Senin, 13 Juli 2026

MATERI MPLS

HARI/TGL  : Senin - jum'at/ 13 - 17 Juli 2026

PEMATERI : SEPTYANA FORI

 

Materi:  MPLS

 

Zat Aditif dan Psikotropika

Berikut penjelasan lengkap, sistematis, dan mudah dipahami mengenai kedua jenis zat tersebut, meliputi pengertian, jenis, fungsi, dampak, serta peraturan yang berlaku.

 

                                                   ZAT ADITIF

Apa Itu Zat Aditif? Yuk, Ketahui Jenis & Efeknya bagi Tubuh

 

1. Pengertian

Zat aditif adalah zat atau campuran zat yang ditambahkan secara sengaja ke dalam makanan, minuman, obat-obatan, atau produk industri lainnya dalam jumlah kecil, dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas, memperpanjang masa simpan, meningkatkan rasa, warna, atau penampilan produk.

 

2. Jenis Berdasarkan Sumber

Aditif Alami: Berasal dari alam, umumnya aman digunakan. Contoh: gula, garam, cuka, kunyit, daun pandan.

 

Aditif Buatan: Dibuat melalui proses kimia di laboratorium. Penggunaannya harus sesuai takaran yang diizinkan. Contoh: pengawet, pewarna, pemanis buatan.

 

3. Berdasarkan Fungsi & Contoh

Pengawet  Natrium benzoat, kalium sorbat, nitrit   Mencegah pembusukan dan pertumbuhan jamur/bakteri         

Gangguan pencernaan, risiko kanker jangka panjang

 

Pewarna    Tartrazin, karmoisin, karoten

Mempercantik tampilan makanan        

Alergi, gangguan ginjal, gangguan konsentrasi pada anak

 

Pemanis     Sukrosa, sakarin, aspartam 

Memberikan rasa manis, mengurangi kalori

Sakarin berlebih berisiko gangguan kandung kemih

 

Penyedap Rasa   MSG (Mononatrium glutamat)     

Memperkuat rasa gurih       

Sakit kepala, mual, tekanan darah naik

 

Pengental  Pati, gelatin, karagenan

Membuat tekstur lebih kental dan stabil       

Gangguan pencernaan jika dikonsumsi terus-menerus

 

 

4. Ketentuan Penggunaan

Di Indonesia, penggunaan zat aditif diatur oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Zat yang dilarang adalah zat berbahaya yang sering disalahgunakan, seperti: boraks, formalin, pewarna tekstil, dan zat pewarna logam berat.

 

ZAT PSIKOTROPIKA

1. Pengertian

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat memengaruhi sistem saraf pusat, menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

2. Penggolongan Psikotropika

Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dikelompokkan menjadi 4 golongan:

 

Golongan I: Hanya untuk keperluan pengembangan ilmu pengetahuan, tidak untuk pengobatan. Contoh: MDMA, LSD, ekstasi. Sangat berbahaya dan memiliki potensi ketergantungan sangat tinggi.

Golongan II: Digunakan untuk pengobatan terbatas dan penelitian. Contoh: amfetamin, metilfenidat. Memiliki potensi ketergantungan tinggi.

Golongan III: Digunakan untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: fenobarbital, buprenorfin. Potensi ketergantungan sedang.

Golongan IV: Digunakan secara luas untuk pengobatan. Contoh: diazepam, alprazolam. Potensi ketergantungan ringan hingga sedang.

 

3. Cara Kerja

Zat ini bekerja dengan mengubah keseimbangan zat kimia di otak, sehingga dapat memengaruhi:

    Suasana hati

    Tingkat kesadaran

    Kemampuan berpikir dan berkonsentrasi

    Perilaku dan respon tubuh

 

4. Dampak Penggunaan

Jika digunakan sesuai resep dokter: Dapat membantu mengatasi gangguan kecemasan, gangguan tidur, serangan panik, atau gangguan hiperaktif.

 

Jika disalahgunakan / tanpa pengawasan:

  Jangka pendek: Pusing, mulut kering, detak jantung tidak teratur, pandangan kabur, hilang kesadaran, perilaku berbahaya.

  Jangka panjang: Ketergantungan fisik dan psikis, kerusakan otak permanen, gangguan organ hati dan ginjal, depresi berat, hingga kematian akibat overdosis.

Contoh       Diazepam, ekstasi, amfetamin       Morfin, heroin, ganja, kokain

III. PERBEDAAN UTAMA KEDUA JENIS ZAT

Dampak bahaya Umumnya baru terasa jika berlebihan/terus-menerus     Bahaya langsung meski dalam dosis sedikit jika disalahgunakan

 

IV. PESAN PENTING

1    Pilihlah makanan dan minuman yang memiliki izin edar resmi dari

      BPOM.

2    Hindari konsumsi zat aditif buatan secara berlebihan.

 3   Jangan mengonsumsi obat psikotropika tanpa petunjuk dan resep

      dokter.

    Pelanggaran peredaran dan penyalahgunaan psikotropika diancam pidana penjara dan denda yang berat sesuai hukum yang berlaku.

  

BAHAYA ROKOK BAGI KESEHATAN

 

1. Pengertian Rokok

Rokok adalah gulungan kertas berisi tembakau kering yang dibakar, lalu asapnya dihirup. Satu batang rokok mengandung >7.000 zat kimia, di mana 69 di antaranya bersifat karsinogenik (pemicu kanker).

2. Kandungan Zat Paling Berbahaya

- Zat Kimia Sifat & Bahaya

- Nikotin    Zat adiktif utama → menyebabkan ketergantungan cepat; menyempitkan pembuluh darah, menaikkan tekanan darah, mengganggu perkembangan otak remaja

- Zat lengket seperti aspal → menempel di paru-paru, merusak silia (penyaring kotoran), pemicu utama kanker paru, gigi kuning, napas tak sedap

- Karbon Monoksida (CO)     Gas beracun → mengikat darah 200x lebih kuat dari oksigen → otak/jantung kekurangan oksigen, mudah lelah, risiko jantung tinggi

- Zat Lain    Arsenik, amonia, formalin, timbal, hidrogen sianida → merusak organ dalam, meracun sel tubuh

 

3. Dampak Bahaya Berdasarkan Sistem Tubuh

 Sistem Pernapasan

-    Paru-paru menghitam, fungsi menurun drastis

-   Penyakit: Bronkitis kronis, asma, PPOK, kanker paru-paru

-    Napas pendek, batuk berdahak terus-menerus

 

Sistem Jantung & Pembuluh Darah

 -   Menyempitkan pembuluh darah → tekanan darah tinggi

-    Risiko serangan jantung, stroke, penyumbatan pembuluh kaki (bisa diamputasi)

 

 Sistem Reproduksi

 -   Pria: Menurunkan kualitas sperma → mandul/impotensi

-    Wanita: Risiko keguguran, bayi lahir prematur/berat badan rendah, cacat janin

 

 Dampak pada Remaja

-    Otak belum matang → konsentrasi turun, prestasi jatuh, emosi labil

 -   Lebih cepat kecanduan, sulit berhenti seumur hidup

Bahaya Perokok Pasif

Orang yang hanya menghirup asap rokok orang lain → risiko sakit bahkan lebih tinggi dari perokok aktif, karena asap sisa mengandung zat lebih pekat

 

 

TERIMA KASIH

 

                                                      By: Bu Septyana Fori       

 

 

 

Rabu, 03 Juni 2026

KISI-KISI SAT IPA KELAS 8

MAPEL. :     IPA

HARI/TGL : RABU, 3 JUNI 2026

GURU PENGAMPU. : SEPTYANA FORI


Assalamualaikum wr wb

Bagaimana kabar sholeh sholeha ?  semoga kita dalam keadaan sehat dan selalu semangat dalam belajar. Untuk persiapan menghadapi ujian sumatif akhir tahun hari ini untuk menambah pemahaman ibu berikan kisi kisi sumatif akhir tahun(SAT)

Silakan kalian simak dan pahami pemaparan kisi kisi  diminggu ini.semangat selalu sholeh sholeha…

 

Kisi Kisi terlampir sebagai berikut












Assesment

 

Setelah melihat kisi kisi tersebut , dimohon untuk dipahami dan mengerjakan sumatif  dengan sebaik baiknya dengan kejujuran dan mendapatkan hasil yang terbaik

 



Jumat, 29 Mei 2026

PERAN ORGANISME DALAM TANAH

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Jum,at, 29 Mei 2016

Kelas                   : VIII D

Materi                  : Peran Organisme Dalam Tanah

 

Tujuan Pembelajaran:

 Peserta didik dapat memahami tentang:         

                             1.Menjelaskan komponen tanah

                                      2.Menganalisis sifat fisika dan kimia tanah

                                      3. Menguaraikan peran organisme tanah untuk keberlangsungan

                                         kehidupan

                                      4. Menjelaskan peran tanah dan cara melestarikan tanah

 

Materi Pembelajaran :

IPA dikelas VIII untuk persiapan Sumatif Akhir Semester (SAS) akan ada beberapa topik yang perlu dibahas seperti: peran tanah dalam kehidupan, organisme tanah, unsur, senyawa, dan atom, dan kebersihan lingkungan

Pada hari ini kita akan membahas dan mengulas mengenai peranan organisme dalam tanah, silahkan kalian lihat pada pembahasan berikut

Peran Organisme Tanah bagi Kehidupan

Peran tanah sangat penting untuk membantu kebutuhan kita. Sebabnya, kita harus menjaga kesehatan tanah. dalam membantu meningkatkan kualitas dan kinerja tanah. Kita dibantu oleh organisme-organisme yang tinggal di tanah.  simak gambar berikut untuk mengetahui peran organisme tanah!

Peran Organisme Tanah

Peran organisme tanah.

Di samping itu, terdapat juga peran organisme tanah yang membantu memaksimalkan kinerja tanah. Hal ini menunjukkan adanya interaksi di dalam sebuah ekosistem, yang membuktikan bahwa selama kita hidup, akan selalu ada yang namanya kerja sama.

 

Proses pembentukan tanah dapat dikelompokkan menjadi beberapa tahap utama, yaitu sebagai berikut.

  • Pelapukan Fisik

Terjadi karena adanya proses mekanis, seperti perubahan suhu, pembekuan, dan tekanan akibat akar tanaman menyebabkan pecahan fisik batuan menjadi fragmen yang lebih kecil.

  • Pelapukan Kimia

Terjadi karena adanya reaksi kimia antara air, gas, dan mineral dalam batuan induk menyebabkan perubahan struktur kimia dan mineral. Contoh umum termasuk oksidasi (misalnya, karat pada besi) dan hidrolisis (pemecahan mineral oleh air).

  • Pelapukan Biologis

Terjadi karena adanya aktivitas organisme hidup, seperti akar tanaman dan mikroba, menghasilkan bahan organik yang kemudian mengubah sifat kimia dan struktur tanah.

Proses Pelunakan Struktur

Proses dimana batu yang telah pecah menjadi pecahan yang lebih kecil akan mengalami pelunakan. Hal ini disebabkan oleh air dan udara saling mengikis batuan kecil-kecil tersebut. Dalam proses ini air dan udara akan masuk melewati celah-celah batuan yang akan melunakan batuan kecil tersebut. Dalam proses pelunakan akan menciptakan sebuah tempat hidup bagi mikroba dan lumut. Hal ini dikarenakan rongga dan permukaan batuan yang terkikis oleh air dan udara akan menjadi tempat makhluk hidup untuk tumbuh. Proses dari pelunakan batuan kecil ini membutuhkan waktu yang cukup lama, akan tetapi lebih cepat dari pada proses pelapukan batuan.

Proses Tumbuhan Tanaman Perintis

Setelah melewati proses pelunakan dari struktur batuan yang lebih kecil. Tahapan selanjutnya adalah proses tumbuhnya keanekaragaman hayati tenaman perintis. Tumbuhan yang hidup disini adalah naman yang ukurannya lebih besar dari pada lumut. Tumbuhan sudah mempunyai akar yang masuk melalui celah batuan yang lunak. Hal ini disebabkan batuan yang lunak tersebut kaya akan kondisi air yang ada di dalam batuan tersendiri. Asam humus yang ada di dalam batuan akan mengalir melalui celah batuan dan akan membuat batuan tersebut menjadi lapuk sempurna. Pada proses ini biasanya sering disebut dengan pelapukan biologis.

Proses Penyuburan

Proses penyuburan adalah suatu proses dimana batuan yang telah menjadi tanah mendapatkan bahan-bahan organik dari organisme di atasnya. Tanah yang semula hanya mempunyai kandungan mineral saja, dalam proses ini akan mengalami penggemburan, yaitu proses dimana tanah akan bertambah subur seiring adanya pelapukan organik. Organisme tanah juga akan berpengaruh terhadap proses terbentuknya tanah.     

SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH

Sifat fisik tanah adalah sifat yang dapat dilihat atau diamati secara langsung, seperti tekstur tanah, struktur tanah, konsistensi tanah, warna, suhu, drainase, dll.

  1. Tekstur tanah, salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air.
  2. Struktur tanah, faktor yang berperan dalam mempengaruhi bentuk, ukuran, dan kepadatan tanah.
  3. Konsistensi tanah, merupakan karakteristik tanah yang akan menunjukkan gaya kohesi dan adhesi tanah pada berbagai kelembapan.
  4. Warna tanah, perbedaan warna tanah disebabkan oleh organisme tanah dan bahan organik di dalam tanah.
  5. Suhu tanah, semakin tinggi suhu tanah, maka akan semakin tinggi juga mikrobiologi dan perkecambahan yang dapat terjadi.

SIFAT KIMIA TANAH

Sifat kimia tanah adalah sifat yang tidak bisa diamati secara langsung, seperti struktur atau penyusun tanah: unsur hara, pH, dll.

  1. Unsur hara, merupakan unsur kimia (nutrisi) yang diperlukan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
  2. pH tanah, sifat kimia yang menunjukkan derajat keasaman tanah. Normalnya pH tanah berkisar antara 6,6 – 7,5.

ORGANISME PENYUSUN TANAH

Organisme tanah ini contohnya cacing, ia berada pada lapisan tanah bagian atas di bawah permukaan tanah. Berikut ini macam-macam organisme tanah.

Dekomposer

Peranan yang satu ini sangat penting bagi ekosistem. Dekomposer atau organisme pengurai akan melakukan penguraian terhadap bahan organik yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, misalnya jasad yang sudah mati, daun-daun dan ranting yang jatuh ke tanah. Nah, bahan-bahan itu kemudian diuraikan menjadi lebih sederhana untuk menghasilkan unsur-unsur nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Unsur-unsur tersebut sangat penting bagi tumbuhan, yaitu sebagai pupuk. Contoh dekomposer adalah bakteri, cacing, dan fungi.

Selain itu, ada beberapa senyawa yang dihasilkan oleh dekomposer tidak bisa langsung digunakan oleh tumbuhan. Diperlukan organisme lain seperti mikoriza atau jamur untuk menguraikannya menjadi senyawa lain agar tumbuhan bisa memanfaatkannya.

Pengurai Polutan

Organisme tanah juga berperan dalam menguraikan polutan di dalam tanah  bahwa di dalam tanah ada banyak sekali polutan seperti limbah pertanian (pestisida), limbah rumah tangga (detergen), dan limbah pabrik. Semua itu jika berlebihan akan buruk bagi tumbuhan. Misalnya sayuran yang ditanam di sekitar tempat pembuangan limbah pabrik harus diwaspadai kandungannya, sayuran yang harusnya baik bagi tubuh, justru bisa menjadi racun.

Untuk menguraikan polutan tersebut, dibutuhkan organisme tanah yang banyak juga untuk mempercepat proses penguraian limbah agar zat-zat berbahaya bisa segera diuraikan menjadi zat yang tidak berbahaya.

Pemberi Pengaruh pada Tekstur

Organisme tanah dapat mempengaruhi struktur tanah lho. Sebelumnya kita udah membahas struktur-struktur tanah yang dilihat dari teksturnya, komposisi, dll.

Membuat Tanah Gembur

struktur tanah lempung, lumpur, dan pasir. Ketiganya memiliki tingkatan partikel yang berbeda-beda.  perbedaan tersebut dikarenakan adanya bahan organik yang dihasilkan oleh organisme tanah. Lendir yang dihasilkan oleh organisme tanah akan menyatu dan membentuk gumpalan-gumpalan tanah.

Organisme tanah bisa membuat pori-pori untuk menggemburkan tanah. Kalau tanah gembur, maka tanaman juga akan tubuh dengan subur.

MANFAAT TANAH BAGI KEHIDUPAN

Setelah mengetahui pengertian tanah dan strukturnya, sekarang mari kita bahas tentang manfaatnya bagi kehidupan. Tentu ada banyak sekali manfaat yang diberikan oleh tanah, khususnya bagi kita makhluk hidup. ada lima manfaat besar tanah bagi kehidupan, yaitu: keanekaragaman hayati, produktivitas pertanian, penyedia air bersih dan pencegah banjir, mitigasi perubahan iklim, dan bisnis.

 

Assesment

Untuk memperkuat pemahaman materi , silahkan kalian kerjakan soal dibawah ini

- Jelaskan peranan organisme yang ada di dalam tanah

- Apa yang dimaksud dengan dekomposer 

 

REFLEKSI :

Berdasarkan hasil kegiatan belajar dari 31 siswa kelas VIII D, didapatkan hasil:

- Peserta didik yang telah memahami materi pembelajaran sudah sebagian besar, hanya beberapa peserta didik yang belum paham

- Dan untuk yang belum paham harus diulang-ulang kembali pada pertemuan selanjutnya dengan cara tanya jawab atau dibuat kelompok sehingga mereka benar-benar memahami materi untuk SAS


Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh



 

 

Kamis, 28 Mei 2026

PERAN ORGANISME DALAM TANAH

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Kamis, 28 Mei 2016

Kelas                   : VIII C

Materi                  : Peran Organisme Dalam Tanah

 

Tujuan Pembelajaran:

 Peserta didik dapat memahami tentang:         

                             1.Menjelaskan komponen tanah

                                      2.Menganalisis sifat fisika dan kimia tanah

                                      3. Menguaraikan peran organisme tanah untuk keberlangsungan

                                         kehidupan

                                      4. Menjelaskan peran tanah dan cara melestarikan tanah

 

Materi Pembelajaran :

IPA dikelas VIII untuk persiapan Sumatif Akhir Semester (SAS) akan ada beberapa topik yang perlu dibahas seperti: peran tanah dalam kehidupan, organisme tanah, unsur, senyawa, dan atom, dan kebersihan lingkungan

Pada hari ini kita akan membahas dan mengulas mengenai peranan organisme dalam tanah, silahkan kalian lihat pada pembahasan berikut

Peran Organisme Tanah bagi Kehidupan

Peran tanah sangat penting untuk membantu kebutuhan kita. Sebabnya, kita harus menjaga kesehatan tanah. dalam membantu meningkatkan kualitas dan kinerja tanah. Kita dibantu oleh organisme-organisme yang tinggal di tanah.  simak gambar berikut untuk mengetahui peran organisme tanah!

Peran Organisme Tanah

Peran organisme tanah.

Di samping itu, terdapat juga peran organisme tanah yang membantu memaksimalkan kinerja tanah. Hal ini menunjukkan adanya interaksi di dalam sebuah ekosistem, yang membuktikan bahwa selama kita hidup, akan selalu ada yang namanya kerja sama.

 

Proses pembentukan tanah dapat dikelompokkan menjadi beberapa tahap utama, yaitu sebagai berikut.

  • Pelapukan Fisik

Terjadi karena adanya proses mekanis, seperti perubahan suhu, pembekuan, dan tekanan akibat akar tanaman menyebabkan pecahan fisik batuan menjadi fragmen yang lebih kecil.

  • Pelapukan Kimia

Terjadi karena adanya reaksi kimia antara air, gas, dan mineral dalam batuan induk menyebabkan perubahan struktur kimia dan mineral. Contoh umum termasuk oksidasi (misalnya, karat pada besi) dan hidrolisis (pemecahan mineral oleh air).

  • Pelapukan Biologis

Terjadi karena adanya aktivitas organisme hidup, seperti akar tanaman dan mikroba, menghasilkan bahan organik yang kemudian mengubah sifat kimia dan struktur tanah.

Proses Pelunakan Struktur

Proses dimana batu yang telah pecah menjadi pecahan yang lebih kecil akan mengalami pelunakan. Hal ini disebabkan oleh air dan udara saling mengikis batuan kecil-kecil tersebut. Dalam proses ini air dan udara akan masuk melewati celah-celah batuan yang akan melunakan batuan kecil tersebut. Dalam proses pelunakan akan menciptakan sebuah tempat hidup bagi mikroba dan lumut. Hal ini dikarenakan rongga dan permukaan batuan yang terkikis oleh air dan udara akan menjadi tempat makhluk hidup untuk tumbuh. Proses dari pelunakan batuan kecil ini membutuhkan waktu yang cukup lama, akan tetapi lebih cepat dari pada proses pelapukan batuan.

Proses Tumbuhan Tanaman Perintis

Setelah melewati proses pelunakan dari struktur batuan yang lebih kecil. Tahapan selanjutnya adalah proses tumbuhnya keanekaragaman hayati tenaman perintis. Tumbuhan yang hidup disini adalah naman yang ukurannya lebih besar dari pada lumut. Tumbuhan sudah mempunyai akar yang masuk melalui celah batuan yang lunak. Hal ini disebabkan batuan yang lunak tersebut kaya akan kondisi air yang ada di dalam batuan tersendiri. Asam humus yang ada di dalam batuan akan mengalir melalui celah batuan dan akan membuat batuan tersebut menjadi lapuk sempurna. Pada proses ini biasanya sering disebut dengan pelapukan biologis.

Proses Penyuburan

Proses penyuburan adalah suatu proses dimana batuan yang telah menjadi tanah mendapatkan bahan-bahan organik dari organisme di atasnya. Tanah yang semula hanya mempunyai kandungan mineral saja, dalam proses ini akan mengalami penggemburan, yaitu proses dimana tanah akan bertambah subur seiring adanya pelapukan organik. Organisme tanah juga akan berpengaruh terhadap proses terbentuknya tanah.     

SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH

Sifat fisik tanah adalah sifat yang dapat dilihat atau diamati secara langsung, seperti tekstur tanah, struktur tanah, konsistensi tanah, warna, suhu, drainase, dll.

  1. Tekstur tanah, salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air.
  2. Struktur tanah, faktor yang berperan dalam mempengaruhi bentuk, ukuran, dan kepadatan tanah.
  3. Konsistensi tanah, merupakan karakteristik tanah yang akan menunjukkan gaya kohesi dan adhesi tanah pada berbagai kelembapan.
  4. Warna tanah, perbedaan warna tanah disebabkan oleh organisme tanah dan bahan organik di dalam tanah.
  5. Suhu tanah, semakin tinggi suhu tanah, maka akan semakin tinggi juga mikrobiologi dan perkecambahan yang dapat terjadi.

SIFAT KIMIA TANAH

Sifat kimia tanah adalah sifat yang tidak bisa diamati secara langsung, seperti struktur atau penyusun tanah: unsur hara, pH, dll.

  1. Unsur hara, merupakan unsur kimia (nutrisi) yang diperlukan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
  2. pH tanah, sifat kimia yang menunjukkan derajat keasaman tanah. Normalnya pH tanah berkisar antara 6,6 – 7,5.

ORGANISME PENYUSUN TANAH

Organisme tanah ini contohnya cacing, ia berada pada lapisan tanah bagian atas di bawah permukaan tanah. Berikut ini macam-macam organisme tanah.

Dekomposer

Peranan yang satu ini sangat penting bagi ekosistem. Dekomposer atau organisme pengurai akan melakukan penguraian terhadap bahan organik yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, misalnya jasad yang sudah mati, daun-daun dan ranting yang jatuh ke tanah. Nah, bahan-bahan itu kemudian diuraikan menjadi lebih sederhana untuk menghasilkan unsur-unsur nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Unsur-unsur tersebut sangat penting bagi tumbuhan, yaitu sebagai pupuk. Contoh dekomposer adalah bakteri, cacing, dan fungi.

Selain itu, ada beberapa senyawa yang dihasilkan oleh dekomposer tidak bisa langsung digunakan oleh tumbuhan. Diperlukan organisme lain seperti mikoriza atau jamur untuk menguraikannya menjadi senyawa lain agar tumbuhan bisa memanfaatkannya.

Pengurai Polutan

Organisme tanah juga berperan dalam menguraikan polutan di dalam tanah  bahwa di dalam tanah ada banyak sekali polutan seperti limbah pertanian (pestisida), limbah rumah tangga (detergen), dan limbah pabrik. Semua itu jika berlebihan akan buruk bagi tumbuhan. Misalnya sayuran yang ditanam di sekitar tempat pembuangan limbah pabrik harus diwaspadai kandungannya, sayuran yang harusnya baik bagi tubuh, justru bisa menjadi racun.

Untuk menguraikan polutan tersebut, dibutuhkan organisme tanah yang banyak juga untuk mempercepat proses penguraian limbah agar zat-zat berbahaya bisa segera diuraikan menjadi zat yang tidak berbahaya.

Pemberi Pengaruh pada Tekstur

Organisme tanah dapat mempengaruhi struktur tanah lho. Sebelumnya kita udah membahas struktur-struktur tanah yang dilihat dari teksturnya, komposisi, dll.

Membuat Tanah Gembur

struktur tanah lempung, lumpur, dan pasir. Ketiganya memiliki tingkatan partikel yang berbeda-beda.  perbedaan tersebut dikarenakan adanya bahan organik yang dihasilkan oleh organisme tanah. Lendir yang dihasilkan oleh organisme tanah akan menyatu dan membentuk gumpalan-gumpalan tanah.

Organisme tanah bisa membuat pori-pori untuk menggemburkan tanah. Kalau tanah gembur, maka tanaman juga akan tubuh dengan subur.

MANFAAT TANAH BAGI KEHIDUPAN

Setelah mengetahui pengertian tanah dan strukturnya, sekarang mari kita bahas tentang manfaatnya bagi kehidupan. Tentu ada banyak sekali manfaat yang diberikan oleh tanah, khususnya bagi kita makhluk hidup. ada lima manfaat besar tanah bagi kehidupan, yaitu: keanekaragaman hayati, produktivitas pertanian, penyedia air bersih dan pencegah banjir, mitigasi perubahan iklim, dan bisnis.

 

Assesment

Untuk memperkuat pemahaman materi , silahkan kalian kerjakan soal dibawah ini

- Jelaskan peranan organisme yang ada di dalam tanah

- Apa yang dimaksud dengan dekomposer 

 

REFLEKSI :

Berdasarkan hasil kegiatan belajar dari 31 siswa kelas VIII C, didapatkan hasil:

- Peserta didik yang telah memahami materi pembelajaran sudah sebagian besar, hanya beberapa peserta didik yang belum paham

- Dan untuk yang belum paham harus diulang-ulang kembali pada pertemuan selanjutnya dengan cara tanya jawab atau dibuat kelompok sehingga mereka benar-benar memahami materi untuk SAS


Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh



 

 

Rabu, 27 Mei 2026

PERAN ORGANISME DALAM TANAH

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Rabu, 27 Mei 2016

Kelas                   : VIII C

Materi                  : Peran Organisme Dalam Tanah

 

Tujuan Pembelajaran:

 Peserta didik dapat memahami tentang:         

                             1.Menjelaskan komponen tanah

                                      2.Menganalisis sifat fisika dan kimia tanah

                                      3. Menguaraikan peran organisme tanah untuk keberlangsungan

                                         kehidupan

                                      4. Menjelaskan peran tanah dan cara melestarikan tanah

 

Materi Pembelajaran :

IPA dikelas VIII untuk persiapan Sumatif Akhir Semester (SAS) akan ada beberapa topik yang perlu dibahas seperti: peran tanah dalam kehidupan, organisme tanah, unsur, senyawa, dan atom, dan kebersihan lingkungan

Pada hari ini kita akan membahas dan mengulas mengenai peranan organisme dalam tanah, silahkan kalian lihat pada pembahasan berikut

Peran Organisme Tanah bagi Kehidupan

Peran tanah sangat penting untuk membantu kebutuhan kita. Sebabnya, kita harus menjaga kesehatan tanah. dalam membantu meningkatkan kualitas dan kinerja tanah. Kita dibantu oleh organisme-organisme yang tinggal di tanah.  simak gambar berikut untuk mengetahui peran organisme tanah!

Peran Organisme Tanah

Peran organisme tanah.

Di samping itu, terdapat juga peran organisme tanah yang membantu memaksimalkan kinerja tanah. Hal ini menunjukkan adanya interaksi di dalam sebuah ekosistem, yang membuktikan bahwa selama kita hidup, akan selalu ada yang namanya kerja sama.

 

Proses pembentukan tanah dapat dikelompokkan menjadi beberapa tahap utama, yaitu sebagai berikut.

  • Pelapukan Fisik

Terjadi karena adanya proses mekanis, seperti perubahan suhu, pembekuan, dan tekanan akibat akar tanaman menyebabkan pecahan fisik batuan menjadi fragmen yang lebih kecil.

  • Pelapukan Kimia

Terjadi karena adanya reaksi kimia antara air, gas, dan mineral dalam batuan induk menyebabkan perubahan struktur kimia dan mineral. Contoh umum termasuk oksidasi (misalnya, karat pada besi) dan hidrolisis (pemecahan mineral oleh air).

  • Pelapukan Biologis

Terjadi karena adanya aktivitas organisme hidup, seperti akar tanaman dan mikroba, menghasilkan bahan organik yang kemudian mengubah sifat kimia dan struktur tanah.

Proses Pelunakan Struktur

Proses dimana batu yang telah pecah menjadi pecahan yang lebih kecil akan mengalami pelunakan. Hal ini disebabkan oleh air dan udara saling mengikis batuan kecil-kecil tersebut. Dalam proses ini air dan udara akan masuk melewati celah-celah batuan yang akan melunakan batuan kecil tersebut. Dalam proses pelunakan akan menciptakan sebuah tempat hidup bagi mikroba dan lumut. Hal ini dikarenakan rongga dan permukaan batuan yang terkikis oleh air dan udara akan menjadi tempat makhluk hidup untuk tumbuh. Proses dari pelunakan batuan kecil ini membutuhkan waktu yang cukup lama, akan tetapi lebih cepat dari pada proses pelapukan batuan.

Proses Tumbuhan Tanaman Perintis

Setelah melewati proses pelunakan dari struktur batuan yang lebih kecil. Tahapan selanjutnya adalah proses tumbuhnya keanekaragaman hayati tenaman perintis. Tumbuhan yang hidup disini adalah naman yang ukurannya lebih besar dari pada lumut. Tumbuhan sudah mempunyai akar yang masuk melalui celah batuan yang lunak. Hal ini disebabkan batuan yang lunak tersebut kaya akan kondisi air yang ada di dalam batuan tersendiri. Asam humus yang ada di dalam batuan akan mengalir melalui celah batuan dan akan membuat batuan tersebut menjadi lapuk sempurna. Pada proses ini biasanya sering disebut dengan pelapukan biologis.

Proses Penyuburan

Proses penyuburan adalah suatu proses dimana batuan yang telah menjadi tanah mendapatkan bahan-bahan organik dari organisme di atasnya. Tanah yang semula hanya mempunyai kandungan mineral saja, dalam proses ini akan mengalami penggemburan, yaitu proses dimana tanah akan bertambah subur seiring adanya pelapukan organik. Organisme tanah juga akan berpengaruh terhadap proses terbentuknya tanah.     

SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH

Sifat fisik tanah adalah sifat yang dapat dilihat atau diamati secara langsung, seperti tekstur tanah, struktur tanah, konsistensi tanah, warna, suhu, drainase, dll.

  1. Tekstur tanah, salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air.
  2. Struktur tanah, faktor yang berperan dalam mempengaruhi bentuk, ukuran, dan kepadatan tanah.
  3. Konsistensi tanah, merupakan karakteristik tanah yang akan menunjukkan gaya kohesi dan adhesi tanah pada berbagai kelembapan.
  4. Warna tanah, perbedaan warna tanah disebabkan oleh organisme tanah dan bahan organik di dalam tanah.
  5. Suhu tanah, semakin tinggi suhu tanah, maka akan semakin tinggi juga mikrobiologi dan perkecambahan yang dapat terjadi.

SIFAT KIMIA TANAH

Sifat kimia tanah adalah sifat yang tidak bisa diamati secara langsung, seperti struktur atau penyusun tanah: unsur hara, pH, dll.

  1. Unsur hara, merupakan unsur kimia (nutrisi) yang diperlukan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
  2. pH tanah, sifat kimia yang menunjukkan derajat keasaman tanah. Normalnya pH tanah berkisar antara 6,6 – 7,5.

ORGANISME PENYUSUN TANAH

Organisme tanah ini contohnya cacing, ia berada pada lapisan tanah bagian atas di bawah permukaan tanah. Berikut ini macam-macam organisme tanah.

Dekomposer

Peranan yang satu ini sangat penting bagi ekosistem. Dekomposer atau organisme pengurai akan melakukan penguraian terhadap bahan organik yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, misalnya jasad yang sudah mati, daun-daun dan ranting yang jatuh ke tanah. Nah, bahan-bahan itu kemudian diuraikan menjadi lebih sederhana untuk menghasilkan unsur-unsur nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Unsur-unsur tersebut sangat penting bagi tumbuhan, yaitu sebagai pupuk. Contoh dekomposer adalah bakteri, cacing, dan fungi.

Selain itu, ada beberapa senyawa yang dihasilkan oleh dekomposer tidak bisa langsung digunakan oleh tumbuhan. Diperlukan organisme lain seperti mikoriza atau jamur untuk menguraikannya menjadi senyawa lain agar tumbuhan bisa memanfaatkannya.

Pengurai Polutan

Organisme tanah juga berperan dalam menguraikan polutan di dalam tanah  bahwa di dalam tanah ada banyak sekali polutan seperti limbah pertanian (pestisida), limbah rumah tangga (detergen), dan limbah pabrik. Semua itu jika berlebihan akan buruk bagi tumbuhan. Misalnya sayuran yang ditanam di sekitar tempat pembuangan limbah pabrik harus diwaspadai kandungannya, sayuran yang harusnya baik bagi tubuh, justru bisa menjadi racun.

Untuk menguraikan polutan tersebut, dibutuhkan organisme tanah yang banyak juga untuk mempercepat proses penguraian limbah agar zat-zat berbahaya bisa segera diuraikan menjadi zat yang tidak berbahaya.

Pemberi Pengaruh pada Tekstur

Organisme tanah dapat mempengaruhi struktur tanah lho. Sebelumnya kita udah membahas struktur-struktur tanah yang dilihat dari teksturnya, komposisi, dll.

Membuat Tanah Gembur

struktur tanah lempung, lumpur, dan pasir. Ketiganya memiliki tingkatan partikel yang berbeda-beda.  perbedaan tersebut dikarenakan adanya bahan organik yang dihasilkan oleh organisme tanah. Lendir yang dihasilkan oleh organisme tanah akan menyatu dan membentuk gumpalan-gumpalan tanah.

Organisme tanah bisa membuat pori-pori untuk menggemburkan tanah. Kalau tanah gembur, maka tanaman juga akan tubuh dengan subur.

MANFAAT TANAH BAGI KEHIDUPAN

Setelah mengetahui pengertian tanah dan strukturnya, sekarang mari kita bahas tentang manfaatnya bagi kehidupan. Tentu ada banyak sekali manfaat yang diberikan oleh tanah, khususnya bagi kita makhluk hidup. ada lima manfaat besar tanah bagi kehidupan, yaitu: keanekaragaman hayati, produktivitas pertanian, penyedia air bersih dan pencegah banjir, mitigasi perubahan iklim, dan bisnis.

 

Assesment

Untuk memperkuat pemahaman materi , silahkan kalian kerjakan soal dibawah ini

- Jelaskan peranan organisme yang ada di dalam tanah

- Apa yang dimaksud dengan dekomposer 

 

REFLEKSI :

Berdasarkan hasil kegiatan belajar dari 31 siswa kelas VIII C, didapatkan hasil:

- Peserta didik yang telah memahami materi pembelajaran sudah sebagian besar, hanya beberapa peserta didik yang belum paham

- Dan untuk yang belum paham harus diulang-ulang kembali pada pertemuan selanjutnya dengan cara tanya jawab atau dibuat kelompok sehingga mereka benar-benar memahami materi untuk SAS


Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh



 

 

Senin, 25 Mei 2026

PERAN ORGANISME DALAM TANAH

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Senin, 25 Mei 2016

Kelas                   : VIII D

Materi                  : Peran Organisme Dalam Tanah

 

Tujuan Pembelajaran:

 Peserta didik dapat memahami tentang:         

                             1.Menjelaskan komponen tanah

                                      2.Menganalisis sifat fisika dan kimia tanah

                                      3. Menguaraikan peran organisme tanah untuk keberlangsungan

                                         kehidupan

                                      4. Menjelaskan peran tanah dan cara melestarikan tanah

 

Materi Pembelajaran :

IPA dikelas VIII untuk persiapan Sumatif Akhir Semester (SAS) akan ada beberapa topik yang perlu dibahas seperti: peran tanah dalam kehidupan, organisme tanah, unsur, senyawa, dan atom, dan kebersihan lingkungan

Pada hari ini kita akan membahas dan mengulas mengenai peranan organisme dalam tanah, silahkan kalian lihat pada pembahasan berikut

Peran Organisme Tanah bagi Kehidupan

Peran tanah sangat penting untuk membantu kebutuhan kita. Sebabnya, kita harus menjaga kesehatan tanah. dalam membantu meningkatkan kualitas dan kinerja tanah. Kita dibantu oleh organisme-organisme yang tinggal di tanah.  simak gambar berikut untuk mengetahui peran organisme tanah!

Peran Organisme Tanah

Peran organisme tanah.

Di samping itu, terdapat juga peran organisme tanah yang membantu memaksimalkan kinerja tanah. Hal ini menunjukkan adanya interaksi di dalam sebuah ekosistem, yang membuktikan bahwa selama kita hidup, akan selalu ada yang namanya kerja sama.

 

Proses pembentukan tanah dapat dikelompokkan menjadi beberapa tahap utama, yaitu sebagai berikut.

  • Pelapukan Fisik

Terjadi karena adanya proses mekanis, seperti perubahan suhu, pembekuan, dan tekanan akibat akar tanaman menyebabkan pecahan fisik batuan menjadi fragmen yang lebih kecil.

  • Pelapukan Kimia

Terjadi karena adanya reaksi kimia antara air, gas, dan mineral dalam batuan induk menyebabkan perubahan struktur kimia dan mineral. Contoh umum termasuk oksidasi (misalnya, karat pada besi) dan hidrolisis (pemecahan mineral oleh air).

  • Pelapukan Biologis

Terjadi karena adanya aktivitas organisme hidup, seperti akar tanaman dan mikroba, menghasilkan bahan organik yang kemudian mengubah sifat kimia dan struktur tanah.

Proses Pelunakan Struktur

Proses dimana batu yang telah pecah menjadi pecahan yang lebih kecil akan mengalami pelunakan. Hal ini disebabkan oleh air dan udara saling mengikis batuan kecil-kecil tersebut. Dalam proses ini air dan udara akan masuk melewati celah-celah batuan yang akan melunakan batuan kecil tersebut. Dalam proses pelunakan akan menciptakan sebuah tempat hidup bagi mikroba dan lumut. Hal ini dikarenakan rongga dan permukaan batuan yang terkikis oleh air dan udara akan menjadi tempat makhluk hidup untuk tumbuh. Proses dari pelunakan batuan kecil ini membutuhkan waktu yang cukup lama, akan tetapi lebih cepat dari pada proses pelapukan batuan.

Proses Tumbuhan Tanaman Perintis

Setelah melewati proses pelunakan dari struktur batuan yang lebih kecil. Tahapan selanjutnya adalah proses tumbuhnya keanekaragaman hayati tenaman perintis. Tumbuhan yang hidup disini adalah naman yang ukurannya lebih besar dari pada lumut. Tumbuhan sudah mempunyai akar yang masuk melalui celah batuan yang lunak. Hal ini disebabkan batuan yang lunak tersebut kaya akan kondisi air yang ada di dalam batuan tersendiri. Asam humus yang ada di dalam batuan akan mengalir melalui celah batuan dan akan membuat batuan tersebut menjadi lapuk sempurna. Pada proses ini biasanya sering disebut dengan pelapukan biologis.

Proses Penyuburan

Proses penyuburan adalah suatu proses dimana batuan yang telah menjadi tanah mendapatkan bahan-bahan organik dari organisme di atasnya. Tanah yang semula hanya mempunyai kandungan mineral saja, dalam proses ini akan mengalami penggemburan, yaitu proses dimana tanah akan bertambah subur seiring adanya pelapukan organik. Organisme tanah juga akan berpengaruh terhadap proses terbentuknya tanah.     

SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH

Sifat fisik tanah adalah sifat yang dapat dilihat atau diamati secara langsung, seperti tekstur tanah, struktur tanah, konsistensi tanah, warna, suhu, drainase, dll.

  1. Tekstur tanah, salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air.
  2. Struktur tanah, faktor yang berperan dalam mempengaruhi bentuk, ukuran, dan kepadatan tanah.
  3. Konsistensi tanah, merupakan karakteristik tanah yang akan menunjukkan gaya kohesi dan adhesi tanah pada berbagai kelembapan.
  4. Warna tanah, perbedaan warna tanah disebabkan oleh organisme tanah dan bahan organik di dalam tanah.
  5. Suhu tanah, semakin tinggi suhu tanah, maka akan semakin tinggi juga mikrobiologi dan perkecambahan yang dapat terjadi.

SIFAT KIMIA TANAH

Sifat kimia tanah adalah sifat yang tidak bisa diamati secara langsung, seperti struktur atau penyusun tanah: unsur hara, pH, dll.

  1. Unsur hara, merupakan unsur kimia (nutrisi) yang diperlukan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
  2. pH tanah, sifat kimia yang menunjukkan derajat keasaman tanah. Normalnya pH tanah berkisar antara 6,6 – 7,5.

ORGANISME PENYUSUN TANAH

Organisme tanah ini contohnya cacing, ia berada pada lapisan tanah bagian atas di bawah permukaan tanah. Berikut ini macam-macam organisme tanah.

Dekomposer

Peranan yang satu ini sangat penting bagi ekosistem. Dekomposer atau organisme pengurai akan melakukan penguraian terhadap bahan organik yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, misalnya jasad yang sudah mati, daun-daun dan ranting yang jatuh ke tanah. Nah, bahan-bahan itu kemudian diuraikan menjadi lebih sederhana untuk menghasilkan unsur-unsur nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Unsur-unsur tersebut sangat penting bagi tumbuhan, yaitu sebagai pupuk. Contoh dekomposer adalah bakteri, cacing, dan fungi.

Selain itu, ada beberapa senyawa yang dihasilkan oleh dekomposer tidak bisa langsung digunakan oleh tumbuhan. Diperlukan organisme lain seperti mikoriza atau jamur untuk menguraikannya menjadi senyawa lain agar tumbuhan bisa memanfaatkannya.

Pengurai Polutan

Organisme tanah juga berperan dalam menguraikan polutan di dalam tanah  bahwa di dalam tanah ada banyak sekali polutan seperti limbah pertanian (pestisida), limbah rumah tangga (detergen), dan limbah pabrik. Semua itu jika berlebihan akan buruk bagi tumbuhan. Misalnya sayuran yang ditanam di sekitar tempat pembuangan limbah pabrik harus diwaspadai kandungannya, sayuran yang harusnya baik bagi tubuh, justru bisa menjadi racun.

Untuk menguraikan polutan tersebut, dibutuhkan organisme tanah yang banyak juga untuk mempercepat proses penguraian limbah agar zat-zat berbahaya bisa segera diuraikan menjadi zat yang tidak berbahaya.

Pemberi Pengaruh pada Tekstur

Organisme tanah dapat mempengaruhi struktur tanah lho. Sebelumnya kita udah membahas struktur-struktur tanah yang dilihat dari teksturnya, komposisi, dll.

Membuat Tanah Gembur

struktur tanah lempung, lumpur, dan pasir. Ketiganya memiliki tingkatan partikel yang berbeda-beda.  perbedaan tersebut dikarenakan adanya bahan organik yang dihasilkan oleh organisme tanah. Lendir yang dihasilkan oleh organisme tanah akan menyatu dan membentuk gumpalan-gumpalan tanah.

Organisme tanah bisa membuat pori-pori untuk menggemburkan tanah. Kalau tanah gembur, maka tanaman juga akan tubuh dengan subur.

MANFAAT TANAH BAGI KEHIDUPAN

Setelah mengetahui pengertian tanah dan strukturnya, sekarang mari kita bahas tentang manfaatnya bagi kehidupan. Tentu ada banyak sekali manfaat yang diberikan oleh tanah, khususnya bagi kita makhluk hidup. ada lima manfaat besar tanah bagi kehidupan, yaitu: keanekaragaman hayati, produktivitas pertanian, penyedia air bersih dan pencegah banjir, mitigasi perubahan iklim, dan bisnis.

 

Assesment

Untuk memperkuat pemahaman materi , silahkan kalian kerjakan soal dibawah ini

- Jelaskan peranan organisme yang ada di dalam tanah

- Apa yang dimaksud dengan dekomposer 

 

REFLEKSI :

Berdasarkan hasil kegiatan belajar dari 31 siswa kelas VIII D, didapatkan hasil:

- Peserta didik yang telah memahami materi pembelajaran sudah sebagian besar, hanya beberapa peserta didik yang belum paham

- Dan untuk yang belum paham harus diulang-ulang kembali pada pertemuan selanjutnya dengan cara tanya jawab atau dibuat kelompok sehingga mereka benar-benar memahami materi untuk SAS


Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh