Kamis, 10 September 2026

SUHU, KALOR, DAN PEMUAIAN

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Kamis, 10 September 2026

Fase/Kelas          : D/VII A - VII E

Materi                 : Suhu, Kalor, dan Pemuaian

Pertemuan           : Ke 1

 

Capaian Permbelajaran:

Pada akhir fase D Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat zat serta membedakan perubahan fisika dan kimia, kerapatan zat, dan menganalisis konsep suhu, kalor, perpindahan kalor, dan dampaknya pada pemuaian zat.

 

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menganalisis tentang suhu, kalor, dan pemuaian dan dapat melihatnya dalam kehidupan sehari-hari

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya hukum archimedes yang berkaitan dengan materikerapatan zat

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi hukum archimedes  dan bagaimana terjadinya perubahan dari melayang, mengapung, dan tenggelam yang terjadi di kehidupan sehari-hari 

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

 

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan suhu,kalor, dan pemuaian kemudian Memahami perbandingan sklal suhu,serta Menganalisis tentang suhu celcius, reamor, dan farenheit dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


 Materi Pembelajaran : 

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi suhu, kalor, dan pemuaian ini, mari kita renungi:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di bumi ini yang kita diami dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari tentang suhu, kalor, dan pemuaian yang menarik ini adalah ciptaan Allah SWT. suhu, kalor, dan pemuaian ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui tentang suhu, kalor, dan pemuaian ini dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): suhu, kalor, dan pemuaian  ini adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat yang tak terhingga. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."  

 Suhu

4 Macam Skala Suhu & Cara Konversinya

Artikel Fisika kelas 7 ini membahas tentang definisi suhu, 4 skala ukuran suhu (Fahrenheit, Celsius, kelvin, Reamur), dan bagaimana cara mengonversinya.

Suhu

Suhu adalah derajat (tingkat) panas suatu benda, atau ukuran panas-dinginnya satu benda. Suhu sering juga disebut temperatur.

Suhu dapat dirasakan dan dapat diukur. Oleh karena itu, suhu termasuk dalam besaran pokok. Suhu dilambangkan dengan T dengan satuan derajat (°)

Alat Pengukur Suhu

Gambar alat pengukur suhu tubuh

Diambil dari Bola.com

Macam-Macam Termometer dan Penjelasannya yang Perlu Diketahui

Untuk mengetahui suhu panas atau dingin suatu benda tentu harus menggunakan suatu alat bantu. Ada beberapa alat yang digunakan untuk mengukur suatu benda, antara lain adalah:

suhu dan temperatur - 4 skala suhu 

            Merah = benda panas | Biru = benda dingin (Sumber: CrashCourse via Youtube)

a. Mengukur suhu dengan salah satu bagian tubuh manusia

Bagian tubuh kita yang dapat digunakan untuk mengukur suhu suatu benda salah satunya adalah telapak tangan atau jari. Misalnya untuk mengetahui air di dalam gelas itu panas atau dingin kita bisa menggunakan tangan untuk menyentuhnya. Dengan begitu kamu akan mengetahui apakah air dalam gelas itu panas, dingan, atau bahkan hangat.

b. Mengukur suhu dengan termometer

Pengukuran suhu menggunakan tangan memang tidak memberikan hasil yang akurat dan tidak berstandar. Maka dari itu diciptakanlah alat yang digunakan untuk mengukur suatu suhu, yang biasa disebut termometer. Termometer dibuat pada tahun 1564 – 1642 oleh Galileo Galilei.

  • Jenis Termometer

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu sebuah benda. Berbagai jenis termometer dibuat berdasarkan pada beberapa sifat termometrik zat seperti pemuaian zat padat, pemuaian zat cair, pemuaian gas, tekanan zat cair, tekanan udara, regangan zat padat, hambatan zat terhadap arus listrik, dan intensitas cahaya (radiasi benda).

Hingga saat ini, dikenal beberapa jenis termometer. Perbedaan termometer tersebut terletak pada skala derajat suhu, patokan tetap titib bawah, dan patokan tetap titik atas.

1. Termometer Celcius
Termometer Celcius ditemukan oleh Andreas Celcius (1701-1744), seorang ahli fisika dan Swedia.

Celcius menentukan titik tetap bawah skala termometer dengan patokan suhu es yang sedang mencair, yang diberi skala 0°.

Titik tetap atasnya berpatokan pada suhu air mendidih pada tekanan 76 cmHg, yang diberi skala 100°. Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Celcius yaitu derajat Celcius ditulis °C.

2. Termometer Reamur
Termometer ini dikenal oleh Reamur, seorang ahli fisika berkebangsaan Prancis.

Reamur menentukan titik tetap bawah dan titik tetap atas skala termometer sama seperti Andreas Celcius. Namun, Reamur memberi skala 0° untuk titik tetap bawah dan 80° untuk titik tetap atas termometernya.

Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Reamur yaitu derajat reamu, ditulis °R

3. Termometer Fahrenheit
Termometer jenis ini dikenalkan oleh Gabriel D. Fahrenheit, seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.

Fahrenheit menetapkan titik tetap bawah yaitu suhu campuran es dan garam amonium klorida. Titik ini ditetapkan menjadi 0°F.

Suhu campuran antara air dan es (titik beku air) pada termometer Fahrenheit diberi skala 32°F. Sementara titik tetap atas termometer ini yaitu suhu air mendidih diberi skala 212°F.

4 skala suhu - bedanya suhu dan panas 

4 skala suhu - bagian-bagian termometer

                              Bagian-bagian termometer.

PERBANDINGAN SKALA SUHU

perbandingan 4 skala suhu - celcius - fahrenheit - reamur - kelvin

Perbandingan skala suhu utama antara Celsius (C), Reamur (R), Fahrenheit (F), dan Kelvin (K) adalah 5 : 4 : 9 : 5

Titik Beku dan Titik Didih Air
  • Celsius: Titik beku 0°C, titik didih 100°C (selisih 100).
  • Reamur: Titik beku 0°R, titik didih 80°R (selisih 80).
  • Fahrenheit: Titik beku 32°F, titik didih 212°F (selisih 180).
  • Kelvin: Titik beku 273 K, titik didih 373 K (selisih 100)

Perbandingan Skala Suhu: Rumus Celcius, Fahrenheit, Reamur, Kelvin (IPA Kelas 7) 

Contoh soal:

1. Suhu air mendidih 100 C, maka pada skala Fahrenheit adalah ...

Jawaban: 

F = (9/5 x C) + 32

F = (9/5 x 100) + 32

F = 212

 

2. Suhu 122 F sama dengan ... C

Jawaban:

C = 5/9 (F - 32)

C = 5/9 (122 - 32)

C = 5/9 (90)

C = 50

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan suhu

2. Sebutkan alat pengukur suhu

3. Sebutkan perbandingan skala suhu

4. Skala suhu apa saja yang kalian ketahui, sebutkan


Kesimpulan materi:

Suhu adalah derajat (tingkat) panas suatu benda, atau ukuran panas-dinginnya satu benda. Suhu sering juga disebut temperatur. Suhu dapat dirasakan dan dapat diukur. Oleh karena itu, suhu termasuk dalam besaran pokok. Suhu dilambangkan dengan T dengan satuan derajat (°)

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu sebuah benda. Berbagai jenis termometer dibuat berdasarkan pada beberapa sifat termometrik zat seperti pemuaian zat padat, pemuaian zat cair, pemuaian gas, tekanan zat cair, tekanan udara, regangan zat padat, hambatan zat terhadap arus listrik, dan intensitas cahaya (radiasi benda).

 

Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar