Selasa, 08 September 2026

SUHU, KALOR, DAN PEMUAIAN

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Selasa, 8 September 2026

Fase/Kelas          : D/VII A - VII E

Materi                 : Suhu, Kalor, dan Pemuaian

Pertemuan           : Ke 1

 

Capaian Permbelajaran:

Pada akhir fase D Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat zat serta membedakan perubahan fisika dan kimia, kerapatan zat, dan menganalisis konsep suhu, kalor, perpindahan kalor, dan dampaknya pada pemuaian zat.

 

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menganalisis tentang suhu, kalor, dan pemuaian dan dapat melihatnya dalam kehidupan sehari-hari

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya hukum archimedes yang berkaitan dengan materikerapatan zat

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi hukum archimedes  dan bagaimana terjadinya perubahan dari melayang, mengapung, dan tenggelam yang terjadi di kehidupan sehari-hari 

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

 

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan suhu,kalor, dan pemuaian kemudian Memahami perbandingan sklal suhu,serta Menganalisis tentang suhu celcius, reamor, dan farenheit dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


 Materi Pembelajaran : 

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi suhu, kalor, dan pemuaian ini, mari kita renungi:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di bumi ini yang kita diami dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari tentang suhu, kalor, dan pemuaian yang menarik ini adalah ciptaan Allah SWT. suhu, kalor, dan pemuaian ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui tentang suhu, kalor, dan pemuaian ini dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): suhu, kalor, dan pemuaian  ini adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat yang tak terhingga. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."  

 Suhu

4 Macam Skala Suhu & Cara Konversinya

Artikel Fisika kelas 7 ini membahas tentang definisi suhu, 4 skala ukuran suhu (Fahrenheit, Celsius, kelvin, Reamur), dan bagaimana cara mengonversinya.

Suhu

Suhu adalah derajat (tingkat) panas suatu benda, atau ukuran panas-dinginnya satu benda. Suhu sering juga disebut temperatur.

Suhu dapat dirasakan dan dapat diukur. Oleh karena itu, suhu termasuk dalam besaran pokok. Suhu dilambangkan dengan T dengan satuan derajat (°)

Alat Pengukur Suhu

Gambar alat pengukur suhu tubuh

Diambil dari Bola.com

Macam-Macam Termometer dan Penjelasannya yang Perlu Diketahui

Untuk mengetahui suhu panas atau dingin suatu benda tentu harus menggunakan suatu alat bantu. Ada beberapa alat yang digunakan untuk mengukur suatu benda, antara lain adalah:

suhu dan temperatur - 4 skala suhu 

            Merah = benda panas | Biru = benda dingin (Sumber: CrashCourse via Youtube)

a. Mengukur suhu dengan salah satu bagian tubuh manusia

Bagian tubuh kita yang dapat digunakan untuk mengukur suhu suatu benda salah satunya adalah telapak tangan atau jari. Misalnya untuk mengetahui air di dalam gelas itu panas atau dingin kita bisa menggunakan tangan untuk menyentuhnya. Dengan begitu kamu akan mengetahui apakah air dalam gelas itu panas, dingan, atau bahkan hangat.

b. Mengukur suhu dengan termometer

Pengukuran suhu menggunakan tangan memang tidak memberikan hasil yang akurat dan tidak berstandar. Maka dari itu diciptakanlah alat yang digunakan untuk mengukur suatu suhu, yang biasa disebut termometer. Termometer dibuat pada tahun 1564 – 1642 oleh Galileo Galilei.

  • Jenis Termometer

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu sebuah benda. Berbagai jenis termometer dibuat berdasarkan pada beberapa sifat termometrik zat seperti pemuaian zat padat, pemuaian zat cair, pemuaian gas, tekanan zat cair, tekanan udara, regangan zat padat, hambatan zat terhadap arus listrik, dan intensitas cahaya (radiasi benda).

Hingga saat ini, dikenal beberapa jenis termometer. Perbedaan termometer tersebut terletak pada skala derajat suhu, patokan tetap titib bawah, dan patokan tetap titik atas.

1. Termometer Celcius
Termometer Celcius ditemukan oleh Andreas Celcius (1701-1744), seorang ahli fisika dan Swedia.

Celcius menentukan titik tetap bawah skala termometer dengan patokan suhu es yang sedang mencair, yang diberi skala 0°.

Titik tetap atasnya berpatokan pada suhu air mendidih pada tekanan 76 cmHg, yang diberi skala 100°. Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Celcius yaitu derajat Celcius ditulis °C.

2. Termometer Reamur
Termometer ini dikenal oleh Reamur, seorang ahli fisika berkebangsaan Prancis.

Reamur menentukan titik tetap bawah dan titik tetap atas skala termometer sama seperti Andreas Celcius. Namun, Reamur memberi skala 0° untuk titik tetap bawah dan 80° untuk titik tetap atas termometernya.

Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Reamur yaitu derajat reamu, ditulis °R

3. Termometer Fahrenheit
Termometer jenis ini dikenalkan oleh Gabriel D. Fahrenheit, seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.

Fahrenheit menetapkan titik tetap bawah yaitu suhu campuran es dan garam amonium klorida. Titik ini ditetapkan menjadi 0°F.

Suhu campuran antara air dan es (titik beku air) pada termometer Fahrenheit diberi skala 32°F. Sementara titik tetap atas termometer ini yaitu suhu air mendidih diberi skala 212°F.

4 skala suhu - bedanya suhu dan panas 

4 skala suhu - bagian-bagian termometer

                              Bagian-bagian termometer.

PERBANDINGAN SKALA SUHU

perbandingan 4 skala suhu - celcius - fahrenheit - reamur - kelvin

Perbandingan skala suhu utama antara Celsius (C), Reamur (R), Fahrenheit (F), dan Kelvin (K) adalah 5 : 4 : 9 : 5

Titik Beku dan Titik Didih Air
  • Celsius: Titik beku 0°C, titik didih 100°C (selisih 100).
  • Reamur: Titik beku 0°R, titik didih 80°R (selisih 80).
  • Fahrenheit: Titik beku 32°F, titik didih 212°F (selisih 180).
  • Kelvin: Titik beku 273 K, titik didih 373 K (selisih 100)

Perbandingan Skala Suhu: Rumus Celcius, Fahrenheit, Reamur, Kelvin (IPA Kelas 7) 

Contoh soal:

1. Suhu air mendidih 100 C, maka pada skala Fahrenheit adalah ...

Jawaban: 

F = (9/5 x C) + 32

F = (9/5 x 100) + 32

F = 212

 

2. Suhu 122 F sama dengan ... C

Jawaban:

C = 5/9 (F - 32)

C = 5/9 (122 - 32)

C = 5/9 (90)

C = 50

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan suhu

2. Sebutkan alat pengukur suhu

3. Sebutkan perbandingan skala suhu

4. Skala suhu apa saja yang kalian ketahui, sebutkan


Kesimpulan materi:

Suhu adalah derajat (tingkat) panas suatu benda, atau ukuran panas-dinginnya satu benda. Suhu sering juga disebut temperatur. Suhu dapat dirasakan dan dapat diukur. Oleh karena itu, suhu termasuk dalam besaran pokok. Suhu dilambangkan dengan T dengan satuan derajat (°)

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu sebuah benda. Berbagai jenis termometer dibuat berdasarkan pada beberapa sifat termometrik zat seperti pemuaian zat padat, pemuaian zat cair, pemuaian gas, tekanan zat cair, tekanan udara, regangan zat padat, hambatan zat terhadap arus listrik, dan intensitas cahaya (radiasi benda).

 

Kesimpulan hasil belajar:

Kompetensi yang sudah dikuasai dan yang perlu ditingkatkan

 -  Kompetensi yang sudah dikuasai:

    Peserta didik telah menunjukan tingkat partisipasi, kehadiran, serta antusias yang sangat baik dalam

    mempelajari materi ini, dan mereka juga berani dalam mempresentasikan hasil belajar

-  Kompetensi yang perlu ditingkatkan:

   Peserta didik harus diberi motivasi dan didorong untuk lebih giat lagi dalam pembelajaran ini, 

   sehingga mereka benar-benar memahami materi ini untuk menunjang penilaian yang akan diberikan


Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

 

 

 

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Selasa, 8 September 2026

Fase/Kelas           : D/VIII A - VIII B

Materi                 : Sistem Pencernaan Manusia

Pertemuan          : ke 3


Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D Peserta didik mampu menganalisis sistem organ tubuh (pencernaan, jenis-jenis makanan, peredaran darah, ekskresi) dan menjaga kesehatannya.

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis tentang jenis-jenis makanan dan sistem pencernaan tubuh manusia dan dapat menyebutkan organ-organ pencernaan manusia

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya penyakit kekurangan gizi yang berkaitan dengan materijenis-jenis makakanan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi jenis-jenis makanan dan fungsinya masing-masing dan apa saja organ-organpencernaan manusia

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan jenis-jenis makanan dan fungsinya  kemudian Mengklasifikasikan jenis-jenis makanan dan fungsi dari organ pencernaan yang bekerja pada sistem tubuh serta Menganalisis penyakit-penyakit pada sistem ditubuh manusia dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


MATERI

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi struktur dan fungsi tubuh pada makhluk hidup ini, mari kita bersyukur atas sebaik-baiknya bentuk penciptaan fisik dan amanah merawat tubuh yang terkandung dalam (QS. At-Tin: 4).

        Surat at Tin ayat 4 Latin dan Artinya 

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di dunia atau bumi yang kita injak dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari organ-orgqn tubuh manusia terutama sistem pencernaan adalah ciptaan Allah. jenis-jenis makanan yang dibutuhkan oleh tubuh adalah bukti bahwa Allah menciptakan alam dan manusia dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukuratas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui organ-organ pencernaan dan fungsinya untuk tubuh manusia ini dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): jenis-jenis makanan yang dibutuhkan oleh tubuh adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."

 

Macam-Macam Organ Sistem Pencernaan Manusia & Fungsinya

macam-macam organ sistem pencernaan manusia

Artikel Biologi kelas 8 ini membahas tentang macam-macam organ pencernaan manusia, masing-masing fungsinya, serta cara sistem pencernaan manusia bekerja, mulai dari mulut, sampai ke anus.

 

Ada 10 macam organ sistem pencernaan manusia, yaitu mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan (esofagus), lambung, pankreas, hati, empedu, usus halus, usus besar, dan anus.

 

Macam-Macam Proses Pencernaan Manusia

Secara umum, proses pencernaan manusia terdiri dari 2 jenis, yaitu proses pencernaan mekanis dan proses pencernaan kimiawi. Berikut perbedaannya:

 

1. Proses Pencernaan Mekanik

Proses pencernaan mekanik adalah proses pencernaan makanan yang dilakukan dengan gerakan-gerakan, seperti mengunyah, menelan, memompa, menghancurkan, dan meremas makanan. Pencernaan mekanik bertujuan untuk mengubah ukuran makanan menjadi lebih kecil, agar lebih mudah diproses di dalam tubuh.

Proses pencernaan mekanik terjadi di dalam mulut dan lambung, tepatnya ketika makanan dihaluskan oleh gerakan otot-otot lambung.

 

2. Proses Pencernaan Kimiawi

Sementara itu, proses pencernaan kimiawi adalah proses pencernaan makanan yang melibatkan enzim. Pencernaan kimiawi ini bertujuan untuk mengubah partikel makanan yang kecil-kecil menjadi bentuk yang siap diserap oleh tubuh.

Proses pencernaan kimiawi terjadi di mulut, kerongkongan, lambung, hati, pankreas, empedu, dan usus.

 

Macam-Macam Organ Pencernaan Manusia

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sistem pencernaan melibatkan serangkaian organ pencernaan. Sistem pencernaan manusia dimulai dari mulut dan berakhir di anus. Berikut adalah ilustrasi gambar sistem pencernaan di dalam tubuh manusia:

Gambar Organ Sistem Pencernaan Manusia

 

1. Mulut

Mulut berfungsi sebagai tempat masuknya makanan dan dimulainya proses pencernaan. Ini karena di dalam mulut, terjadi pencernaan secara mekanik oleh gigi dan pencernaan kimiawi oleh enzim amilase.

Gigi berfungsi untuk menghancurkan makanan menjadi ukuran yang lebih kecil, sehingga memudahkan enzim amilase bekerja. Enzim amilase lalu akan menguraikan kandungan pati atau amilum dalam makanan, menjadi gula sederhana yang dapat diserap tubuh.

enzim amilase diproduksi oleh kelenjar ludah. Selain itu, di mulut juga ada lidah yang akan mengaduk makanan, sehingga bisa bercampur dengan enzim amilase. Berikut gambar anatomi atau bagian-bagian mulut pada sistem pencernaan manusia:


sistem pencernaan manusia - bagian mulut

 

2. Tenggorokan dan Kerongkongan

Tenggorokan (faring) merupakan saluran pencernaan yang menghubungkan rongga mulut ke kerongkongan (esofagus). Makanan yang ditelan dari mulut, kemudian masuk melalui tenggorokan, dan diteruskan ke kerongkongan. Pada dinding kerongkongan, terjadi gerakan peristaltik, yaitu gerakan meremas-remas yang mendorong makanan menuju lambung.

Agar kamu lebih mudah mengetahui letak tenggorokan (faring) dan kerongkongan (esofagus), kamu bisa melihat gambar di bawah ini ya!

sistem pencernaan manusia - letak faring dan esofagus

 

3. Lambung

Sistem pencernaan pada manusia selanjutnya adalah lambung. Di lambung, terjadi pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanik di lambung terjadi saat makanan dihaluskan kembali oleh otot-otot lambung.

Sementara itu, makanan akan mengalami pencernaan kimiawi karena dicerna oleh enzim dalam getah lambung. Getah lambung ini dihasilkan dari sel kelenjar dinding lambung. Nah, getah lambung terdiri dari:

  • Pepsin: enzim yang fungsinya memecah protein menjadi asam amino.
  • Renin: enzim yang fungsinya mengubah protein menjadi kasein.
  • Asam Klorida (HCl): asam yang berfungsi untuk membunuh kuman dan bakteri pada makananan dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.

 

Lambung terdiri dari beberapa bagian, yaitu fundus, badan lambung, kardiak, pilorus, dan otot sfingter. Masing-masing bagian lambung ini punya fungsi khusus. Berikut rinciannya:

sistem pencernaan manusia - bagian lambung

 

Jadi, secara keseluruhan, fungsi lambung di antaranya untuk:

  1. Mencerna protein,
  2. Menyimpan makanan (selama 2-5 jam), dan
  3. Mematikan mikroorgansime berbahaya yang ada di lambung karena ada asam lambung.

 

 4. Pankreas, Hati, dan Empedu

Hati adalah organ pelengkap dalam sistem pencernaan karena akan membentuk cairan empedu yang diperlukan dalam proses pencernaan lemak. Cairan empedu ini berwarna kuning kehijauan yang mengandung garam, kolesterol, dan lesitin. Cairan empedu tersebut, lalu akan ditampung di kantung empedu, sebelum digunakan di usus halus.

Jadi, kantung empedu fungsinya menyalurkan empedu ke usus halus,  hati berfungsi untuk menghasilkan empedu.

pankreas berfungsi untuk memproduksi enzim pencernaan untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak di usus halus. Selain itu, pankreas juga akan menghasilkan senyawa bikarbonat, yang akan menetralkan makanan dari lambung yang sifatnya asam, sehingga tidak melukai dinding usus halus.

Di bawah ini ada gambar letak pankreas, hati, dan kantung empedu dalam tubuh manusia.

sistem pencernaan manusia - letak hati, pankreas, dan kantung empedu

 

5. Usus Halus

Selanjutnya, usus halus merupakan organ pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Bentuknya berupa saluran dengan panjang sekitar 670 cm sampai 760 cm. Nah, usus halus bisa dibedakan lagi menjadi 3 bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum.

Duodenum atau usus dua belas jari berfungsi sebagai tempat pencernaan makanan secara kimiawi. Caranya, makanan dari lambung yang masuk ke duodenum akan dinetralkan dulu oleh senyawa bikarbonat dari pankreas. Lalu, lanjut dicerna menggunakan enzim amilase, lipase, dan tripsin dari pankreas, serta enzim maltase yang dihasilkan usus halus itu sendiri.

Amilase akan memecah amilum jadi maltosa. Maltosanya lalu lanjut dipecah jadi glukosa oleh enzim maltase. Kalau lipase memecah lemak jadi asam lemak dan gliserol. Ini dilakukan dengan bantuan empedu ya, yang akan mengemulsikan lemak sehingga enzim lipase bisa bekerja. Sementara itu, tripsin akan memecah pepton jadi asam amino.

glukosa, asam lemak, gliserol, dan asam amino tadi merupakan bentuk zat gizi sederhana yang siap diserap tubuh. Penyerapannya terjadi di bagian usus halus berikutnya yaitu jejunum dan ileum.

Berarti, jejunum (usus kosong) dan ileum (usus penyerapan) sama-sama berfungsi sebagai tempat penyerapan sari makanan atau zat gizi sederhana. Makanya, strukturnya dipenuhi vili atau jonjot usus yang berfungsi memperluas area penyerapan sari makanan.

Berikut adalah gambar bagian-bagian usus halus, meliputi duodenum, jejunum, dan ileum:

sistem pencernaan manusia - bagian usus halus - duodenum, jejunum, ileum

 

6. Usus Besar

Usus besar adalah organ pencernaan yang terhubung dengan usus halus. Sisa makanan yang tidak bisa dicerna dan diserap tubuh, lalu akan diteruskan ke usus besar. Ini karena usus besar berfungsi untuk membusukkan sisa makanan tadi dan mengubahnya menjadi feses, dengan dibantu oleh bakteri Escherichia coli.

di usus besar terdapat beberapa bagian, yaitu:

  1. Kolon, sebagai tempat pemadatan feses atau penyerapan kembali air dari zat sisa makanan.
  2. Rektum, sebagai tempat menyimpan feses sementara waktu.

 

Selain itu, ada pula umbai cacing, yaitu bagian yang berbentuk memanjang seperti cacing. Bagian ini bisa membengkak jika ada sisa makanan yang tersumbat di dalamnya, lalu menimbulkan penyakit usus buntu. Berikut gambar bagian-bagian usus besar yang bisa kamu perhatikan!

sistem pencernaan manusia - bagian-bagian usus besar - kolon, rektum

 

7. Rektum dan Anus

Sebelum feses dikeluarkan dari tubuh melalui anus, feses akan disimpan terlebih dulu di dalam rektum. Di rektum ini, sensor akan mengirimkan sinyal ke otak untuk memutuskan apakah feses peru dikeluarkan atau tidak.

Jika, feses perlu dikeluarkan, anus akan berfungsi sebagai tempat untuk membuang feses atau zat sisa makanan tersebut. Kemudian, otot anus berfungsi menahan dan menjaga feses agar tidak keluar dari rektum sebelum saatnya.

 

Macam-Macam Gangguan pada Sistem Pencernaan Manusia

setelah mengetahui macam-macam organ dan sistem pencernaan manusia, organ-organ tersebut punya peran yang sangat penting. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan organ pencernaan, supaya tidak menjadi penyakit yang mengganggu aktivitas kita.

berikut ini, ada beberapa penyakit atau gangguan sistem pencernaan yang bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti bakteri pada makanan, stress, atau infeksi. Contoh gangguan sistem pencernaan pada manusia, di antaranya:

  • Sariawan: disebabkan oleh luka tergigit, kekurangan vitamin C, dll.
  • Konstipasi (sembelit): kesukaran dalam proses defekasi (buang air Abesar).
  • Diare: feses yang sangat cair akibat peristaltik terlalu cepat.
  • Apendisitis: radang usus buntu.
  • Peritonitis: infeksi pada rongga perut.
  • Sirosis hati: radang pada hati.

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Sebutkan organ-organ pencernaan

2. Sebutkan macam-macam bentuk gigi dan fungsinya

3. Sebutkan enzim yang ada di pencernaan

4. Penyakit apa saja yang ada di sistem poencernaan


Kesimpulan materi:

sistem pencernaan, khususnya manusia. Makanan dimulai dengan proses pencernaan di mulut dan berakhir dengan pembuangan sisa-sisa makanan melalui sistem ekskresi. Sistem peredaran darah membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh, sementara sistem pernapasan memungkinkan pertukaran gas antara darah dan udara. Semua sistem ini saling berhubungan dan penting untuk mempertahankan kehidupan yang sehat.

 

Kesimpulan hasil belajar:

Kompetensi yang sudah dikuasai dan yang perlu ditingkatkan

 -  Kompetensi yang sudah dikuasai:

    Peserta didik telah menunjukan tingkat partisipasi, kehadiran, serta antusias yang sangat baik dalam

    mempelajari materi ini, dan mereka juga berani dalam mempresentasikan hasil belajar

-  Kompetensi yang perlu ditingkatkan:

   Peserta didik harus diberi motivasi dan didorong untuk lebih giat lagi dalam pembelajaran ini, 

   sehingga mereka benar-benar memahami materi ini untuk menunjang penilaian yang akan diberikan


Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

 

Senin, 07 September 2026

SUHU, KALOR, DAN PEMUAIAN

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Senin, 7 September 2026

Fase/Kelas          : D/VII A - VII E

Materi                 : Suhu, Kalor, dan Pemuaian

Pertemuan           : Ke 1

 

Capaian Permbelajaran:

Pada akhir fase D Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat zat serta membedakan perubahan fisika dan kimia, kerapatan zat, dan menganalisis konsep suhu, kalor, perpindahan kalor, dan dampaknya pada pemuaian zat.

 

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menganalisis tentang suhu, kalor, dan pemuaian dan dapat melihatnya dalam kehidupan sehari-hari

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya hukum archimedes yang berkaitan dengan materikerapatan zat

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi hukum archimedes  dan bagaimana terjadinya perubahan dari melayang, mengapung, dan tenggelam yang terjadi di kehidupan sehari-hari 

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

 

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan suhu,kalor, dan pemuaian kemudian Memahami perbandingan sklal suhu,serta Menganalisis tentang suhu celcius, reamor, dan farenheit dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


 Materi Pembelajaran : 

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi suhu, kalor, dan pemuaian ini, mari kita renungi:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di bumi ini yang kita diami dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari tentang suhu, kalor, dan pemuaian yang menarik ini adalah ciptaan Allah SWT. suhu, kalor, dan pemuaian ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui tentang suhu, kalor, dan pemuaian ini dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): suhu, kalor, dan pemuaian  ini adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat yang tak terhingga. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."  

 Suhu

4 Macam Skala Suhu & Cara Konversinya

Artikel Fisika kelas 7 ini membahas tentang definisi suhu, 4 skala ukuran suhu (Fahrenheit, Celsius, kelvin, Reamur), dan bagaimana cara mengonversinya.

Suhu

Suhu adalah derajat (tingkat) panas suatu benda, atau ukuran panas-dinginnya satu benda. Suhu sering juga disebut temperatur.

Suhu dapat dirasakan dan dapat diukur. Oleh karena itu, suhu termasuk dalam besaran pokok. Suhu dilambangkan dengan T dengan satuan derajat (°)

Alat Pengukur Suhu

Gambar alat pengukur suhu tubuh

Diambil dari Bola.com

Macam-Macam Termometer dan Penjelasannya yang Perlu Diketahui

Untuk mengetahui suhu panas atau dingin suatu benda tentu harus menggunakan suatu alat bantu. Ada beberapa alat yang digunakan untuk mengukur suatu benda, antara lain adalah:

suhu dan temperatur - 4 skala suhu 

            Merah = benda panas | Biru = benda dingin (Sumber: CrashCourse via Youtube)

a. Mengukur suhu dengan salah satu bagian tubuh manusia

Bagian tubuh kita yang dapat digunakan untuk mengukur suhu suatu benda salah satunya adalah telapak tangan atau jari. Misalnya untuk mengetahui air di dalam gelas itu panas atau dingin kita bisa menggunakan tangan untuk menyentuhnya. Dengan begitu kamu akan mengetahui apakah air dalam gelas itu panas, dingan, atau bahkan hangat.

b. Mengukur suhu dengan termometer

Pengukuran suhu menggunakan tangan memang tidak memberikan hasil yang akurat dan tidak berstandar. Maka dari itu diciptakanlah alat yang digunakan untuk mengukur suatu suhu, yang biasa disebut termometer. Termometer dibuat pada tahun 1564 – 1642 oleh Galileo Galilei.

  • Jenis Termometer

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu sebuah benda. Berbagai jenis termometer dibuat berdasarkan pada beberapa sifat termometrik zat seperti pemuaian zat padat, pemuaian zat cair, pemuaian gas, tekanan zat cair, tekanan udara, regangan zat padat, hambatan zat terhadap arus listrik, dan intensitas cahaya (radiasi benda).

Hingga saat ini, dikenal beberapa jenis termometer. Perbedaan termometer tersebut terletak pada skala derajat suhu, patokan tetap titib bawah, dan patokan tetap titik atas.

1. Termometer Celcius
Termometer Celcius ditemukan oleh Andreas Celcius (1701-1744), seorang ahli fisika dan Swedia.

Celcius menentukan titik tetap bawah skala termometer dengan patokan suhu es yang sedang mencair, yang diberi skala 0°.

Titik tetap atasnya berpatokan pada suhu air mendidih pada tekanan 76 cmHg, yang diberi skala 100°. Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Celcius yaitu derajat Celcius ditulis °C.

2. Termometer Reamur
Termometer ini dikenal oleh Reamur, seorang ahli fisika berkebangsaan Prancis.

Reamur menentukan titik tetap bawah dan titik tetap atas skala termometer sama seperti Andreas Celcius. Namun, Reamur memberi skala 0° untuk titik tetap bawah dan 80° untuk titik tetap atas termometernya.

Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Reamur yaitu derajat reamu, ditulis °R

3. Termometer Fahrenheit
Termometer jenis ini dikenalkan oleh Gabriel D. Fahrenheit, seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.

Fahrenheit menetapkan titik tetap bawah yaitu suhu campuran es dan garam amonium klorida. Titik ini ditetapkan menjadi 0°F.

Suhu campuran antara air dan es (titik beku air) pada termometer Fahrenheit diberi skala 32°F. Sementara titik tetap atas termometer ini yaitu suhu air mendidih diberi skala 212°F.

4 skala suhu - bedanya suhu dan panas

4 skala suhu - bagian-bagian termometer

                              Bagian-bagian termometer.

PERBANDINGAN SKALA SUHU

perbandingan 4 skala suhu - celcius - fahrenheit - reamur - kelvin

Perbandingan skala suhu utama antara Celsius (C), Reamur (R), Fahrenheit (F), dan Kelvin (K) adalah 5 : 4 : 9 : 5

Titik Beku dan Titik Didih Air
  • Celsius: Titik beku 0°C, titik didih 100°C (selisih 100).
  • Reamur: Titik beku 0°R, titik didih 80°R (selisih 80).
  • Fahrenheit: Titik beku 32°F, titik didih 212°F (selisih 180).
  • Kelvin: Titik beku 273 K, titik didih 373 K (selisih 100)

Perbandingan Skala Suhu: Rumus Celcius, Fahrenheit, Reamur, Kelvin (IPA Kelas 7) 

Contoh soal:

1. Suhu air mendidih 100 C, maka pada skala Fahrenheit adalah ...

Jawaban: 

F = (9/5 x C) + 32

F = (9/5 x 100) + 32

F = 212

 

2. Suhu 122 F sama dengan ... C

Jawaban:

C = 5/9 (F - 32)

C = 5/9 (122 - 32)

C = 5/9 (90)

C = 50

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan suhu

2. Sebutkan alat pengukur suhu

3. Sebutkan perbandingan skala suhu

4. Skala suhu apa saja yang kalian ketahui, sebutkan


Kesimpulan materi:

Suhu adalah derajat (tingkat) panas suatu benda, atau ukuran panas-dinginnya satu benda. Suhu sering juga disebut temperatur. Suhu dapat dirasakan dan dapat diukur. Oleh karena itu, suhu termasuk dalam besaran pokok. Suhu dilambangkan dengan T dengan satuan derajat (°)

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu sebuah benda. Berbagai jenis termometer dibuat berdasarkan pada beberapa sifat termometrik zat seperti pemuaian zat padat, pemuaian zat cair, pemuaian gas, tekanan zat cair, tekanan udara, regangan zat padat, hambatan zat terhadap arus listrik, dan intensitas cahaya (radiasi benda).

 

Kesimpulan hasil belajar:

Kompetensi yang sudah dikuasai dan yang perlu ditingkatkan

 -  Kompetensi yang sudah dikuasai:

    Peserta didik telah menunjukan tingkat partisipasi, kehadiran, serta antusias yang sangat baik dalam

    mempelajari materi ini, dan mereka juga berani dalam mempresentasikan hasil belajar

-  Kompetensi yang perlu ditingkatkan:

   Peserta didik harus diberi motivasi dan didorong untuk lebih giat lagi dalam pembelajaran ini, 

   sehingga mereka benar-benar memahami materi ini untuk menunjang penilaian yang akan diberikan


Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

 

 


SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Senin, 7 September 2026

Fase/Kelas           : D/VIII A - VIII B

Materi                 : Sistem Pencernaan Manusia

Pertemuan          : ke 3


Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D Peserta didik mampu menganalisis sistem organ tubuh (pencernaan, jenis-jenis makanan, peredaran darah, ekskresi) dan menjaga kesehatannya.

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis tentang jenis-jenis makanan dan sistem pencernaan tubuh manusia dan dapat menyebutkan organ-organ pencernaan manusia

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya penyakit kekurangan gizi yang berkaitan dengan materijenis-jenis makakanan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi jenis-jenis makanan dan fungsinya masing-masing dan apa saja organ-organpencernaan manusia

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan jenis-jenis makanan dan fungsinya  kemudian Mengklasifikasikan jenis-jenis makanan dan fungsi dari organ pencernaan yang bekerja pada sistem tubuh serta Menganalisis penyakit-penyakit pada sistem ditubuh manusia dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


MATERI

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi struktur dan fungsi tubuh pada makhluk hidup ini, mari kita bersyukur atas sebaik-baiknya bentuk penciptaan fisik dan amanah merawat tubuh yang terkandung dalam (QS. At-Tin: 4).

        Surat at Tin ayat 4 Latin dan Artinya 

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di dunia atau bumi yang kita injak dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari organ-orgqn tubuh manusia terutama sistem pencernaan adalah ciptaan Allah. jenis-jenis makanan yang dibutuhkan oleh tubuh adalah bukti bahwa Allah menciptakan alam dan manusia dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukuratas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui organ-organ pencernaan dan fungsinya untuk tubuh manusia ini dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): jenis-jenis makanan yang dibutuhkan oleh tubuh adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."

 

Macam-Macam Organ Sistem Pencernaan Manusia & Fungsinya

macam-macam organ sistem pencernaan manusia

Artikel Biologi kelas 8 ini membahas tentang macam-macam organ pencernaan manusia, masing-masing fungsinya, serta cara sistem pencernaan manusia bekerja, mulai dari mulut, sampai ke anus.

 

Ada 10 macam organ sistem pencernaan manusia, yaitu mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan (esofagus), lambung, pankreas, hati, empedu, usus halus, usus besar, dan anus.

 

Macam-Macam Proses Pencernaan Manusia

Secara umum, proses pencernaan manusia terdiri dari 2 jenis, yaitu proses pencernaan mekanis dan proses pencernaan kimiawi. Berikut perbedaannya:

 

1. Proses Pencernaan Mekanik

Proses pencernaan mekanik adalah proses pencernaan makanan yang dilakukan dengan gerakan-gerakan, seperti mengunyah, menelan, memompa, menghancurkan, dan meremas makanan. Pencernaan mekanik bertujuan untuk mengubah ukuran makanan menjadi lebih kecil, agar lebih mudah diproses di dalam tubuh.

Proses pencernaan mekanik terjadi di dalam mulut dan lambung, tepatnya ketika makanan dihaluskan oleh gerakan otot-otot lambung.

 

2. Proses Pencernaan Kimiawi

Sementara itu, proses pencernaan kimiawi adalah proses pencernaan makanan yang melibatkan enzim. Pencernaan kimiawi ini bertujuan untuk mengubah partikel makanan yang kecil-kecil menjadi bentuk yang siap diserap oleh tubuh.

Proses pencernaan kimiawi terjadi di mulut, kerongkongan, lambung, hati, pankreas, empedu, dan usus.

 

Macam-Macam Organ Pencernaan Manusia

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sistem pencernaan melibatkan serangkaian organ pencernaan. Sistem pencernaan manusia dimulai dari mulut dan berakhir di anus. Berikut adalah ilustrasi gambar sistem pencernaan di dalam tubuh manusia:

Gambar Organ Sistem Pencernaan Manusia

 

1. Mulut

Mulut berfungsi sebagai tempat masuknya makanan dan dimulainya proses pencernaan. Ini karena di dalam mulut, terjadi pencernaan secara mekanik oleh gigi dan pencernaan kimiawi oleh enzim amilase.

Gigi berfungsi untuk menghancurkan makanan menjadi ukuran yang lebih kecil, sehingga memudahkan enzim amilase bekerja. Enzim amilase lalu akan menguraikan kandungan pati atau amilum dalam makanan, menjadi gula sederhana yang dapat diserap tubuh.

enzim amilase diproduksi oleh kelenjar ludah. Selain itu, di mulut juga ada lidah yang akan mengaduk makanan, sehingga bisa bercampur dengan enzim amilase. Berikut gambar anatomi atau bagian-bagian mulut pada sistem pencernaan manusia:


sistem pencernaan manusia - bagian mulut

 

2. Tenggorokan dan Kerongkongan

Tenggorokan (faring) merupakan saluran pencernaan yang menghubungkan rongga mulut ke kerongkongan (esofagus). Makanan yang ditelan dari mulut, kemudian masuk melalui tenggorokan, dan diteruskan ke kerongkongan. Pada dinding kerongkongan, terjadi gerakan peristaltik, yaitu gerakan meremas-remas yang mendorong makanan menuju lambung.

Agar kamu lebih mudah mengetahui letak tenggorokan (faring) dan kerongkongan (esofagus), kamu bisa melihat gambar di bawah ini ya!

sistem pencernaan manusia - letak faring dan esofagus

 

3. Lambung

Sistem pencernaan pada manusia selanjutnya adalah lambung. Di lambung, terjadi pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanik di lambung terjadi saat makanan dihaluskan kembali oleh otot-otot lambung.

Sementara itu, makanan akan mengalami pencernaan kimiawi karena dicerna oleh enzim dalam getah lambung. Getah lambung ini dihasilkan dari sel kelenjar dinding lambung. Nah, getah lambung terdiri dari:

  • Pepsin: enzim yang fungsinya memecah protein menjadi asam amino.
  • Renin: enzim yang fungsinya mengubah protein menjadi kasein.
  • Asam Klorida (HCl): asam yang berfungsi untuk membunuh kuman dan bakteri pada makananan dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.

 

Lambung terdiri dari beberapa bagian, yaitu fundus, badan lambung, kardiak, pilorus, dan otot sfingter. Masing-masing bagian lambung ini punya fungsi khusus. Berikut rinciannya:

sistem pencernaan manusia - bagian lambung

 

Jadi, secara keseluruhan, fungsi lambung di antaranya untuk:

  1. Mencerna protein,
  2. Menyimpan makanan (selama 2-5 jam), dan
  3. Mematikan mikroorgansime berbahaya yang ada di lambung karena ada asam lambung.

 

 4. Pankreas, Hati, dan Empedu

Hati adalah organ pelengkap dalam sistem pencernaan karena akan membentuk cairan empedu yang diperlukan dalam proses pencernaan lemak. Cairan empedu ini berwarna kuning kehijauan yang mengandung garam, kolesterol, dan lesitin. Cairan empedu tersebut, lalu akan ditampung di kantung empedu, sebelum digunakan di usus halus.

Jadi, kantung empedu fungsinya menyalurkan empedu ke usus halus,  hati berfungsi untuk menghasilkan empedu.

pankreas berfungsi untuk memproduksi enzim pencernaan untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak di usus halus. Selain itu, pankreas juga akan menghasilkan senyawa bikarbonat, yang akan menetralkan makanan dari lambung yang sifatnya asam, sehingga tidak melukai dinding usus halus.

Di bawah ini ada gambar letak pankreas, hati, dan kantung empedu dalam tubuh manusia.

sistem pencernaan manusia - letak hati, pankreas, dan kantung empedu

 

5. Usus Halus

Selanjutnya, usus halus merupakan organ pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Bentuknya berupa saluran dengan panjang sekitar 670 cm sampai 760 cm. Nah, usus halus bisa dibedakan lagi menjadi 3 bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum.

Duodenum atau usus dua belas jari berfungsi sebagai tempat pencernaan makanan secara kimiawi. Caranya, makanan dari lambung yang masuk ke duodenum akan dinetralkan dulu oleh senyawa bikarbonat dari pankreas. Lalu, lanjut dicerna menggunakan enzim amilase, lipase, dan tripsin dari pankreas, serta enzim maltase yang dihasilkan usus halus itu sendiri.

Amilase akan memecah amilum jadi maltosa. Maltosanya lalu lanjut dipecah jadi glukosa oleh enzim maltase. Kalau lipase memecah lemak jadi asam lemak dan gliserol. Ini dilakukan dengan bantuan empedu ya, yang akan mengemulsikan lemak sehingga enzim lipase bisa bekerja. Sementara itu, tripsin akan memecah pepton jadi asam amino.

glukosa, asam lemak, gliserol, dan asam amino tadi merupakan bentuk zat gizi sederhana yang siap diserap tubuh. Penyerapannya terjadi di bagian usus halus berikutnya yaitu jejunum dan ileum.

Berarti, jejunum (usus kosong) dan ileum (usus penyerapan) sama-sama berfungsi sebagai tempat penyerapan sari makanan atau zat gizi sederhana. Makanya, strukturnya dipenuhi vili atau jonjot usus yang berfungsi memperluas area penyerapan sari makanan.

Berikut adalah gambar bagian-bagian usus halus, meliputi duodenum, jejunum, dan ileum:

sistem pencernaan manusia - bagian usus halus - duodenum, jejunum, ileum

 

6. Usus Besar

Usus besar adalah organ pencernaan yang terhubung dengan usus halus. Sisa makanan yang tidak bisa dicerna dan diserap tubuh, lalu akan diteruskan ke usus besar. Ini karena usus besar berfungsi untuk membusukkan sisa makanan tadi dan mengubahnya menjadi feses, dengan dibantu oleh bakteri Escherichia coli.

di usus besar terdapat beberapa bagian, yaitu:

  1. Kolon, sebagai tempat pemadatan feses atau penyerapan kembali air dari zat sisa makanan.
  2. Rektum, sebagai tempat menyimpan feses sementara waktu.

 

Selain itu, ada pula umbai cacing, yaitu bagian yang berbentuk memanjang seperti cacing. Bagian ini bisa membengkak jika ada sisa makanan yang tersumbat di dalamnya, lalu menimbulkan penyakit usus buntu. Berikut gambar bagian-bagian usus besar yang bisa kamu perhatikan!

sistem pencernaan manusia - bagian-bagian usus besar - kolon, rektum

 

7. Rektum dan Anus

Sebelum feses dikeluarkan dari tubuh melalui anus, feses akan disimpan terlebih dulu di dalam rektum. Di rektum ini, sensor akan mengirimkan sinyal ke otak untuk memutuskan apakah feses peru dikeluarkan atau tidak.

Jika, feses perlu dikeluarkan, anus akan berfungsi sebagai tempat untuk membuang feses atau zat sisa makanan tersebut. Kemudian, otot anus berfungsi menahan dan menjaga feses agar tidak keluar dari rektum sebelum saatnya.

 

Macam-Macam Gangguan pada Sistem Pencernaan Manusia

setelah mengetahui macam-macam organ dan sistem pencernaan manusia, organ-organ tersebut punya peran yang sangat penting. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan organ pencernaan, supaya tidak menjadi penyakit yang mengganggu aktivitas kita.

berikut ini, ada beberapa penyakit atau gangguan sistem pencernaan yang bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti bakteri pada makanan, stress, atau infeksi. Contoh gangguan sistem pencernaan pada manusia, di antaranya:

  • Sariawan: disebabkan oleh luka tergigit, kekurangan vitamin C, dll.
  • Konstipasi (sembelit): kesukaran dalam proses defekasi (buang air Abesar).
  • Diare: feses yang sangat cair akibat peristaltik terlalu cepat.
  • Apendisitis: radang usus buntu.
  • Peritonitis: infeksi pada rongga perut.
  • Sirosis hati: radang pada hati.

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Sebutkan organ-organ pencernaan

2. Sebutkan macam-macam bentuk gigi dan fungsinya

3. Sebutkan enzim yang ada di pencernaan

4. Penyakit apa saja yang ada di sistem poencernaan


Kesimpulan materi:

sistem pencernaan, khususnya manusia. Makanan dimulai dengan proses pencernaan di mulut dan berakhir dengan pembuangan sisa-sisa makanan melalui sistem ekskresi. Sistem peredaran darah membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh, sementara sistem pernapasan memungkinkan pertukaran gas antara darah dan udara. Semua sistem ini saling berhubungan dan penting untuk mempertahankan kehidupan yang sehat.

 

Kesimpulan hasil belajar:

Kompetensi yang sudah dikuasai dan yang perlu ditingkatkan

 -  Kompetensi yang sudah dikuasai:

    Peserta didik telah menunjukan tingkat partisipasi, kehadiran, serta antusias yang sangat baik dalam

    mempelajari materi ini, dan mereka juga berani dalam mempresentasikan hasil belajar

-  Kompetensi yang perlu ditingkatkan:

   Peserta didik harus diberi motivasi dan didorong untuk lebih giat lagi dalam pembelajaran ini, 

   sehingga mereka benar-benar memahami materi ini untuk menunjang penilaian yang akan diberikan


Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi