat melihat 2mm.
  • Pada perbesaran 400x Anda akan dapat melihat 0,45mm, atau 450 mikron.
  • Pada perbesaran 1000x Anda akan dapat melihat 0,180mm, atau 180 mikron.

 

Jenis Mikroskop binokular dan binokuler berdasarakan sumber cahayanya, yaitu :

1. Mikroskop Cahaya / Optical Microscope

Mikroskop cahaya bisa berasal dari matahari langsung atau lampu. Mikroskop menggunakan lampu lebih disukai karena kualitas yang lebih baik, bahkan beberapa pabrikan sudah mengembangkan lampu sendiri untuk menghasilkan gambar yang lebih baik, seperti neoLED pada brand Euromex binokular dan binokuler.

Mikroskop Euromex IS.1053PLMi Mikroskop NZ.1903U

 

2. Mikroskop Elektron

Mikroskop Elektron menggunakan elektro statik dan elektro magnetik sebagai sumber cahaya, serta menggunakan medan listik dan medan magnet yang berperan sebagai lensa dan cerminnya. Dengan menggunakan elektro statik dan medan listrik ini mikroskop elektron dapat melakukan pembesaran objek sampai dengan 2 juta kali. Mikroskop ini hanya digunakan di kalangan ilmuwan tertentu dan aplikasi tertentu.

Mikroskop Elektron Mikroskop Elektron

Sumber gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/Electron_microscope

Bagian-Bagian Mikroskop

Ada 14 bagian mikroskop yang harus kamu ketahui fungsinya. Ketigabelas bagian tersebut dibagi lagi menjadi 2 bagian lho, yaitu bagian optik dan bagian mekanik. Yuk, kenalan satu persatu! 

bagian-bagian mikroskop

Bagian-bagian mikroskop yang perlu kamu ketahui.

 

A. Bagian Optik Mikroskop

Bagian mikroskop yang termasuk ke bagian optik, antara lain lensa okuler, lensa obyektif, diafragma, dan cermin. Berikut masing-masing fungsinya.

1. Lensa okuler

Lensa okuler merupakan lensa yang melakukan kontak langsung dengan mata kita. Fungsi lensa okuler ini untuk memperbesar bayangan objek (benda).

2. Lensa obyektif

Sementara itu, lensa obyektif adalah lensa yang posisinya ada di dekat objek untuk memperbesar bayangan objek (benda) tersebut bersama lensa okuler. 

3. Diafragma

Lalu, diafragma dan cermin ini fungsinya apa? Diafragma berfungsi untuk mengatur  intensitas cahaya yang akan masuk ke lensa obyektif. Dengan kata lain, banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk ke mikroskop itu diatur oleh lensa obyektif ini.

4. Cermin

Kalau cermin ini berfungsi untuk menyalurkan cahaya yang sudah masuk lewat diafragma. Cerminnya juga terdiri dari 2 jenis, yaitu cermin datar dan cermin cekung. 

 

B. Bagian Mekanik Mikroskop

Bagian mekanik mikroskop ini terdiri dari tabung mikroskop, revolver, meja preparat, penjepit preparat, lengan mikroskop, mikrometer, makrometer, kondensor, sekrup (sendi inklinasi), dan kaki mikroskop. Apa saja ya masing-masing kegunaannya?

1. Tabung mikroskop 

Tabung mikroskop ini berfungsi untuk menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif, supaya kamu bisa melihat objeknya dengan jelas.

2. Revolver

Nah, kalau revolver fungsinya untuk mengatur besar kecilnya lensa obyektif, lho.

3. Meja preparat

Selanjutnya, meja preparat ini fungsinya untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati.

4. Penjepit preparat

Kemudian objek tersebut bisa dijepit dengan penjepit preparat supaya nggak geser-geser selama kamu amati.

5. Lengan mikroskop (pegangan)

Kalau lengan mikroskop fungsinya apa? Buat digandeng? Hahaha bukan buat digandeng, ya. Tapi buat dijadikan pegangan ketika kamu membawa atau memindahkan mikroskopnya. 

6. Mikrometer

Bagian selanjutnya bernama mikrometer. Mikrometer ini bisa dikenal juga dengan sebutan pemutar halus. Mikrometer berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tabung mikroskop dengan tempo yang lambat. Bentuknya mikrometer ini juga lebih kecil dibandingkan dengan makrometer.

7. Makrometer

Lalu, apa bedanya mikrometer dengan makrometer? Kalau makrometer ini fungsinya untuk menggerakan tabung mikroskop dengan cepat. Ukurannya juga lebih besar dari mikrometer, lho. 

8. Kondensor

Bagian selanjutnya bernama kondensor. Fungsi kondensor ini untuk mengumpulkan cahaya yang masuk. Semacam penampungan cahaya gitu, ya. Hehehe.

9. Sekrup (sendi inklinasi)

Lalu ada juga yang namanya sekrup atau bisa disebut juga sebagai sendi inklinasi. Fungsi sekrup ini apa, hayo? Fungsinya untuk mengatur sudutnya mikroskop ini.

10. Kaki mikroskop

Bagian terakhirnya mikroskop ini namanya kaki mikroskop. Sesuai dengan namanya, kaki mikroskop ini untuk menyangga atau menopang mikroskop supaya nggak jatuh. Sama seperti kakimu, kan? 

 

Cara Menggunakan Mikroskop

Setelah kenalan dengan bagian-bagian mikroskop, sekarang coba cari tahu bagaimana cara memakai mikroskop ini, yuk! 

  1. Ambil mikroskop dengan posisi tangan berikut ini: tangan kanan memegang lengan mikroskop dan tangan kiri memegang alas atau kaki mikroskop.
  2. Atur lensa okuler dan lensa obyektif sampai perbesaran paling kecil.
  3. Putar diafragma agar terbuka.
  4. Arahkan cermin pada mikroskop sedemikian rupa, sehingga cahaya dapat dipantulkan dengan baik.
  5. Siapkan preparat yang akan diamati dan jepit di meja preparat.
  6. Atur fokus objek dengan memutar makrometer atau mikrometer.
  7. Putar revolver untuk mendapatkan perbesaran gambar yang diinginkan.

 

Jenis-Jenis Mikroskop

Tahukah kamu kalau secara umum mikroskop itu ada 2 jenis, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Nah, mikroskop yang biasa kita gunakan untuk kegiatan penelitian di sekolah itu adalah mikroskop cahaya, ya.

 

A. Mikroskop Cahaya

Cara kerja mikroskop cahaya atau mikroskop optik adalah dengan memantulkan cahaya ke cermin. Jadi, kamu dapat melihat objek (benda) yang ada pada preparat dengan lebih jelas. Mikroskop cahaya dapat memperbesar bayangan benda sebanyak 1.000 kalo, loh! Terdapat beberapa jenis mikroskop cahaya, yaitu:

1. Mikroskop monokuler

Mikroskop monokuler hanya memiliki 1 lensa okuler yang dapat kamu gunakan untuk mengamati objek. Mikroskop ini tergolong jenis yang pertama kali ditemukan. Itulah mengapa mikroskop monokuler kelihatan lebih jadul kalau kita bandingkan dengan mikroskop-mikroskop yang lainnya.

2. Mikroskop binokuler

Mikroskop binokuler memiliki 2 lensa okuler. Kamu bisa mengamati objek-objek kecil (mikroskopis) menggunakan kedua lensanya. Contohnya, virus, bakteri, dan sebagainya.

Mikroskop Monokuler dan Binokuler

a. gambar mikroskop monokuler, b. gambar mikroskop binokuler (Sumber: zegahutan.com)

 

B. Mikroskop Elektron

Jenis mikroskop selanjutnya adalah mikroskop elektron. Mikroskop ini memanfaatkan elektron sebagai sumber energi untuk melihat objek yang ingin diamati. Nah, kalau mikroskop cahaya dapat memiliki perbesaran sampai 1000 kali, mikroskop elektron mampu memperbesar ukuran objek sampai 1 juta kali lebih besar dari ukuran sebenarnya. Wooooww!!!

mikroskop-elektron

Gambar mikroskop elektron (Sumber: teknikece.com)

 

Evaluasi

Setelah melihat materi tersebut 

Membuat kelompok 

masing-masing kelompok mengamati sel tumbuhan pada mikroskop


 

Kesimpulan Materi Pembelajaran

Peserta didik mampu mendeskripsikan bagian-bagian mikroskop

 

 

 

 

 

PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI DAN PENCEGAHANNYA

MAPEL   :  IPA

KELAS   :  9

MATERI   : PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI SERTA PENCEGAHANNYA

PERTEMUAN   :  KE 3

GURU PENGAMPU   :  SEPTYANA FORI

WAKTU PEMBELAJARAN   :  SELASA, 30 JULI 2024

KD   3.1 Memahami sistem reproduksi pada manusia dan gangguan pada sistem reproduksi, serta penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan

 

Tujuan Pembelajaran :

   Setelah melakukan pembelajaran, siswa diharapkan mampu:

   1. Menjelaskan peta konsep Sistem Reproduksi Manusia

   2. Menganalisis organ wanita serta fungsi dari masing-masing organ

   3. Menganalisis organ pria serta fungsi dari masing-masing organ

   4. Membuat skema pembentukan sel kelamin wanita & pria

 

Apersepsi:

Pembelahan Mitosis dan Meiosis dialami oleh seluruh sel. Seluruh organisme, baik tumbuhan, hewan, maupun manusia   

Mitosis pada sel tubuh dan meiosis pada sel kelamin

 

Materi

Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi wanita terbagi menjadi dua bagian, yaitu organ luar (eksternal) dan organ dalam (internal). Pada organ luar, terdapat mons pubis, klitoris, labia mayor, labia minor, dan orificium vagina. Sementara itu, organ dalam alat kelamin wanita terdiri dari vagina, ovarium, serviks, rahim, dan tuba falopi.

organ reproduksi wanita ini akan berfungsi dengan baik jika memiliki struktur atau bagian yang normal, juga hormon reproduksi yang berpengaruh pada siklus menstruasi. Namun, pada kenyataannya, ada berbagai macam gangguan sistem reproduksi yang menyerang wanita saat ini. Di antaranya:

 Gangguan Menstruasi

Gangguan menstruasi biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon reproduksi. Gangguan ini dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu amenorea primer dan amenorea sekunder. Apa ya bedanya?

Amenorea primer adalah suatu keadaan/kondisi di mana seorang wanita belum pernah mengalami menstruasi saat berusia 16 tahun atau lebih, dengan atau tanpa perkembangan seksual sekunder. Nah, untuk kamu para remaja, kondisi ini perlu kamu perhatikan, ya. Karena pada umumnya, menstruasi pertama yang dialami perempuan, terjadi saat 10-15 tahun.

Sementara itu, amenorea sekunder adalah suatu keadaan/kondisi di mana seorang wanita yang sebelumnya memiliki siklus menstruasi yang normal, kemudian tidak mengalami menstruasi selama 3-6 bulan atau lebih secara berurutan. Dengan kata lain, telat haid ya,  Tapi, telatnya bisa sampai berbulan-bulan. Kalau di antara kamu ada yang sedang mengalami kondisi ini, segera konsultasikan ke dokter 

 

Kanker Serviks

Pernahkah kamu mendengar penyakit kanker serviks? Kanker serviks adalah keadaan di mana sel-sel yang tidak normal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks. Nah, serviks ini merupakan bagian rahim yang terhubung ke vagina, atau bisa disebut juga sebagai leher rahim. Kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus papiloma manusia (human papiloma virus).

Data Kasus Kanker Serviks - Biologi Kelas 11

Gejala kanker serviks lumayan sulit dideteksi, sehingga para penderita baru akan menyadari saat sudah masuk ke stadium akhir. Kanker ini biasanya diderita oleh wanita usia 30-45 tahun. Penanganannya bisa dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina, dan kelenjar limpa panggul.

 

Kanker Ovarium

Selain kanker serviks, ada juga yang namanya kanker ovarium. Seperti namanya, kanker ovarium adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di ovarium (indung telur). Gejala kanker ovarium dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan, atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganan penyakit ini dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.

 

Endometriosis

Gangguan selanjutnya disebut endometriosis. Gangguan ini mempengaruhi rahim. Jadi, endometriosis terjadi ketika jaringan yang seharusnya melapisi rahim (jaringan endometrium), tumbuh di tempat yang tidak seharusnya, seperti di ovarium, usus, dan jaringan yang melapisi panggul.

Akibatnya, ketika siklus menstruasi terjadi, jaringan yang tumbuh di salah tempat tadi, akan menyebabkan nyeri, atau meradang dan membesar hingga menimbulkan kista. Gejala endometriosis antara lain nyeri perut dan area sekitar pinggang, serta nyeri pada masa menstruasi yang amat sakit.

 

Infeksi Vagina

Selain endometriosis, infeksi vagina atau vaginitis juga termasuk ke dalam contoh penyakit sistem reproduksi wanita. Infeksi vagina bisa disebabkan oleh parasit, jamur, atau bakteri. Gejala yang ditimbulkan dari gangguan ini berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi vagina nggak bisa dianggap remeh ya, teman-teman. Soalnya, jika didiamkan begitu aja, infeksi bisa menyebar dan menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Gangguan Sistem Reproduksi Wanita - Biologi Kelas 11


Gangguan pada Sistem Reproduksi Pria

sama seperti organ reproduksi wanita, organ reproduksi pria juga terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian dalam dan luar. Pada organ luar, terdapat penis dan skrotum. Sementara itu, pada organ dalam, terdapat testis, saluran reproduksi, dan kelenjar reproduksi.

Organ reproduksi pria yang tidak diperhatikan kesehatan dan kebersihannya, tentu akan menimbulkan berbagai macam gangguan. Berikut beberapa kelainan dan penyakit yang menyerang organ reproduksi pria beserta gejalanya:


Uretritis

Selain kedua gangguan di atas, ada juga yang disebut dengan uretritis. Apakah itu? Jadi, uretritis merupakan peradangan atau infeksi uretra yang terjadi akibat masuknya bakteri ke saluran kandung kemih. Penyakit ini ditandai dengan iritasi, pembengkakan, serta rasa nyeri seperti terbakar saat buang air kecil. Uretritis disebabkan oleh organisme Chlamydia trachomatisUreplasma urealyticum, atau virus herpes.

 

Prostatitis

walaupun namanya hampir mirip, tapi kamu jangan sampai tertukar dengan prostatitis, ya. Yang dimaksud dengan prostatitis adalah peradangan pada bagian prostat. Biasanya penyakit pada sistem reproduksi pria ini disebabkan oleh bakteri, seperti E.Coli, Neisseria gonorrhoeae, atau Chlamydia trachomatis.

Gejala yang umum terjadi pada penderita prostatitis adalah rasa nyeri dan susah buang air kecil. Penyakit ini bisa diobati tergantung dari tingkat keparahannya. Jadi, ada yang cukup diberi obat-obatan, namun ada juga yang harus dioperasi.

 

Epididimitis

Penyakit pada sistem reproduksi pria selanjutnya adalah epididimitis, yaitu infeksi atau peradangan epididimis. Apa itu epididimis? Epididimis adalah tabung yang menyambungkan antara testis dengan vas deferens. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, seperti E. coli dan Chlamydia. Gejala yang ditimbulkan dari epididimitis adalah pembengkakan buah zakar.

Epididimitis dapat menyerang laki-laki di segala rentang usia. Namun, kasus ini paling sering ditemukan pada kelompok usia 19-35 tahun. 

Gangguan Sistem Reproduksi Pria - Biologi Kelas 11

Gangguan yang bisa Menyerang Sistem Reproduksi Pria Maupun Wanita

kamu pernah berpikir nggak sih, ada nggak ya gangguan sistem reproduksi yang bisa menyerang pria maupun wanita? Ternyata ada, lho! Di antaranya adalah gonore dan sifilis. Gonore merupakan infeksi akut pada uretra, serviks, rektum, sendi, tulang yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Sedangkan sifilis, atau disebut juga raja singa, merupakan infeksi organ kelamin luar. Penyakit ini merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

 

Cara Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi

Organ reproduksi merupakan salah satu bagian penting namun banyak orang tidak menyadari organ reproduksi adalah bagian yang paling mudah rapuh. Cara merawat organ reproduksi pun harus diperhatikan.

Membersihkan organ intim dengan benar

Membersihkan area vagina penting terutama saat selesai buang air, sebelum, dan sesudah melakukan hubungan seksual. Hal ini penting untuk menghindari adanya infeksi bakteri menular ke pasangan. Cara membersihkan area vagina pun harus membasuhnya mulai dari depan ke belakang. Cara membersihkan yang tidak tepat dapat membawa bakteri dari anus ke vagina yang dapat menyebabkan infeksi.

Selain itu, hindari penggunaan produk pembersih vagina yang mengandung pewangi, antiseptik, dan alkohol. Hal ini dapat menyebabkan iritasi dan membunuh bakteri baik di area vagina. Pastikan area organ intim tetap kering dan tidak lembab.

Konsumsi makanan sehat 

Makanan sehat dan bergizi baik untuk menjaga kesehatan organ reproduksi. Makanan sehat yang dikonsumsi kaya akan nutrisi yang mengandung serat, antioksidan, protein, dan mineral.  Konsumsi banyak air putih juga menjadi salah satu solusi untuk merawat organ reproduksi.

Melakukan hubungan seks dengan aman

Melakukan hubungan seks yang aman bertujuan agar melindungi diri dan menghindari terjadinya penyakit menular seksual. Biasanya, melakukan seks dengan aman diartikan sebagai penggunaan alat kontrasepsi untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Namun melakukan hubungan seks dengan aman di sini diartikan menjadi berbagai hal, seperti: melakukan hubungan seks dengan menggunakan alat kontrasepsi, tidak bergonta-ganti pasangan, menjaga kebersihan organ intim sebelum dan sesudah berhubungan, cek riwayat penyakit diri dan pasangan. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya infeksi penyakit menular.

Berhenti mengonsumsi alkohol dan rokok

Kandungan alkohol dapat mempengaruhi kesehatan organ reproduksi karena kandungan di dalam alkohol dapat bisa meningkatkan risiko gagalnya ovulasi. Selain alkohol, merokok juga dapat mempengaruhi kesehatan organ reproduksi. Zat-zat yang ada pada rokok dapat mengurangi jumlah dan kualitas sel telur. Rokok juga dapat mempengaruhi kesehatan rahim.

Gaya hidup sehat

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat juga dapat mempengaruhi kesehatan organ reproduksi. Gaya hidup sehat meliputi olahraga teratur, hindari stres berlebihan, dan tidur yang cukup. Olahraga normal membantu menjaga fungsi vagina semakin baik, seperti berjalan santai jogging yang dapat mengencangkan panggul. Selain itu, olahraga juga membuat tubuh semakin bugar.

Manfaat menjaga kesehatan organ reproduksi

Menjaga kesehatan organ intim tentunya membuat Anda berada dalam kondisi yang sehat. Manfaat utama menjaga kesehatan organ reproduksi tentu mencegah dan menghindari dari penyakit kelamin dan penyakit menular seksual.



EVALUASI:

Setelah kalian membacamateri diatas silahkan kalian kerjakan tugas dibawah ini
 
- Sebutkan gangguan2 yang terjadi pada reproduksi laki-laki dan perempuan 
 
Dikerjakan di buku latihan dan dikumpulkan
 
 
 
KESIMPULAN
 
- Organ reproduksi merupakan salah satu bagian penting namun banyak orang tidak menyadari organ reproduksi adalah bagian yang paling mudah rapuh
 
- Manfaat utama menjaga kesehatan organ reproduksi tentu mencegah dan menghindari dari penyakit kelamin dan penyakit menular seksual.

 

 

 

 

Senin, 29 Juli 2024

Jaringan pada Hewan dan Tumbuhan Lengkap dengan Penjelasannya


Jaringan pada tumbuhan
Foto: Direktorat SMP Kemdikbud
Jakarta -

Jaringan adalah salah satu konsep mendasar dalam biologi yang membentuk dasar kehidupan di berbagai organisme, baik hewan maupun tumbuhan. Jaringan-jaringan ini terdiri dari berbagai jenis sel yang saling bekerja sama untuk menjalankan fungsi-fungsi kritis dalam tubuh organisme tersebut.

Mengutip dari laman resmi Direktorat SMP Kemendikbud Ristek RI, jaringan adalah kelompok sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Setiap sel dalam organisme memiliki ukuran yang berbeda, dan ukuran sel menunjukkan tugas yang dilakukan oleh sel tersebut.

Pada hewan, jaringan terbagi menjadi beberapa jenis utama, seperti epitel, ikat, otot dan saraf. Sementara itu, pada tumbuhan terdiri dari meristematik, epidermis, pengangkut, parenkim dan kolenkim.

Jaringan pada Hewan

Melansir dari modul pembelajaran Jaringan Hewan yang ditulis oleh Ana Triana Maiyah, S.Pd. M.Si, jaringan-jaringan pada hewan terdiri dari 4 macam jaringan, yakni:
1. Jaringan Epitel (Epithelium)
Secara sederhana, jaringan epitel dapat diartikan sebagai jaringan pelindung permukaan luar dan dalam organ tubuh yang mempunyai rongga.
Jaringan ini memiliki karakteristik tersendiri, yakni sel-selnya tersusun rapat, tidak mengandung pembuluh darah, mengandung saraf, dan kemampuan regenerasi tinggi.
Fungsi umum dari jaringan epitel antara lain adalah untuk proteksi, absorpsi, sekresi, reseptor dan pertukaran zat.
2. Jaringan Ikat (Connective)
Jaringan ikat merupakan jaringan hewan yang memiliki fungsi untuk mengikat jaringan-jaringan lain menjadi satu, dan berasal dari perkembangan mesenkim dari mesoderm.
Jaringan ikat terdiri dari beberapa jenis jaringan, yakni jaringan longgar, jaringan padat, jaringan tulang rawan, jaringan tulang sejati, jaringan darah, dan jaringan limfa.
3. Jaringan Otot (Muscle)
Jaringan otot merupakan jaringan yang dimiliki oleh hewan yang berfungsi sebagai penggerak tubuh hewan. Otot yang dimiliki hewan terbagi ke dalam beberapa jenis, di antaranya:

 

4. Jaringan Saraf (Nervous)
Jaringan Hewan

Baca artikel detikedu, "Jaringan pada Hewan dan Tumbuhan Lengkap dengan Penjelasannya" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7038936/jaringan-pada-hewan-dan-tumbuhan-lengkap-dengan-penjelasannya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Jaringan saraf adalah jaringan yang befungsi sebagai penghantar impuls saraf ke pusat saraf maupun ke efektor. Jaringan saraf terdiri dari beberapa macam, yakni saraf sensorik, interneuron, dan saraf motorik.

Jaringan pada Tumbuhan

1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan muda yang terdiri dari sekelompok sel-sel tumbuhan aktif membelah. Sel-sel meristem akan menghasilkan sel baru yang sebagian dari hasil pembelahan akan tetap berada di dalam meristem.
Jenis jaringan ini memiliki beberapa jenis berdasarkan letaknya, yakni:
2. Jaringan Permanen
Jaringan permanen atau jaringan dewasa merupakan jaringan pada tumbuhan yang semua sel-selnya sudah terbagi hingga menjadi jaringan tertentu pada tumbuhan.
Jaringan permanen terdiri dari:

Jaringan pada Tumbuhan

Ringkasan Materi jaringan pada tumbuhan dan hewan
https://pexels.com/@AlexanderKovalev

Sebagai makhluk hidup, meski tidak bisa melakukan gerak aktif seperti manusia dan hewan, tumbuhan juga memiliki jaringan dalam tubuhnya untuk mendukung proses kehidupannya.

Jaringan pada tubuh tumbuhan terdiri dari:

1. Jaringan Meristematik

Jaringan meristem atau meristematik merupakan jaringan utama pada tumbuhan. Jaringan ini membantu tubuh tumbuhan untuk meninggi dan membesar.

Berikut ini berapa fungsi yang dijalankan oleh jaringan meristem:

  1. Jaringan meristem apikal sebagai penunjang pertumbuhan tinggi, membantu penyebaran ranting dan cabang, membantu menyebar akar dan jaringannya agar fotosintesis lebih efektif.
  2. Jaringan meristem lateral membantu pembelahan untuk menambah ukuran tumbuhan pada beberapa organ seperti batang, cabang, dan akar.

2. Jaringan Epidermis

Jaringan kedua selanjutnya dalam tubuh tumbuhan adalah jaringan epidermis. Jaringan ini menjalankan fungsi utama sebagai pelindung tumbuhan. 

Bila diteliti, jaringan epidermis terletak pada bagian luar tubuh tumbuhan. Jaringan ini bisa secara kasat mata dilihat tanpa bantuan alat apa pun.

Jaringan ini tidak tebal dan sama sekali tidak mengandung klorofil. Bagian luarnya dilengkapi kutin yang mampu memproduksi kutikula.

Selain itu, ada juga vakuola besar yang bertugas memproduksi antosianin.

Susunan sel dari jaringan meristem cukup padat sehingga tak menyisakan ruang di antara sel. Sementara ketebalan dindingnya tak seragam karena dipengaruhi oleh jenis tumbuhan dan letaknya. 

Berikut ini beberapa fungsi dari jaringan epidermis secara mendetail:

  1. Epidermis akar berfungsi sebagai pengangkut berbagai bahan yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis seperti air dan unsur hara. Trikomata-lah sel yang membantu proses iin karena mengalami adaptasi menjadi bulu-bulu akar.
  2. Stomata pada daun merupakan bagian dari jaringan epidermis yang fungsinya untuk melakukan difusi atau pertukaran gas oksigen dan karbondioksida.
  3. Stomata juga memiliki kemampuan untuk menyesuaikan lalu lintas udara sesuai dengan temperatur di luar tubuh tumbuhan. Saat dingin, stomata akan terbuka lebar. Saat panas, stomata akan terbuka namun kecil.
  4. Jaringan epidermis juga ada yang mengalami perubahan fungsi sebagai tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan.
  5. Jaringan epidermis melindungi seluruh organ tubuh tumbuhan seperti bunga, buah, cabang, daun, batang, dan akar.

3. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut pada tumbuhan amatlah penting untuk melakukan transportasi berbahan bahan fotosintesis baik bahan mentah maupun yang sudah jadi makanan.

Berikut ini fungsi dari jaringan pengangkut pada tumbuhan:

  1. Jaringan xilem, jenis dari jaringan pengangkut akan menarik air dan zat hara dari dalam tanah untuk menuju ke daun.
  2. Jaringan floem, sebagai pasangan dari jaringan xilem akan melakukan fungsinya sebagai penyebar bahan makanan atau nutrisi yang telah jadi sebagai hasil dari fotosintesis.

4. Jaringan Parenkim

Jaringan parenkim memiliki berbagai fungsi yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena parenkim tadinya merupakan jaringan meristem dasar.

Berikut ini beberapa fungsi dari jaringan parenkim:

  • Parenkim yang membantu distribusi bahan fotosintesis.
  • Parenkim yang membantu menyimpan bahan fotosintesis dan air.
  • Parenkim penyimpan udara bernama arenkim.
  • Parenkim yang membantu proses fotosintesis karena memiliki klorofil.

5. Jaringan Kolenkim

Jaringan kolenkim pada tumbuhan merupakan bagian dari jaringan pendukung atau penyokong. Fungsi utamanya adalah menguatkan organ tumbuhan yang statusnya masih terus melakukan pertumbuhan.

Berikut ini beberapa fungsi dari jaringan kolenkim secara mendetail:

  1. Menyokong pertumbuhan tanaman untuk memanjang atau meninggi.
  2. Bergabung dengan kloroplas sehingga bisa berfotosintesis juga.
  3. Pemberi sifat fleksibel pada tubuh tumbuhan sehingga tak mudah patah.

6. Jaringan Sklerenkim

Jaringan sklerenkim merupakan jaringan tumbuhan yang tersusun dari sel-sel yang telah mati. Jaringan ini memiliki dinding sel yang kuat, tebal, dan mengandung banyak lignin.

Berikut ini dua fungsi utama dari jaringan sklerenkim:

  1. Jaringan sklerenkim menjalan fungsi untuk membantu tumbuhan yaitu sebagai penyokong. Meski tersusun dari sel-sel mati, jaringan parenkim bisa menguatkan bagian tubuh tumbuhan dewasa yang masih aktif tumbuh.
  2. Jaringan sklerenkim juga membantu melindungi bagian dari tubuh tumbuhan. Jaringan ini bisa ditemukan pada bagian biji tumbuhan.

Itulah ringkasan materi jaringan pada tumbuhan dan hewan bagian pertama yaitu jaringan tumbuhan. Selanjutnya bagian kedua yaitu jaringan pada hewan bisa kamu baca di bagian berikut ini!

Jaringan pada Hewan

Ringkasan Materi jaringan pada tumbuhan dan hewan
https://pixabay.com/@HolgersFotografie

Jaringan pada hewan dan manusia hampir sama karena sama-sama merupakan mamalia. Jaringan pada hewan terdiri dari:

1. Jaringan Epitel

Ringkasan materi jaringan pada tumbuhan dan hewan bagian kedua diawali dengan jaringan epitel pada hewan. Jaringan ini menjalankan fungsi layaknya jaringan epidermis pada tumbuhan yaitu sebagai pembatas tubuh hewan dengan dunia luar (epitelium). 

Selain itu jaringan epitel juga melindungi rongga di dalam tubuh hewan (mesothelium) dan pelapis tiap organ (endotelium).

Berdasarkan bentuknya, jaringan epitel terbagi menjadi 7 macam, yaitu:

Epitel pipih selapis

Bentuknya pipih dengan inti sel di tengah, sel yang rapat, dan sitoplasma amat jernih. Berfungsi sebagai pelapis rongga, infiltrasi, dan difusi zat.

Epitel pipih berlapis

Berfungsi untuk melapisi bagian luar tubuh hewan dan mampu menghasilkan mukus.

Epitel batang selapis

Sitoplasma jernih, selnya mirip batang, dan inti sel bulat dekat ke dasar. Berfungsi melakukan absorpsi, lubrikasi saluran, produksi mukur, dan sekresi.

Epitel batang berlapis

Sama seperti epitel batang selapis hanya saja memiliki banyak lapisan. Berfungsi sebagai pelapis kelenjar susu, ludah, dan bisa menghasilkan mukus.

Epitel kubus selapis

Bentuknya persis seperti kubus. Bertugas melindungi, melakukan penyerapan, dan sebagai penghasil mukus.

Epitel kubus berlapis

Berfungsi sebagai produsen mukus dan melindungi gerakan.

Epitel transisi

Memiliki kemampuan unik yaitu melakukan adaptasi bentuk. Lapisannya banyak dan bisa menahan tekanan dan peregangan juga

2. Jaringan Pengikat

Jaringan pengikat pada tumbuhan merupakan jaringan yang berasal dari mesenkim pada lapisan tengan embrio. Jaringan ini merupakan sistem penyokong pada tubuh hewan dan juga manusia

Jaringan pengikat terdiri dari beberapa jenis dan subjenis seperti dalam daftar berikut ini:

Jaringan pengikat sejati

Jaringan ini bisa ditemukan di berbagai tubuh hewan terutama di kulit. Jaringan ini juga mengisi ruang antar jaringan. Berdasarkan penyusunnya, jaringan ini terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Jaringan pengikat padat

Terbagi menjadi 2 macam yaitu jaringan ikat elastis dan kolagen. Jaringan ikat kolagen memiliki banyak kolagen. Jaringan ikat elastis tersusun dari banyak serabut elastis.

2 Jaringan pengikat longgar

Substansinya banyak yaitu seperti makrorag, sel lemak, sel cagak, dan firoblas.

3. Jaringan lemak

Jaringan ini memiliki banyak sel lemak yang berfungsi untuk menyimpan cadangan lemak. Selain itu juga berfungsi melindungi jantung, ginjal dan sebagainya.

Jaringan rangka

Tulang atau rangka termasuk dalam kategori jaringan pengikat. Rangka adalah penyokong tubuh sehingga mampu tetap tegak.

Berdasarkan substansi atau matriksnya, jaringan rangka terbagi menjadi 2, yaitu:

1. Jaringan tulang keras

70 % nya tersusun dari garam anorganik. 30 % nya merupakan matriks organik.

2. Jaringan tulang rawan

Terbentuk dari sel kondroblas. Jaringan ini terbagi menjadi 3 jenis yaitu tulang rawan hialin yang semi transparan dan mengandung kondroitin, tulang rawan elastik dengan matriks keruh dan mengandung serabut elastis kuning, dan tulang rawan fibrosa yang mengandung kolagen padat dan mampu merenggang.

Jaringan cair

Jaringan cair merupakan salah satu dari kategori yang termasuk jaringan pengikat. Hal ini karena tugasnya membantu menyokong jaringan lain dan juga organ.

Jaringan ini terbagi menjadi dua macam, yaitu:

1. Jaringan darah

Jaringan darah terdiri dari eritrosit atau sel darah merah, leukosit atau sel darah putih, dan keping darah atau trombosit serta plasma darah.

Eritrosit adalah pembawa oksigen, leukosit bertugas melawan dan membunuh bibit penyakit, dan trombosit bertugas melakukan pembekuan darah pada luka.

Plasma merupakan cairan yang mengandung zat asam amino, glukosa, dan lemak.

2. Jaringan limfa

Jaringan limfa atau kelenjar getah bening mengandung plasma dengan konsentrasi lebih rendah. Sel darah merah tak ditemukan pada limfa namun limfa memiliki banyak limfosit.

3. Jaringan Otot

40 % dari tubuh hewan terbentuk dari jaringan otot. Inilah jaringan yang berfungsi untuk membuat jaringan lain melakukan gerakan dengan cara kontraksi. Maka wajar bila jaringan otot banyak terdapat pada rangka gerak.

Jaringan otot terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Jaringan otot lurik

Selnya seperti lurik karena mengandung banyak serabut otot. Otot tulis bekerja di bawah kesadaran layaknya otot polos. Otot ini menempel pada rangka sehingga disebut juga dengan nama otot rangka. Contohnya adalah bisep dan trisep.

2. Jaringan otot polos

Terdiri dari sel berbentuk kumparan yang inti selnya di tengah. Otot ini bekerja tanda disadari dan melakukan tugasnya terus menerus. Contohnya adalah otot pada organ pencernaan dan pernafasan.

3. Jaringan otot jantung

Otot jantung merupakan otot-otot yang terdapat pada organ jantung. Bentuknya bercabang-cabang dan bekerja secara terus menerus karena telah diatur oleh otak.

4. Jaringan Saraf

Semua perintah dari otak untuk jaringan atau organ lainnya membutuhkan penghubung. Maka hadirlah jaringan saraf yang menjalankan berbagai fungsi berbeda.

Karena fungsinya yang berbeda tersebut, jaringan saraf terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Jaringan saraf sensorik

Jaringan saraf sensorik merupakan saraf yang berfungsi untuk menerima rangsangan. Lalu, rangsangan tersebut disampaikan ke sumsum tulang belakang.

2. Jaringan saraf motorik

Setelah rangsangan diterima oleh sumsum tulang belakang, selanjutnya direspon dengan impuls yang menjalar pada jaringan saraf motorik.

3. Jaringan saraf penghubung

Untuk saling terhubung dengan baik, jaringan saraf motorik dan sensorik membutuhkan jaringan saraf penghubung.

Demikianlah penjelasan mengenai jaringan apa saja yang ada pada hewan. Bagian ini melengkapi ringkasan materi jaringan pada tumbuhan dan hewan untuk membantumu belajar lebih efektif.

 
 

 

MIKROSKOP

Mata pelajaran             : IPA

Fase/Kelas                   : D / VIII 

Materi                          : MIKROSKOP

Pertemuan                   : 2

Guru Pengampu          : SEPTYANA FORI

Waktu Pembelajran     : SENIN. 29 JULI 2024


 Capaian Pembelajaran :

Peserta didik mampu memahami organel-organel sel hewan dan tumbuhan, serta memahami bagian-bagian dari mikroskop, fungsi dsri mikroskop


Tujuan Pembelajaran :

Peserta didik dapat  mendeskripsikan bagian-bagian atau organel pada sel hewan dan tumbuhan dan dapat membedakan organel-organel tersebut

 

Apersepsi

Alhamdulilah hari ini, kita bisa bertemu dalam pembelajaran IPA . Semoga dalam proses pembelajaran kita diberikan kemudahan dalam pemahaman amin …

Sebelum memasuki materi hari ini,  tak lupa ibu ingatkan untuk melaksanakan sholat dhuha dan marojaah .


  Materi Pembelajaran

Mikroskop

 

Mikroskop adalah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Di bidang life science atau penelitian, mikroskop diperlukan dalam mengklasifikasi makhluk hidup yang berukuran sel dan mempelajari kareakteristiknya. Di industri, mikroskop sangat diperlukan untuk mengetahui keberadaan kontaminan atau defect sample yang sangat kecil. Sedangkan di dunia edukasi atau sekolah, mikroskop diperlukan hanya untuk proses pembelajaran.

Jenis - jenis mikroskop sangat beragam karena disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Mengetahui jenis mikroskop adalah hal pertama yang perlu diketahui sebelum membeli mikroskop.

Gambar yang berbeda pada mikroskop majemuk biasanya memiliki tiga atau empat perbesaran - 40x, 100x, 400x, dan terkadang 1000x.

  • Pada perbesaran 40x Anda akan dapat melihat 5mm.
  • Pada perbesaran 100x Anda akan dapat melihat 2mm.
  • Pada perbesaran 400x Anda akan dapat melihat 0,45mm, atau 450 mikron.
  • Pada perbesaran 1000x Anda akan dapat melihat 0,180mm, atau 180 mikron.

 

Jenis Mikroskop binokular dan binokuler berdasarakan sumber cahayanya, yaitu :

1. Mikroskop Cahaya / Optical Microscope

Mikroskop cahaya bisa berasal dari matahari langsung atau lampu. Mikroskop menggunakan lampu lebih disukai karena kualitas yang lebih baik, bahkan beberapa pabrikan sudah mengembangkan lampu sendiri untuk menghasilkan gambar yang lebih baik, seperti neoLED pada brand Euromex binokular dan binokuler.

Mikroskop Euromex IS.1053PLMi Mikroskop NZ.1903U

 

2. Mikroskop Elektron

Mikroskop Elektron menggunakan elektro statik dan elektro magnetik sebagai sumber cahaya, serta menggunakan medan listik dan medan magnet yang berperan sebagai lensa dan cerminnya. Dengan menggunakan elektro statik dan medan listrik ini mikroskop elektron dapat melakukan pembesaran objek sampai dengan 2 juta kali. Mikroskop ini hanya digunakan di kalangan ilmuwan tertentu dan aplikasi tertentu.

Mikroskop Elektron Mikroskop Elektron

Sumber gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/Electron_microscope

Bagian-Bagian Mikroskop

Ada 14 bagian mikroskop yang harus kamu ketahui fungsinya. Ketigabelas bagian tersebut dibagi lagi menjadi 2 bagian lho, yaitu bagian optik dan bagian mekanik. Yuk, kenalan satu persatu! 

bagian-bagian mikroskop

Bagian-bagian mikroskop yang perlu kamu ketahui.

 

A. Bagian Optik Mikroskop

Bagian mikroskop yang termasuk ke bagian optik, antara lain lensa okuler, lensa obyektif, diafragma, dan cermin. Berikut masing-masing fungsinya.

1. Lensa okuler

Lensa okuler merupakan lensa yang melakukan kontak langsung dengan mata kita. Fungsi lensa okuler ini untuk memperbesar bayangan objek (benda).

2. Lensa obyektif

Sementara itu, lensa obyektif adalah lensa yang posisinya ada di dekat objek untuk memperbesar bayangan objek (benda) tersebut bersama lensa okuler. 

3. Diafragma

Lalu, diafragma dan cermin ini fungsinya apa? Diafragma berfungsi untuk mengatur  intensitas cahaya yang akan masuk ke lensa obyektif. Dengan kata lain, banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk ke mikroskop itu diatur oleh lensa obyektif ini.

4. Cermin

Kalau cermin ini berfungsi untuk menyalurkan cahaya yang sudah masuk lewat diafragma. Cerminnya juga terdiri dari 2 jenis, yaitu cermin datar dan cermin cekung. 

 

B. Bagian Mekanik Mikroskop

Bagian mekanik mikroskop ini terdiri dari tabung mikroskop, revolver, meja preparat, penjepit preparat, lengan mikroskop, mikrometer, makrometer, kondensor, sekrup (sendi inklinasi), dan kaki mikroskop. Apa saja ya masing-masing kegunaannya?

1. Tabung mikroskop 

Tabung mikroskop ini berfungsi untuk menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif, supaya kamu bisa melihat objeknya dengan jelas.

2. Revolver

Nah, kalau revolver fungsinya untuk mengatur besar kecilnya lensa obyektif, lho.

3. Meja preparat

Selanjutnya, meja preparat ini fungsinya untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati.

4. Penjepit preparat

Kemudian objek tersebut bisa dijepit dengan penjepit preparat supaya nggak geser-geser selama kamu amati.

5. Lengan mikroskop (pegangan)

Kalau lengan mikroskop fungsinya apa? Buat digandeng? Hahaha bukan buat digandeng, ya. Tapi buat dijadikan pegangan ketika kamu membawa atau memindahkan mikroskopnya. 

6. Mikrometer

Bagian selanjutnya bernama mikrometer. Mikrometer ini bisa dikenal juga dengan sebutan pemutar halus. Mikrometer berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tabung mikroskop dengan tempo yang lambat. Bentuknya mikrometer ini juga lebih kecil dibandingkan dengan makrometer.

7. Makrometer

Lalu, apa bedanya mikrometer dengan makrometer? Kalau makrometer ini fungsinya untuk menggerakan tabung mikroskop dengan cepat. Ukurannya juga lebih besar dari mikrometer, lho. 

8. Kondensor

Bagian selanjutnya bernama kondensor. Fungsi kondensor ini untuk mengumpulkan cahaya yang masuk. Semacam penampungan cahaya gitu, ya. Hehehe.

9. Sekrup (sendi inklinasi)

Lalu ada juga yang namanya sekrup atau bisa disebut juga sebagai sendi inklinasi. Fungsi sekrup ini apa, hayo? Fungsinya untuk mengatur sudutnya mikroskop ini.

10. Kaki mikroskop

Bagian terakhirnya mikroskop ini namanya kaki mikroskop. Sesuai dengan namanya, kaki mikroskop ini untuk menyangga atau menopang mikroskop supaya nggak jatuh. Sama seperti kakimu, kan? 

 

Cara Menggunakan Mikroskop

Setelah kenalan dengan bagian-bagian mikroskop, sekarang coba cari tahu bagaimana cara memakai mikroskop ini, yuk! 

  1. Ambil mikroskop dengan posisi tangan berikut ini: tangan kanan memegang lengan mikroskop dan tangan kiri memegang alas atau kaki mikroskop.
  2. Atur lensa okuler dan lensa obyektif sampai perbesaran paling kecil.
  3. Putar diafragma agar terbuka.
  4. Arahkan cermin pada mikroskop sedemikian rupa, sehingga cahaya dapat dipantulkan dengan baik.
  5. Siapkan preparat yang akan diamati dan jepit di meja preparat.
  6. Atur fokus objek dengan memutar makrometer atau mikrometer.
  7. Putar revolver untuk mendapatkan perbesaran gambar yang diinginkan.

 

Jenis-Jenis Mikroskop

Tahukah kamu kalau secara umum mikroskop itu ada 2 jenis, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Nah, mikroskop yang biasa kita gunakan untuk kegiatan penelitian di sekolah itu adalah mikroskop cahaya, ya.

 

A. Mikroskop Cahaya

Cara kerja mikroskop cahaya atau mikroskop optik adalah dengan memantulkan cahaya ke cermin. Jadi, kamu dapat melihat objek (benda) yang ada pada preparat dengan lebih jelas. Mikroskop cahaya dapat memperbesar bayangan benda sebanyak 1.000 kalo, loh! Terdapat beberapa jenis mikroskop cahaya, yaitu:

1. Mikroskop monokuler

Mikroskop monokuler hanya memiliki 1 lensa okuler yang dapat kamu gunakan untuk mengamati objek. Mikroskop ini tergolong jenis yang pertama kali ditemukan. Itulah mengapa mikroskop monokuler kelihatan lebih jadul kalau kita bandingkan dengan mikroskop-mikroskop yang lainnya.

2. Mikroskop binokuler

Mikroskop binokuler memiliki 2 lensa okuler. Kamu bisa mengamati objek-objek kecil (mikroskopis) menggunakan kedua lensanya. Contohnya, virus, bakteri, dan sebagainya.

Mikroskop Monokuler dan Binokuler

a. gambar mikroskop monokuler, b. gambar mikroskop binokuler (Sumber: zegahutan.com)

 

B. Mikroskop Elektron

Jenis mikroskop selanjutnya adalah mikroskop elektron. Mikroskop ini memanfaatkan elektron sebagai sumber energi untuk melihat objek yang ingin diamati. Nah, kalau mikroskop cahaya dapat memiliki perbesaran sampai 1000 kali, mikroskop elektron mampu memperbesar ukuran objek sampai 1 juta kali lebih besar dari ukuran sebenarnya. Wooooww!!!

mikroskop-elektron

Gambar mikroskop elektron (Sumber: teknikece.com)

 

Evaluasi

Setelah melihat materi tersebut 

Membuat kelompok 

masing-masing kelompok mengamati sel tumbuhan pada mikroskop


 

Kesimpulan Materi Pembelajaran

Peserta didik mampu mendeskripsikan bagian-bagian mikroskop