Identitas
Nama guru : Septyana Fori
Mata Pelajaran : IPA
Hari/Tanggal : Selasa, 8 September 2026
Fase/Kelas : D/VII A - VII E
Materi : Suhu, Kalor, dan Pemuaian
Pertemuan : Ke 1
Capaian Permbelajaran:
Pada akhir fase D Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat zat serta membedakan perubahan fisika dan kimia, kerapatan zat, dan menganalisis konsep suhu, kalor, perpindahan kalor, dan dampaknya pada pemuaian zat.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menganalisis tentang suhu, kalor, dan pemuaian dan dapat melihatnya dalam kehidupan sehari-hari
Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya hukum archimedes yang berkaitan dengan materikerapatan zat
Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi hukum archimedes dan bagaimana terjadinya perubahan dari melayang, mengapung, dan tenggelam yang terjadi di kehidupan sehari-hari
Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).
Alur Tujuan Pembelajaran
mendefinisikan suhu,kalor, dan pemuaian kemudian Memahami perbandingan sklal suhu,serta Menganalisis tentang suhu celcius, reamor, dan farenheit dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari
Materi Pembelajaran :
Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi suhu, kalor, dan pemuaian ini, mari kita renungi:
- Al-Khaliq (Maha Menciptakan):
di bumi ini yang kita diami dan akal yang kita gunakan untuk
mempelajari tentang suhu, kalor, dan pemuaian yang menarik ini
adalah ciptaan Allah SWT. suhu, kalor, dan pemuaian ini adalah bukti
bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan sangat sempurna dan kita
sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
- Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui tentang suhu, kalor, dan pemuaian ini dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): suhu, kalor, dan pemuaian ini adalah
rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat yang tak terhingga. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut
dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."
Suhu

Artikel Fisika kelas 7 ini membahas tentang definisi suhu, 4 skala ukuran suhu (Fahrenheit, Celsius, kelvin, Reamur), dan bagaimana cara mengonversinya.
—
Suhu
Suhu adalah derajat (tingkat) panas suatu benda, atau ukuran panas-dinginnya satu benda. Suhu sering juga disebut temperatur.
Suhu dapat dirasakan dan dapat diukur. Oleh karena itu, suhu termasuk dalam besaran pokok. Suhu dilambangkan dengan T dengan satuan derajat (°)
Alat Pengukur Suhu
Gambar alat pengukur suhu tubuh
Diambil dari Bola.com
Untuk mengetahui suhu panas atau dingin suatu benda tentu harus menggunakan suatu alat bantu. Ada beberapa alat yang digunakan untuk mengukur suatu benda, antara lain adalah:
Merah = benda panas | Biru = benda dingin (Sumber: CrashCourse via Youtube)
a. Mengukur suhu dengan salah satu bagian tubuh manusia
Bagian tubuh kita yang dapat digunakan untuk mengukur suhu suatu benda salah satunya adalah telapak tangan atau jari. Misalnya untuk mengetahui air di dalam gelas itu panas atau dingin kita bisa menggunakan tangan untuk menyentuhnya. Dengan begitu kamu akan mengetahui apakah air dalam gelas itu panas, dingan, atau bahkan hangat.
b. Mengukur suhu dengan termometer
Pengukuran suhu menggunakan tangan memang tidak memberikan hasil yang akurat dan tidak berstandar. Maka dari itu diciptakanlah alat yang digunakan untuk mengukur suatu suhu, yang biasa disebut termometer. Termometer dibuat pada tahun 1564 – 1642 oleh Galileo Galilei.
- Jenis Termometer
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu sebuah benda. Berbagai jenis termometer dibuat berdasarkan pada beberapa sifat termometrik zat seperti pemuaian zat padat, pemuaian zat cair, pemuaian gas, tekanan zat cair, tekanan udara, regangan zat padat, hambatan zat terhadap arus listrik, dan intensitas cahaya (radiasi benda).
Hingga saat ini, dikenal beberapa jenis termometer. Perbedaan termometer tersebut terletak pada skala derajat suhu, patokan tetap titib bawah, dan patokan tetap titik atas.
1. Termometer Celcius
Termometer Celcius ditemukan oleh Andreas Celcius (1701-1744), seorang ahli fisika dan Swedia.
Celcius menentukan titik tetap bawah skala termometer dengan patokan suhu es yang sedang mencair, yang diberi skala 0°.
Titik tetap atasnya berpatokan pada suhu air mendidih pada tekanan 76 cmHg, yang diberi skala 100°. Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Celcius yaitu derajat Celcius ditulis °C.
2. Termometer Reamur
Termometer ini dikenal oleh Reamur, seorang ahli fisika berkebangsaan Prancis.
Reamur menentukan titik tetap bawah dan titik tetap atas skala termometer sama seperti Andreas Celcius. Namun, Reamur memberi skala 0° untuk titik tetap bawah dan 80° untuk titik tetap atas termometernya.
Satuan suhu yang diukur menggunakan termometer Reamur yaitu derajat reamu, ditulis °R
3. Termometer Fahrenheit
Termometer jenis ini dikenalkan oleh Gabriel D. Fahrenheit, seorang ahli fisika berkebangsaan Jerman.
Fahrenheit menetapkan titik tetap bawah yaitu suhu campuran es dan garam amonium klorida. Titik ini ditetapkan menjadi 0°F.
Suhu campuran antara air dan es (titik beku air) pada termometer Fahrenheit diberi skala 32°F. Sementara titik tetap atas termometer ini yaitu suhu air mendidih diberi skala 212°F.
Bagian-bagian termometer.
PERBANDINGAN SKALA SUHU
Perbandingan skala suhu utama antara Celsius (C), Reamur (R), Fahrenheit (F), dan Kelvin (K) adalah 5 : 4 : 9 : 5
- Celsius: Titik beku 0°C, titik didih 100°C (selisih 100).
- Reamur: Titik beku 0°R, titik didih 80°R (selisih 80).
- Fahrenheit: Titik beku 32°F, titik didih 212°F (selisih 180).
- Kelvin: Titik beku 273 K, titik didih 373 K (selisih 100)
Contoh soal:
1. Suhu air mendidih 100 C, maka pada skala Fahrenheit adalah ...
Jawaban:
F = (9/5 x C) + 32
F = (9/5 x 100) + 32
F = 212
2. Suhu 122 F sama dengan ... C
Jawaban:
C = 5/9 (F - 32)
C = 5/9 (122 - 32)
C = 5/9 (90)
C = 50
Assesment
Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini
1. Apa yang dimaksud dengan suhu
2. Sebutkan alat pengukur suhu
3. Sebutkan perbandingan skala suhu
4. Skala suhu apa saja yang kalian ketahui, sebutkan
Kesimpulan materi:
Suhu adalah derajat (tingkat) panas suatu benda, atau ukuran panas-dinginnya satu benda. Suhu sering juga disebut temperatur. Suhu dapat dirasakan dan dapat diukur. Oleh karena itu, suhu termasuk dalam besaran pokok. Suhu dilambangkan dengan T dengan satuan derajat (°)
Termometer
adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu sebuah benda. Berbagai
jenis termometer dibuat berdasarkan pada beberapa sifat termometrik zat
seperti pemuaian zat padat, pemuaian zat cair, pemuaian gas, tekanan zat
cair, tekanan udara, regangan zat padat, hambatan zat terhadap arus
listrik, dan intensitas cahaya (radiasi benda).
Kesimpulan hasil belajar:
Kompetensi yang sudah dikuasai dan yang perlu ditingkatkan
- Kompetensi yang sudah dikuasai:
Peserta didik telah menunjukan tingkat partisipasi, kehadiran, serta antusias yang sangat baik dalam
mempelajari materi ini, dan mereka juga berani dalam mempresentasikan hasil belajar
- Kompetensi yang perlu ditingkatkan:
Peserta didik harus diberi motivasi dan didorong untuk lebih giat lagi dalam pembelajaran ini,
sehingga mereka benar-benar memahami materi ini untuk menunjang penilaian yang akan diberikan
Kesimpulan tingkat pemahaman
- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik
- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari
- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya
Pengamatan selama proses pembelajaran
Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA , suasana belajar terlihat aktif dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar.
Peserta didik juga menunjukan kedekatan
emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti
pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi








