Selasa, 27 Oktober 2026

GERAK DAN GAYA

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal        : Selasa, 27 Oktober 2026

Fase/Kelas           : D/VII A - VII E

Materi                  : GERAK DAN GAYA

Pertemuan           : Ke 1

 

Capaian Permbelajaran:

Pada akhir fase D Peserta didik mampu mengidentifikasi gerak, percepatan, perpindahan, gerak relatif dan gaya serta hukum newton dalam teknologi dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

 

Tujuan Pembelajaran:

Siswa mampu mendefinisikan gerak dan gaya benda, mengetahui besaran pokok dan turunan, mengetahui rumus-rumus pada gerak, dan memahami Hukum Newton

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita bagaimana kita berjalan ke sekolah yang berkaitan dengan materigerak dan gaya

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi gerak dan gaya serta bagaimana terjadinya perpindahan benda yang terjadi di kehidupan sehari-hari 

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

 

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan  gerak dan gaya benda, mengetahui besaran pokok dan turunan, mengetahui rumus-rumus pada gerak, dan memahami Hukum Newton dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


 Materi Pembelajaran :  

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi suhu, kalor, dan pemuaian ini, mari kita renungi:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Bumi yang kita diami dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari tentang gerak dan gaya yang menarik ini adalah ciptaan Allah SWT. Gerak dan gaya ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui tentang gerak dan gaya dalam teknologi ini dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya 
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): suhu, kalor, dan pemuaian  ini adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat yang tak terhingga. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia." 

 

Gerak Benda

Gerak adalah perubahan jarak dan/atau posisi benda terhadap titik acuan yang pilih. Jarak tempuh adalah informasi tentang nilai lintasan yang dilalui gerak benda.

BAB 4 GERAK DAN GAYA BENDA

Perpindahan dan Jarak Tempuh Benda

Makhluk hidup bergerak dengan kemauan dirinya sendiri untuk mencari makanan. Lemari bergerak karena didorong oleh ayah. Gerak semua benda tersebut memerlukan informasi besarnya perpindahan yang diperlukan dari satu posisi ke posisi lainnya atau informasi tentang nilai lintasan yang dilalui gerak benda yang dikenal dengan jarak tempuh.

Perpindahan adalah seberapa jauh suatu benda berpindah dihitung dari titik awal acuan, tanpa memperhatikan bentuk lintasan, apakah berkelok-kelok atau lurus. Semuanya diukur dengan menarik garis lurus dari posisi awal hingga posisi akhir benda.

Dengan membandingkan jarak tempuh terhadap waktu,  akan mendapatkan nilai kelajuan sebuah benda ketika bergerak. 

Kelajuan dapat ditulis dalam persamaan berikut.

Keterangan:

v = Kelajuan, satuannya m/s

s = Jarak tempuh, satuannya meter (m)

t = waktu, satuannya adalah sekon atau detik (s)

 

Dalam gerak benda ada istilah gerak nyata dan gerak semu.


Gerak nyata yaitu ketika benda tersebut benar-benar bergerak. misalkan kita berjalan kaki ke sekolah, nah kita nya benar-benar bergerak dengan kaki kan?


Gerak semu adalah benda yang sebenarnya diam namun oleh pengamat teramati bahwa benda tersebut seolah-olah bergerak. Misalkan kita naik bus, terus melihat pohon pohon di jalan, pohon itu seakan bergerak berlari-larian padahal nyatanya tidak. Nah gerakan pohon itu yang disebut dengan
gerak semu

Untuk kelajuan rata-rata berlaku persamaan berikut.

 

 

Bagaimana Kita Menghitung Kecepatan Sebuah Benda?

Kecepatan rata-rata dapat dinyatakan oleh persamaan berikut.

 


Percepatan adalah besarnya pertambahan kecepatan tiap satuan waktu.

Percepatan dapat dituliskan dengan persamaan berikut.

 

Gaya

Gaya adalah sesuatu berupa dorongan atau tarikan yang dapat menyebabkan benda bergerak.Tidak hanya itu, gaya juga dapat menyebabkan perubahan arah, bentuk dan kecepatan sebuah benda.

Arah resultan untuk kasus gaya pada meja yang didorong tersebut total kedua gaya yang saling berlawanan.

Resultan kedua gaya adalah:

                R = F1 + (- F2)

Arah dan resultan kedua gaya adalah nol. Jika ada gaya-gaya yang segaris dan searah lebih dari satu, maka besar resultan gaya-gaya tersebut adalah jumlah semua gaya itu.

                R = F1 + F2 + F3 + ………. dan seterusnya

 

Macam-Macam Gaya

Ada berbagai maca gaya yang dapat langsung kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya seperti gaya otot, gaya pegas, gaya magnet, gaya mesin, gaya listrik, gaya gravitasi dan gaya gesekan.

Gaya gesek adalah gaya yang ditimbulkan oleh dua benda yang saling bergesekan dan arahnya berlawanan dengan arah gerak benda. Gaya gesek dapat dipengaruhi oleh kekasaran permukaan benda dan berat benda, tetapi tidak dipengaruhi luas permukaan benda.

Hukum I Newton 

bisa ditulis dengan persamaan ∑F = 0.

penerapan hukum newton I

Orang-orang terdorong ke depan ketika bus tiba-tiba berhenti (sumber: giphy.com)

Contoh penerapan Hukum I Newton, yaitu pada saat kita sedang naik bus yang bergerak dengan kecepatan tetap (konstan). Tubuh kita ada pada posisi duduk nyaman. Namun, ketika supir bus mengerem mendadak. Maka, otomatis tubuh kita pada saat itu akan terdorong ke depan.

Hukum II Newton

Bunyi Hukum II Newton dan Rumusnya

Hukum II Newton berkaitan dengan keadaan benda yang bergerak, di mana massa benda dan gaya yang diberikan pada benda tersebut diperhitungkan. Hukum ini juga menjelaskan bahwa ketika resultan gaya yang bekerja pada suatu benda nggak sama dengan nol, maka benda tersebut akan bergerak dengan suatu percepatan tertentu. Artinya, benda yang bergerak ini memiliki percepatan, ya.

Secara matematis, rumus Hukum II Newton dapat ditulis dengan persamaan berikut ini:

Rumus/Persamaan Hukum II Newton

 Dari bunyi Hukum II Newton dan persamaan di atas, kita tahu bahwa percepatan berbanding lurus dengan gaya yang bekerja pada benda dan berbanding terbalik dengan massa bendanya. Artinya, semakin besar gaya yang diberikan pada suatu benda, maka percepatan benda juga semakin besar. Sebaliknya, semakin besar massa benda, maka percepatan benda justru semakin kecil.

Contoh dari Hukum II Newton ini, misalnya kamu punya sebuah mobil mainan. Lalu, kamu menarik mobil mainan itu. Maka mobil tersebut akan mulai bergerak. Semakin kuat kamu menariknya, akan semakin cepat mobil itu bergerak. Hal ini sesuai dengan pernyataan bahwa semakin besar gaya yang diberikan pada benda, maka percepatan benda juga semakin besar.

Tapi, ketika di atas mobil mainan itu kamu kasih beban. Kira-kira apa yang terjadi? Pasti kamu merasa lebih berat kan saat menarik mobil mainannya dan gerakannya juga lebih lambat. hal ini sesuai dengan pernyataan semakin besar massa benda, maka percepatan benda semakin kecil. 

penerapan hukum newton II

Truk yang membawa beban dengan massa yang lebih besar akan semakin kecil percepatannya. (sumber: giphy.com)


Hukum III Newton

Bunyi Hukum III Newton dan Rumusnya

Hukum III Newton ini berkaitan dengan gaya aksi dan reaksi. Maksudnya adalah setiap benda yang kita berikan gaya aksi, maka benda tersebut akan kembali memberikan gaya reaksi yang sama besar terhadap kita. Tapi inget ya, arahnya berlawanan. Jadi, Hukum III Newton dapat ditulis dengan persamaan Faksi = -Freaksi.

contoh hukum 3 newton

Saat mendayung, gerakan tangan ke belakang, tapi perahu akan bergerak ke depan. (sumber: giphy.com)

Contoh dari Hukum III Newton ini adalah pada saat kamu mendayung perahu. Coba perhatikan deh. Sewaktu kamu menggerakkan dayung ke arah belakang, perahu yang kamu kendarai akan bergerak ke depan. Hal ini terjadi karena ada gaya aksi yang kita berikan melalui dayung (kita mendayung adalah gaya aksi), sehingga perahu akan memberikan gaya reaksi yang sama besar tetapi arahnya berlawanan, yaitu dengan bergerak ke depan.

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan gerak

2. Jelaskan tentang gaya

3. Tuliskan bunyi hukum newton 1, newton 2, dan newton 3

4. Tuliskan contoh-contoh dari hukum newton 1,2 dan 3


Kesimpulan materi:

- Gerak adalah perubahan jarak dan/atau posisi benda terhadap titik acuan yang pilih. Jarak tempuh adalah informasi tentang nilai lintasan yang dilalui gerak benda.

- Gaya adalah sesuatu berupa dorongan atau tarikan yang dapat menyebabkan benda bergerak.Tidak hanya itu, gaya juga dapat menyebabkan perubahan arah, bentuk dan kecepatan sebuah benda.

- Contoh penerapan Hukum I Newton, yaitu pada saat kita sedang naik bus yang bergerak dengan kecepatan tetap (konstan). Tubuh kita ada pada posisi duduk nyaman. Namun, ketika supir bus mengerem mendadak. Maka, otomatis tubuh kita pada saat itu akan terdorong ke depan.


Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

 

 

 

JENIS-JENIS KATROL

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Selasa, 27  Oktober 2026

Fase/Kelas           : D/VIII A - VIII B

Materi                  : JENIS-JENIS KATROL

Pertemuan           : ke 3


Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D Peserta didik mampu memahami konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana  pada sistem gerak., dan jenis-jenis katrol

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis tentang konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol.

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya energi pada saat buah jatuh daru pohon yang berkaitan dengan materi konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi dari usaha, energi, dan pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan tentang usaha, energi, dan pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol kemudian Mengklasifikasikan jenis-jenis usaha, energi, dan pesawat sederhana yang bekerja pada sistem gerak tubuh serta Menganalisis perhitungan yang terdapat pada materi ini yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


MATERI

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi struktur dan fungsi tubuh pada makhluk hidup ini, mari kita bersyukur atas sebaik-baiknya bentuk penciptaan fisik dan amanah dalam merawat tubuh

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di dunia atau bumi yang kita pijak serta akal yang kita gunakan untuk mempelajari usaha, energi, dan peswat sederhana, dan jenis-jenis katrol adalah ciptaan Allah. Energi yang ada di bumi ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan alam dan manusia dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui usaha, energi, dan pesawat sederhana serta fungsinya dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Organ-organ pernapasan pada manusia adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."

 

 Jenis-Jenis Katrol

jenis-jenis katrol

Selain tuas dan bidang miring, katrol juga termasuk salah satu jenis pesawat sederhana,

Pengertian Katrol

Berdasarkan definisinya, katrol adalah pesawat sederhana yang berbentuk roda beralur yang dapat berputar pada porosnya. Di dalam alur roda tersebut, dipasang tali, rantai, atau kabel yang menghubungkan beban dengan gaya tarik.  ketika tali ini kita tarik, roda katrol akan berputar dan membantu mengurangi gaya yang diperlukan untuk mengangkat benda.

 

Fungsi Katrol

Seperti jenis pesawat sederhana lainnya, fungsi katrol adalah untuk mempermudah pekerjaan manusia, terutama untuk mengangkat atau menarik benda yang berukuran berat.

 

Keuntungan Mekanis pada Katrol

Secara teknis, katrol bekerja berdasarkan prinsip keuntungan mekanis, yaitu kemampuan alat untuk memperkecil gaya yang dibutuhkan dalam melakukan kerja. Dengan menggunakan katrol, beban yang berat dapat diangkat dengan lebih ringan dan efisien, sehingga energi yang dikeluarkan menjadi lebih kecil dibandingkan jika dilakukan secara langsung tanpa alat bantu.


jenis-jenis katrol : keuntungan mekanis

 

Jenis-Jenis Katrol dan Contohnya

1. Katrol Tetap

katrol tetap

 

Katrol tetap adalah katrol yang porosnya dipasang di suatu tempat yang tetap, sehingga katrol tidak dapat berpindah tempat saat digunakan. Pada katrol tetap, gaya kuasa yang dikeluarkan akan bernilai sama dengan berat bebannya. Hal ini yang menyebabkan keuntungan mekanis katrol tetap bernilai satu. Contoh katrol tetap biasanya sering kamu temukan pada tiang bendera dan sumur timba.

contoh penggunaan katrol tetap

Sumur timba (Sumber: Ruangguru)

 

 2. Katrol Bebas

Jenis jenis katrol bebas

 

Berlawanan dengan katrol tetap, kalau katrol bebas adalah katrol yang porosnya tidak dipasang di suatu tempat yang tetap, sehingga katrol dapat berpindah tempat atau bergerak bebas saat digunakan. Pada katrol jenis ini, gaya kuasa yang dikeluarkan untuk menarik bebannya bernilai setengah dari berat bebannya. Oleh karena itu, keuntungan mekanis katrol bebas bernilai 2. Contoh katrol bebas biasanya ditemukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.

contoh katrol bebas

Contoh katrol bebas pada alat konstruksi (sumber: freepik.com)

 

 3. Katrol Majemuk

Jenis jenis katrol majemuk

 

Kalau katrol yang satu ini, merupakan gabungan dari katrol tetap dan katrol bebas. Jadi model katrolnya ada dua jenis, katrol yang paling atas adalah katrol tetap dan katrol di bawahnya adalah katrol bebas, keduanya dihubungkan dengan tali seperti pada ilustrasi gambar di atas.

Keuntungan mekanis katrol majemuk sama dengan jumlah tali atau jumlah katrol yang digunakan untuk mengangkat benda tersebut. Contoh katrol majemuk sering digunakan dalam bidang industri, yaitu membantu untuk mengangkat alat-alat yang berat.

contoh katrol majemuk

 Contoh katrol majemuk pada alat konstruksi (sumber: freepik.com)

 

CONTOH SOAL:

1. Suatu katrol bergerak akan digunakan untuk mengangkat benda dengan beban 200 N. Berapakah   

     keuntungan mekanik pada proses pengangkatan benda tersebut? 

     Diketahui:  w = 200 N 

     Dit :  F = ?   

     Jawab:  F = ½ w 

                  F = ½ .200  

                  F = 100 N 

      Maka keuntungan mekanik pada proses pengangkatan benda tersebut adalah 100 N. 

 

2. Suatu katrol majemuk yang memiliki 2 titik tumpu akan digunakan untuk mengangkat benda yang 

    beratnya sebesar 2.000 N. Berapakah gaya yang harus dikeluarkan pada proses pengangkatan 

    tersebut?

    Diketahui:  w = 2.000 N  

                        n = 2  

    Dit : F = ? 

    Jawab:  w = 2 Fn 2000 

                     = 2.F.2 2000 

                     = 4F. 2000 

                  F = 2000/4  

                  F = 500 N  

   Maka gaya yang harus dikeluarkan untuk mengangkat beban tersebut adalah 500 N.

 

3. Jika ada sebuah katrol tetap memiliki beban sebesar 80N dengan tali penyangga sebanyak 4,

    berapakah gaya yang diperlukan untuk mengangkat beban tersebut?

    Diketahui -> W = 80 N

    Ditanyakan -> F

    Jawab : 4P = W

                 4F = W

                 4F = 80 N

                   F = 80 N / 4

                 F = 20 N

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan katrol

2. Sebutkan fungsi katrol

3. Sebutkan jenis-jenis katrol

4. Apa saja contoh-contoh dari katrol dalam kehidupan sehari-hari

5. Jika ada sebuah katrol tetap memiliki beban sebesar 80N dengan tali penyangga sebanyak 4,

    berapakah gaya yang diperlukan untuk mengangkat beban tersebut?


Kesimpulan materi:

- katrol adalah pesawat sederhana yang berbentuk roda beralur yang dapat berputar pada porosnya. Di dalam alur roda tersebut, dipasang tali, rantai, atau kabel yang menghubungkan beban dengan gaya tarik.  ketika tali ini kita tarik, roda katrol akan berputar dan membantu mengurangi gaya yang diperlukan untuk mengangkat benda.

- fungsi katrol adalah untuk mempermudah pekerjaan manusia, terutama untuk mengangkat atau menarik benda yang berukuran berat.

- Contoh katrol tetap biasanya sering kamu temukan pada tiang bendera dan sumur timba, Contoh katrol bebas biasanya ditemukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan, Contoh katrol majemuk sering digunakan dalam bidang industri, yaitu membantu untuk mengangkat alat-alat yang berat.

Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA dan di ruang multimedia , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

 

 

 

Senin, 26 Oktober 2026

GERAK DAN GAYA

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal        : Senin, 26 Oktober 2026

Fase/Kelas           : D/VII A - VII E

Materi                  : GERAK DAN GAYA

Pertemuan           : Ke 1

 

Capaian Permbelajaran:

Pada akhir fase D Peserta didik mampu mengidentifikasi gerak, percepatan, perpindahan, gerak relatif dan gaya serta hukum newton dalam teknologi dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

 

Tujuan Pembelajaran:

Siswa mampu mendefinisikan gerak dan gaya benda, mengetahui besaran pokok dan turunan, mengetahui rumus-rumus pada gerak, dan memahami Hukum Newton

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita bagaimana kita berjalan ke sekolah yang berkaitan dengan materigerak dan gaya

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi gerak dan gaya serta bagaimana terjadinya perpindahan benda yang terjadi di kehidupan sehari-hari 

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

 

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan  gerak dan gaya benda, mengetahui besaran pokok dan turunan, mengetahui rumus-rumus pada gerak, dan memahami Hukum Newton dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


 Materi Pembelajaran :  

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi suhu, kalor, dan pemuaian ini, mari kita renungi:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Bumi yang kita diami dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari tentang gerak dan gaya yang menarik ini adalah ciptaan Allah SWT. Gerak dan gaya ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui tentang gerak dan gaya dalam teknologi ini dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya 
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): suhu, kalor, dan pemuaian  ini adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat yang tak terhingga. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia." 

 

Gerak Benda

Gerak adalah perubahan jarak dan/atau posisi benda terhadap titik acuan yang pilih. Jarak tempuh adalah informasi tentang nilai lintasan yang dilalui gerak benda.

BAB 4 GERAK DAN GAYA BENDA

Perpindahan dan Jarak Tempuh Benda

Makhluk hidup bergerak dengan kemauan dirinya sendiri untuk mencari makanan. Lemari bergerak karena didorong oleh ayah. Gerak semua benda tersebut memerlukan informasi besarnya perpindahan yang diperlukan dari satu posisi ke posisi lainnya atau informasi tentang nilai lintasan yang dilalui gerak benda yang dikenal dengan jarak tempuh.

Perpindahan adalah seberapa jauh suatu benda berpindah dihitung dari titik awal acuan, tanpa memperhatikan bentuk lintasan, apakah berkelok-kelok atau lurus. Semuanya diukur dengan menarik garis lurus dari posisi awal hingga posisi akhir benda.

Dengan membandingkan jarak tempuh terhadap waktu,  akan mendapatkan nilai kelajuan sebuah benda ketika bergerak. 

Kelajuan dapat ditulis dalam persamaan berikut.

Keterangan:

v = Kelajuan, satuannya m/s

s = Jarak tempuh, satuannya meter (m)

t = waktu, satuannya adalah sekon atau detik (s)

 

Dalam gerak benda ada istilah gerak nyata dan gerak semu.


Gerak nyata yaitu ketika benda tersebut benar-benar bergerak. misalkan kita berjalan kaki ke sekolah, nah kita nya benar-benar bergerak dengan kaki kan?


Gerak semu adalah benda yang sebenarnya diam namun oleh pengamat teramati bahwa benda tersebut seolah-olah bergerak. Misalkan kita naik bus, terus melihat pohon pohon di jalan, pohon itu seakan bergerak berlari-larian padahal nyatanya tidak. Nah gerakan pohon itu yang disebut dengan
gerak semu

Untuk kelajuan rata-rata berlaku persamaan berikut.

 

 

Bagaimana Kita Menghitung Kecepatan Sebuah Benda?

Kecepatan rata-rata dapat dinyatakan oleh persamaan berikut.

 


Percepatan adalah besarnya pertambahan kecepatan tiap satuan waktu.

Percepatan dapat dituliskan dengan persamaan berikut.

 

Gaya

Gaya adalah sesuatu berupa dorongan atau tarikan yang dapat menyebabkan benda bergerak.Tidak hanya itu, gaya juga dapat menyebabkan perubahan arah, bentuk dan kecepatan sebuah benda.

Arah resultan untuk kasus gaya pada meja yang didorong tersebut total kedua gaya yang saling berlawanan.

Resultan kedua gaya adalah:

                R = F1 + (- F2)

Arah dan resultan kedua gaya adalah nol. Jika ada gaya-gaya yang segaris dan searah lebih dari satu, maka besar resultan gaya-gaya tersebut adalah jumlah semua gaya itu.

                R = F1 + F2 + F3 + ………. dan seterusnya

 

Macam-Macam Gaya

Ada berbagai maca gaya yang dapat langsung kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya seperti gaya otot, gaya pegas, gaya magnet, gaya mesin, gaya listrik, gaya gravitasi dan gaya gesekan.

Gaya gesek adalah gaya yang ditimbulkan oleh dua benda yang saling bergesekan dan arahnya berlawanan dengan arah gerak benda. Gaya gesek dapat dipengaruhi oleh kekasaran permukaan benda dan berat benda, tetapi tidak dipengaruhi luas permukaan benda.

Hukum I Newton 

bisa ditulis dengan persamaan ∑F = 0.

penerapan hukum newton I

Orang-orang terdorong ke depan ketika bus tiba-tiba berhenti (sumber: giphy.com)

Contoh penerapan Hukum I Newton, yaitu pada saat kita sedang naik bus yang bergerak dengan kecepatan tetap (konstan). Tubuh kita ada pada posisi duduk nyaman. Namun, ketika supir bus mengerem mendadak. Maka, otomatis tubuh kita pada saat itu akan terdorong ke depan.

Hukum II Newton

Bunyi Hukum II Newton dan Rumusnya

Hukum II Newton berkaitan dengan keadaan benda yang bergerak, di mana massa benda dan gaya yang diberikan pada benda tersebut diperhitungkan. Hukum ini juga menjelaskan bahwa ketika resultan gaya yang bekerja pada suatu benda nggak sama dengan nol, maka benda tersebut akan bergerak dengan suatu percepatan tertentu. Artinya, benda yang bergerak ini memiliki percepatan, ya.

Secara matematis, rumus Hukum II Newton dapat ditulis dengan persamaan berikut ini:

Rumus/Persamaan Hukum II Newton

 Dari bunyi Hukum II Newton dan persamaan di atas, kita tahu bahwa percepatan berbanding lurus dengan gaya yang bekerja pada benda dan berbanding terbalik dengan massa bendanya. Artinya, semakin besar gaya yang diberikan pada suatu benda, maka percepatan benda juga semakin besar. Sebaliknya, semakin besar massa benda, maka percepatan benda justru semakin kecil.

Contoh dari Hukum II Newton ini, misalnya kamu punya sebuah mobil mainan. Lalu, kamu menarik mobil mainan itu. Maka mobil tersebut akan mulai bergerak. Semakin kuat kamu menariknya, akan semakin cepat mobil itu bergerak. Hal ini sesuai dengan pernyataan bahwa semakin besar gaya yang diberikan pada benda, maka percepatan benda juga semakin besar.

Tapi, ketika di atas mobil mainan itu kamu kasih beban. Kira-kira apa yang terjadi? Pasti kamu merasa lebih berat kan saat menarik mobil mainannya dan gerakannya juga lebih lambat. hal ini sesuai dengan pernyataan semakin besar massa benda, maka percepatan benda semakin kecil. 

penerapan hukum newton II

Truk yang membawa beban dengan massa yang lebih besar akan semakin kecil percepatannya. (sumber: giphy.com)


Hukum III Newton

Bunyi Hukum III Newton dan Rumusnya

Hukum III Newton ini berkaitan dengan gaya aksi dan reaksi. Maksudnya adalah setiap benda yang kita berikan gaya aksi, maka benda tersebut akan kembali memberikan gaya reaksi yang sama besar terhadap kita. Tapi inget ya, arahnya berlawanan. Jadi, Hukum III Newton dapat ditulis dengan persamaan Faksi = -Freaksi.

contoh hukum 3 newton

Saat mendayung, gerakan tangan ke belakang, tapi perahu akan bergerak ke depan. (sumber: giphy.com)

Contoh dari Hukum III Newton ini adalah pada saat kamu mendayung perahu. Coba perhatikan deh. Sewaktu kamu menggerakkan dayung ke arah belakang, perahu yang kamu kendarai akan bergerak ke depan. Hal ini terjadi karena ada gaya aksi yang kita berikan melalui dayung (kita mendayung adalah gaya aksi), sehingga perahu akan memberikan gaya reaksi yang sama besar tetapi arahnya berlawanan, yaitu dengan bergerak ke depan.

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan gerak

2. Jelaskan tentang gaya

3. Tuliskan bunyi hukum newton 1, newton 2, dan newton 3

4. Tuliskan contoh-contoh dari hukum newton 1,2 dan 3


Kesimpulan materi:

- Gerak adalah perubahan jarak dan/atau posisi benda terhadap titik acuan yang pilih. Jarak tempuh adalah informasi tentang nilai lintasan yang dilalui gerak benda.

- Gaya adalah sesuatu berupa dorongan atau tarikan yang dapat menyebabkan benda bergerak.Tidak hanya itu, gaya juga dapat menyebabkan perubahan arah, bentuk dan kecepatan sebuah benda.

- Contoh penerapan Hukum I Newton, yaitu pada saat kita sedang naik bus yang bergerak dengan kecepatan tetap (konstan). Tubuh kita ada pada posisi duduk nyaman. Namun, ketika supir bus mengerem mendadak. Maka, otomatis tubuh kita pada saat itu akan terdorong ke depan.


Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

 

 

 

 

JENIS-JENIS KATROL

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Senin, 26  Oktober 2026

Fase/Kelas           : D/VIII A - VIII B

Materi                  : JENIS-JENIS KATROL

Pertemuan           : ke 3


Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D Peserta didik mampu memahami konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana  pada sistem gerak., dan jenis-jenis katrol

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis tentang konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol.

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya energi pada saat buah jatuh daru pohon yang berkaitan dengan materi konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi dari usaha, energi, dan pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan tentang usaha, energi, dan pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol kemudian Mengklasifikasikan jenis-jenis usaha, energi, dan pesawat sederhana yang bekerja pada sistem gerak tubuh serta Menganalisis perhitungan yang terdapat pada materi ini yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


MATERI

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi struktur dan fungsi tubuh pada makhluk hidup ini, mari kita bersyukur atas sebaik-baiknya bentuk penciptaan fisik dan amanah dalam merawat tubuh

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di dunia atau bumi yang kita pijak serta akal yang kita gunakan untuk mempelajari usaha, energi, dan peswat sederhana, dan jenis-jenis katrol adalah ciptaan Allah. Energi yang ada di bumi ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan alam dan manusia dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui usaha, energi, dan pesawat sederhana serta fungsinya dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Organ-organ pernapasan pada manusia adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."

 

 Jenis-Jenis Katrol

jenis-jenis katrol

Selain tuas dan bidang miring, katrol juga termasuk salah satu jenis pesawat sederhana,

Pengertian Katrol

Berdasarkan definisinya, katrol adalah pesawat sederhana yang berbentuk roda beralur yang dapat berputar pada porosnya. Di dalam alur roda tersebut, dipasang tali, rantai, atau kabel yang menghubungkan beban dengan gaya tarik.  ketika tali ini kita tarik, roda katrol akan berputar dan membantu mengurangi gaya yang diperlukan untuk mengangkat benda.

 

Fungsi Katrol

Seperti jenis pesawat sederhana lainnya, fungsi katrol adalah untuk mempermudah pekerjaan manusia, terutama untuk mengangkat atau menarik benda yang berukuran berat.

 

Keuntungan Mekanis pada Katrol

Secara teknis, katrol bekerja berdasarkan prinsip keuntungan mekanis, yaitu kemampuan alat untuk memperkecil gaya yang dibutuhkan dalam melakukan kerja. Dengan menggunakan katrol, beban yang berat dapat diangkat dengan lebih ringan dan efisien, sehingga energi yang dikeluarkan menjadi lebih kecil dibandingkan jika dilakukan secara langsung tanpa alat bantu.


jenis-jenis katrol : keuntungan mekanis

 

Jenis-Jenis Katrol dan Contohnya

1. Katrol Tetap

katrol tetap

 

Katrol tetap adalah katrol yang porosnya dipasang di suatu tempat yang tetap, sehingga katrol tidak dapat berpindah tempat saat digunakan. Pada katrol tetap, gaya kuasa yang dikeluarkan akan bernilai sama dengan berat bebannya. Hal ini yang menyebabkan keuntungan mekanis katrol tetap bernilai satu. Contoh katrol tetap biasanya sering kamu temukan pada tiang bendera dan sumur timba.

contoh penggunaan katrol tetap

Sumur timba (Sumber: Ruangguru)

 

 2. Katrol Bebas

Jenis jenis katrol bebas

 

Berlawanan dengan katrol tetap, kalau katrol bebas adalah katrol yang porosnya tidak dipasang di suatu tempat yang tetap, sehingga katrol dapat berpindah tempat atau bergerak bebas saat digunakan. Pada katrol jenis ini, gaya kuasa yang dikeluarkan untuk menarik bebannya bernilai setengah dari berat bebannya. Oleh karena itu, keuntungan mekanis katrol bebas bernilai 2. Contoh katrol bebas biasanya ditemukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.

contoh katrol bebas

Contoh katrol bebas pada alat konstruksi (sumber: freepik.com)

 

 3. Katrol Majemuk

Jenis jenis katrol majemuk

 

Kalau katrol yang satu ini, merupakan gabungan dari katrol tetap dan katrol bebas. Jadi model katrolnya ada dua jenis, katrol yang paling atas adalah katrol tetap dan katrol di bawahnya adalah katrol bebas, keduanya dihubungkan dengan tali seperti pada ilustrasi gambar di atas.

Keuntungan mekanis katrol majemuk sama dengan jumlah tali atau jumlah katrol yang digunakan untuk mengangkat benda tersebut. Contoh katrol majemuk sering digunakan dalam bidang industri, yaitu membantu untuk mengangkat alat-alat yang berat.

contoh katrol majemuk

 Contoh katrol majemuk pada alat konstruksi (sumber: freepik.com)

 

CONTOH SOAL:

1. Suatu katrol bergerak akan digunakan untuk mengangkat benda dengan beban 200 N. Berapakah   

     keuntungan mekanik pada proses pengangkatan benda tersebut? 

     Diketahui:  w = 200 N 

     Dit :  F = ?   

     Jawab:  F = ½ w 

                  F = ½ .200  

                  F = 100 N 

      Maka keuntungan mekanik pada proses pengangkatan benda tersebut adalah 100 N. 

 

2. Suatu katrol majemuk yang memiliki 2 titik tumpu akan digunakan untuk mengangkat benda yang 

    beratnya sebesar 2.000 N. Berapakah gaya yang harus dikeluarkan pada proses pengangkatan 

    tersebut?

    Diketahui:  w = 2.000 N  

                        n = 2  

    Dit : F = ? 

    Jawab:  w = 2 Fn 2000 

                     = 2.F.2 2000 

                     = 4F. 2000 

                  F = 2000/4  

                  F = 500 N  

   Maka gaya yang harus dikeluarkan untuk mengangkat beban tersebut adalah 500 N.

 

3. Jika ada sebuah katrol tetap memiliki beban sebesar 80N dengan tali penyangga sebanyak 4,

    berapakah gaya yang diperlukan untuk mengangkat beban tersebut?

    Diketahui -> W = 80 N

    Ditanyakan -> F

    Jawab : 4P = W

                 4F = W

                 4F = 80 N

                   F = 80 N / 4

                 F = 20 N

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan katrol

2. Sebutkan fungsi katrol

3. Sebutkan jenis-jenis katrol

4. Apa saja contoh-contoh dari katrol dalam kehidupan sehari-hari

5. Jika ada sebuah katrol tetap memiliki beban sebesar 80N dengan tali penyangga sebanyak 4,

    berapakah gaya yang diperlukan untuk mengangkat beban tersebut?


Kesimpulan materi:

- katrol adalah pesawat sederhana yang berbentuk roda beralur yang dapat berputar pada porosnya. Di dalam alur roda tersebut, dipasang tali, rantai, atau kabel yang menghubungkan beban dengan gaya tarik.  ketika tali ini kita tarik, roda katrol akan berputar dan membantu mengurangi gaya yang diperlukan untuk mengangkat benda.

- fungsi katrol adalah untuk mempermudah pekerjaan manusia, terutama untuk mengangkat atau menarik benda yang berukuran berat.

- Contoh katrol tetap biasanya sering kamu temukan pada tiang bendera dan sumur timba, Contoh katrol bebas biasanya ditemukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan, Contoh katrol majemuk sering digunakan dalam bidang industri, yaitu membantu untuk mengangkat alat-alat yang berat.

Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA dan di ruang multimedia , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

 

 

Jumat, 23 Oktober 2026

PESAWAT SEDERHANA

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Jum'at, 23  Oktober 2026

Fase/Kelas           : D/VIII A - VIII B

Materi                  : Pesawat Sederhana

Pertemuan           : ke 2


Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D Peserta didik mampu memahami konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak.

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis tentang konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak.

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya energi pada saat buah jatuh daru pohon yang berkaitan dengan materi konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak.

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi dari usaha, energi, dan pesawat sederhana pada sistem gerak

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan tentang usaha, energi, dan pesawat sederhana pada sistem gerak, kemudian Mengklasifikasikan jenis-jenis usaha, energi, dan pesawat sederhana yang bekerja pada sistem gerak tubuh serta Menganalisis perhitungan yang terdapat pada materi ini yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


MATERI

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi struktur dan fungsi tubuh pada makhluk hidup ini, mari kita bersyukur atas sebaik-baiknya bentuk penciptaan fisik dan amanah dalam merawat tubuh

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di dunia atau bumi yang kita pijak serta akal yang kita gunakan untuk mempelajari usaha, energi, dan peswat sederhana adalah ciptaan Allah. Energi yang ada di bumi ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan alam dan manusia dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui usaha, energi, dan pesawat sederhana serta fungsinya dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Organ-organ pernapasan pada manusia adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."

 

PESAWAT SEDERHANA

Jenis-Jenis Tuas berdasarkan Letak Titik Tumpunya

Pesawat sederhana adalah alat bantu sederhana yang digunakan untuk mempermudah manusia dalam melakukan suatu usaha. Ternyata, tuas ini termasuk ke dalam kelompok pesawat sederhana, 

Jenis-Jenis Pesawat Sederhana
Pesawat sederhana dibagi menjadi empat kelompok utama:

Tuas (Pengungkit): Batang yang bergerak di sekitar titik tumpu untuk mengangkat beban. Alat ini dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan posisi titik tumpu, beban, dan kuasa. Contohnya adalah gunting, jungkat-jungkit, dan gerobak dorong

Katrol: Roda beralur dengan tali yang melingkar di atasnya untuk mengubah arah gaya atau mengangkat benda. Contohnya adalah katrol pada sumur timba

Bidang miring: Permukaan datar dengan posisi miring yang memperkecil gaya saat memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi. Contohnya adalah tangga dan jalan berkelok di pegunungan

Roda berporos: Roda yang berputar bersamaan dengan poros berukuran lebih kecil untuk mempercepat gerakan atau memperkecil gaya gesek. Contohnya adalah roda sepeda dan gagang pintu.

 

Pengertian Tuas

Tuas atau pengungkit adalah pesawat sederhana yang biasanya terbuat dari kayu dengan tumpu di salah satu titiknya dan digunakan untuk mengangkat sesuatu yang berat.

  • Titik tumpu merupakan titik tempat alat itu bertumpu.
  • Titik beban merupakan titik tempat beban itu berada.
  • Titik kuasa merupakan titik tempat gaya/kuasa yang diberikan.
  • Lengan beban merupakan jarak antara titik tumpu dengan titik beban.
  • Lengan kuasa merupakan jarak antara titik tumpu dengan titik kuasa.
  • Beban merupakan gaya berat benda.
  • Kuasa merupakan gaya yang diberikan.

 

Fungsi Tuas

Tuas adalah salah satu jenis pesawat sederhana yang memiliki berbagai fungsi sebagai berikut:

  1. Dapat mempermudah usaha atau kerja manusia.
  2. Dapat memudahkan manusia dalam mengangkat atau menggerakkan beban berat.
  3. Alat pembesar gaya. Jadi, gaya yang dihasilkan lebih besar daripada gaya yang dikeluarkan.

 

Rumus Tuas dan Contoh Soal

Selain istilah-istilah di atas, kita juga bisa lho menghitung seberapa besar gaya yang kita keluarkan dengan rumus tuas di bawah ini:

Rumus Tuas dan Rumus Keuntungan Mekanis Tuas

 

Sementara itu, kita juga bisa mengetahui nilai keuntungan mekanis dari tuas tersebut.  keuntungan mekanis itu? Keuntungan mekanis adalah angka yang menunjukkan seberapa efektif pesawat sederhana dapat menggandakan gaya.

supaya kamu lebih memahami kedua rumus di atas, yuk perhatikan beberapa contoh soal di bawah ini untuk dikerjakan bersama-sama!

Contoh Soal!

Sebuah batu yang beratnya 800 N diangkat menggunakan tuas sepanjang 1,5 m. Jika lengan bebannya 50 cm dan titik tumpu berada di antara lengan beban dan lengan kuasa, maka hitunglah!

  1. Gaya yang diperlukan
  2. Keuntungan mekanis tuas

 

Penyelesaian:

Diketahui:

W = 800 N

Panjang tuas = 1,5 m

LB = 50 cm = 0,5 m

Ditanya:

  1. F …?
  2. KM …?

Jawab:

Panjang tuas = LB + LK

LK = Panjang tuas – LB

LK = 1,5 m – 0,5 m = 1 m

a. Gaya yang diperlukan (F)

contoh soal cara mencari gaya pada tuas

Jadi, gaya yang diperlukan untuk mengangkat batu tersebut adalah sebesar 400 N.

b. Keuntungan mekanis tuas (KM)

contoh soal cara mencari keuntungan mekanis tuas

Jadi, keuntungan mekanis tuas tersebut adalah 2.

 

Jenis-Jenis Tuas

1. Tuas Jenis Pertama

Jenis-Jenis Tuas - Gambar Tuas Jenis Pertama

 

Pada tuas jenis pertama, letak titik tumpu berada di antara titik beban dan titik kuasanya. Contoh alat atau benda yang termasuk ke dalam tuas jenis pertama antara lain gunting kuku, gunting, pemotong rumput, tang, linggis, dan jungkat jungkit. Siapa nih yang suka main jungkat jungkit?

 

2. Tuas Jenis Kedua

Jenis-Jenis Tuas - Gambar Tuas Jenis Kedua

 

Selanjutnya adalah tuas jenis kedua. Kalau tuas jenis kedua, letak titik bebannya yang berada di antara titik tumpu dan titik kuasa. contoh-contoh alat yang merupakan tuas jenis kedua diantaranya adalah alat pembuka tutup botol, alat pemotong kertas, alat pemecah kemiri, dan gerobak beroda satu.

 

3. Tuas Jenis Ketiga

Jenis-Jenis Tuas - Gambar Tuas Jenis Ketiga

 

Jenis tuas yang terakhir adalah tuas jenis ketiga. kalau tuas jenis ketiga ini, titik kuasanya yang letaknya di tengah, di antara titik tumpu dan titik beban. Contoh alat yang termasuk golongan tuas jenis ketiga ini antara lain sekop, stapler (jekrekan), penjepit roti, dan pinset.

Ternyata, penggunaan tuas ini ada manfaatnya,  Apalagi manfaatnya kalau bukan untuk meringankan beban kerja yang ingin kita lakukan.

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan pesawat sederhanar

2. Sebutkan pengertian dari tuas

3. Sebutkanpengertian dari keuntungan mekanis

4. Apa saja jenis-jenis pesawat sederhana

5.Sebutkan fungsi dari tuas


Kesimpulan materi:

- Pesawat sederhana adalah alat bantu sederhana yang digunakan untuk mempermudah manusia dalam melakukan suatu usaha. Ternyata, tuas ini termasuk ke dalam kelompok pesawat sederhana

- Katrol: Roda beralur dengan tali yang melingkar di atasnya untuk mengubah arah gaya atau mengangkat benda. Contohnya adalah katrol pada sumur timba

- Bidang miring: Permukaan datar dengan posisi miring yang memperkecil gaya saat memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi. Contohnya adalah tangga dan jalan berkelok di pegunungan

- Roda berporos: Roda yang berputar bersamaan dengan poros berukuran lebih kecil untuk mempercepat gerakan atau memperkecil gaya gesek. Contohnya adalah roda sepeda dan gagang pintu.

 

Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA dan di ruang multimedia , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi