Selasa, 28 Juli 2026

SEL DAN MIKROSKOP

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Selasa, 28 Juli 2026

Kelas                   : VIII A - VIII B

Materi                 :  Sel dan Mikroskop

 

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat  mendeskripsikan bagian-bagian atau organel pada sel hewan dan tumbuhan dan dapat membedakan organel-organel tersebut, dan mengenal mikroskop dan bagian-bagiannya

 

Materi Pembelajaran :

Mikroskop  

Mikroskop adalah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Di bidang life science atau penelitian, mikroskop diperlukan dalam mengklasifikasi makhluk hidup yang berukuran sel dan mempelajari kareakteristiknya. Di industri, mikroskop sangat diperlukan untuk mengetahui keberadaan kontaminan atau defect sample yang sangat kecil. Sedangkan di dunia edukasi atau sekolah, mikroskop diperlukan hanya untuk proses pembelajaran.

Bagian-Bagian Mikroskop

Ada 14 bagian mikroskop yang harus kamu ketahui fungsinya. Ketigabelas bagian tersebut dibagi lagi menjadi 2 bagian lho, yaitu bagian optik dan bagian mekanik. Yuk, kenalan satu persatu! 

bagian-bagian mikroskop

Bagian-bagian mikroskop yang perlu kamu ketahui.

 

A. Bagian Optik Mikroskop

Bagian mikroskop yang termasuk ke bagian optik, antara lain lensa okuler, lensa obyektif, diafragma, dan cermin. Berikut masing-masing fungsinya.

1. Lensa okuler merupakan lensa yang melakukan kontak langsung dengan mata kita. Fungsi lensa okuler ini untuk memperbesar bayangan objek (benda).

2. Lensa obyektif adalah lensa yang posisinya ada di dekat objek untuk memperbesar bayangan objek (benda) tersebut bersama lensa okuler. 

3. Diafragma

Lalu, diafragma dan cermin ini fungsinya apa? Diafragma berfungsi untuk mengatur  intensitas cahaya yang akan masuk ke lensa obyektif. Dengan kata lain, banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk ke mikroskop itu diatur oleh lensa obyektif ini.

4. Cermin berfungsi untuk menyalurkan cahaya yang sudah masuk lewat diafragma. Cerminnya juga terdiri dari 2 jenis, yaitu cermin datar dan cermin cekung. 

B. Bagian Mekanik Mikroskop

1. Tabung mikroskop ini berfungsi untuk menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif, supaya kamu bisa melihat objeknya dengan jelas.

2. Revolver fungsinya untuk mengatur besar kecilnya lensa obyektif, lho.

3. Meja preparat fungsinya untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati.

4. Penjepit preparat 

5. Lengan mikroskop (pegangan)dijadikan pegangan ketika kamu membawa atau memindahkan mikroskopnya. 

6. MikrometeR dikenal juga dengan sebutan pemutar halus. Mikrometer berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tabung mikroskop dengan tempo yang lambat. Bentuknya mikrometer ini juga lebih kecil dibandingkan dengan makrometer.

7. Makrometer makrometer ini fungsinya untuk menggerakan tabung mikroskop dengan cepat. Ukurannya juga lebih besar dari mikrometer, lho. 

8. Kondensor Fungsi kondensor ini untuk mengumpulkan cahaya yang masuk. Semacam penampungan cahaya gitu, ya. Hehehe.

9. Sekrup (sendi inklinasi) Fungsinya untuk mengatur sudutnya mikroskop ini.

10. Kaki mikroskopSesuai dengan namanya, kaki mikroskop ini untuk menyangga atau menopang mikroskop supaya nggak jatuh. Sama seperti kakimu, kan? 

Cara Menggunakan Mikroskop

Setelah kenalan dengan bagian-bagian mikroskop, sekarang coba cari tahu bagaimana cara memakai mikroskop ini, 

  1. Ambil mikroskop dengan posisi tangan berikut ini: tangan kanan memegang lengan mikroskop dan tangan kiri memegang alas atau kaki mikroskop.
  2. Atur lensa okuler dan lensa obyektif sampai perbesaran paling kecil.
  3. Putar diafragma agar terbuka.
  4. Arahkan cermin pada mikroskop sedemikian rupa, sehingga cahaya dapat dipantulkan dengan baik.
  5. Siapkan preparat yang akan diamati dan jepit di meja preparat.
  6. Atur fokus objek dengan memutar makrometer atau mikrometer.
  7. Putar revolver untuk mendapatkan perbesaran gambar yang diinginkan.

Jenis-Jenis Mikroskop

Tahukah kamu kalau secara umum mikroskop itu ada 2 jenis, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Nah, mikroskop yang biasa kita gunakan untuk kegiatan penelitian di sekolah itu adalah mikroskop cahaya,

A. Mikroskop Cahaya

Cara kerja mikroskop cahaya atau mikroskop optik adalah dengan memantulkan cahaya ke cermin. Jadi, kamu dapat melihat objek (benda) yang ada pada preparat dengan lebih jelas. Mikroskop cahaya dapat memperbesar bayangan benda sebanyak 1.000 kalo, loh! Terdapat beberapa jenis mikroskop cahaya, yaitu:

1. Mikroskop monokuler

Mikroskop monokuler hanya memiliki 1 lensa okuler yang dapat kamu gunakan untuk mengamati objek. Mikroskop ini tergolong jenis yang pertama kali ditemukan. Itulah mengapa mikroskop monokuler kelihatan lebih jadul kalau kita bandingkan dengan mikroskop-mikroskop yang lainnya.

2. Mikroskop binokuler

Mikroskop binokuler memiliki 2 lensa okuler. Kamu bisa mengamati objek-objek kecil (mikroskopis) menggunakan kedua lensanya. Contohnya, virus, bakteri, dan sebagainya.

Mikroskop Monokuler dan Binokuler

a. gambar mikroskop monokuler, b. gambar mikroskop binokuler (Sumber: zegahutan.com)

 

B. Mikroskop Elektron

Jenis mikroskop selanjutnya adalah mikroskop elektron. Mikroskop ini memanfaatkan elektron sebagai sumber energi untuk melihat objek yang ingin diamati. Nah, kalau mikroskop cahaya dapat memiliki perbesaran sampai 1000 kali, mikroskop elektron mampu memperbesar ukuran objek sampai 1 juta kali lebih besar dari ukuran sebenarnya.

mikroskop-elektron

Gambar mikroskop elektron (Sumber: teknikece.com)

 

Jenis - jenis mikroskop sangat beragam karena disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Mengetahui jenis mikroskop adalah hal pertama yang perlu diketahui sebelum membeli mikroskop.

Gambar yang berbeda pada mikroskop majemuk biasanya memiliki tiga atau empat perbesaran - 40x, 100x, 400x, dan terkadang 1000x.

  • Pada perbesaran 40x Anda akan dapat melihat 5mm.
  • Pada perbesaran 100x Anda akan dapat melihat 2mm.
  • Pada perbesaran 400x Anda akan dapat melihat 0,45mm, atau 450 mikron.
  • Pada perbesaran 1000x Anda akan dapat melihat 0,180mm, atau 180 mikron.

 

Jenis Mikroskop binokular dan binokuler berdasarakan sumber cahayanya, yaitu :

1. Mikroskop Cahaya / Optical Microscope

Mikroskop cahaya bisa berasal dari matahari langsung atau lampu. Mikroskop menggunakan lampu lebih disukai karena kualitas yang lebih baik, bahkan beberapa pabrikan sudah mengembangkan lampu sendiri untuk menghasilkan gambar yang lebih baik, seperti neoLED pada brand Euromex binokular dan binokuler.

Mikroskop Euromex IS.1053PLMi Mikroskop NZ.1903U

2. Mikroskop Elektron

Mikroskop Elektron menggunakan elektro statik dan elektro magnetik sebagai sumber cahaya, serta menggunakan medan listik dan medan magnet yang berperan sebagai lensa dan cerminnya. Dengan menggunakan elektro statik dan medan listrik ini mikroskop elektron dapat melakukan pembesaran objek sampai dengan 2 juta kali. Mikroskop ini hanya digunakan di kalangan ilmuwan tertentu dan aplikasi tertentu.

Mikroskop Elektron Mikroskop Elektron

Sumber gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/Electron_microscope

 

 

Gambar sel hewan dan sel tumbuhan 


13 Macam Organel Sel Tumbuhan dan Sel Hewan serta Fungsinya

 

Assesment

Untuk memperkuat pemahaman materi kalian  silahkan kalian berkelompok menggambar salah satu sel baik sel hewn maupun sel tumbuhan


Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh

 

 

 

HAKIKAT IMU SAINS DAN METODE ILMIAH

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Selasa, 28  Juli 2026

Kelas                   : VII A - VII E

Materi                 : Hakikat Ilmu Sains dan Metode Ilmiah

 

Tujuan Pembelajaran:

peserta didik memahami proses identifikasi makhluk hidup, sifat dan karakteristik zat, sistem

organisasi kehidupan, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya,  serta menunjukkan adab

bersyukur atas nikmat keteraturan alam semesta ciptaan Allah SWT dengan benar.

 

Materi Pembelajaran :

ILMU SAINS

Sains adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari alam dan dunia secara sistematis.

Contohnya:

 SIKLUS AIR 

Macam-Macam Siklus Hidrologi beserta Proses Terjadinya | kumparan.com

Siklus air (siklus hidrologi) adalah pergerakan air yang berkesinambungan antara bumi dan atmosfer. Proses ini menjaga ketersediaan air di bumi melalui beberapa tahapan utama: penguapan air , pembentukan awan ), turunnya hujan), dan penyerapan air ke dalam tanah

 

Laboratorium IPA

 


Di laboratorium IPA, kita melakukan eksperimen untuk mengamati fenomena alam dan menguji hipotesis. Beberapa alat yang digunakan dalam laboratorium IPA antara lain:

  • Gelas ukur, spatula: Digunakan untuk mengukur bahan secara tepat.
  • Kaca arloji, gelas kimia, tabung reaksi, labu Erlenmeyer: Digunakan untuk mencampur bahan-bahan kimia.
  • Mikroskop: Alat untuk mengamati benda-benda kecil.
  • Vernier caliper: Alat untuk mengukur dengan tingkat ketelitian tinggi.
  • Kacamata: Digunakan untuk melindungi mata.
  • Neraca pegas, termometer: Digunakan untuk mengukur massa dan suhu.
  • Segitiga porselen, tang krusibel, statif, bosshead, klem: Digunakan untuk mengamankan alat-alat lainnya.

Menjaga Keselamatan di Laboratorium IPA

Laboratorium IPA bisa berbahaya karena kita sering menggunakan api, larutan asam yang korosif, dan zat kimia berbahaya. Beberapa aturan keselamatan di laboratorium IPA antara lain:

  • Gunakan alat pelindung diri seperti kacamata dan sarung tangan.
  • Ikuti petunjuk penggunaan alat dengan benar.
  • Jangan mencicipi atau menghirup bahan kimia.
  • Jangan bermain-main di laboratorium.
  • Mintalah bantuan guru jika ada yang tidak dimengerti.

 Merancang Percobaan

Metode ilmiah adalah cara untuk meneliti sesuatu dengan langkah-langkah tertentu:

  1. Observasi: Melakukan pengamatan terhadap suatu fenomena.
  2. Hipotesis: Merumuskan dugaan sementara berdasarkan observasi.
  3. Rancang Percobaan: Membuat rencana eksperimen untuk menguji hipotesis.
  4. Eksperimen: Melakukan percobaan sesuai rencana yang telah dibuat.
  5. Data: Mengumpulkan data dari hasil percobaan.
  6. Kesimpulan: Menarik kesimpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan.

1. Pengamatan dalam Sains (Observasi)

Pengamatan adalah kunci utama dalam metode ilmiah. Dengan pengamatan, kita dapat mengetahui fenomena alam yang terjadi di sekitar kita dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian.

2. Penentuan Tujuan Percobaan

Sebelum melakukan percobaan, tentukan tujuan percobaan berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Tujuan ini akan membantu merumuskan pertanyaan yang ingin dijawab melalui eksperimen.

3. Menuliskan Hipotesis

Hipotesis adalah dugaan sementara yang berisi jawaban atas pertanyaan yang ingin diuji kebenarannya melalui percobaan.

4. Variabel-variabel

Variabel adalah faktor, kondisi, atau unsur yang dapat berpengaruh pada hasil percobaan. Ada tiga jenis variabel:

  • Variabel Bebas: Variabel yang dapat diubah atau dimanipulasi dalam percobaan.
  • Variabel Terikat: Variabel yang diukur atau diamati perubahannya karena adanya perubahan pada variabel bebas.
  • Variabel Kontrol: Variabel yang tetap atau tidak berubah selama percobaan.

5. Prosedur Percobaan

Prosedur percobaan adalah langkah-langkah rinci yang akan dilakukan dalam percobaan agar tidak ada yang terlupakan dan percobaan berjalan dengan baik.

Pengukuran

Dalam percobaan, kita sering melakukan pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat. Pengukuran dapat dilakukan dalam dua cara:

  • Kualitatif: Pengamatan berdasarkan sifat atau kualitas dari suatu objek atau kejadian.
  • Kuantitatif: Pengamatan dengan angka atau ukuran yang spesifik.

1. Besaran

Besaran adalah suatu sifat yang dapat diukur dan dinyatakan dalam satuan tertentu. Ada dua jenis besaran:

  • Besaran Pokok: Besaran yang tidak dapat diuraikan menjadi besaran lain. Contohnya, panjang, massa, waktu, dan suhu.
  • Besaran Turunan: Besaran yang berasal dari kombinasi besaran pokok. Contohnya, kecepatan, volume, dan energi.

Tabel Besaran Pokok

No.Besaran PokokSimbolSatuan SIContoh
1PanjangLMeter (m)Panjang meja 2 meter
2MassamKilogram (kg)Massa buah 0.5 kilogram
3WaktutDetik (s)Durasi film 120 detik
4SuhuTCelsius (°C)Suhu ruangan 25°C

Tabel Besaran Turunan

No.Besaran TurunanSimbolSatuan SIContoh
1KecepatanvMeter per detik (m/s)Kecepatan mobil 60 m/s
2VolumeVMeter kubik (m³)Volume akuarium 0.5 m³
3EnergiEJoule (J)Energi lampu 50 Joule
4FrekuensifHertz (Hz)Frekuensi radio 100 Hz

2. Satuan

Satuan digunakan untuk menyatakan besaran. Beberapa contoh satuan adalah meter (m) untuk panjang, kilogram (kg) untuk massa, detik (s) untuk waktu, dan derajat Celsius (°C) untuk suhu.

Pelaporan Hasil Percobaan

Setelah melakukan percobaan, penting untuk melaporkan hasilnya agar orang lain bisa mengerti dan mengulang percobaan tersebut. Laporan percobaan harus mencakup:

NoKomponenPenjelasan
1Tujuan PercobaanMenjelaskan tujuan percobaan yang ingin dicapai.
2HipotesisMenyatakan hipotesis atau dugaan sementara sebelum percobaan dilakukan.
3VariabelMenjelaskan variabel bebas, terikat, dan kontrol yang digunakan dalam percobaan.
4Alat dan BahanDaftar alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan.
5ProsedurLangkah-langkah rinci yang akan diikuti dalam percobaan.
6Pengumpulan & Pengolahan Data PercobaanMenyajikan data yang dikumpulkan selama percobaan dan cara mengolahnya.
7KesimpulanMenarik kesimpulan berdasarkan hasil percobaan dan hipotesis yang diuji.

Dengan mengikuti langkah-langkah metode ilmiah, kita bisa belajar dan menemukan

 

 Assesment

Untuk memperkuat pemahaman materi kalian  silahkan kalian kerjakan soal dibawah ini

1. Prosedur pemecahan masalah yang menggunakan langkah-langkah yang tersusun secara sistematis disebut sebagai…

a. Teori ilmiah
b. Hipotesis
c. Metode ilmiah
d. Pengolahan data

2. Langkah pertama dalam metodologi ilmiah yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang menarik untuk dipelajari adalah…

a. Merumuskan hipotesa
b. Menyimpulkan
c. Mengelola data
d. Merumuskan masalah

3.  Laporan percobaan harus mencakup apa saja:

 

Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh

 

 



Senin, 27 Juli 2026

HAKIKAT ILMU SAINS DAN METODE ILMIAH

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Senin, 27 Juli 2026

Kelas                   : VII A - VII E

Materi                 : Hakikat Ilmu Sains dan Metode Ilmiah

 

Tujuan Pembelajaran:

peserta didik memahami proses identifikasi makhluk hidup, sifat dan karakteristik zat, sistem

organisasi kehidupan, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya,  serta menunjukkan adab

bersyukur atas nikmat keteraturan alam semesta ciptaan Allah SWT dengan benar.

 

Materi Pembelajaran :

ILMU SAINS

Sains adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari alam dan dunia secara sistematis.

Contohnya:

 SIKLUS AIR 

Macam-Macam Siklus Hidrologi beserta Proses Terjadinya | kumparan.com

Siklus air (siklus hidrologi) adalah pergerakan air yang berkesinambungan antara bumi dan atmosfer. Proses ini menjaga ketersediaan air di bumi melalui beberapa tahapan utama: penguapan air , pembentukan awan ), turunnya hujan), dan penyerapan air ke dalam tanah

 

Laboratorium IPA

 


Di laboratorium IPA, kita melakukan eksperimen untuk mengamati fenomena alam dan menguji hipotesis. Beberapa alat yang digunakan dalam laboratorium IPA antara lain:

  • Gelas ukur, spatula: Digunakan untuk mengukur bahan secara tepat.
  • Kaca arloji, gelas kimia, tabung reaksi, labu Erlenmeyer: Digunakan untuk mencampur bahan-bahan kimia.
  • Mikroskop: Alat untuk mengamati benda-benda kecil.
  • Vernier caliper: Alat untuk mengukur dengan tingkat ketelitian tinggi.
  • Kacamata: Digunakan untuk melindungi mata.
  • Neraca pegas, termometer: Digunakan untuk mengukur massa dan suhu.
  • Segitiga porselen, tang krusibel, statif, bosshead, klem: Digunakan untuk mengamankan alat-alat lainnya.

Menjaga Keselamatan di Laboratorium IPA

Laboratorium IPA bisa berbahaya karena kita sering menggunakan api, larutan asam yang korosif, dan zat kimia berbahaya. Beberapa aturan keselamatan di laboratorium IPA antara lain:

  • Gunakan alat pelindung diri seperti kacamata dan sarung tangan.
  • Ikuti petunjuk penggunaan alat dengan benar.
  • Jangan mencicipi atau menghirup bahan kimia.
  • Jangan bermain-main di laboratorium.
  • Mintalah bantuan guru jika ada yang tidak dimengerti.

 Merancang Percobaan

Metode ilmiah adalah cara untuk meneliti sesuatu dengan langkah-langkah tertentu:

  1. Observasi: Melakukan pengamatan terhadap suatu fenomena.
  2. Hipotesis: Merumuskan dugaan sementara berdasarkan observasi.
  3. Rancang Percobaan: Membuat rencana eksperimen untuk menguji hipotesis.
  4. Eksperimen: Melakukan percobaan sesuai rencana yang telah dibuat.
  5. Data: Mengumpulkan data dari hasil percobaan.
  6. Kesimpulan: Menarik kesimpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan.

1. Pengamatan dalam Sains (Observasi)

Pengamatan adalah kunci utama dalam metode ilmiah. Dengan pengamatan, kita dapat mengetahui fenomena alam yang terjadi di sekitar kita dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian.

2. Penentuan Tujuan Percobaan

Sebelum melakukan percobaan, tentukan tujuan percobaan berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Tujuan ini akan membantu merumuskan pertanyaan yang ingin dijawab melalui eksperimen.

3. Menuliskan Hipotesis

Hipotesis adalah dugaan sementara yang berisi jawaban atas pertanyaan yang ingin diuji kebenarannya melalui percobaan.

4. Variabel-variabel

Variabel adalah faktor, kondisi, atau unsur yang dapat berpengaruh pada hasil percobaan. Ada tiga jenis variabel:

  • Variabel Bebas: Variabel yang dapat diubah atau dimanipulasi dalam percobaan.
  • Variabel Terikat: Variabel yang diukur atau diamati perubahannya karena adanya perubahan pada variabel bebas.
  • Variabel Kontrol: Variabel yang tetap atau tidak berubah selama percobaan.

5. Prosedur Percobaan

Prosedur percobaan adalah langkah-langkah rinci yang akan dilakukan dalam percobaan agar tidak ada yang terlupakan dan percobaan berjalan dengan baik.

Pengukuran

Dalam percobaan, kita sering melakukan pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat. Pengukuran dapat dilakukan dalam dua cara:

  • Kualitatif: Pengamatan berdasarkan sifat atau kualitas dari suatu objek atau kejadian.
  • Kuantitatif: Pengamatan dengan angka atau ukuran yang spesifik.

1. Besaran

Besaran adalah suatu sifat yang dapat diukur dan dinyatakan dalam satuan tertentu. Ada dua jenis besaran:

  • Besaran Pokok: Besaran yang tidak dapat diuraikan menjadi besaran lain. Contohnya, panjang, massa, waktu, dan suhu.
  • Besaran Turunan: Besaran yang berasal dari kombinasi besaran pokok. Contohnya, kecepatan, volume, dan energi.

Tabel Besaran Pokok

No.Besaran PokokSimbolSatuan SIContoh
1PanjangLMeter (m)Panjang meja 2 meter
2MassamKilogram (kg)Massa buah 0.5 kilogram
3WaktutDetik (s)Durasi film 120 detik
4SuhuTCelsius (°C)Suhu ruangan 25°C

Tabel Besaran Turunan

No.Besaran TurunanSimbolSatuan SIContoh
1KecepatanvMeter per detik (m/s)Kecepatan mobil 60 m/s
2VolumeVMeter kubik (m³)Volume akuarium 0.5 m³
3EnergiEJoule (J)Energi lampu 50 Joule
4FrekuensifHertz (Hz)Frekuensi radio 100 Hz

2. Satuan

Satuan digunakan untuk menyatakan besaran. Beberapa contoh satuan adalah meter (m) untuk panjang, kilogram (kg) untuk massa, detik (s) untuk waktu, dan derajat Celsius (°C) untuk suhu.

Pelaporan Hasil Percobaan

Setelah melakukan percobaan, penting untuk melaporkan hasilnya agar orang lain bisa mengerti dan mengulang percobaan tersebut. Laporan percobaan harus mencakup:

NoKomponenPenjelasan
1Tujuan PercobaanMenjelaskan tujuan percobaan yang ingin dicapai.
2HipotesisMenyatakan hipotesis atau dugaan sementara sebelum percobaan dilakukan.
3VariabelMenjelaskan variabel bebas, terikat, dan kontrol yang digunakan dalam percobaan.
4Alat dan BahanDaftar alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan.
5ProsedurLangkah-langkah rinci yang akan diikuti dalam percobaan.
6Pengumpulan & Pengolahan Data PercobaanMenyajikan data yang dikumpulkan selama percobaan dan cara mengolahnya.
7KesimpulanMenarik kesimpulan berdasarkan hasil percobaan dan hipotesis yang diuji.

Dengan mengikuti langkah-langkah metode ilmiah, kita bisa belajar dan menemukan

 

 Assesment

Untuk memperkuat pemahaman materi kalian  silahkan kalian kerjakan soal dibawah ini

1. Prosedur pemecahan masalah yang menggunakan langkah-langkah yang tersusun secara sistematis disebut sebagai…

a. Teori ilmiah
b. Hipotesis
c. Metode ilmiah
d. Pengolahan data

2. Langkah pertama dalam metodologi ilmiah yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang menarik untuk dipelajari adalah…

a. Merumuskan hipotesa
b. Menyimpulkan
c. Mengelola data
d. Merumuskan masalah

3.  Laporan percobaan harus mencakup apa saja:


REFLEKSI :

Berdasarkan hasil kegiatan pembalajaran dari 30 siswa kelas VII A dan 31 siswa kelas VII C, didapatkan hasil:

- Peserta didik yang telah memahami materi pembelajaran sudah sebagian besar, hanya beberapa peserta didik yang belum paham

- Dan untuk yang belum paham harus diulang-ulang kembali pada pertemuan selanjutnya dengan cara tanya jawab atau dibuat kelompok sehingga mereka benar-benar memahami materi tersebut

 

Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh

 

 

SEL DAN MIKROSKOP

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Senin, 27 Juli 2026

Kelas                   : VIII A - VIII B

Materi                 :  Sel dan Mikroskop

 

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat  mendeskripsikan bagian-bagian atau organel pada sel hewan dan tumbuhan dan dapat membedakan organel-organel tersebut, dan mengenal mikroskop dan bagian-bagiannya

 

Materi Pembelajaran :

Mikroskop  

Mikroskop adalah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Di bidang life science atau penelitian, mikroskop diperlukan dalam mengklasifikasi makhluk hidup yang berukuran sel dan mempelajari kareakteristiknya. Di industri, mikroskop sangat diperlukan untuk mengetahui keberadaan kontaminan atau defect sample yang sangat kecil. Sedangkan di dunia edukasi atau sekolah, mikroskop diperlukan hanya untuk proses pembelajaran.

Bagian-Bagian Mikroskop

Ada 14 bagian mikroskop yang harus kamu ketahui fungsinya. Ketigabelas bagian tersebut dibagi lagi menjadi 2 bagian lho, yaitu bagian optik dan bagian mekanik. Yuk, kenalan satu persatu! 

bagian-bagian mikroskop

Bagian-bagian mikroskop yang perlu kamu ketahui.

 

A. Bagian Optik Mikroskop

Bagian mikroskop yang termasuk ke bagian optik, antara lain lensa okuler, lensa obyektif, diafragma, dan cermin. Berikut masing-masing fungsinya.

1. Lensa okuler merupakan lensa yang melakukan kontak langsung dengan mata kita. Fungsi lensa okuler ini untuk memperbesar bayangan objek (benda).

2. Lensa obyektif adalah lensa yang posisinya ada di dekat objek untuk memperbesar bayangan objek (benda) tersebut bersama lensa okuler. 

3. Diafragma

Lalu, diafragma dan cermin ini fungsinya apa? Diafragma berfungsi untuk mengatur  intensitas cahaya yang akan masuk ke lensa obyektif. Dengan kata lain, banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk ke mikroskop itu diatur oleh lensa obyektif ini.

4. Cermin berfungsi untuk menyalurkan cahaya yang sudah masuk lewat diafragma. Cerminnya juga terdiri dari 2 jenis, yaitu cermin datar dan cermin cekung. 

B. Bagian Mekanik Mikroskop

1. Tabung mikroskop ini berfungsi untuk menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif, supaya kamu bisa melihat objeknya dengan jelas.

2. Revolver fungsinya untuk mengatur besar kecilnya lensa obyektif, lho.

3. Meja preparat fungsinya untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati.

4. Penjepit preparat 

5. Lengan mikroskop (pegangan)dijadikan pegangan ketika kamu membawa atau memindahkan mikroskopnya. 

6. MikrometeR dikenal juga dengan sebutan pemutar halus. Mikrometer berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tabung mikroskop dengan tempo yang lambat. Bentuknya mikrometer ini juga lebih kecil dibandingkan dengan makrometer.

7. Makrometer makrometer ini fungsinya untuk menggerakan tabung mikroskop dengan cepat. Ukurannya juga lebih besar dari mikrometer, lho. 

8. Kondensor Fungsi kondensor ini untuk mengumpulkan cahaya yang masuk. Semacam penampungan cahaya gitu, ya. Hehehe.

9. Sekrup (sendi inklinasi) Fungsinya untuk mengatur sudutnya mikroskop ini.

10. Kaki mikroskopSesuai dengan namanya, kaki mikroskop ini untuk menyangga atau menopang mikroskop supaya nggak jatuh. Sama seperti kakimu, kan? 

Cara Menggunakan Mikroskop

Setelah kenalan dengan bagian-bagian mikroskop, sekarang coba cari tahu bagaimana cara memakai mikroskop ini, 

  1. Ambil mikroskop dengan posisi tangan berikut ini: tangan kanan memegang lengan mikroskop dan tangan kiri memegang alas atau kaki mikroskop.
  2. Atur lensa okuler dan lensa obyektif sampai perbesaran paling kecil.
  3. Putar diafragma agar terbuka.
  4. Arahkan cermin pada mikroskop sedemikian rupa, sehingga cahaya dapat dipantulkan dengan baik.
  5. Siapkan preparat yang akan diamati dan jepit di meja preparat.
  6. Atur fokus objek dengan memutar makrometer atau mikrometer.
  7. Putar revolver untuk mendapatkan perbesaran gambar yang diinginkan.

Jenis-Jenis Mikroskop

Tahukah kamu kalau secara umum mikroskop itu ada 2 jenis, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Nah, mikroskop yang biasa kita gunakan untuk kegiatan penelitian di sekolah itu adalah mikroskop cahaya,

A. Mikroskop Cahaya

Cara kerja mikroskop cahaya atau mikroskop optik adalah dengan memantulkan cahaya ke cermin. Jadi, kamu dapat melihat objek (benda) yang ada pada preparat dengan lebih jelas. Mikroskop cahaya dapat memperbesar bayangan benda sebanyak 1.000 kalo, loh! Terdapat beberapa jenis mikroskop cahaya, yaitu:

1. Mikroskop monokuler

Mikroskop monokuler hanya memiliki 1 lensa okuler yang dapat kamu gunakan untuk mengamati objek. Mikroskop ini tergolong jenis yang pertama kali ditemukan. Itulah mengapa mikroskop monokuler kelihatan lebih jadul kalau kita bandingkan dengan mikroskop-mikroskop yang lainnya.

2. Mikroskop binokuler

Mikroskop binokuler memiliki 2 lensa okuler. Kamu bisa mengamati objek-objek kecil (mikroskopis) menggunakan kedua lensanya. Contohnya, virus, bakteri, dan sebagainya.

Mikroskop Monokuler dan Binokuler

a. gambar mikroskop monokuler, b. gambar mikroskop binokuler (Sumber: zegahutan.com)

 

B. Mikroskop Elektron

Jenis mikroskop selanjutnya adalah mikroskop elektron. Mikroskop ini memanfaatkan elektron sebagai sumber energi untuk melihat objek yang ingin diamati. Nah, kalau mikroskop cahaya dapat memiliki perbesaran sampai 1000 kali, mikroskop elektron mampu memperbesar ukuran objek sampai 1 juta kali lebih besar dari ukuran sebenarnya.

mikroskop-elektron

Gambar mikroskop elektron (Sumber: teknikece.com)

 

Jenis - jenis mikroskop sangat beragam karena disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Mengetahui jenis mikroskop adalah hal pertama yang perlu diketahui sebelum membeli mikroskop.

Gambar yang berbeda pada mikroskop majemuk biasanya memiliki tiga atau empat perbesaran - 40x, 100x, 400x, dan terkadang 1000x.

  • Pada perbesaran 40x Anda akan dapat melihat 5mm.
  • Pada perbesaran 100x Anda akan dapat melihat 2mm.
  • Pada perbesaran 400x Anda akan dapat melihat 0,45mm, atau 450 mikron.
  • Pada perbesaran 1000x Anda akan dapat melihat 0,180mm, atau 180 mikron.

 

Jenis Mikroskop binokular dan binokuler berdasarakan sumber cahayanya, yaitu :

1. Mikroskop Cahaya / Optical Microscope

Mikroskop cahaya bisa berasal dari matahari langsung atau lampu. Mikroskop menggunakan lampu lebih disukai karena kualitas yang lebih baik, bahkan beberapa pabrikan sudah mengembangkan lampu sendiri untuk menghasilkan gambar yang lebih baik, seperti neoLED pada brand Euromex binokular dan binokuler.

Mikroskop Euromex IS.1053PLMi Mikroskop NZ.1903U

2. Mikroskop Elektron

Mikroskop Elektron menggunakan elektro statik dan elektro magnetik sebagai sumber cahaya, serta menggunakan medan listik dan medan magnet yang berperan sebagai lensa dan cerminnya. Dengan menggunakan elektro statik dan medan listrik ini mikroskop elektron dapat melakukan pembesaran objek sampai dengan 2 juta kali. Mikroskop ini hanya digunakan di kalangan ilmuwan tertentu dan aplikasi tertentu.

Mikroskop Elektron Mikroskop Elektron

Sumber gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/Electron_microscope

 

 

Gambar sel hewan dan sel tumbuhan 


13 Macam Organel Sel Tumbuhan dan Sel Hewan serta Fungsinya

 

Assesment

Untuk memperkuat pemahaman materi kalian  silahkan kalian berkelompok menggambar salah satu sel baik sel hewn maupun sel tumbuhan


Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh

 

 

HAKIKAT ILMU SAINS DAN METODE ILMIAH

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Senin, 27 Juli 2026

Kelas                   : VII A - VII E

Materi                 : Hakikat Ilmu Sains dan Metode Ilmiah

 

Tujuan Pembelajaran:

peserta didik memahami proses identifikasi makhluk hidup, sifat dan karakteristik zat, sistem

organisasi kehidupan, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya,  serta menunjukkan adab

bersyukur atas nikmat keteraturan alam semesta ciptaan Allah SWT dengan benar.

 

Materi Pembelajaran :

ILMU SAINS

Sains adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari alam dan dunia secara sistematis.

Contohnya:

 SIKLUS AIR 

Macam-Macam Siklus Hidrologi beserta Proses Terjadinya | kumparan.com

Siklus air (siklus hidrologi) adalah pergerakan air yang berkesinambungan antara bumi dan atmosfer. Proses ini menjaga ketersediaan air di bumi melalui beberapa tahapan utama: penguapan air , pembentukan awan ), turunnya hujan), dan penyerapan air ke dalam tanah

 

Laboratorium IPA

 


Di laboratorium IPA, kita melakukan eksperimen untuk mengamati fenomena alam dan menguji hipotesis. Beberapa alat yang digunakan dalam laboratorium IPA antara lain:

  • Gelas ukur, spatula: Digunakan untuk mengukur bahan secara tepat.
  • Kaca arloji, gelas kimia, tabung reaksi, labu Erlenmeyer: Digunakan untuk mencampur bahan-bahan kimia.
  • Mikroskop: Alat untuk mengamati benda-benda kecil.
  • Vernier caliper: Alat untuk mengukur dengan tingkat ketelitian tinggi.
  • Kacamata: Digunakan untuk melindungi mata.
  • Neraca pegas, termometer: Digunakan untuk mengukur massa dan suhu.
  • Segitiga porselen, tang krusibel, statif, bosshead, klem: Digunakan untuk mengamankan alat-alat lainnya.

Menjaga Keselamatan di Laboratorium IPA

Laboratorium IPA bisa berbahaya karena kita sering menggunakan api, larutan asam yang korosif, dan zat kimia berbahaya. Beberapa aturan keselamatan di laboratorium IPA antara lain:

  • Gunakan alat pelindung diri seperti kacamata dan sarung tangan.
  • Ikuti petunjuk penggunaan alat dengan benar.
  • Jangan mencicipi atau menghirup bahan kimia.
  • Jangan bermain-main di laboratorium.
  • Mintalah bantuan guru jika ada yang tidak dimengerti.

 Merancang Percobaan

Metode ilmiah adalah cara untuk meneliti sesuatu dengan langkah-langkah tertentu:

  1. Observasi: Melakukan pengamatan terhadap suatu fenomena.
  2. Hipotesis: Merumuskan dugaan sementara berdasarkan observasi.
  3. Rancang Percobaan: Membuat rencana eksperimen untuk menguji hipotesis.
  4. Eksperimen: Melakukan percobaan sesuai rencana yang telah dibuat.
  5. Data: Mengumpulkan data dari hasil percobaan.
  6. Kesimpulan: Menarik kesimpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan.

1. Pengamatan dalam Sains (Observasi)

Pengamatan adalah kunci utama dalam metode ilmiah. Dengan pengamatan, kita dapat mengetahui fenomena alam yang terjadi di sekitar kita dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian.

2. Penentuan Tujuan Percobaan

Sebelum melakukan percobaan, tentukan tujuan percobaan berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Tujuan ini akan membantu merumuskan pertanyaan yang ingin dijawab melalui eksperimen.

3. Menuliskan Hipotesis

Hipotesis adalah dugaan sementara yang berisi jawaban atas pertanyaan yang ingin diuji kebenarannya melalui percobaan.

4. Variabel-variabel

Variabel adalah faktor, kondisi, atau unsur yang dapat berpengaruh pada hasil percobaan. Ada tiga jenis variabel:

  • Variabel Bebas: Variabel yang dapat diubah atau dimanipulasi dalam percobaan.
  • Variabel Terikat: Variabel yang diukur atau diamati perubahannya karena adanya perubahan pada variabel bebas.
  • Variabel Kontrol: Variabel yang tetap atau tidak berubah selama percobaan.

5. Prosedur Percobaan

Prosedur percobaan adalah langkah-langkah rinci yang akan dilakukan dalam percobaan agar tidak ada yang terlupakan dan percobaan berjalan dengan baik.

Pengukuran

Dalam percobaan, kita sering melakukan pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat. Pengukuran dapat dilakukan dalam dua cara:

  • Kualitatif: Pengamatan berdasarkan sifat atau kualitas dari suatu objek atau kejadian.
  • Kuantitatif: Pengamatan dengan angka atau ukuran yang spesifik.

1. Besaran

Besaran adalah suatu sifat yang dapat diukur dan dinyatakan dalam satuan tertentu. Ada dua jenis besaran:

  • Besaran Pokok: Besaran yang tidak dapat diuraikan menjadi besaran lain. Contohnya, panjang, massa, waktu, dan suhu.
  • Besaran Turunan: Besaran yang berasal dari kombinasi besaran pokok. Contohnya, kecepatan, volume, dan energi.

Tabel Besaran Pokok

No.Besaran PokokSimbolSatuan SIContoh
1PanjangLMeter (m)Panjang meja 2 meter
2MassamKilogram (kg)Massa buah 0.5 kilogram
3WaktutDetik (s)Durasi film 120 detik
4SuhuTCelsius (°C)Suhu ruangan 25°C

Tabel Besaran Turunan

No.Besaran TurunanSimbolSatuan SIContoh
1KecepatanvMeter per detik (m/s)Kecepatan mobil 60 m/s
2VolumeVMeter kubik (m³)Volume akuarium 0.5 m³
3EnergiEJoule (J)Energi lampu 50 Joule
4FrekuensifHertz (Hz)Frekuensi radio 100 Hz

2. Satuan

Satuan digunakan untuk menyatakan besaran. Beberapa contoh satuan adalah meter (m) untuk panjang, kilogram (kg) untuk massa, detik (s) untuk waktu, dan derajat Celsius (°C) untuk suhu.

Pelaporan Hasil Percobaan

Setelah melakukan percobaan, penting untuk melaporkan hasilnya agar orang lain bisa mengerti dan mengulang percobaan tersebut. Laporan percobaan harus mencakup:

NoKomponenPenjelasan
1Tujuan PercobaanMenjelaskan tujuan percobaan yang ingin dicapai.
2HipotesisMenyatakan hipotesis atau dugaan sementara sebelum percobaan dilakukan.
3VariabelMenjelaskan variabel bebas, terikat, dan kontrol yang digunakan dalam percobaan.
4Alat dan BahanDaftar alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan.
5ProsedurLangkah-langkah rinci yang akan diikuti dalam percobaan.
6Pengumpulan & Pengolahan Data PercobaanMenyajikan data yang dikumpulkan selama percobaan dan cara mengolahnya.
7KesimpulanMenarik kesimpulan berdasarkan hasil percobaan dan hipotesis yang diuji.

Dengan mengikuti langkah-langkah metode ilmiah, kita bisa belajar dan menemukan

 

 Assesment

Untuk memperkuat pemahaman materi kalian  silahkan kalian kerjakan soal dibawah ini

1. Prosedur pemecahan masalah yang menggunakan langkah-langkah yang tersusun secara sistematis disebut sebagai…

a. Teori ilmiah
b. Hipotesis
c. Metode ilmiah
d. Pengolahan data

2. Langkah pertama dalam metodologi ilmiah yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang menarik untuk dipelajari adalah…

a. Merumuskan hipotesa
b. Menyimpulkan
c. Mengelola data
d. Merumuskan masalah

3.  Laporan percobaan harus mencakup apa saja:

 

Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh