Selasa, 18 Agustus 2026

PERUBAHAN FISIKA DAN KIMIA

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Kamis, 20 Agustus 2026

Kelas                   : VII A - VII E

Materi                 : Perubahan Fisika dan Kimia Zat

 

Capaian Permbelajaran:

Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat zat serta membedakan perubahan fisika dan kimia, dan menganalisis konsep suhu, kalor, perpindahan kalor, dan dampaknya pada pemuaian zat..

 

Tujuan Pembelajaran:

peserta didik memahami proses identifikasi makhluk hidup, sifat dan karakteristik zat, sistem

organisasi kehidupan, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya,  serta menunjukkan adab

bersyukur atas nikmat keteraturan alam semesta ciptaan Allah SWT dengan benar.

 

KAITAN CP PADA ADAB DAN AL-QURAN

Peserta didik telah membaca tentang zat dan perubahannya dan mampu mengidentifikasi sifat zat serta membedakan perubahan fisika dan kimia. Secara spiritual peserta didik diarahkan untuk mensyukuri dan mengagumi kebesaran Allah SWT dan Memahami ketetapan Allah (Sunnatullah) atas perubahan materi di alam semesta (QS. Yasin: 82).

 Surat Yasin Ayat 82: Arti, Tafsir, dan Kandungan

 Artinya:
"Sesungguhnya ketetapan-Nya, jika Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, 'Jadilah!' Maka, jadilah (sesuatu) itu."          

Surat ini menegaskan tentang kemahakuasaan Allah SWT dalam menciptakan segala sesuatu dengan sangat mudah

 

 Materi Pembelajaran :

PERUBAHAN FISIKA DAN KIMIA

Sifat-Sifat Zat

Sifat zat dibedakan menjadi dua, yaitu secara fisika dan kimia. Kita bahas satu-persatu, ya.

A. Sifat Fisika Zat

Sifat fisika suatu zat berkaitan dengan penampilan atau keadaan fisis zat tersebut, di antaranya:

1. Wujud zat

Masih ingat dengan percobaan di atas? Dari percobaan di atas tadi kita jadi tahu ya kalau wujud suatu zat terbagi menjadi tiga, yaitu padat, cair, dan gas. Nah, wujud zat juga dapat berubah ke wujud lain.

Apa aja sih bentuk perubahannya? Eits! Tahan dulu ya. Kita akan membahasnya di bagian perubahan bentuk zat. Jadi, pastikan kamu membaca artikel ini sampai tuntas.

2. Warna

Warna merupakan salah satu sifat fisika yang dapat kamu amati secara langsung, nih. Setiap zat memiliki warna yang berbeda-beda. Bahkan, warna bisa menjadi faktor yang digunakan untuk membedakan antara zat satu dengan zat yang lainnya.

Contohnya, batu bara berwarna hitam, kayu berwarna coklat, besi berwarna abu-abu keperakan, dan masih banyak lagi.

3. Kelarutan

Kelarutan adalah kemampuan suatu zat untuk larut dalam pelarut. Air merupakan pelarut untuk zat-zat terlarut. Apakah semua zat dapat larut? Jawabannya, enggak.

Kita ambil dua contoh kasus, misalkan ada dua gelas berisi air. Gelas pertama, kamu campur dengan garam, sedangkan gelas kedua kamu campur dengan minyak. Lalu, aduk dan lihat perbedaannya. Hasilnya, garam pada gelas pertama lama kelamaan akan hilang karena larut dengan air. Sementara itu, minyak pada gelas kedua tidak dapat larut dengan air, sehingga membentuk dua lapisan terpisah.

sifat dan perubahan zat 2

 

4. Daya hantar listrik

Suatu zat atau benda digolongkan menjadi dua berdasarkan kemampuannya dalam menghantarkan listrik, yaitu konduktor dan isolator. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor.

Contohnya benda-benda yang terbuat dari logam, seperti besi, alumunium, tembaga, kawat, dsb. Sementara itu, benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Contohnya, benda-benda non-logam, seperti kain, plastik, karet, kayu, dsb.

5. Kemagnetan

Berdasarkan sifat kemagnetannya, benda juga digolongkan menjadi dua, yaitu benda magnetik dan benda non-magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik oleh magnet, sedangkan benda non-magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Umumnya, benda-benda logam akan memiliki sifat magnetik dan kebalikannya, benda non-logam akan memiliki sifat non-magnetik.

 

B. Sifat Kimia Zat

Sifat kimia suatu zat berkaitan dengan perubahan kimia yang dialami oleh zat tersebut, antara lain:

1. Mudah terbakar

Coba sebutkan benda apa aja yang memiliki sifat mudah terbakar? Kertas, kayu, kain, bensin, minyak tanah, gas elpiji, dan masih banyak lagi, ya.

Umumnya, benda-benda tersebut terbakar karena adanya interaksi langsung dengan api. Bahan-bahan yang mudah terbakar merupakan bahan yang mudah bereaksi dengan oksigen dan menimbulkan kebakaran. Bahkan, jika reaksi kebakaran yang ditimbulkan amat cepat, hal ini dapat menyebabkan ledakan

2. Berkarat

Reaksi antara logam dengan air dan oksigen dapat menimbulkan karat pada logam tersebut. Oleh karena itu, sesuatu yang terbuat dari logam, seperti besi dan seng akan mudah berkarat bila terkena air dan udara pada waktu yang cukup lama.

Contohnya pada pagar besi. Siapa yang pagar rumahnya terbuat dari besi? Kalau kamu perhatikan, seiring waktu, pagar itu akan berkarat.  biasanya, pagar besi selalu dilapisi cat untuk memperlambat proses pengaratan.

time lapse besi berkarat

Proses perkaratan pada besi (sumber: Joris Kingma via YouTube)

 

3. Mudah meledak

Interaksi antara zat yang mudah meledak dengan udara, api, atau cahaya matahari dapat menimbulkan ledakan.

4. Beracun

Beberapa zat bisa berubah menjadi sangat beracun ketika mengalami reaksi kimia tertentu. Contohnya adalah gas karbon monoksida (CO). Gas ini dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dari atom karbon.

Gas karbon monoksida sulit sekali dideteksi karena wujudnya yang tidak berwarna dan tidak berbau. Apabila seseorang menghirup gas karbon monoksida, maka akan menyebabkan aliran oksigen dalam darah tidak lancar, gagal bernafas, hingga kematian. 

perbedaan sifat kimia dan fisika pada zat

 

Perubahan Wujud Zat


A. Perubahan Fisika Zat

Perubahan fisika adalah perubahan bentuk dan ukuran suatu zat, tapi tidak menghasilkan zat jenis baru. Beberapa contoh peristiwa yang termasuk ke dalam perubahan fisika, antara lain membeku, mencair, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal.

peristiwa perubahan fisika

 

Selain itu, zat yang mengalami perubahan fisika dapat kembali ke bentuk semula. Misalnya, air pada botol 1 mula-mula cair, kemudian dibekukan hingga menjadi es yang wujudnya padat. Jika es itu dipanaskan, maka lama kelamaan akan meleleh dan kembali cair, seperti wujud semula.

 

B. Perubahan Kimia Zat

Selanjutnya, ada perubahan kimia. Perubahan kimia adalah perubahan bentuk dan ukuran suatu zat, serta menghasilkan zat baru. Beberapa contoh peristiwa perubahan kimia yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari kita, di antaranya besi yang berkarat, kayu menjadi lapuk, makanan dan minuman yang menjadi basi, daging yang membusuk, dan masih banyak lagi.

Contoh perubahan kimia di atas tidak hanya mengubah bentuk dan ukuran zat, tapi juga menghasilkan zat baru. Meskipun begitu, selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi akan tetap sama dengan massa zat sesudah reaksi.

ciri perubahan fisika dan kimia

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan Zat

2. Sebutkan wujud gas dan sifatnya masing-masing

3. Sebutkanciri-ciri perubahan fisika dan kimia

4. Sebutkan contoh-contoh perybahan bentuh zat


Jawaban:

1.  Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Zat terbagi menjadi beberapa macam wujud (bentuk) dan bisa berubah bentuk. 

2. Wujud Zat dan Sifatnya

  • Padat: Bentuk dan volume tetap, jarak antarpartikel sangat rapat.
  • Cair: Bentuk berubah mengikuti wadah, volume tetap, jarak antarpartikel agak renggang.
  • Gas: Bentuk dan volume berubah mengikuti wadah, jarak antarpartikel sangat renggang

3. Ciri-ciri perubahan fisika adalah tidak menghasilkan zat baru, dapat kembali ke wujud semula (reversible), dan hanya mengubah bentuk, ukuran atau wujud. Sebaliknya, perubahan kimia membentuk zat baru, bersifat tetap (irreversible), serta ditandai perubahan warna, suhu, gas atau endapan

4.Contohnya meliputi es batu yang mencair (fisika), air mendidih menjadi uap, kayu yang dibakar menjadi arang (kimia), dan besi yang berkarat. 

 

Kesimpulan awal:

Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Zat terbagi menjadi beberapa macam wujud (bentuk) dan bisa berubah bentuk. 

-  Wujud Zat dan Sifatnya

  • Padat: Bentuk dan volume tetap, jarak antarpartikel sangat rapat.
  • Cair: Bentuk berubah mengikuti wadah, volume tetap, jarak antarpartikel agak renggang.
  • Gas: Bentuk dan volume berubah mengikuti wadah, jarak antarpartikel sangat renggang
  • -  Ciri-ciri perubahan fisika adalah tidak menghasilkan zat baru, dapat kembali ke wujud semula (reversible), dan hanya mengubah bentuk, ukuran atau wujud. Sebaliknya, perubahan kimia membentuk zat baru, bersifat tetap (irreversible), serta ditandai perubahan warna, suhu, gas atau endapan

    Kesimpulan akhir:

    - Zat di dunia ada 3 yaitu cair, padat dan gas

    - Contoh menyublim adalah kapur barus

    - Contoh membeku adalah air yang menjadi es batu7

    - Contoh  mengkristal adalah pembuatan garam menggunakan air laut yang bersih

    - Perubahan fisika dan kimia di temukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain karat pada besi, larutan gula

     

    Referensi:

    - Buku IPA kelas 7 penerbit Masmedia

    - https://www.ruangguru.com/blog/sifat-dan-perubahan-bentuk-zat

    - https://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_wujud_zat

    - https://www.kompas.com/skola/read/2021/12/16/201500569/perubahan-fisika-dan-kimia--ciri-ciri-dan-contoh-dan-manfaatnya  


    Refleksi:

    Untuk materi ini siswa kelas 7A-7E  sebagian besar sudah memahaminnya, untuk yang belum memahaminnya membaca kembali materi ini dirumah dan pada pertemuan selanjutnya akan ditanyakan secara lisan


    Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh

     

    SEL DAN MIKROSKOP

    Identitas

    Nama guru          : Septyana Fori

    Mata Pelajaran    : IPA

    Hari/Tanggal       : Selasa, 18 Agustus 2026

    Kelas                   : VII A - VIII B

    Materi                 : Sel dan Mikroskop


    Capaian Pembelajaran

    Peserta didik mampu memahami sel sebagai unit struktural dan fungsional terkecil penyusun makhluk hidup dan menganalisis sistem organ tubuh (pencernaan, peredaran darah, ekskresi) dan menjaga kesehatannya

     

    Tujuan Pembelajaran:

    Peserta didik dapat  mendeskripsikan bagian-bagian atau organel pada sel hewan dan tumbuhan dan dapat membedakan organel-organel tersebut, dan mengenal mikroskop dan bagian-bagiannya, serta memahami spesialisasi sel makhluk hidup

    KAITAN CP PADA ADAB DAN AL-QURAN

    Mengagumi tanda kekuasaan Allah pada struktur terkecil yang sangat detail dan kompleks (QS. Al-Infitar: 7-8).

    Retorika Abu Nadlir: SURAT AL-INFITHAR (TERBELAH) AYAT 1 – 8 

    Arti Surat Al-Infitar ayat 7 dan 8 adalah: "(Allah) yang telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu."

     

    Materi Pembelajaran :

    Spesialisasi sel adalah proses di mana sel-sel berkembang dan berubah bentuk serta fungsi untuk melakukan tugas tertentu di dalam tubuh makhluk hidup.

    Wety Yuningsih: Materi Spesialisasi Sel Kelas 8 Fase D

     

     

     

     

     

     

    Mikroskop

     

    Mikroskop adalah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Di bidang life science atau penelitian, mikroskop diperlukan dalam mengklasifikasi makhluk hidup yang berukuran sel dan mempelajari kareakteristiknya. Di industri, mikroskop sangat diperlukan untuk mengetahui keberadaan kontaminan atau defect sample yang sangat kecil. Sedangkan di dunia edukasi atau sekolah, mikroskop diperlukan hanya untuk proses pembelajaran.

    Jenis - jenis mikroskop sangat beragam karena disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Mengetahui jenis mikroskop adalah hal pertama yang perlu diketahui sebelum membeli mikroskop.

    Gambar yang berbeda pada mikroskop majemuk biasanya memiliki tiga atau empat perbesaran - 40x, 100x, 400x, dan terkadang 1000x.

    • Pada perbesaran 40x Anda akan dapat melihat 5mm.
    • Pada perbesaran 100x Anda akan dapat melihat 2mm.
    • Pada perbesaran 400x Anda akan dapat melihat 0,45mm, atau 450 mikron.
    • Pada perbesaran 1000x Anda akan dapat melihat 0,180mm, atau 180 mikron.

     

    Jenis Mikroskop binokular dan binokuler berdasarakan sumber cahayanya, yaitu :

    1. Mikroskop Cahaya / Optical Microscope

    Mikroskop cahaya bisa berasal dari matahari langsung atau lampu. Mikroskop menggunakan lampu lebih disukai karena kualitas yang lebih baik, bahkan beberapa pabrikan sudah mengembangkan lampu sendiri untuk menghasilkan gambar yang lebih baik, seperti neoLED pada brand Euromex binokular dan binokuler.

    Mikroskop Euromex IS.1053PLMi Mikroskop NZ.1903U

    2. Mikroskop Elektron

    Mikroskop Elektron menggunakan elektro statik dan elektro magnetik sebagai sumber cahaya, serta menggunakan medan listik dan medan magnet yang berperan sebagai lensa dan cerminnya. Dengan menggunakan elektro statik dan medan listrik ini mikroskop elektron dapat melakukan pembesaran objek sampai dengan 2 juta kali. Mikroskop ini hanya digunakan di kalangan ilmuwan tertentu dan aplikasi tertentu.

    Mikroskop Elektron Mikroskop Elektron

    Sumber gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/Electron_microscope

    Bagian-Bagian Mikroskop

    Ada 14 bagian mikroskop yang harus kamu ketahui fungsinya. Ketigabelas bagian tersebut dibagi lagi menjadi 2 bagian yaitu bagian optik dan bagian mekanik.

    bagian-bagian mikroskop

    Bagian-bagian mikroskop yang perlu kamu ketahui.

     

    A. Bagian Optik Mikroskop

    Bagian mikroskop yang termasuk ke bagian optik, antara lain lensa okuler, lensa obyektif, diafragma, dan cermin. Berikut masing-masing fungsinya.

    1. Lensa okuler merupakan lensa yang melakukan kontak langsung dengan mata kita. Fungsi lensa okuler ini untuk memperbesar bayangan objek (benda).

    2. Lensa obyektif adalah lensa yang posisinya ada di dekat objek untuk memperbesar bayangan objek (benda) tersebut bersama lensa okuler. 

    3. Diafragma

    Lalu, diafragma dan cermin ini fungsinya apa? Diafragma berfungsi untuk mengatur  intensitas cahaya yang akan masuk ke lensa obyektif. Dengan kata lain, banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk ke mikroskop itu diatur oleh lensa obyektif ini.

    4. Cermin berfungsi untuk menyalurkan cahaya yang sudah masuk lewat diafragma. Cerminnya juga terdiri dari 2 jenis, yaitu cermin datar dan cermin cekung. 

    B. Bagian Mekanik Mikroskop

    1. Tabung mikroskop ini berfungsi untuk menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif, supaya kamu bisa melihat objeknya dengan jelas.

    2. Revolver fungsinya untuk mengatur besar kecilnya lensa obyektif, lho.

    3. Meja preparat fungsinya untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati.

    4. Penjepit preparat 

    5. Lengan mikroskop (pegangan)dijadikan pegangan ketika kamu membawa atau memindahkan mikroskopnya. 

    6. MikrometeR dikenal juga dengan sebutan pemutar halus. Mikrometer berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tabung mikroskop dengan tempo yang lambat. Bentuknya mikrometer ini juga lebih kecil dibandingkan dengan makrometer.

    7. Makrometer makrometer ini fungsinya untuk menggerakan tabung mikroskop dengan cepat. Ukurannya juga lebih besar dari mikrometer, lho. 

    8. Kondensor Fungsi kondensor ini untuk mengumpulkan cahaya yang masuk. Semacam penampungan cahaya gitu, ya. Hehehe.

    9. Sekrup (sendi inklinasi) Fungsinya untuk mengatur sudutnya mikroskop ini.

    10. Kaki mikroskopSesuai dengan namanya, kaki mikroskop ini untuk menyangga atau menopang mikroskop supaya nggak jatuh. Sama seperti kakimu, kan? 

    Cara Menggunakan Mikroskop

    Setelah kenalan dengan bagian-bagian mikroskop, sekarang coba cari tahu bagaimana cara memakai mikroskop ini, 

    1. Ambil mikroskop dengan posisi tangan berikut ini: tangan kanan memegang lengan mikroskop dan tangan kiri memegang alas atau kaki mikroskop.
    2. Atur lensa okuler dan lensa obyektif sampai perbesaran paling kecil.
    3. Putar diafragma agar terbuka.
    4. Arahkan cermin pada mikroskop sedemikian rupa, sehingga cahaya dapat dipantulkan dengan baik.
    5. Siapkan preparat yang akan diamati dan jepit di meja preparat.
    6. Atur fokus objek dengan memutar makrometer atau mikrometer.
    7. Putar revolver untuk mendapatkan perbesaran gambar yang diinginkan.

    Jenis-Jenis Mikroskop

    Tahukah kamu kalau secara umum mikroskop itu ada 2 jenis, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Nah, mikroskop yang biasa kita gunakan untuk kegiatan penelitian di sekolah itu adalah mikroskop cahaya,

    A. Mikroskop Cahaya

    Cara kerja mikroskop cahaya atau mikroskop optik adalah dengan memantulkan cahaya ke cermin. Jadi, kamu dapat melihat objek (benda) yang ada pada preparat dengan lebih jelas. Mikroskop cahaya dapat memperbesar bayangan benda sebanyak 1.000 kalo, loh! Terdapat beberapa jenis mikroskop cahaya, yaitu:

    1. Mikroskop monokuler

    Mikroskop monokuler hanya memiliki 1 lensa okuler yang dapat kamu gunakan untuk mengamati objek. Mikroskop ini tergolong jenis yang pertama kali ditemukan. Itulah mengapa mikroskop monokuler kelihatan lebih jadul kalau kita bandingkan dengan mikroskop-mikroskop yang lainnya.

    2. Mikroskop binokuler

    Mikroskop binokuler memiliki 2 lensa okuler. Kamu bisa mengamati objek-objek kecil (mikroskopis) menggunakan kedua lensanya. Contohnya, virus, bakteri, dan sebagainya.

    Mikroskop Monokuler dan Binokuler

    a. gambar mikroskop monokuler, b. gambar mikroskop binokuler (Sumber: zegahutan.com)

     

    B. Mikroskop Elektron

    Jenis mikroskop selanjutnya adalah mikroskop elektron. Mikroskop ini memanfaatkan elektron sebagai sumber energi untuk melihat objek yang ingin diamati. Nah, kalau mikroskop cahaya dapat memiliki perbesaran sampai 1000 kali, mikroskop elektron mampu memperbesar ukuran objek sampai 1 juta kali lebih besar dari ukuran sebenarnya. Wooooww!!!

    mikroskop-elektron

    Gambar mikroskop elektron (Sumber: teknikece.com)

     

    ASESMENT

    - Setelah nmempelajari materi diatas, silahkan kalian membuat kelompok untuk menggambar sel hewan atau sel tumbuhan

    - Mengamati sel bawang menggunakan mikroskop


     

    Kesimpulan awal:

    - Gambar sel hewan dan sel tumbuhan 


    13 Macam Organel Sel Tumbuhan dan Sel Hewan serta Fungsinya


    - Dinding sel ini, terbuat dari selulosa, yaitu serat karbohidrat yang memberikan kekuatan untuk melindungi dan mempertahankan bentuk sel. Selain itu, dinding sel juga berfungsi untuk pertukaran zat-zat antar sel dengan lingkungannya.  

    Sitoplasma cairan seperti agar-agar yang menyebar di seluruh bagian sel dan tempat

    - vakuola berisi getah yang mengandung makanan dan juga zat buangan lain di sel tumbuhan dan fungsinya adalah sebagai tempat menyimpan cadangan makanan, menampung proses pencernaan, dan mengatur konsentrasi air.

    - Plastida terbagi menjadi bermacam-macam jenis Ada kloroplas, kromoplas, leukoplas, dan masih banyak lagi. Kloroplas merupakan plastida yang mengandung klorofil dan karotenoid. Fungsinya untuk membantu fotosintesis dengan cara memanfaatkan energi sinar matahari untuk membuat makanan.

    - bagian optik dan bagian mekanik.

    bagian-bagian mikroskop

     

    Kesimpulan akhir:

    Gambar sel bawang di bawah mikroskop

    ANALISIS STRUKTUR DAN FUNGSI SEL EPIDERMIS BAWANG MERAH ...

     

    REFERENSI

    - Buku Paket IPA kealas 8 

    - https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/perbedaan-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan-dan-pembahasannya

    - https://www.ruangguru.com/blog/organel-sel-dan-fungsinya

    - https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7166860/8-perbedaan-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan-tabel-dan-penjelasan

    - https://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop

    - https://www.ruangguru.com/blog/ipa-kelas-7-yuk-belajar-menggunakan-mikroskop


    Refleksi: 

    Untuk materi diatas kelas 8A-B sebagian besar siswa sudah memahami dan untuk siswa yang belum memahami di haruskan membaca ulang dirumah dan pada pertemuan selanjutya akan ditanyakan secara lisan


    Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh

     

     

    PERUBAHAN FISIKA DAN KIMIA ZAT

    Identitas

    Nama guru          : Septyana Fori

    Mata Pelajaran    : IPA

    Hari/Tanggal       : Selasa, 18 Agustus 2026

    Kelas                   : VII A - VII E

    Materi                 : Perubahan Fisika dan Kimia Zat

     

    Capaian Permbelajaran:

    Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat zat serta membedakan perubahan fisika dan kimia, dan menganalisis konsep suhu, kalor, perpindahan kalor, dan dampaknya pada pemuaian zat..

     

    Tujuan Pembelajaran:

    peserta didik memahami proses identifikasi makhluk hidup, sifat dan karakteristik zat, sistem

    organisasi kehidupan, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya,  serta menunjukkan adab

    bersyukur atas nikmat keteraturan alam semesta ciptaan Allah SWT dengan benar.

     

    KAITAN CP PADA ADAB DAN AL-QURAN

    Peserta didik telah membaca tentang zat dan perubahannya dan mampu mengidentifikasi sifat zat serta membedakan perubahan fisika dan kimia. Secara spiritual peserta didik diarahkan untuk mensyukuri dan mengagumi kebesaran Allah SWT dan Memahami ketetapan Allah (Sunnatullah) atas perubahan materi di alam semesta (QS. Yasin: 82).

     Surat Yasin Ayat 82: Arti, Tafsir, dan Kandungan

     Artinya:
    "Sesungguhnya ketetapan-Nya, jika Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, 'Jadilah!' Maka, jadilah (sesuatu) itu."          

    Surat ini menegaskan tentang kemahakuasaan Allah SWT dalam menciptakan segala sesuatu dengan sangat mudah

     

     Materi Pembelajaran :

    PERUBAHAN FISIKA DAN KIMIA

    Sifat-Sifat Zat

    Sifat zat dibedakan menjadi dua, yaitu secara fisika dan kimia. Kita bahas satu-persatu, ya.

    A. Sifat Fisika Zat

    Sifat fisika suatu zat berkaitan dengan penampilan atau keadaan fisis zat tersebut, di antaranya:

    1. Wujud zat

    Masih ingat dengan percobaan di atas? Dari percobaan di atas tadi kita jadi tahu ya kalau wujud suatu zat terbagi menjadi tiga, yaitu padat, cair, dan gas. Nah, wujud zat juga dapat berubah ke wujud lain.

    Apa aja sih bentuk perubahannya? Eits! Tahan dulu ya. Kita akan membahasnya di bagian perubahan bentuk zat. Jadi, pastikan kamu membaca artikel ini sampai tuntas.

    2. Warna

    Warna merupakan salah satu sifat fisika yang dapat kamu amati secara langsung, nih. Setiap zat memiliki warna yang berbeda-beda. Bahkan, warna bisa menjadi faktor yang digunakan untuk membedakan antara zat satu dengan zat yang lainnya.

    Contohnya, batu bara berwarna hitam, kayu berwarna coklat, besi berwarna abu-abu keperakan, dan masih banyak lagi.

    3. Kelarutan

    Kelarutan adalah kemampuan suatu zat untuk larut dalam pelarut. Air merupakan pelarut untuk zat-zat terlarut. Apakah semua zat dapat larut? Jawabannya, enggak.

    Kita ambil dua contoh kasus, misalkan ada dua gelas berisi air. Gelas pertama, kamu campur dengan garam, sedangkan gelas kedua kamu campur dengan minyak. Lalu, aduk dan lihat perbedaannya. Hasilnya, garam pada gelas pertama lama kelamaan akan hilang karena larut dengan air. Sementara itu, minyak pada gelas kedua tidak dapat larut dengan air, sehingga membentuk dua lapisan terpisah.

    sifat dan perubahan zat 2

     

    4. Daya hantar listrik

    Suatu zat atau benda digolongkan menjadi dua berdasarkan kemampuannya dalam menghantarkan listrik, yaitu konduktor dan isolator. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor.

    Contohnya benda-benda yang terbuat dari logam, seperti besi, alumunium, tembaga, kawat, dsb. Sementara itu, benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Contohnya, benda-benda non-logam, seperti kain, plastik, karet, kayu, dsb.

    5. Kemagnetan

    Berdasarkan sifat kemagnetannya, benda juga digolongkan menjadi dua, yaitu benda magnetik dan benda non-magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik oleh magnet, sedangkan benda non-magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Umumnya, benda-benda logam akan memiliki sifat magnetik dan kebalikannya, benda non-logam akan memiliki sifat non-magnetik.

     

    B. Sifat Kimia Zat

    Sifat kimia suatu zat berkaitan dengan perubahan kimia yang dialami oleh zat tersebut, antara lain:

    1. Mudah terbakar

    Coba sebutkan benda apa aja yang memiliki sifat mudah terbakar? Kertas, kayu, kain, bensin, minyak tanah, gas elpiji, dan masih banyak lagi, ya.

    Umumnya, benda-benda tersebut terbakar karena adanya interaksi langsung dengan api. Bahan-bahan yang mudah terbakar merupakan bahan yang mudah bereaksi dengan oksigen dan menimbulkan kebakaran. Bahkan, jika reaksi kebakaran yang ditimbulkan amat cepat, hal ini dapat menyebabkan ledakan

    2. Berkarat

    Reaksi antara logam dengan air dan oksigen dapat menimbulkan karat pada logam tersebut. Oleh karena itu, sesuatu yang terbuat dari logam, seperti besi dan seng akan mudah berkarat bila terkena air dan udara pada waktu yang cukup lama.

    Contohnya pada pagar besi. Siapa yang pagar rumahnya terbuat dari besi? Kalau kamu perhatikan, seiring waktu, pagar itu akan berkarat.  biasanya, pagar besi selalu dilapisi cat untuk memperlambat proses pengaratan.

    time lapse besi berkarat

    Proses perkaratan pada besi (sumber: Joris Kingma via YouTube)

     

    3. Mudah meledak

    Interaksi antara zat yang mudah meledak dengan udara, api, atau cahaya matahari dapat menimbulkan ledakan.

    4. Beracun

    Beberapa zat bisa berubah menjadi sangat beracun ketika mengalami reaksi kimia tertentu. Contohnya adalah gas karbon monoksida (CO). Gas ini dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dari atom karbon.

    Gas karbon monoksida sulit sekali dideteksi karena wujudnya yang tidak berwarna dan tidak berbau. Apabila seseorang menghirup gas karbon monoksida, maka akan menyebabkan aliran oksigen dalam darah tidak lancar, gagal bernafas, hingga kematian. 

    perbedaan sifat kimia dan fisika pada zat

     

    Perubahan Wujud Zat


    A. Perubahan Fisika Zat

    Perubahan fisika adalah perubahan bentuk dan ukuran suatu zat, tapi tidak menghasilkan zat jenis baru. Beberapa contoh peristiwa yang termasuk ke dalam perubahan fisika, antara lain membeku, mencair, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal.

    peristiwa perubahan fisika

     

    Selain itu, zat yang mengalami perubahan fisika dapat kembali ke bentuk semula. Misalnya, air pada botol 1 mula-mula cair, kemudian dibekukan hingga menjadi es yang wujudnya padat. Jika es itu dipanaskan, maka lama kelamaan akan meleleh dan kembali cair, seperti wujud semula.

     

    B. Perubahan Kimia Zat

    Selanjutnya, ada perubahan kimia. Perubahan kimia adalah perubahan bentuk dan ukuran suatu zat, serta menghasilkan zat baru. Beberapa contoh peristiwa perubahan kimia yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari kita, di antaranya besi yang berkarat, kayu menjadi lapuk, makanan dan minuman yang menjadi basi, daging yang membusuk, dan masih banyak lagi.

    Contoh perubahan kimia di atas tidak hanya mengubah bentuk dan ukuran zat, tapi juga menghasilkan zat baru. Meskipun begitu, selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi akan tetap sama dengan massa zat sesudah reaksi.

    ciri perubahan fisika dan kimia

     

    Assesment

    Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

    1. Apa yang dimaksud dengan Zat

    2. Sebutkan wujud gas dan sifatnya masing-masing

    3. Sebutkanciri-ciri perubahan fisika dan kimia

    4. Sebutkan contoh-contoh perybahan bentuh zat


    Jawaban:

    1.  Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Zat terbagi menjadi beberapa macam wujud (bentuk) dan bisa berubah bentuk. 

    2. Wujud Zat dan Sifatnya

    • Padat: Bentuk dan volume tetap, jarak antarpartikel sangat rapat.
    • Cair: Bentuk berubah mengikuti wadah, volume tetap, jarak antarpartikel agak renggang.
    • Gas: Bentuk dan volume berubah mengikuti wadah, jarak antarpartikel sangat renggang

    3. Ciri-ciri perubahan fisika adalah tidak menghasilkan zat baru, dapat kembali ke wujud semula (reversible), dan hanya mengubah bentuk, ukuran atau wujud. Sebaliknya, perubahan kimia membentuk zat baru, bersifat tetap (irreversible), serta ditandai perubahan warna, suhu, gas atau endapan

    4.Contohnya meliputi es batu yang mencair (fisika), air mendidih menjadi uap, kayu yang dibakar menjadi arang (kimia), dan besi yang berkarat. 

     

    Kesimpulan awal:

    Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Zat terbagi menjadi beberapa macam wujud (bentuk) dan bisa berubah bentuk. 

    -  Wujud Zat dan Sifatnya

  • Padat: Bentuk dan volume tetap, jarak antarpartikel sangat rapat.
  • Cair: Bentuk berubah mengikuti wadah, volume tetap, jarak antarpartikel agak renggang.
  • Gas: Bentuk dan volume berubah mengikuti wadah, jarak antarpartikel sangat renggang
  • -  Ciri-ciri perubahan fisika adalah tidak menghasilkan zat baru, dapat kembali ke wujud semula (reversible), dan hanya mengubah bentuk, ukuran atau wujud. Sebaliknya, perubahan kimia membentuk zat baru, bersifat tetap (irreversible), serta ditandai perubahan warna, suhu, gas atau endapan

    Kesimpulan akhir:

    - Zat di dunia ada 3 yaitu cair, padat dan gas

    - Contoh menyublim adalah kapur barus

    - Contoh membeku adalah air yang menjadi es batu7

    - Contoh  mengkristal adalah pembuatan garam menggunakan air laut yang bersih

    - Perubahan fisika dan kimia di temukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain karat pada besi, larutan gula

     

    Referensi:

    - Buku IPA kelas 7 penerbit Masmedia

    - https://www.ruangguru.com/blog/sifat-dan-perubahan-bentuk-zat

    - https://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_wujud_zat

    - https://www.kompas.com/skola/read/2021/12/16/201500569/perubahan-fisika-dan-kimia--ciri-ciri-dan-contoh-dan-manfaatnya  


    Refleksi:

    Untuk materi ini siswa kelas 7A-7E  sebagian besar sudah memahaminnya, untuk yang belum memahaminnya membaca kembali materi ini dirumah dan pada pertemuan selanjutnya akan ditanyakan secara lisan


    Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh