Selasa, 17 Februari 2026

PERMASALAHAN LINGKUNGAN

Pelajaran.                     : IPA

Fase/Kelas                   : D / IX

Materi                          : PERMASALAHAN LINGKUNGAN

Pertemuan                    : 1-3

Guru Pengampu           : SEPTYANA FORI

Waktu Pembelajran      : SELASA, 17  FEBRUARI 2026


Capaian Pembelajaran :

Pada akhir fase D, peserta didik mampu: 

 

mengidentifikasi dan menganalisis berbagai isu lingkungan lokal dan global, memahami penyebab dan dampaknya terhadap kehidupan, serta merancang dan melakukan upaya sederhana dalam mengatasi isu lingkungan tersebut dengan mempertimbangkan prinsip keberlanjutan.

 

   

Tujuan Pembelajaran :   Peserta didik dapat memahami tentang:         

1.Peserta didik dapat mengidentifikasi kerusakan nlingkungan

2.Peserta didik dapat menjelaskan tentang pemanasan global

3.Peserta didik dapat menjelaskan tentang kerusakan lingkungan di indonesi

 

   

Alhamdulilah hari ini, kita bisa bertemu dalam pembelajaran IPA . Semoga dalam proses pembelajaran kita diberikan kemudahan dalam pemahaman amin …

Sebelum memasuki materi hari ini,  tak lupa ibu ingatkan untuk melaksanakan sholat dhuha dan marojaah .

Baik anak-anak sebelum memulai pembelajaran ibu akan memberikan motivasi agar kalian lebih giat dalam pembelajaran ipa, tetap semangat karena sdh kelas 9 akan menghadapi kelulusan


Tekaanan zat dibagi menjadi tekanan zat padat, cair, dan gas

Tekanan zat dalam kehidupan sehari-hari contohnya pada hukum archimedes adanya zat yang terapung, melayang, dan tenggelam

 

Materi


Di tengah isu pemanasan global yang sekarang ini dampaknya semakin sering kita rasakan bahkan mulai menjamah negara-negara Eropa dan Amerika, ternyata kasus perusakan lingkungan hidup di indonesia justru terjadi semakin parah. 

 


Pemanasan global (global warming) adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi secara bertahap, terutama disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi. Fenomena ini menyebabkan perubahan iklim ekstrem, pencairan es kutub, dan kenaikan permukaan laut.
Berikut adalah rincian mengenai pemanasan global berdasarkan berbagai sumber:
1. Penyebab Utama
  • Emisi Gas Rumah Kaca: Pembakaran batu bara, minyak, dan gas untuk energi dan transportasi melepaskan karbon dioksida (CO_2) dan metana, yang memerangkap panas di atmosfer.
  • Deforestasi: Penebangan hutan mengurangi jumlah pohon yang menyerap CO_2, meningkatkan konsentrasinya di udara.
  • Pertanian dan Peternakan: Aktivitas ini menghasilkan metana, gas yang memiliki potensi pemanasan lebih tinggi daripada CO_2.
  • Limbah Industri: Limbah organik yang membusuk menghasilkan metana.
2. Dampak Pemanasan Global
  • Iklim Tidak Stabil: Perubahan pola curah hujan, cuaca ekstrem, dan kemarau panjang.
  • Peningkatan Permukaan Laut: Mencairnya gletser dan lapisan es di kutub meningkatkan volume laut.
  • Gangguan Ekosistem: Kerusakan terumbu karang akibat suhu air laut meningkat dan pengasaman, mengancam spesies laut.
  • Dampak Kesehatan: Meningkatnya penyakit terkait panas (heat stroke) dan potensi masalah kesehatan akibat kualitas udara/air yang menurun.
3. Cara Menanggulangi dan Mengurangi
  • Efisiensi Energi: Menghemat listrik dan menggunakan lampu hemat energi.
  • Transportasi Ramah Lingkungan: Bersepeda, berjalan kaki, atau menggunakan transportasi umum.
  • Reboisasi: Menanam kembali hutan untuk menyerap karbon dioksida.
  • Pengurangan Plastik: Mengurangi penggunaan produk plastik sekali pakai.
Sejak 100 tahun terakhir, suhu bumi telah meningkat signifikan, dan dekade terakhir tercatat sebagai tahun-tahun terpanas. Upaya global seperti Perjanjian Paris bertujuan membatasi peningkatan suhu hingga 1,5 derajat Celcius untuk mencegah dampak terburuk. 
 

Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer Bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, metana dan dinitrogen monoksida yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Gas-gas rumah kaca berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Namun, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C, bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C dari suhunya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan perubahan iklim yang sangat mengancam.

 

AIR BERSIH

 

Air bersih adalah air yang aman digunakan untuk keperluan sehari-hari (mandi, mencuci, memasak) yang memenuhi standar kualitas fisik, kimia, dan mikrobiologi, serta layak minum setelah dimasak

Kriteria Air Bersih (Syarat Kesehatan):
  • Fisik: Jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan bersuhu sejuk (10–25 °C).
  • Kimia: Kadar logam berat, besi, dan mangan berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.
  • Mikrobiologi: Bebas dari bakteri berbahaya seperti E. coli.
Pentingnya Air Bersih:
  • Kesehatan: Mencegah penyakit berbasis air seperti diare, kolera, disentri, tipes, dan penyakit kulit.
  • Kehidupan Sehari-hari: Memenuhi kebutuhan dasar, dengan standar kebutuhan manusia setidaknya 60 liter/orang/hari.
  • Ekosistem: Menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah pencemaran air.
Cara Menjaga Kualitas Air Bersih:
  • Jarak sumber air bersih (sumur) dengan septictank/jamban minimal 10 meter.
  • Memastikan sarana air (sumur, pipa) terlindungi dari cemaran lingkungan.
  • Mengolah air dengan penyaringan dan disinfektan jika diperlukan.
Air bersih berbeda dengan air minum, di mana air bersih memerlukan proses pemasakan atau pengolahan lanjutan agar aman dikonsumsi langsung.

 

PENGELOLAAN SAMPAH 

 
 
Sampah yang kita hasilkan biasanya kita buang ke tempat sampah dan kemudian kita bawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). TPS yaitu tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu. Dari TPS, sampah akan diangkut dan dibawa oleh Dinas Lingkungan menggunakan truk sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). TPA adalah tempat untuk  
 
PENYEBARAN PENYAKIT
 
Dalam kedokteran, kesehatan masyarakat, dan biologi, penularan atau transmisi adalah perpindahan patogen yang menyebabkan penyakit menular dari individu atau kelompok inang yang terinfeksi ke individu atau kelompok tertentu lainnya. Perpindahan ini memungkinkan suatu pernyakit tersebar secara luas. Proses perpindahan patogen dapat terjadi dengan berbagai cara, baik melalui penularan langsung ketika individu terinfeksi bertemu dengan individu peka di suatu tempat, maupun secara tidak langsung dengan perantaraan benda atau organisme lainnya. Pemahaman mengenai cara transmisi suatu penyakit dimanfaatkan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tersebut.
 
 

Penyebab Krisis Energi

Krisis energi salah satunya disebabkan oleh ketergantungan yang tinggi pada bahan bakar fosil. Sumber energi ini, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam, masih mendominasi konsumsi energi global. Ketergantungan ini membuat banyak negara rentan terhadap fluktuasi harga dan ketersediaan bahan bakar fosil di pasar internasional. Selain itu, upaya untuk memaksimalkan produksi energi terbarukan belum mencapai tingkat yang memadai. 

Energi terbarukan yang sedang dikembangkan oleh teknologi, seperti tenaga surya, angin, dan hidroelektrik belum mampu memberikan kontribusi yang cukup terhadap keseluruhan pasokan energi. Hambatan ini berasal dari berbagai tantangan teknis, ekonomi, dan regulasi yang menghambat adopsi luas energi terbarukan. Faktor ketiga yang memperburuk krisis energi adalah konflik geopolitik. Ketegangan politik dan konflik bersenjata di wilayah-wilayah penghasil energi seringkali mengganggu pasokan energi. Salah satu contohnya adalah konflik yang terjadi di Timur Tengah, daerah yang menjadi salah satu penghasil minyak bumi di dunia. Konflik tersebut dapat mempengaruhi distribusi minyak global, yang dapat berimbas pada harga dan ketersediaan energi di seluruh dunia.

Dampak Krisis Energi terhadap Ekonomi

Krisis energi memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi, terutama melalui kenaikan harga barang dan jasa. Ketika biaya energi meningkat, biaya produksi berbagai barang dan jasa turut meningkat tajam. Hal ini terutama dirasakan oleh perusahaan kecil dan menengah yang seringkali memiliki keterbatasan sumber daya untuk menyerap kenaikan biaya tersebut. Akibatnya, banyak perusahaan terpaksa menaikkan harga produk mereka, yang kemudian berdampak pada konsumen akhir. Inflasi menjadi salah satu dampak langsung dari krisis energi. Kenaikan harga energi sering kali menyebabkan lonjakan harga pada berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga makanan. Inflasi yang tidak terkendali dapat mengurangi daya beli masyarakat dan memperburuk ketidakpastian ekonomi. Dengan meningkatnya biaya hidup, banyak orang mungkin menunda atau mengurangi pengeluaran mereka, yang pada akhirnya memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Krisis energi juga berdampak pada investasi. Ketidakpastian harga energi membuat banyak investor ragu untuk berinvestasi dalam proyek-proyek baru. Hal ini menyebabkan berkurangnya aliran modal ke berbagai sektor ekonomi, yang pada gilirannya dapat menghambat inovasi dan pengembangan teknologi baru. Penurunan investasi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap produktivitas dan daya saing ekonomi suatu negara. Selain itu, krisis energi menyebabkan lapangan kerja menjadi terbatas. Banyak perusahaan yang mengalami peningkatan biaya produksi mungkin terpaksa melakukan pengurangan tenaga kerja untuk tetap bertahan. Dampak dari pengurangan pekerjaan adalah hilangnya pekerjaan individu yang dapat mempengaruhi kondisi perekonomian negara karena berkurangnya pendapatan rumah tangga dan konsumsi.

Dampak Krisis Energi terhadap Kehidupan Masyarakat

Krisis energi memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu dampak yang paling terasa adalah kenaikan harga bahan bakar yang drastis. Kenaikan ini tidak hanya mempengaruhi biaya transportasi, tetapi juga harga barang-barang kebutuhan pokok yang bergantung pada distribusi bahan bakar. Hal ini membuat masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk kebutuhan sehari-hari, yang pada gilirannya dapat mengurangi daya beli dan kesejahteraan umum mereka.

Biaya listrik dan gas yang melonjak juga menjadi beban tambahan bagi rumah tangga. Kenaikan tarif energi ini membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, terutama bagi mereka yang bergantung pada energi untuk kegiatan sehari-hari seperti memasak, penerangan, dan pemanasan. Rumah tangga dengan pendapatan rendah menjadi kelompok yang paling merasakan dampak ini, karena mereka memiliki keterbatasan dalam menyesuaikan anggaran mereka untuk mengatasi kenaikan biaya tersebut.

Solusi Mengatasi Krisis Energi

Krisis energi dapat ditangani dengan pemerintah yang mendorong penggunaan energi terbarukan. Pengembangan dan pemanfaatan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, harus menjadi prioritas utama. Langkah ini membantu pemerintah agar dapat terlepas dari ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim.

 

KETAHANAN PANGAN

 

Pangan merupakan hak bagi manusia atas hidupnya sehingga menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Selain itu, pemenuhan kebutuhan pangan merupakan  salah satu agenda penting pembangunan nasional. Hal ini tertuang dalam  tujuan kedua program  SDGs (Sustainable Development Goals)  yaitu  “mengakhiri kelaparan, mecapai ketahanan pangan, nutrisi yang lebih baik , dan mendukung pertanian berkelanjutan”. Pentingnya pangan tersebut memunculkan suatu susunan ketahanan pangan. Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus negara-negara di dunia tak hanya Indonesia. Ini karena produktivitas suatu negara berkaitan dengan kebutuhan pangan warganya yang tercukupi.  


EVALUASI

Setelah membaca materi diatas silahkan jawab pertanyaan dibawah ini

- Sebutkan pengertian global warming

- Jelaskan tentang ketahanan pangan

- Jelaskan tentang pengelolaan sampah yang baik

ditulis dibuku latihan dan dikumpulkan


KESIMPULAN 

- Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, lautan, dan daratan Bumi yang terjadi dalam jangka panjang. Fenomena ini terutama dipicu oleh aktivitas manusia yang menyebabkan akumulasi gas rumah kaca di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O). Pemanasan global berdampak luas, mulai dari perubahan iklim ekstrem hingga ancaman terhadap kesehatan dan ekonomi global.

Penyebab Utama

  • Emisi Gas Rumah Kaca: Pembakaran batu bara, minyak, dan gas untuk energi dan transportasi melepaskan karbon dioksida (CO_2) dan metana, yang memerangkap panas di atmosfer.
  • Deforestasi: Penebangan hutan mengurangi jumlah pohon yang menyerap CO_2, meningkatkan konsentrasinya di udara.
  • Pertanian dan Peternakan: Aktivitas ini menghasilkan metana, gas yang memiliki potensi pemanasan lebih tinggi daripada CO_2.
  • Limbah Industri: Limbah organik yang membusuk menghasilkan metana.


REFERENSI

- Buku paket IPA kelas 9

- https://www.walhi.or.id/kondisi-lingkungan-hidup-di-indonesia-di-tengah-isu-pemanasan-global

- https://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global 

- https://id.wikipedia.org/wiki/Air_bersih

- https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-lahat/baca-artikel/14891/Pengelolaan-Sampah-di-Indonesia.html 

- https://id.wikipedia.org/wiki/Penularan_penyakit 

- https://vokasi.unair.ac.id/krisis-energi-ancaman-bagi-stabilitas-ekonomi-dan-kehidupan-masyarakat/

 

TANAH DAN KEHIDUPAN

Mata pelajaran             : IPA

Fase/Kelas                   : D / VIII  

Materi                          : TANAH DAN KEHIDUPAN

Pertemuan                   :  1-3

Guru Pengampu          : SEPTYANA FORI

Waktu Pembelajran     : SELASA, 17 FEBRUARI 2026


Capaian Pembelajaran 

Siswa dapat Menghubungkan sifat fisika dan kimia tanah, organisme yang hidup dalam tanah dengan pentingnya tanah untuk keberlangsungan hidup manusia

 

Tujuan Pembelajaran :   Peserta didik dapat memahami tentang:         

                                      1.Menjelaskan komponen tanah

                                      2.Menganalisis sifat fisika dan kimia tanah

                                      3. Menguaraikan peran organisme tanah untuk keberlangsungan kehidupan

                                      4. Menjelaskan peran tanah dan cara melestarikan tanah


Alhamdulilah hari ini, kita bisa bertemu dalam pembelajaran IPA . Semoga dalam proses pembelajaran kita diberikan kemudahan dalam pemahaman amin …

Sebelum memasuki materi hari ini,  tak lupa ibu ingatkan untuk melaksanakan sholat dhuha dan marojaah .

Getaran, gelombang, dan bunyi merupakan satu kesatuan yang saliong berkaitan

cahaya dan alat optik dibagi menjadi dua yaityu alami dan buatan

 

Materi


 Apa Saja Komponen Penyusun Tanah?

Tanah tersusun dari 6 komponen, yaitu batuan, udara, humus, air, mineral, dan komponen organik lainnya. Berikut peran dari masing-masing komponen tanah:

Berikut lapisan – lapisan tanah : 

Bagian paling atas, tumbuhan memperoleh nutrisi berupa air dan mineral dari tanah; namun rentan kehilangan kandungan mineral dan nutrisi akibat kejadian alam seperti hujan, banjir, tanah longsor dan erosi apabila tidak ada tumbuhan yang hidup di atasnya. 

Erosi adalah berpindahnya sebagian lapisan tanah, merupakan bencana alam yang disebabkan oleh manusia, terjadi akibat derasnya arus air yang melewati kawasan bertanah dan mengikis lapisan tanah teratas yang subur serta banyak dihuni organisme tanah. Sehingga yang tersisa adalah tanah kurang subur dan kualitas tanah kurang baik. 

Kebanyakan air menyusup ke dalam tanah yang berlapis-lapis.

 1. Batuan

Batuan adalah bahan padat yang tersusun dari campuran mineral dan senyawa lainnya. Batuan terbentuk secara alami, berasal dari cairan magma yang keluar dari gunung berapi, lalu mengalami proses kristalisasi (pembekuan). Batuan, banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kerajinan, hingga hiasan kolam atau aquarium.

2. Udara

Ternyata, tanah juga mengandung udara, loh. Biasanya, udara ini terletak di sela-sela atau rongga batuan, di antara partikel-partikel tanah, di antara akar tumbuhan dengan tanah, ataupun di antara akar tumbuhan dengan batu-batuan. Udara dalam tanah dibentuk akibat aktivitas organisme dalam tanah. Udara dalam tanah dibutuhkan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.

3. Humus

Humus adalah jenis tanah yang sangat subur, karena terbentuk dari pelapukan daun, batang pohon, maupun makhluk hidup lain yang mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah. Humus berkontribusi besar bag kesuburan tanah. Selain itu, humus juga dapat meningkatkan kapasitas kandunfan air tanah, mencegah penggerusan tanah, menaikkan aerasi tanah, dan lain sebagainya.

4. Air

Air dalam tanah akan membuat tanah menjadi lembab, dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup organisme dalam tanah. Selain itu, air dalam tanah akan diserap oleh tumbuhan untuk proses regenerasi akar dan pertumbuhan tanaman. Manusia juga dapat memanfaatkan air tanah untuk kebutuhan pokok, seperti minum, masak, mandi, dan sebagainya.

5. Mineral

Mineral yang terkandung dalam tanah, biasanya berasal dari pelapukan batuan. Mineral ini bisa berupa ion-ion, seperti kalium, kalsium, magnesium, nitrat, fosfat, atau sulfat. Mineral dalam tanah mempunyai peran yang sangat penting, di antaranya sebagai indikator cadangan sumber hara dan indikator muatan tanah, beserta lingkungan pembentukkannya.



Peran Tanah bagi Kehidupan

peran atau fungsi tanah bagi kehidupan kita

 1. Sebagai alat pertumbuhan tanaman

Ketika kamu menanam padi atau jagung  tentunya kamu bertujuan untuk mendapatkan hasil panen yang bagus  supaya kamu mendapatkan uang yang banyak ketika menjualnya.  agar kamu bisa mendapatkan hasil panen yang baik, tanah memegang peranan penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman.dengan menampung air (kelembaban) dan mempertahankan jumlah pemasukan oksigen di dalam air, sehingga mineral dan nutrisi yang diberikan kepada tanaman memiliki kualitas yang baik.

Selain memberikan nutrisi, tanah juga memberikan perlindungan kepada akar dan tanaman,  Perlindungan yang diberikan memiliki tujuan agar akar tetap tegak saat pertumbuhan berlangsung, juga melindungi tanaman dari erosi dan kerusakan.

 

2. Sistem penyaringan air

  Air tanah berasal dari air hujan yang turun ke tanah. Di permukaan tanah, air memang kotor. Tapi itu hanya sebagian dari air hujan yang turun. Kebanyakan air menyusup ke dalam tanah yang berlapis-lapis.

Lapisan-Lapisan Tanah

Lapisan-lapisan tanah.

 

Debu, bahan kimia dan kotoran lainnya disaring oleh lapisan-lapisan tanah. Lalu pada lapisan tertentu, terdapat air yang bersih dan jernih, yang kemudian bisa kamu gunakan untuk menyiram tanamanmu.

 

3. Penyimpan gas karbon dan gas atmosfer lainnya

Rerumputan dan tumbuhan yang berkualitas dihasilkan dari tanah yang mendaur ulang nutrisi dan gas-gas hasil dari efek rumah kaca, seperti Fosfor (P), Nitrogen (N), dan karbondioksida (CO2)

Selain menghasilkan rerumputan yang berkualitas, dengan menampung gas-gas tersebut, tanah juga berperan untuk mengurangi gas yang dihasilkan dari efek rumah kaca yang sedang terjadi saat ini.

 

4. Habitat untuk serangga dan organisme lainnya

peran tanah - habitat para serangga

 Bagi serangga dan organisme lainnya, tanah menjadi tempat tinggal untuk mendapatkan udara dan makanan yang mereka butuhkan. Selain itu, serangga juga membutuhkan tempat untuk bertelur dan menetaskan telurnya.

 Peran Organisme Tanah bagi Kehidupan

Peran tanah sangat penting untuk membantu kebutuhan kita. Sebabnya, kita harus menjaga kesehatan tanah. dalam membantu meningkatkan kualitas dan kinerja tanah. Kita dibantu oleh organisme-organisme yang tinggal di tanah.  simak gambar berikut untuk mengetahui peran organisme tanah!

Peran Organisme Tanah

Peran organisme tanah.

Di samping itu, terdapat juga peran organisme tanah yang membantu memaksimalkan kinerja tanah. Hal ini menunjukkan adanya interaksi di dalam sebuah ekosistem, yang membuktikan bahwa selama kita hidup, akan selalu ada yang namanya kerja sama.

 

Proses pembentukan tanah dapat dikelompokkan menjadi beberapa tahap utama, yaitu sebagai berikut.

  • Pelapukan Fisik

Terjadi karena adanya proses mekanis, seperti perubahan suhu, pembekuan, dan tekanan akibat akar tanaman menyebabkan pecahan fisik batuan menjadi fragmen yang lebih kecil.

  • Pelapukan Kimia

Terjadi karena adanya reaksi kimia antara air, gas, dan mineral dalam batuan induk menyebabkan perubahan struktur kimia dan mineral. Contoh umum termasuk oksidasi (misalnya, karat pada besi) dan hidrolisis (pemecahan mineral oleh air).

  • Pelapukan Biologis

Terjadi karena adanya aktivitas organisme hidup, seperti akar tanaman dan mikroba, menghasilkan bahan organik yang kemudian mengubah sifat kimia dan struktur tanah.

Proses Pelunakan Struktur

Proses dimana batu yang telah pecah menjadi pecahan yang lebih kecil akan mengalami pelunakan. Hal ini disebabkan oleh air dan udara saling mengikis batuan kecil-kecil tersebut. Dalam proses ini air dan udara akan masuk melewati celah-celah batuan yang akan melunakan batuan kecil tersebut. Dalam proses pelunakan akan menciptakan sebuah tempat hidup bagi mikroba dan lumut. Hal ini dikarenakan rongga dan permukaan batuan yang terkikis oleh air dan udara akan menjadi tempat makhluk hidup untuk tumbuh. Proses dari pelunakan batuan kecil ini membutuhkan waktu yang cukup lama, akan tetapi lebih cepat dari pada proses pelapukan batuan.

Proses Tumbuhan Tanaman Perintis

Setelah melewati proses pelunakan dari struktur batuan yang lebih kecil. Tahapan selanjutnya adalah proses tumbuhnya keanekaragaman hayati tenaman perintis. Tumbuhan yang hidup disini adalah naman yang ukurannya lebih besar dari pada lumut. Tumbuhan sudah mempunyai akar yang masuk melalui celah batuan yang lunak. Hal ini disebabkan batuan yang lunak tersebut kaya akan kondisi air yang ada di dalam batuan tersendiri. Asam humus yang ada di dalam batuan akan mengalir melalui celah batuan dan akan membuat batuan tersebut menjadi lapuk sempurna. Pada proses ini biasanya sering disebut dengan pelapukan biologis.

Proses Penyuburan

Proses penyuburan adalah suatu proses dimana batuan yang telah menjadi tanah mendapatkan bahan-bahan organik dari organisme di atasnya. Tanah yang semula hanya mempunyai kandungan mineral saja, dalam proses ini akan mengalami penggemburan, yaitu proses dimana tanah akan bertambah subur seiring adanya pelapukan organik. Organisme tanah juga akan berpengaruh terhadap proses terbentuknya tanah.    

Sifat Fisik dan Kimia Tanah

Sifat fisik tanah adalah sifat yang dapat dilihat atau diamati secara langsung, seperti tekstur tanah, struktur tanah, konsistensi tanah, warna, suhu, drainase, dll.

  1. Tekstur tanah, salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air.
  2. Struktur tanah, faktor yang berperan dalam mempengaruhi bentuk, ukuran, dan kepadatan tanah.
  3. Konsistensi tanah, merupakan karakteristik tanah yang akan menunjukkan gaya kohesi dan adhesi tanah pada berbagai kelembapan.
  4. Warna tanah, perbedaan warna tanah disebabkan oleh organisme tanah dan bahan organik di dalam tanah.
  5. Suhu tanah, semakin tinggi suhu tanah, maka akan semakin tinggi juga mikrobiologi dan perkecambahan yang dapat terjadi.

Sifat Kimia Tanah

Sifat kimia tanah adalah sifat yang tidak bisa diamati secara langsung, seperti struktur atau penyusun tanah: unsur hara, pH, dll.

  1. Unsur hara, merupakan unsur kimia (nutrisi) yang diperlukan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
  2. pH tanah, sifat kimia yang menunjukkan derajat keasaman tanah. Normalnya pH tanah berkisar antara 6,6 – 7,5.

Organisme Penyusun Tanah

Organisme tanah ini contohnya cacing, ia berada pada lapisan tanah bagian atas di bawah permukaan tanah. Berikut ini macam-macam organisme tanah.

Dekomposer

Peranan yang satu ini sangat penting bagi ekosistem. Dekomposer atau organisme pengurai akan melakukan penguraian terhadap bahan organik yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, misalnya jasad yang sudah mati, daun-daun dan ranting yang jatuh ke tanah. Nah, bahan-bahan itu kemudian diuraikan menjadi lebih sederhana untuk menghasilkan unsur-unsur nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Unsur-unsur tersebut sangat penting bagi tumbuhan, yaitu sebagai pupuk. Contoh dekomposer adalah bakteri, cacing, dan fungi.

Selain itu, ada beberapa senyawa yang dihasilkan oleh dekomposer tidak bisa langsung digunakan oleh tumbuhan. Diperlukan organisme lain seperti mikoriza atau jamur untuk menguraikannya menjadi senyawa lain agar tumbuhan bisa memanfaatkannya.

Pengurai Polutan

Organisme tanah juga berperan dalam menguraikan polutan di dalam tanah  bahwa di dalam tanah ada banyak sekali polutan seperti limbah pertanian (pestisida), limbah rumah tangga (detergen), dan limbah pabrik. Semua itu jika berlebihan akan buruk bagi tumbuhan. Misalnya sayuran yang ditanam di sekitar tempat pembuangan limbah pabrik harus diwaspadai kandungannya, sayuran yang harusnya baik bagi tubuh, justru bisa menjadi racun.

Untuk menguraikan polutan tersebut, dibutuhkan organisme tanah yang banyak juga untuk mempercepat proses penguraian limbah agar zat-zat berbahaya bisa segera diuraikan menjadi zat yang tidak berbahaya.

Pemberi Pengaruh pada Tekstur

Organisme tanah dapat mempengaruhi struktur tanah lho. Sebelumnya kita udah membahas struktur-struktur tanah yang dilihat dari teksturnya, komposisi, dll.

Membuat Tanah Gembur

struktur tanah lempung, lumpur, dan pasir. Ketiganya memiliki tingkatan partikel yang berbeda-beda.  perbedaan tersebut dikarenakan adanya bahan organik yang dihasilkan oleh organisme tanah. Lendir yang dihasilkan oleh organisme tanah akan menyatu dan membentuk gumpalan-gumpalan tanah.

Organisme tanah bisa membuat pori-pori untuk menggemburkan tanah. Kalau tanah gembur, maka tanaman juga akan tubuh dengan subur.

Manfaat Tanah Bagi Kehidupan

Setelah mengetahui pengertian tanah dan strukturnya, sekarang mari kita bahas tentang manfaatnya bagi kehidupan. Tentu ada banyak sekali manfaat yang diberikan oleh tanah, khususnya bagi kita makhluk hidup. ada lima manfaat besar tanah bagi kehidupan, yaitu: keanekaragaman hayati, produktivitas pertanian, penyedia air bersih dan pencegah banjir, mitigasi perubahan iklim, dan bisnis.

 

EVALUASI:

Setelah kalian membacamateri diatas silahkan kalian kerjakan tugas dibawah ini
 
- Gambarkan lapisan-lapisan tanah serta beri keterangannya
- Sebutkan macam-macam tekstur tanah

Dikerjakan di buku latihan dan dikumpulkan
 
 
 
KESIMPULAN
 
- Tanah adalah komponen penting dalam kelangsungan hidup di bumi, misalnya tumbuhan.
 
- Peran tanah bagi makhluk hidup yaitu : tempat hidup hewan dan bakteri; penyedia kebutuhan dan
  penunjang kesehatan manusia; penyedia dan penyaring air.  
 
-Dekomposer : Organisme tanah melakukan dekomposisi atau penguraian bahan-bahan organik yang 
  berasal dari sisa makhluk hidup. Misalnya, daun-daun yang jatuh ke tanah, ranting-ranting, dan jasad
  hewan yang telah mati menjadi materi organik yang lebih sederhana; Membantu pelapukan bantuan 
  menjadi bahan anorganik atau mineral tanah.   
 
 
REFERENSI
 
- Buku Paket IPA Kelas
 
- https://www.ruangguru.com/blog/peran-tanah-dan-organisme-tanah 

- https://wwwscribd.com/document/499437520/9-Tanah-dan-keberlangsungan-kehidupan



 

Senin, 16 Februari 2026

PERMASALAHAN LINGKUNGAN

Pelajaran.                     : IPA

Fase/Kelas                   : D / IX

Materi                          : PERMASALAHAN LINGKUNGAN

Pertemuan                    : 1-3

Guru Pengampu           : SEPTYANA FORI

Waktu Pembelajran      : SENIN,  16 FEBRUARI 2026


Capaian Pembelajaran :

Pada akhir fase D, peserta didik mampu: 

 

mengidentifikasi dan menganalisis berbagai isu lingkungan lokal dan global, memahami penyebab dan dampaknya terhadap kehidupan, serta merancang dan melakukan upaya sederhana dalam mengatasi isu lingkungan tersebut dengan mempertimbangkan prinsip keberlanjutan.

 

   

Tujuan Pembelajaran :   Peserta didik dapat memahami tentang:         

1.Peserta didik dapat mengidentifikasi kerusakan nlingkungan

2.Peserta didik dapat menjelaskan tentang pemanasan global

3.Peserta didik dapat menjelaskan tentang kerusakan lingkungan di indonesi

 

   

Alhamdulilah hari ini, kita bisa bertemu dalam pembelajaran IPA . Semoga dalam proses pembelajaran kita diberikan kemudahan dalam pemahaman amin …

Sebelum memasuki materi hari ini,  tak lupa ibu ingatkan untuk melaksanakan sholat dhuha dan marojaah .

Baik anak-anak sebelum memulai pembelajaran ibu akan memberikan motivasi agar kalian lebih giat dalam pembelajaran ipa, tetap semangat karena sdh kelas 9 akan menghadapi kelulusan


Tekaanan zat dibagi menjadi tekanan zat padat, cair, dan gas

Tekanan zat dalam kehidupan sehari-hari contohnya pada hukum archimedes adanya zat yang terapung, melayang, dan tenggelam

 

Materi


Di tengah isu pemanasan global yang sekarang ini dampaknya semakin sering kita rasakan bahkan mulai menjamah negara-negara Eropa dan Amerika, ternyata kasus perusakan lingkungan hidup di indonesia justru terjadi semakin parah. 

 


Pemanasan global (global warming) adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi secara bertahap, terutama disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi. Fenomena ini menyebabkan perubahan iklim ekstrem, pencairan es kutub, dan kenaikan permukaan laut.
Berikut adalah rincian mengenai pemanasan global berdasarkan berbagai sumber:
1. Penyebab Utama
  • Emisi Gas Rumah Kaca: Pembakaran batu bara, minyak, dan gas untuk energi dan transportasi melepaskan karbon dioksida (CO_2) dan metana, yang memerangkap panas di atmosfer.
  • Deforestasi: Penebangan hutan mengurangi jumlah pohon yang menyerap CO_2, meningkatkan konsentrasinya di udara.
  • Pertanian dan Peternakan: Aktivitas ini menghasilkan metana, gas yang memiliki potensi pemanasan lebih tinggi daripada CO_2.
  • Limbah Industri: Limbah organik yang membusuk menghasilkan metana.
2. Dampak Pemanasan Global
  • Iklim Tidak Stabil: Perubahan pola curah hujan, cuaca ekstrem, dan kemarau panjang.
  • Peningkatan Permukaan Laut: Mencairnya gletser dan lapisan es di kutub meningkatkan volume laut.
  • Gangguan Ekosistem: Kerusakan terumbu karang akibat suhu air laut meningkat dan pengasaman, mengancam spesies laut.
  • Dampak Kesehatan: Meningkatnya penyakit terkait panas (heat stroke) dan potensi masalah kesehatan akibat kualitas udara/air yang menurun.
3. Cara Menanggulangi dan Mengurangi
  • Efisiensi Energi: Menghemat listrik dan menggunakan lampu hemat energi.
  • Transportasi Ramah Lingkungan: Bersepeda, berjalan kaki, atau menggunakan transportasi umum.
  • Reboisasi: Menanam kembali hutan untuk menyerap karbon dioksida.
  • Pengurangan Plastik: Mengurangi penggunaan produk plastik sekali pakai.
Sejak 100 tahun terakhir, suhu bumi telah meningkat signifikan, dan dekade terakhir tercatat sebagai tahun-tahun terpanas. Upaya global seperti Perjanjian Paris bertujuan membatasi peningkatan suhu hingga 1,5 derajat Celcius untuk mencegah dampak terburuk. 
 

Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer Bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, metana dan dinitrogen monoksida yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Gas-gas rumah kaca berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Namun, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C, bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C dari suhunya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan perubahan iklim yang sangat mengancam.

 

AIR BERSIH

 

Air bersih adalah air yang aman digunakan untuk keperluan sehari-hari (mandi, mencuci, memasak) yang memenuhi standar kualitas fisik, kimia, dan mikrobiologi, serta layak minum setelah dimasak

Kriteria Air Bersih (Syarat Kesehatan):
  • Fisik: Jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan bersuhu sejuk (10–25 °C).
  • Kimia: Kadar logam berat, besi, dan mangan berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.
  • Mikrobiologi: Bebas dari bakteri berbahaya seperti E. coli.
Pentingnya Air Bersih:
  • Kesehatan: Mencegah penyakit berbasis air seperti diare, kolera, disentri, tipes, dan penyakit kulit.
  • Kehidupan Sehari-hari: Memenuhi kebutuhan dasar, dengan standar kebutuhan manusia setidaknya 60 liter/orang/hari.
  • Ekosistem: Menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah pencemaran air.
Cara Menjaga Kualitas Air Bersih:
  • Jarak sumber air bersih (sumur) dengan septictank/jamban minimal 10 meter.
  • Memastikan sarana air (sumur, pipa) terlindungi dari cemaran lingkungan.
  • Mengolah air dengan penyaringan dan disinfektan jika diperlukan.
Air bersih berbeda dengan air minum, di mana air bersih memerlukan proses pemasakan atau pengolahan lanjutan agar aman dikonsumsi langsung.

 

PENGELOLAAN SAMPAH 

 
 
Sampah yang kita hasilkan biasanya kita buang ke tempat sampah dan kemudian kita bawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). TPS yaitu tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu. Dari TPS, sampah akan diangkut dan dibawa oleh Dinas Lingkungan menggunakan truk sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). TPA adalah tempat untuk  
 
PENYEBARAN PENYAKIT
 
Dalam kedokteran, kesehatan masyarakat, dan biologi, penularan atau transmisi adalah perpindahan patogen yang menyebabkan penyakit menular dari individu atau kelompok inang yang terinfeksi ke individu atau kelompok tertentu lainnya. Perpindahan ini memungkinkan suatu pernyakit tersebar secara luas. Proses perpindahan patogen dapat terjadi dengan berbagai cara, baik melalui penularan langsung ketika individu terinfeksi bertemu dengan individu peka di suatu tempat, maupun secara tidak langsung dengan perantaraan benda atau organisme lainnya. Pemahaman mengenai cara transmisi suatu penyakit dimanfaatkan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tersebut.
 
 

Penyebab Krisis Energi

Krisis energi salah satunya disebabkan oleh ketergantungan yang tinggi pada bahan bakar fosil. Sumber energi ini, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam, masih mendominasi konsumsi energi global. Ketergantungan ini membuat banyak negara rentan terhadap fluktuasi harga dan ketersediaan bahan bakar fosil di pasar internasional. Selain itu, upaya untuk memaksimalkan produksi energi terbarukan belum mencapai tingkat yang memadai. 

Energi terbarukan yang sedang dikembangkan oleh teknologi, seperti tenaga surya, angin, dan hidroelektrik belum mampu memberikan kontribusi yang cukup terhadap keseluruhan pasokan energi. Hambatan ini berasal dari berbagai tantangan teknis, ekonomi, dan regulasi yang menghambat adopsi luas energi terbarukan. Faktor ketiga yang memperburuk krisis energi adalah konflik geopolitik. Ketegangan politik dan konflik bersenjata di wilayah-wilayah penghasil energi seringkali mengganggu pasokan energi. Salah satu contohnya adalah konflik yang terjadi di Timur Tengah, daerah yang menjadi salah satu penghasil minyak bumi di dunia. Konflik tersebut dapat mempengaruhi distribusi minyak global, yang dapat berimbas pada harga dan ketersediaan energi di seluruh dunia.

Dampak Krisis Energi terhadap Ekonomi

Krisis energi memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi, terutama melalui kenaikan harga barang dan jasa. Ketika biaya energi meningkat, biaya produksi berbagai barang dan jasa turut meningkat tajam. Hal ini terutama dirasakan oleh perusahaan kecil dan menengah yang seringkali memiliki keterbatasan sumber daya untuk menyerap kenaikan biaya tersebut. Akibatnya, banyak perusahaan terpaksa menaikkan harga produk mereka, yang kemudian berdampak pada konsumen akhir. Inflasi menjadi salah satu dampak langsung dari krisis energi. Kenaikan harga energi sering kali menyebabkan lonjakan harga pada berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga makanan. Inflasi yang tidak terkendali dapat mengurangi daya beli masyarakat dan memperburuk ketidakpastian ekonomi. Dengan meningkatnya biaya hidup, banyak orang mungkin menunda atau mengurangi pengeluaran mereka, yang pada akhirnya memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Krisis energi juga berdampak pada investasi. Ketidakpastian harga energi membuat banyak investor ragu untuk berinvestasi dalam proyek-proyek baru. Hal ini menyebabkan berkurangnya aliran modal ke berbagai sektor ekonomi, yang pada gilirannya dapat menghambat inovasi dan pengembangan teknologi baru. Penurunan investasi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap produktivitas dan daya saing ekonomi suatu negara. Selain itu, krisis energi menyebabkan lapangan kerja menjadi terbatas. Banyak perusahaan yang mengalami peningkatan biaya produksi mungkin terpaksa melakukan pengurangan tenaga kerja untuk tetap bertahan. Dampak dari pengurangan pekerjaan adalah hilangnya pekerjaan individu yang dapat mempengaruhi kondisi perekonomian negara karena berkurangnya pendapatan rumah tangga dan konsumsi.

Dampak Krisis Energi terhadap Kehidupan Masyarakat

Krisis energi memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu dampak yang paling terasa adalah kenaikan harga bahan bakar yang drastis. Kenaikan ini tidak hanya mempengaruhi biaya transportasi, tetapi juga harga barang-barang kebutuhan pokok yang bergantung pada distribusi bahan bakar. Hal ini membuat masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk kebutuhan sehari-hari, yang pada gilirannya dapat mengurangi daya beli dan kesejahteraan umum mereka.

Biaya listrik dan gas yang melonjak juga menjadi beban tambahan bagi rumah tangga. Kenaikan tarif energi ini membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, terutama bagi mereka yang bergantung pada energi untuk kegiatan sehari-hari seperti memasak, penerangan, dan pemanasan. Rumah tangga dengan pendapatan rendah menjadi kelompok yang paling merasakan dampak ini, karena mereka memiliki keterbatasan dalam menyesuaikan anggaran mereka untuk mengatasi kenaikan biaya tersebut.

Solusi Mengatasi Krisis Energi

Krisis energi dapat ditangani dengan pemerintah yang mendorong penggunaan energi terbarukan. Pengembangan dan pemanfaatan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, harus menjadi prioritas utama. Langkah ini membantu pemerintah agar dapat terlepas dari ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim.

 

KETAHANAN PANGAN

 

Pangan merupakan hak bagi manusia atas hidupnya sehingga menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Selain itu, pemenuhan kebutuhan pangan merupakan  salah satu agenda penting pembangunan nasional. Hal ini tertuang dalam  tujuan kedua program  SDGs (Sustainable Development Goals)  yaitu  “mengakhiri kelaparan, mecapai ketahanan pangan, nutrisi yang lebih baik , dan mendukung pertanian berkelanjutan”. Pentingnya pangan tersebut memunculkan suatu susunan ketahanan pangan. Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus negara-negara di dunia tak hanya Indonesia. Ini karena produktivitas suatu negara berkaitan dengan kebutuhan pangan warganya yang tercukupi.  


EVALUASI

Setelah membaca materi diatas silahkan jawab pertanyaan dibawah ini

- Sebutkan pengertian global warming

- Jelaskan tentang ketahanan pangan

- Jelaskan tentang pengelolaan sampah yang baik

ditulis dibuku latihan dan dikumpulkan


KESIMPULAN 

- Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, lautan, dan daratan Bumi yang terjadi dalam jangka panjang. Fenomena ini terutama dipicu oleh aktivitas manusia yang menyebabkan akumulasi gas rumah kaca di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O). Pemanasan global berdampak luas, mulai dari perubahan iklim ekstrem hingga ancaman terhadap kesehatan dan ekonomi global.

Penyebab Utama

  • Emisi Gas Rumah Kaca: Pembakaran batu bara, minyak, dan gas untuk energi dan transportasi melepaskan karbon dioksida (CO_2) dan metana, yang memerangkap panas di atmosfer.
  • Deforestasi: Penebangan hutan mengurangi jumlah pohon yang menyerap CO_2, meningkatkan konsentrasinya di udara.
  • Pertanian dan Peternakan: Aktivitas ini menghasilkan metana, gas yang memiliki potensi pemanasan lebih tinggi daripada CO_2.
  • Limbah Industri: Limbah organik yang membusuk menghasilkan metana.


REFERENSI

- Buku paket IPA kelas 9

- https://www.walhi.or.id/kondisi-lingkungan-hidup-di-indonesia-di-tengah-isu-pemanasan-global

- https://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global 

- https://id.wikipedia.org/wiki/Air_bersih

- https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-lahat/baca-artikel/14891/Pengelolaan-Sampah-di-Indonesia.html 

- https://id.wikipedia.org/wiki/Penularan_penyakit 

- https://vokasi.unair.ac.id/krisis-energi-ancaman-bagi-stabilitas-ekonomi-dan-kehidupan-masyarakat/