Senin, 20 Juli 2026

PENGENALAN SEL

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Senin, 20 Juli 2026

Kelas                   : VIII A - VIII B

Materi                 : Pengenalan Sel

 

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik dapat  mendeskripsikan bagian-bagian atau organel pada sel hewan dan tumbuhan dan dapat membedakan organel-organel tersebut

 

Materi Pembelajaran :

                                                      Sel Hewan dan Tumbuhan

 

SStruktur Sel

Didalam sel terdapat berbagai macam organ yang berbeda, bagian sel itu disebut organel.

Struktur sel terdiri dari 3 macam:

1.Inti sel
2.Sitoplasma
3.Membran sel
 

Sel hewan dan sel tumbuhan

 
 
8 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan: Tabel dan Penjelasan

ORGANEL SEL HEWAN DAN TUMBUHAN 

1. Dinding Sel

Layaknya rumah kita yang dilindungi oleh tembok dan atap, pada tumbuhan, sel juga ada pelindungnya, loh! Namanya dinding sel. Dinding sel ini, terbuat dari selulosa, yaitu serat karbohidrat yang memberikan kekuatan untuk melindungi dan mempertahankan bentuk sel. Selain itu, dinding sel juga berfungsi untuk pertukaran zat-zat antar sel dengan lingkungannya.

 

2. Membran Sel

Selanjutnya, di bawah dinding sel, ada yang namanya membran sel. Membran sel ini, nggak hanya terdapat pada sel tumbuhan saja, tapi juga sel hewan. Membran sel terdiri dari lapisan lipit ganda (membran fosfolipid). Fungsinya, untuk melindungi sel dan mengatur aliran zat yang masuk dan keluar dari sel.

 

3. Sitoplasma

Dalam sel tumbuhan dan sel hewan, terdapat sitoplasma, yaitu substansi kental yang terletak di antara membran sel dan inti sel. Di sinilah organel-organel sel yang lain berkumpul. Fungsi sitoplasma adalah untuk mengatur produksi energi, sintesis protein, hingga pengolahan zat-zat kimia.

 

4. Inti Sel (Nukleus)

Sesuai namanya, nukleus atau ‘inti’ sel adalah bagian yang menjadi pusat kontrol sel. Nah, nukleus atau inti sel ini, dibungkus dan dilindungi oleh yang namanya membran inti.

Di dalam inti sel terdapat DNA, yang mengatur pertumbuhan, perkembangan, serta fungsi sel. Selain itu, di dalam inti sel juga terdapat nukleolus dan nukleoplasma. Nah, apa tuh bedanya, ya?

Nukleolus adalah inti dari nukleus. Fungsi utamanya, untuk membentuk protein. Sementara itu, nukleoplasma adalah cairan yang terdapat dalam nukleus. Kandungannya berupa serat dan kromatin. Fungsi nukleoplasma adalah untuk membentuk gen dan kromosom.

 

5. Retikulum Endoplasma (RE)

Retikulum endoplasma (RE) tersusun dari selapis membran yang berlekuk-lekuk dan posisinya di dekat atau menempel dengan inti sel. Organel sel ini terdapat di sel tumbuhan dan sel hewan.

Ada dua jenis retikulum endoplasma, yaitu RE kasar dan RE halus. Bedanya apa? Pertama, dari permukaannya. Permukaan RE kasar ditempeli ribosom. Jadi kalo dilihat, banyak bintik-bintik di permukaannya. Kalau RE halus, permukaannya lebih halus soalnya nggak ditempeli oleh ribosom.

Perbedaan kedua yaitu fungsi organel selnya. RE kasar kan ditempeli ribosom, maka fungsinya berkaitan untuk sintesis protein. Sedangkan RE halus berfungsi untuk sintesis lemak, metabolisme karbohidrat, dan detoksifikasi racun.

Berikut adalah gambar retikulum endoplasma yang bisa kamu perhatikan strukturnya.

gambar retikulum endoplasma - organel sel tumbuhan dan hewan

 

6. Ribosom

Kalo kamu lihat di suatu sel ada butiran kecil dan padat yang menempel di RE kasar dan menyebar di sitoplasma, nah itu namanya ribosom. Ribosom itu butiran nukleoprotein yang ukurannya hanya 15-20 nm, paling kecil dari organel lainnya. Ada dua komponen utama ribosom, yaitu subunit besar dan subunit kecil.

Saat melakukan kerjanya, kedua subunit ini bergabung dan membentuk struktur yang mirip dengan burger. Di tengah-tengah tumpukan kedua subunit yang mirip burger itu, ada mRNA. Fungsi mRNA itu sebagai cetakan resep untuk bikin protein tertentu.

Makanya, peran utama ribosom adalah sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein. Ribosom juga ada di sel hewan dan sel tumbuhan. Nah, untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar ribosom di bawah ini, yuk!

gambar ribosom - organel sel tumbuhan dan hewan

 

7. Badan Golgi atau Diktiosom

Sebutan untuk badan golgi bermacam-macam ya. Bisa aparatus golgi atau khusus untuk tumbuhan disebutnya diktiosom. Letak badan golgi biasanya ada di pinggir sel deket membran sel. Kalau di sel hewan, badan golgi bisa membentuk lisosom. Makanya, di sekitar badan golgi sel hewan juga bisa ditemukan di lisosom.

Badan golgi ini paling gampang dikenali loh! Bentuknya kayak kantung (lumen) atau cakram pipih yang disebut sisterna. Kantung badan golgi ini bisa lepas dan nantinya akan membentuk kantung-kantung kecil yang disebut vesikel.

Vesikel ini ada dua macam, yaitu vesikel transfer (untuk mentransfer protein dari badan golgi ke lisosom) dan vesikel sekretoris (untuk melepaskan protein atau molekul lain). Berikut ada gambar badan golgi/diktiosom pada sel hewan dan tumbuhan:

gambar badan golgi atau diktiosom - organel sel tumbuhan dan hewan

 

Fungsi organel sel ini bisa dianalogikan kayak kantor pos ya. Kenapa? Karena dia bakal memodifikasi, mengemas, dan menyortir molekul yang ada di dalam sel. Setelah itu, akan ditransportasikan di dalam sel maupun dikeluarkan ke luar sel. Nah, molekul yang bakal ditransportasikan badan golgi itu, terbungkus di dalam vesikula.

Oke, ada satu poin lagi nih yang harus kamu tau! Pada sel tumbuhan, badan golginya punya fungsi tambahan yaitu memproduksi selulosa yang menyusun dinding sel.

8. Mitokondria

Kamu tau nggak sih, mitokondria itu asalnya dari bahasa Yunani loh! Mitokondria terdiri dari 2 kata, yaitu mitos yang artinya benang dan chondros yang artinya butir.

Jadi, kalo dilihat dari mikroskop bentuknya seperti benang. Tapi, kalo diperbesar, bentuk aslinya itu seperti butiran elips. Panjangnya sekitar 2 mikrometer dengan diameter hanya 0,5 mikrometer.

Mitokondria punya dua lapis membran yang terdiri dari membran dalam dan membran luar. Di membran dalam ada krista dan matriks.

Krista itu lipatan-lipatan ke arah dalam yang membuat permukaan membran dalam lebih luas. Sedangkan matriks berisi cairan yang mengandung DNA. Nah, kalo membran luar mitokondria sendiri banyak mengandung protein dan lipid.


gambar mitokondria - organel sel hewan dan tumbuhan

 

Fungsi mitokondria itu penting banget untuk sel karena sebagai tempat respirasi seluler, menghasilkan energi/ATP, dan molekul pembawa energi siap pakai.

Kamu juga harus tau nih kalo matriks mitokondria itu punya DNA dan ribosomnya sendiri. Jadi dia mandiri dalam produksi enzim untuk respirasi seluler, keren banget kan?!

Mitokondria ini terdapat di organel sel tumbuhan maupun organel sel hewan, yah. Nah, kalo kamu lihat dari struktur sel secara umum, mitokondria rata-rata menyebar di sitoplasma. Mitokondria banyak juga loh ditemukan di sel-sel yang butuh banyak ATP buat bekerja, contohnya sel otot.

 

9. Badan Mikro

Badan mikro bentuknya bulat, memiliki membran, dan berisi kristal protein. Badan mikro ini letaknya tersebar di sitoplasma. Ada dua macam badan mikro, yaitu peroksisom dan glioksisom. Peroksisom ada di sel tumbuhan dan sel hewan. Fungsi organel sel ini adalah menetralkan racun dan menghasilkan enzim katalase.

Fyi, enzim katalase itu bakal menguraikan hidrogen peroksida (H2O2) yang bersifat racun menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang sifatnya netral. Sementara itu, glioksisom hanya ada di sel tumbuhan dan fungsinya itu untuk metabolisme lemak. Jadi, nanti dari lemak akan diubah menjadi karbohidrat.

Lalu, seperti apa ya gambar badan mikro itu? Yuk, perhatikan pada gambar di bawah!

gambar badan mikro - organel sel hewan dan tumbuhan

 

10. Lisosom

Lisosom cuma punya selapis membran aja. Di bagian membran lisosom, ada jalur keluar masuknya protein (protein transport). Nah, di bagian dalamnya, ada lapisan fosfolipid atau lipid bilayer. Nah, enzim hidrolitik ini akan menghancurkan zat asing yang masuk ke sel.

Oh iya, organel sel lisosom ini cuma ada di sel hewan dan fungsinya untuk pencernaan intrasel karena mengandung enzim hidrolitik. Kenapa lisosom tidak terdapat di organel sel tumbuhan?

Alasannya karena kalau di sel tumbuhan, fungsi organel sel ini bisa digantikan sama vakuola. Vakuola sel tumbuhan juga mengandung enzim hidrolitik, mirip kayak lisosom. Berikut adalah gambar lisosom yang bisa kamu perhatikan:

gambar lisosom - organel sel hewan dan tumbuhan

 

11. Sentrosom

Sama kayak lisosom, organel sel sentrosom juga cuma ada di sel hewan ya! Sentrosom ini organel yang di dalamnya ada dua sentriol dan berperan penting untuk pembelahan sel.

Tepatnya, organel sel hewan inilah yang bakal mengatur benang-benang spindel yang dihasilkan sentriol selama pembelahan sel. Jadi, kromosomnya bisa menempel di benang spindel dan terbagi rata ke dua sel anakan. Berikut adalah gambar sentrosom pada organel sel hewan:

gambar sentrosom - organel sel hewan dan tumbuhan

 

12. Plastida

Kalo lisosom dan sentriol cuma ada di sel hewan, nah kebalikannya nih, plastida hanya ada di sel tumbuhan. Kenapa? Karena plastida berfungsi membantu proses fotosintesis dan menghasilkan pigmen warna pada tumbuhan. Sedangkan, kalo hewan kan nggak butuh itu semua. Hehehe…

Plastida terbagi menjadi bermacam-macam jenis Ada kloroplas, kromoplas, leukoplas, dan masih banyak lagi. Kloroplas merupakan plastida yang mengandung klorofil dan karotenoid. Fungsinya untuk membantu fotosintesis dengan cara memanfaatkan energi sinar matahari untuk membuat makanan.

Kalo kromoplas merupakan plastida yang mengandung pigmen, kayak pigmen warna merah, jingga, maupun kuning. Fungsinya untuk memberi warna pada bunga.

Nah, leukoplas merupakan plastida yang nggak berwarna. Fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan. Nah, di bawah ini ada gambar plastida pada sel tumbuhan, ya.

gambar plastida - organel sel hewan dan tumbuhan

 

13. Vakuola

Kita sampai di organel sel yang terakhir nih. Yup, namanya vakuola! Vakuola itu dibungkus sama tonoplas. Tonoplas ini merupakan lapisan terluar atau membran luarnya vakuola.

Nah, vakuola juga lebih sering ditemukan di sel tumbuhan, sedangkan di sel hewan jarang banget. Kalaupun ada, biasanya ukurannya kecil banget. Bagaimana kira-kira bentuk dari organel sel tumbuhan ini? Berikut gambar vakuola yang bisa kamu perhatikan.

gambar vakuola - organel sel tumbuhan dan hewan

 

Vakuola berisi getah yang mengandung makanan dan juga zat buangan lain di sel tumbuhan dan fungsinya adalah sebagai tempat menyimpan cadangan makanan, menampung proses pencernaan, dan mengatur konsentrasi air

 

 Assesment

Untuk memperkuat pemahaman materi kalian  silahkan kalian berkelompok menggambar salah satu sel baik sel hewn maupun sel tumbuhan


Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh

 

 

 

HAKIKAT ILMU SAINS DAN METODE ILMIAH

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Senin, 20 Juli 2026

Kelas                   : VII A - VII E

Materi                 : Hakikat Ilmu Sains dan Metode Ilmiah

 

Tujuan Pembelajaran:

peserta didik memahami proses identifikasi makhluk hidup, sifat dan karakteristik zat, sistem

organisasi kehidupan, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya,  serta menunjukkan adab

bersyukur atas nikmat keteraturan alam semesta ciptaan Allah SWT dengan benar.

 

Materi Pembelajaran :

Sains adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari alam dan dunia secara sistematis. Ilmu ini digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan seperti dokter, perawat, arsitek, ahli komputer, pilot, insinyur, polisi, ahli pangan dan nutrisi, serta profesi lainnya. Orang yang melakukan penelitian untuk mengembangkan ilmu Sains disebut ilmuwan.

Contoh Ilmu Sains:

  • Fisika: Mempelajari gerak, energi, dan sifat-sifat materi.
  • Kimia: Mempelajari sifat dan reaksi zat-zat kimia.
  • Geologi: Mempelajari bumi, batuan, dan proses geologis.
  • Astronomi: Mempelajari planet, bintang, dan ruang angkasa.
  • Ekologi: Mempelajari hubungan makhluk hidup dengan lingkungan.

Laboratorium IPA

Di laboratorium IPA, kita melakukan eksperimen untuk mengamati fenomena alam dan menguji hipotesis. Beberapa alat yang digunakan dalam laboratorium IPA antara lain:

  • Gelas ukur, spatula: Digunakan untuk mengukur bahan secara tepat.
  • Kaca arloji, gelas kimia, tabung reaksi, labu Erlenmeyer: Digunakan untuk mencampur bahan-bahan kimia.
  • Mikroskop: Alat untuk mengamati benda-benda kecil.
  • Vernier caliper: Alat untuk mengukur dengan tingkat ketelitian tinggi.
  • Kacamata: Digunakan untuk melindungi mata.
  • Neraca pegas, termometer: Digunakan untuk mengukur massa dan suhu.
  • Segitiga porselen, tang krusibel, statif, bosshead, klem: Digunakan untuk mengamankan alat-alat lainnya.

Menjaga Keselamatan di Laboratorium IPA

Laboratorium IPA bisa berbahaya karena kita sering menggunakan api, larutan asam yang korosif, dan zat kimia berbahaya. Beberapa aturan keselamatan di laboratorium IPA antara lain:

  • Gunakan alat pelindung diri seperti kacamata dan sarung tangan.
  • Ikuti petunjuk penggunaan alat dengan benar.
  • Jangan mencicipi atau menghirup bahan kimia.
  • Jangan bermain-main di laboratorium.
  • Mintalah bantuan guru jika ada yang tidak dimengerti.

 Merancang Percobaan

Metode ilmiah adalah cara untuk meneliti sesuatu dengan langkah-langkah tertentu:

  1. Observasi: Melakukan pengamatan terhadap suatu fenomena.
  2. Hipotesis: Merumuskan dugaan sementara berdasarkan observasi.
  3. Rancang Percobaan: Membuat rencana eksperimen untuk menguji hipotesis.
  4. Eksperimen: Melakukan percobaan sesuai rencana yang telah dibuat.
  5. Data: Mengumpulkan data dari hasil percobaan.
  6. Kesimpulan: Menarik kesimpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan.

1. Pengamatan dalam Sains (Observasi)

Pengamatan adalah kunci utama dalam metode ilmiah. Dengan pengamatan, kita dapat mengetahui fenomena alam yang terjadi di sekitar kita dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian.

2. Penentuan Tujuan Percobaan

Sebelum melakukan percobaan, tentukan tujuan percobaan berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Tujuan ini akan membantu merumuskan pertanyaan yang ingin dijawab melalui eksperimen.

3. Menuliskan Hipotesis

Hipotesis adalah dugaan sementara yang berisi jawaban atas pertanyaan yang ingin diuji kebenarannya melalui percobaan.

4. Variabel-variabel

Variabel adalah faktor, kondisi, atau unsur yang dapat berpengaruh pada hasil percobaan. Ada tiga jenis variabel:

  • Variabel Bebas: Variabel yang dapat diubah atau dimanipulasi dalam percobaan.
  • Variabel Terikat: Variabel yang diukur atau diamati perubahannya karena adanya perubahan pada variabel bebas.
  • Variabel Kontrol: Variabel yang tetap atau tidak berubah selama percobaan.

5. Prosedur Percobaan

Prosedur percobaan adalah langkah-langkah rinci yang akan dilakukan dalam percobaan agar tidak ada yang terlupakan dan percobaan berjalan dengan baik.

Pengukuran

Dalam percobaan, kita sering melakukan pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat. Pengukuran dapat dilakukan dalam dua cara:

  • Kualitatif: Pengamatan berdasarkan sifat atau kualitas dari suatu objek atau kejadian.
  • Kuantitatif: Pengamatan dengan angka atau ukuran yang spesifik.

1. Besaran

Besaran adalah suatu sifat yang dapat diukur dan dinyatakan dalam satuan tertentu. Ada dua jenis besaran:

  • Besaran Pokok: Besaran yang tidak dapat diuraikan menjadi besaran lain. Contohnya, panjang, massa, waktu, dan suhu.
  • Besaran Turunan: Besaran yang berasal dari kombinasi besaran pokok. Contohnya, kecepatan, volume, dan energi.

Tabel Besaran Pokok

No.Besaran PokokSimbolSatuan SIContoh
1PanjangLMeter (m)Panjang meja 2 meter
2MassamKilogram (kg)Massa buah 0.5 kilogram
3WaktutDetik (s)Durasi film 120 detik
4SuhuTCelsius (°C)Suhu ruangan 25°C

Tabel Besaran Turunan

No.Besaran TurunanSimbolSatuan SIContoh
1KecepatanvMeter per detik (m/s)Kecepatan mobil 60 m/s
2VolumeVMeter kubik (m³)Volume akuarium 0.5 m³
3EnergiEJoule (J)Energi lampu 50 Joule
4FrekuensifHertz (Hz)Frekuensi radio 100 Hz

2. Satuan

Satuan digunakan untuk menyatakan besaran. Beberapa contoh satuan adalah meter (m) untuk panjang, kilogram (kg) untuk massa, detik (s) untuk waktu, dan derajat Celsius (°C) untuk suhu.

Pelaporan Hasil Percobaan

Setelah melakukan percobaan, penting untuk melaporkan hasilnya agar orang lain bisa mengerti dan mengulang percobaan tersebut. Laporan percobaan harus mencakup:

NoKomponenPenjelasan
1Tujuan PercobaanMenjelaskan tujuan percobaan yang ingin dicapai.
2HipotesisMenyatakan hipotesis atau dugaan sementara sebelum percobaan dilakukan.
3VariabelMenjelaskan variabel bebas, terikat, dan kontrol yang digunakan dalam percobaan.
4Alat dan BahanDaftar alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan.
5ProsedurLangkah-langkah rinci yang akan diikuti dalam percobaan.
6Pengumpulan & Pengolahan Data PercobaanMenyajikan data yang dikumpulkan selama percobaan dan cara mengolahnya.
7KesimpulanMenarik kesimpulan berdasarkan hasil percobaan dan hipotesis yang diuji.

Dengan mengikuti langkah-langkah metode ilmiah, kita bisa belajar dan menemukan

 

 Assesment

Untuk memperkuat pemahaman materi kalian  silahkan kalian kerjakan soal dibawah ini

1. Prosedur pemecahan masalah yang menggunakan langkah-langkah yang tersusun secara sistematis disebut sebagai…

a. Teori ilmiah
b. Hipotesis
c. Metode ilmiah
d. Pengolahan data

2. Langkah pertama dalam metodologi ilmiah yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang menarik untuk dipelajari adalah…

a. Merumuskan hipotesa
b. Menyimpulkan
c. Mengelola data
d. Merumuskan masalah

3.  Laporan percobaan harus mencakup apa saja:

 

Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh

 

 

Jumat, 17 Juli 2026

MATERI MPLS

HARI/TGL  : Senin - jum'at/ 13 - 17 Juli 2026

PEMATERI : SEPTYANA FORI

 

Materi:  MPLS

 

Zat Aditif dan Psikotropika

Berikut penjelasan lengkap, sistematis, dan mudah dipahami mengenai kedua jenis zat tersebut, meliputi pengertian, jenis, fungsi, dampak, serta peraturan yang berlaku.

 

                                                   ZAT ADITIF

Apa Itu Zat Aditif? Yuk, Ketahui Jenis & Efeknya bagi Tubuh

 

1. Pengertian

Zat aditif adalah zat atau campuran zat yang ditambahkan secara sengaja ke dalam makanan, minuman, obat-obatan, atau produk industri lainnya dalam jumlah kecil, dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas, memperpanjang masa simpan, meningkatkan rasa, warna, atau penampilan produk.

 

2. Jenis Berdasarkan Sumber

Aditif Alami: Berasal dari alam, umumnya aman digunakan. Contoh: gula, garam, cuka, kunyit, daun pandan.

 

Aditif Buatan: Dibuat melalui proses kimia di laboratorium. Penggunaannya harus sesuai takaran yang diizinkan. Contoh: pengawet, pewarna, pemanis buatan.

 

3. Berdasarkan Fungsi & Contoh

Pengawet  Natrium benzoat, kalium sorbat, nitrit   Mencegah pembusukan dan pertumbuhan jamur/bakteri         

Gangguan pencernaan, risiko kanker jangka panjang

 

Pewarna    Tartrazin, karmoisin, karoten

Mempercantik tampilan makanan        

Alergi, gangguan ginjal, gangguan konsentrasi pada anak

 

Pemanis     Sukrosa, sakarin, aspartam 

Memberikan rasa manis, mengurangi kalori

Sakarin berlebih berisiko gangguan kandung kemih

 

Penyedap Rasa   MSG (Mononatrium glutamat)     

Memperkuat rasa gurih       

Sakit kepala, mual, tekanan darah naik

 

Pengental  Pati, gelatin, karagenan

Membuat tekstur lebih kental dan stabil       

Gangguan pencernaan jika dikonsumsi terus-menerus

 

 

4. Ketentuan Penggunaan

Di Indonesia, penggunaan zat aditif diatur oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Zat yang dilarang adalah zat berbahaya yang sering disalahgunakan, seperti: boraks, formalin, pewarna tekstil, dan zat pewarna logam berat.

 

ZAT PSIKOTROPIKA

1. Pengertian

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat memengaruhi sistem saraf pusat, menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

2. Penggolongan Psikotropika

Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dikelompokkan menjadi 4 golongan:

 

Golongan I: Hanya untuk keperluan pengembangan ilmu pengetahuan, tidak untuk pengobatan. Contoh: MDMA, LSD, ekstasi. Sangat berbahaya dan memiliki potensi ketergantungan sangat tinggi.

Golongan II: Digunakan untuk pengobatan terbatas dan penelitian. Contoh: amfetamin, metilfenidat. Memiliki potensi ketergantungan tinggi.

Golongan III: Digunakan untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: fenobarbital, buprenorfin. Potensi ketergantungan sedang.

Golongan IV: Digunakan secara luas untuk pengobatan. Contoh: diazepam, alprazolam. Potensi ketergantungan ringan hingga sedang.

 

3. Cara Kerja

Zat ini bekerja dengan mengubah keseimbangan zat kimia di otak, sehingga dapat memengaruhi:

    Suasana hati

    Tingkat kesadaran

    Kemampuan berpikir dan berkonsentrasi

    Perilaku dan respon tubuh

 

4. Dampak Penggunaan

Jika digunakan sesuai resep dokter: Dapat membantu mengatasi gangguan kecemasan, gangguan tidur, serangan panik, atau gangguan hiperaktif.

 

Jika disalahgunakan / tanpa pengawasan:

  Jangka pendek: Pusing, mulut kering, detak jantung tidak teratur, pandangan kabur, hilang kesadaran, perilaku berbahaya.

  Jangka panjang: Ketergantungan fisik dan psikis, kerusakan otak permanen, gangguan organ hati dan ginjal, depresi berat, hingga kematian akibat overdosis.

Contoh       Diazepam, ekstasi, amfetamin       Morfin, heroin, ganja, kokain

III. PERBEDAAN UTAMA KEDUA JENIS ZAT

Dampak bahaya Umumnya baru terasa jika berlebihan/terus-menerus     Bahaya langsung meski dalam dosis sedikit jika disalahgunakan

 

IV. PESAN PENTING

1    Pilihlah makanan dan minuman yang memiliki izin edar resmi dari

      BPOM.

2    Hindari konsumsi zat aditif buatan secara berlebihan.

 3   Jangan mengonsumsi obat psikotropika tanpa petunjuk dan resep

      dokter.

    Pelanggaran peredaran dan penyalahgunaan psikotropika diancam pidana penjara dan denda yang berat sesuai hukum yang berlaku.

  

BAHAYA ROKOK BAGI KESEHATAN

 

1. Pengertian Rokok

Rokok adalah gulungan kertas berisi tembakau kering yang dibakar, lalu asapnya dihirup. Satu batang rokok mengandung >7.000 zat kimia, di mana 69 di antaranya bersifat karsinogenik (pemicu kanker).

2. Kandungan Zat Paling Berbahaya

- Zat Kimia Sifat & Bahaya

- Nikotin    Zat adiktif utama → menyebabkan ketergantungan cepat; menyempitkan pembuluh darah, menaikkan tekanan darah, mengganggu perkembangan otak remaja

- Zat lengket seperti aspal → menempel di paru-paru, merusak silia (penyaring kotoran), pemicu utama kanker paru, gigi kuning, napas tak sedap

- Karbon Monoksida (CO)     Gas beracun → mengikat darah 200x lebih kuat dari oksigen → otak/jantung kekurangan oksigen, mudah lelah, risiko jantung tinggi

- Zat Lain    Arsenik, amonia, formalin, timbal, hidrogen sianida → merusak organ dalam, meracun sel tubuh

 

3. Dampak Bahaya Berdasarkan Sistem Tubuh

 Sistem Pernapasan

-    Paru-paru menghitam, fungsi menurun drastis

-   Penyakit: Bronkitis kronis, asma, PPOK, kanker paru-paru

-    Napas pendek, batuk berdahak terus-menerus

 

Sistem Jantung & Pembuluh Darah

 -   Menyempitkan pembuluh darah → tekanan darah tinggi

-    Risiko serangan jantung, stroke, penyumbatan pembuluh kaki (bisa diamputasi)

 

 Sistem Reproduksi

 -   Pria: Menurunkan kualitas sperma → mandul/impotensi

-    Wanita: Risiko keguguran, bayi lahir prematur/berat badan rendah, cacat janin

 

 Dampak pada Remaja

-    Otak belum matang → konsentrasi turun, prestasi jatuh, emosi labil

 -   Lebih cepat kecanduan, sulit berhenti seumur hidup

Bahaya Perokok Pasif

Orang yang hanya menghirup asap rokok orang lain → risiko sakit bahkan lebih tinggi dari perokok aktif, karena asap sisa mengandung zat lebih pekat

 

 

TERIMA KASIH

 

                                                      By: Bu Septyana Fori