Senin, 12 Oktober 2026

USAHA, ENERGI, DAN PESAWAT SEDERHANA

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Senin, 12 Oktober 2026

Fase/Kelas           : D/VIII A - VIII B

Materi                  : Usaha , Energi, dan Pesawat Sederhana

Pertemuan           : ke 7


Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D Peserta didik mampu memahami konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak.

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis tentang konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak.

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya energi pada saat buah jatuh daru pohon yang berkaitan dengan materi konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak.

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi dari usaha, energi, dan pesawat sederhana pada sistem gerak

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan tentang usaha, energi, dan pesawat sederhana pada sistem gerak, kemudian Mengklasifikasikan jenis-jenis usaha, energi, dan pesawat sederhana yang bekerja pada sistem gerak tubuh serta Menganalisis perhitungan yang terdapat pada materi ini yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


MATERI

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi struktur dan fungsi tubuh pada makhluk hidup ini, mari kita bersyukur atas sebaik-baiknya bentuk penciptaan fisik dan amanah dalam merawat tubuh

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di dunia atau bumi yang kita pijak serta akal yang kita gunakan untuk mempelajari usaha, energi, dan peswat sederhana adalah ciptaan Allah. Energi yang ada di bumi ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan alam dan manusia dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui usaha, energi, dan pesawat sederhana serta fungsinya dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Organ-organ pernapasan pada manusia adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."

 

Usaha dan Energi

pengertian usaha dan energi


Pernahkah kamu  mendorong meja yang berat Atau pernah melompat dari ketinggian, lalu merasakan dorongan yang kuat ketika kaki menyentuh tanah

semua aktivitas itu ternyata bisa dijelaskan melalui konsep usaha dan energi dalam Fisika, Dua hal tersebut sangat penting untuk dipelajari, karena menjadi dasar dari banyak fenomena sehari-hari. Mulai dari cara kerja mesin, gerakan benda, hingga proses tubuh manusia menghasilkan tenaga. 

kita akan membahas secara lengkap tentang usaha dan energi. Materinya meliputi pengertian, rumus, jenis-jenis, hubungan antara keduanya, sampai contoh soal yang bisa kamu gunakan untuk berlatih.

Pengertian Usaha

Usaha adalah hasil kali gaya yang diberikan pada sebuah benda dengan perpindahan benda tersebut ke arah gaya. Dengan kata lain, usaha merupakan energi yang dialirkan untuk menggerakkan suatu benda dengan gaya tertentu.

 

Rumus Usaha dalam Fisika

Secara matematis, rumus usaha dapat dituliskan sebagai berikut:

W = F × s

 

Keterangan:

W = usaha (Joule)

F = gaya yang diberikan (Newton)

s = perpindahan benda (meter)

 

ada dua hal penting yang harus kamu perhatikan dalam rumus usaha, yakni gaya dan perpindahan benda.  kalo kamu mendorong meja sekuat tenaga (melakukan gaya), tetapi meja itu tidak berpindah sama sekali (tidak ada perpindahan), maka secara fisika, kamu tidak melakukan usaha, meskipun tubuhmu merasa capek.

pengertian usaha

Gambar seseorang melakukan usaha yakni mendorong meja (Sumber: makeagif.com)

 

daya merupakan laju usaha yang dilakukan atau energi yang dikirim per satuan waktu dengan diukur dalam satuan watt (W) atau Joule per detik (J/S).

Rumus Daya

Untuk mengetahui atau mencari besaran suatu daya, kamu dapat menghitungnya dengan menggunakan rumus berikut:

P = W/t

 

CONTOH SOAL

1. Beni mendorong kursi yang tidak didudukinya sejauh 2 meter dengan gaya 50 N dalam waktu 5 sekon. Berapakah daya yang digunakan Beni untuk mendorong kursi tersebut?

A. 15 W
B. 18 W
C. 20 W
D. 25 W

Jawaban: C. 20 W


Pembahasan:
Usaha = F × s 

              50 × 2

             = 100 J


Daya = W/t  

          = 100 / 5

          = 20 W


2. Pak guru memindahkan papan tulis dengan usaha 500 J dalam waktu 10 s. Berapa daya yang dihasilkan?

A. 40 W
B. 45 W
C. 50 W
D. 55 W

Jawaban: C. 50 W


Pembahasan:
P = W/t 

    = 500/10

    = 50 W

 

Pengertian Energi

energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Tanpa adanya energi, sebuah benda nggak mungkin bisa bergerak, dan suatu sistem nggak akan mengalami perubahan.

Dalam kehidupan sehari-hari, energi bisa kita temukan dalam berbagai bentuk dan sumber. Contohnya, tubuh kita tidak bisa beraktivitas kalau tidak punya energi dari makanan, atau mobil tidak bisa jalan tanpa energi dari bahan bakar.

 

Sifat-Sifat Energi

Energi juga punya sifat-sifat

 1. Energi Tidak bisa Diciptakan atau Dimusnahkan

Kalo kamu udah belajar tentang Hukum Kekekalan Energi, kamu pasti tau, energi nggak bisa diciptakan atau dihilangkan. Energi cuma bisa berubah bentuk atau berpindah dari satu benda ke benda yang lain. Contohnya, energi kimia dalam bensin tidak hilang, tetapi berubah menjadi energi gerak saat mesin kendaraan bermotor bekerja.

 

2. Energi dapat Berubah Bentuknya

Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya, sesuai dengan kebutuhan atau kondisi. Contohnya, energi listrik dapat berubah menjadi energi cahaya pada lampu, energi potensial air di bendungan dapat berubah menjadi energi listrik melalui turbin PLTA, dan lain sebagainya.

 

3. Energi Dapat Berpindah

Selain bentuknya dapat diubah, energi juga dapat berpindah dari satu benda/sistem ke benda/sistem lain. Contohnya, saat kita memasak air, energi panas dari api akan berpindah ke wadah atau panci, lalu ke air hingga mendidih.

 

4. Energi Dapat Disimpan

Energi juga dapat disimpan dalam bentuk tertentu untuk digunakan di kemudian hari. Contohnya, energi kimia dalam baterai, bensin, atau makanan (sebagai cadangan energi dalam tubuh).

 

Jenis-Jenis Energi

Dalam Fisika, terdapat banyak sekali macam-macam energi. Setiap jenis mempunyai rumus yang berbeda-beda. Namun, yang paling umum dipelajari adalah sebagai berikut:

 

1. Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda karena gerakannya. Semakin cepat sebuah benda bergerak atau semakin besar massanya, maka semakin besar pula energi kinetik yang dimilikinya. Jadi, kalo bendanya diam, energi kinetiknya nol,  Rumus energi kinetik adalah:

Ek = ½ · m · v2

 

Keterangan:

Ek​ = energi kinetik (J)

m = massa benda (kg)

v = kecepatan benda (m/s)

 

2. Energi Potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena kedudukannya terhadap bumi (ketinggian). Contohnya, buah apel yang berada di atas meja, memiliki energi potensial karena posisinya lebih tinggi dari lantai. Rumus energi potensial adalah:

Ep = m · g · h

 

Keterangan:

Ep​ = energi potensial (J)

m = massa (kg)

g = percepatan gravitasi (9,8 m/s²)

h = ketinggian benda (m)

 

  Penerapan Usaha dan Energi dalam Kehidupan Sehari-hari

Konsep usaha dan energi ternyata banyak sekali penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  • Olahraga – Saat berlari, otot kita mengubah energi kimia dari makanan menjadi energi kinetik.
  • Transportasi – Mobil memerlukan energi dari bahan bakar untuk bergerak, yang kemudian diubah menjadi energi kinetik.
  • Listrik – Turbin pembangkit listrik mengubah energi potensial air menjadi energi kinetik, lalu menjadi energi listrik.
  • Alat rumah tangga – Blender, kipas angin, dan mesin cuci bekerja dengan memanfaatkan energi listrik yang diubah menjadi energi gerak.
  • Pemanfaatan sumber energi terbarukan – Panel surya mengubah energi cahaya matahari menjadi listrik, yang lebih ramah lingkungan.

 

Contoh Soal Usaha dan Energi

Sebuah benda bermassa 5 kg bergerak dengan kecepatan 4 m/s. Hitunglah energi kinetik benda tersebut!

Penyelesaian:

Diketahui:

m = 5 kg

v = 4 m/s

Ditanya: Ek …?

Jawab:

Ek = ½ · m · v2

Ek = ½ · 5 · 42

Ek = ½ · 5 · 16

Ek = 40 J

Jadi, energi kinetik benda adalah 40 Joule.

 

Contoh Soal 2

Sebuah benda bermassa 2 kg berada pada ketinggian 10 m dari tanah. Hitung energi potensialnya!

Penyelesaian:

Diketahui:

m = 2 kg

h = 10 m

Ditanya: Ep …?

Jawab:

Ep = m · g · h

Ep = 2 · 9,8 · 10

Ep = 196 J

Jadi, energi potensialnya adalah 196 Joule.

 

Contoh Soal 3

Sebuah gaya 50 N mendorong benda sejauh 4 m pada arah yang sama dengan gaya. Hitunglah usaha yang dilakukan!

Penyelesaian:

Diketahui:

F = 50 N

s = 4 m

Ditanya: W …?

Jawab:

W = F · s

W = 50 · 4

W = 200 J

Jadi, usaha yang dilakukan adalah 200 Joule.

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan usaha

2. Sebutkan pengertian energi

3. Sebutkan sifat-sifat dari energi

4. Apa saja jenis-jenis energi

5. Sebuah benda bermassa 5 kg bergerak dengan kecepatan 4 m/s. Hitunglah energi kinetik benda tersebut


Kesimpulan materi:

- Usaha adalah hasil kali gaya yang diberikan pada sebuah benda dengan perpindahan benda tersebut ke arah gaya. Dengan kata lain, usaha merupakan energi yang dialirkan untuk menggerakkan suatu benda dengan gaya tertentu.

- energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha

- Konsep usaha dan energi ternyata banyak sekali penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, antara

   lain:  Olahraga – Saat berlari, otot kita mengubah energi kimia dari makanan menjadi energi kinetik. 

         Transportasi – Mobil memerlukan energi dari bahan bakar untuk bergerak, yang kemudian  

          diubah menjadi energi kinetik.

 

Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA dan di ruang multimedia , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

 

 

 

PEMUAIAN ZAT PADAT

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal        : Senin, 12 Oktober 2026

Fase/Kelas           : D/VII A - VII E

Materi                 : Pemuaian Zat Padat

Pertemuan           : Ke 5

 

Capaian Permbelajaran:

Pada akhir fase D Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat zat serta membedakan perubahan fisika dan kimia, kerapatan zat, dan menganalisis konsep suhu, kalor, perpindahan kalor, dan dampaknya pada pemuaian zat.

 

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menganalisis tentang suhu, kalor, dan pemuaian dan dapat melihatnya dalam kehidupan sehari-hari 

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya perpindahan kalor yang berkaitan dengan materi kalor dan pemuaian

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi perpindahan kalor dan bagaimana terjadinya konduksi, konveksi, dan radiasi yang terjadi di kehidupan sehari-hari 

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

 

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan suhu,kalor, dan pemuaian kemudian Memahami perbandingan skala suhu,serta Menganalisis tentang perpindahan kalor dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


 Materi Pembelajaran :  

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi suhu, kalor, dan pemuaian ini, mari kita renungi:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di bumi ini yang kita diami dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari tentang suhu, kalor, dan pemuaian yang menarik ini adalah ciptaan Allah SWT. suhu, kalor, dan pemuaian ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui tentang suhu, kalor, dan pemuaian ini dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya 
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): suhu, kalor, dan pemuaian  ini adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat yang tak terhingga. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."  

 Pemuaian Zat Padat dan Contohnya

proses pemuaian zat padat

pemasangan sambungan antar rel kereta yang tidak rapat ini, tentu ada sebabnya. Salah satunya karena rel kereta api akan mengalami pemuaian di siang hari. Makanya sambungan tiap rel dipasang agak renggang, supaya tetap aman walaupun memuai.

Suhu merupakan derajat panas atau dinginnya suatu benda. Semakin tinggi suhu suatu benda, maka benda tersebut semakin panas. Sebaliknya, semakin rendah suhu suatu benda, maka benda tersebut semakin dingin. Ternyata, suhu juga dapat mempengaruhi ukuran suatu benda. Perubahan ukuran pada benda terbagi menjadi dua macam, yaitu pemuaian dan penyusutan.

pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda saat benda tersebut mengalami kenaikan suhu akibat dipanaskan.

penyusutan adalah berkurangnya ukuran suatu benda saat benda tersebut mengalami penurunan suhu akibat didinginkan. Pemuaian atau penyusutan terjadi pada setiap benda yang mengalami perubahan suhu, baik untuk zat padat, cair, maupun gas.

Proses Pemuaian Panjang

Pemuaian panjang merupakan perubahan panjang suatu benda saat benda tersebut mengalami kenaikan suhu akibat dipanaskan.

Peristiwa ini terjadi pada zat padat yang ukuran panjangnya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan lebar atau diameternya, seperti paku, kawat, batang besi, dan sebagainya.

contoh pemuaian zat padat

Paku adalah salah satu benda yang dapat mengalami pemuaian panjang. (sumber: bumisaka)

 

Contoh Pemuaian Panjang

zat-zat yang ada di alam ini memiliki kecenderungan untuk memuai ketika suhunya panas, dan menyusut ketika suhunya dingin. Rel kereta api yang berada di luar ruangan, tentu akan mengalami peristiwa pemuaian ini.

Pada siang hari, karena suhu udara cenderung panas, batang rel akan mengalami pemuaian (bertambah panjang). Sementara itu, di malam hari, batang rel akan menyusut (bertambah pendek) kembali karena suhu udara yang dingin.

contoh pemuaian pada rel sambungan kereta api

 

pemuaian pada batang rel kereta karena suhu yang panas ini bisa menyebabkan saling mendorong antara dua batang rel, dan membuat rel tersebut jadi melengkung.

hal tersebut akan sangat berbahaya, kereta akan keluar jalur saat melewatinya. Makanya, sambungan antar rel kereta dipasang agak renggang supaya ketika memuai, kedua batang rel nggak bakal bengkok.

ilustrasi pemuaian pada sambungan rel kereta api

Ilustrasi jika sambungan rel dipasang rapat (Sumber: its aumsum time via YouTube)

 

Rumus Pemuaian Panjang

pertambahan panjang suatu zat secara fisis akan:

  1. Berbanding lurus dengan panjang mula-mula.
  2. Berbanding lurus dengan perubahan suhu.
  3. Bergantung dari jenis zat.

 

rumus pemuaian panjang pada zat padat

 

Contoh Soal Pemuaian Panjang

Sebatang baja yang panjangnya 2 m dipanaskan, sehingga suhunya berubah dari 40 °c menjadi 70 °c . Jika diketahui koefisien muai panjangnya adalah 1,1 x 10-5 /°c, berapakah panjang baja itu sekarang?

Pembahasan:

Diketahui:

Lo = 2 m

T = 70°c – 40 °c = 30°c

α =1,1 x 10-5 /°c

Ditanya : Lt = …?

Jawab:

L=Lo . α . T

L =(2 m) . (1,1 x 10-5 /°c). (30 °c)

L = (6,6 x 10-4 m) =0,00066 m

Lt = Lo + L

Lt = 2 + 0,00066

Lt =2,00066 m

Berarti, panjang baja setelah dipanaskan adalah 2,00066 m, ya.

 

Proses Pemuaian Luas    

Pemuaian luas merupakan perubahan luas suatu benda saat benda tersebut mengalami kenaikan suhu akibat dipanaskan. Pemuaian luas ini dapat diamati pada benda yang ketebalannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan panjang dan lebarnya. Jadi, pemuaian arah tebalnya juga jauh lebih kecil daripada pemuaian di arah panjang dan lebarnya, sehingga bisa diabaikan.

 

Contoh Pemuaian Luas

Contohnya kaca jendela. Saat suhu udara panas, suhu kaca menjadi naik, sehingga terjadi pemuaian. Kaca mengalami penambahan ukuran yang lebih lebar dari sebelumnya. Akibatnya, kaca terlihat terpasang sangat rapat pada bingkai.

 

Rumus Pemuaian Luas

Pertambahan luas suatu zat bila dipanaskan akan:

  1. Berbanding lurus dengan luas mula-mula.
  2. Berbanding lurus dengan perubahan suhu.
  3. Bergantung dari jenis zat.

 

rumus pemuaian luas pada zat padat

 

Contoh Soal Pemuaian Luas

Pada suhu 30°c, sebuah pelat besi luasnya 10 m2. Apabila suhunya dinaikkan menjadi 90°c dan diketahui koefisien muai panjangnya adalah 1,2 x 10-5/°c, maka tentukanlah luas pelat besi itu sekarang!

Pembahasan:

Diketahui:

T =90°c-30°c= 60°c

Ao = 10 m2

β =1,2 x 10-5 /°c= α 2= 2,4 x 10-5/°c

Ditanya: At =…?

Jawab:

A = Ao . β . T

A = Ao . (2α). T

A = 10 m2 .  2,4 x 10-5 /°c .  60°c

A =14,4 x 10-3 m2= 0,0144 m2

Oke, karena yang ditanya itu luas pelat besi setelah mengalami pemuaian, maka kita jumlahkan aja luas pelat besi mula-mula dengan penambahan luas pelat besinya, sehingga:

At = Ao + A

At = 10 + 0,0144

At =10,0144 m2

Jadi, luas pelat besi setelah mengalami pemuaian adalah 10,0144 m2.

 

Proses Pemuaian Volume

Pemuaian volume adalah perubahan volume suatu benda saat benda tersebut mengalami kenaikan suhu akibat dipanaskan. Pemuaian volume terjadi jika seluruh dimensi benda cukup besar, sehingga pemuaian ke semua arah tidak bisa diabaikan.

 

Contoh Pemuaian Volume

Contohnya, ketika kamu memasak air di dalam panci, tanpa disadari panci mengalami pemuaian,  Saat dipanaskan, air dan panci sama-sama menyerap kalor dari api.

panci yang menyerap kalor atau energi panas itu, ukurannya akan bertambah karena mengalami pemuaian. Pemuaian ini menyebabkan panci mengalami penambahan volume.

Ilustrasi pemuaian luas pada panci akibat pemanasan

Ilustrasi panci mengalami pemuaian akibat dipanaskan.

 

Rumus Pemuaian Volume

Pertambahan volume suatu zat yang dipanaskan, secara fisis akan:

  1. Berbanding lurus dengan volume mula-mula zat.
  2. Berbanding lurus dengan perubahan suhu zat.
  3. Bergantung dari jenis bahan.

 

contoh pemuaian volume pada zat padat

 

Contoh Soal Pemuaian Volume

Sebuah balok baja berukuran 5 cm x 10 cm x 6 cm. Hitunglah volume akhir balok baja ketika suhunya dinaikkan dari 22 °c ke 42 °c. Diketahui koefisien muai panjang baja 1,1 x 10-5 /°c.

Pembahasan:

Diketahui:

Vo = 300 cm3 =3 x 102 cm3

T =42 °c-22 °c = 20°c

γ =1,1 x 10-5/°c = α 3= 3 . 1,1 x 10-5 /°c = 3,3 x 10-5 /°c

Ditanya: Vt =…?

Jawab:

V = Vo . γ . T

V = 3 x 102 cm3 . 3,3 x 10-5/°c . 20°c

V =1,98 x 10-1 cm3

Jadi, untuk mencari volume baja setelah mengalami pemuaian, kita jumlahkan aja volume awal bajanya dengan penambahan volumenya, sehingga:

Vt = Vo + V

Vt = 300 + 0,0198

Vt =300,198 cm3

Didapat volume akhir baja setelah dipanaskan adalah 300,198 cm3.

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan pemuaian

2. Sebutkan macam-macam pemuaian

3. Jelaskan tentangt pemuaian panjang, luas, dan volume

4. Tuliskan rumus pemuaian panjang dan beri penjelasannya


Kesimpulan materi:

- pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda saat benda tersebut mengalami kenaikan suhu akibat dipanaskan.

- penyusutan adalah berkurangnya ukuran suatu benda saat benda tersebut mengalami penurunan suhu akibat didinginkan. Pemuaian atau penyusutan terjadi pada setiap benda yang mengalami perubahan suhu, baik untuk zat padat, cair, maupun gas.

- Pemuaian luas merupakan perubahan luas suatu benda saat benda tersebut mengalami kenaikan suhu akibat dipanaskan. Pemuaian luas ini dapat diamati pada benda yang ketebalannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan panjang dan lebarnya. Jadi, pemuaian arah tebalnya juga jauh lebih kecil daripada pemuaian di arah panjang dan lebarnya, sehingga bisa diabaikan. 

 

Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 


 

Jumat, 09 Oktober 2026

PERPINDAHAN KALOR DAN PEMUAIAN

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal        : Jum'at, 9 Oktober 2026

Fase/Kelas          : D/VII A - VII E

Materi                 : Perpindahan Kalor, dan Pemuaian

Pertemuan           : Ke 4

 

Capaian Permbelajaran:

Pada akhir fase D Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat zat serta membedakan perubahan fisika dan kimia, kerapatan zat, dan menganalisis konsep suhu, kalor, perpindahan kalor, dan dampaknya pada pemuaian zat.

 

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu menganalisis tentang suhu, kalor, dan pemuaian dan dapat melihatnya dalam kehidupan sehari-hari 

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya perpindahan kalor yang berkaitan dengan materi kalor dan pemuaian

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi perpindahan kalor dan bagaimana terjadinya konduksi, konveksi, dan radiasi yang terjadi di kehidupan sehari-hari 

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

 

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan suhu,kalor, dan pemuaian kemudian Memahami perbandingan skala suhu,serta Menganalisis tentang perpindahan kalor dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


 Materi Pembelajaran :  

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi suhu, kalor, dan pemuaian ini, mari kita renungi:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di bumi ini yang kita diami dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari tentang suhu, kalor, dan pemuaian yang menarik ini adalah ciptaan Allah SWT. suhu, kalor, dan pemuaian ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui tentang suhu, kalor, dan pemuaian ini dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya 
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): suhu, kalor, dan pemuaian  ini adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat yang tak terhingga. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."  

 

Apa itu Kalor?

Kalor dan Perpindahannya, Beserta Contoh dan Pembahasannya| IPA Kelas 7 SMP - Latiseducation

Kalor adalah energi panas yang berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Dalam satuan internasional, kalor dinyatakan dengan J (joule). Satuan lainnya dinyatakan dengan kal (kalori).

Jadi, 1 kalori itu didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan sebanyak 1 kg air dengan suhu 1⁰C. Nilai 1 kalori = 4.2 joule, sedangkan 1 joule = 0.24 kalori.

 

Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor

Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diserap atau diperlukan oleh 1 kg zat untuk menaikkan suhu sebesar 1⁰C, atau bisa juga diartikan sebagai kemampuan suatu benda untuk melepas atau menerima kalor. Masing-masing benda mempunyai kalor jenis yang berbeda-beda. Sedangkan kapasitas kalor adalah jumlah kalor yang diserap oleh benda bermassa tertentu untuk menaikkan suhu sebesar 1⁰C.

Untuk menentukan kalor jenis suatu zat, kita bisa menggunakan alat yang bernama kalorimeter. 

pengertian kalorimeter

  

Rumus-Rumus Kalor

Rumus Perpindahan Kalor

Ketika menghitung besar kalor, yang kita hitung itu adalah besar perpindahan kalornya yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. besar perpindahan kalor bisa kita hitung menggunakan rumus di bawah ini. 

rumus perpindahan kalor

 

Rumus Kalor Jenis

Rumus perpindahan kalor tadi (Q = mcΔT) juga bisa kita gunakan untuk menghitung kalor jenis, lho! Kalor jenis dilambangkan dengan huruf c kecil. Berdasarkan rumus tadi, kalau kita mau menghitung besar c, tinggal kita ubah saja rumusnya menjadi seperti berikut:

Q = mcΔT –> c = Q/mΔT

Untuk keterangannya, sama dengan gambar rumus perpindahan kalor di atas, ya! Jadi, satu rumus tersebut bisa kita gunakan untuk menghitung dua hal, yakni perpindahan kalor dan kalor jenis. Asyiikk, jadi nggak perlu banyak-banyak ngapalin rumus deh, hehe…

 

Rumus Kapasitas Kalor

 rumus kapasitas kalor

 Contoh Soal:

Berapa kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan 2 kg air yang bersuhu 23⁰C menjadi 100⁰C jika diketahui kalor jenis air 1000 J/kg⁰C?

Penyelesaian:

Diketahui:

m = 2 kg

c = 1000 J/kg⁰C

ΔT = 100⁰C – 23⁰C = 77⁰C

Ditanya:

Q..?

Jawab:

Q = mcΔT

Q = 2 kg . 1000 J/kg⁰C . 77⁰C

Q = 154.000 J

Jadi, besar kalor yang dibutuhkan adalah sebesar 154.000 J. 

 

Perpindahan Kalor
POSTER PERPINDAHAN KALOR.pdf 
Kalor dapat berpindah melalui tiga cara: 
1. Konduksi: Perpindahan kalor melalui zat perantara tanpa disertai perpindahan partikel zat tersebut (contoh: ujung sendok logam terasa panas saat ujung lainnya dipanaskan).
2. Konveksi: Perpindahan kalor melalui zat perantara yang disertai perpindahan partikel zat, umumnya terjadi pada zat cair dan gas (contoh: air mendidih saat dimasak).
3. Radiasi: Perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara atau medium (contoh: panas matahari sampai ke bumi, badan terasa hangat di dekat api unggun)
 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan kalor

2. Sebutkan macam-macam perpindahan kalor

3. Apa yang dimaksud dengan kinveksi, radiasi,m dan konduksi

4. Tuliskan rumus perpindahan kalor dan beri penjelasannya


Kesimpulan materi:

Kalor adalah energi panas yang berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Dalam satuan internasional, kalor dinyatakan dengan J (joule). Satuan lainnya dinyatakan dengan kal (kalori).

Untuk menentukan kalor jenis suatu zat, kita bisa menggunakan alat yang bernama kalorimeter.  


Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       :  Jum'at, 9 Oktober 2026

Fase/Kelas           : D/VIII A - VIII B

Materi                 : Sistem Ekskresi pada Manusia

Pertemuan          : ke 6


Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D Peserta didik mampu menganalisis sistem organ tubuh (pencernaan, jenis-jenis makanan, peredaran darah, pernapasan, dan ekskresi) dan menjaga kesehatannya.

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis tentang  sistem ekskresi pada manusia dan dapat menyebutkan organ-organ ekskresi pada manusia

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya penyakit pada sistem ekskresi pada manusia seperti DIABETES berkaitan dengan materi sistem ekskresi pada manusia

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi organ-organ ekskresi pada manusia dan fungsinya masing-masing

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan sitem ekskresi pada manusia dan fungsinya  kemudian Mengklasifikasikan jenis-jenis organ ekskresi pada manusia dan fungsi dari organ ekskresi pada manusia yang bekerja pada sistem tubuh serta Menganalisis penyakit-penyakit pada sistem eskresi ditubuh manusia dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


MATERI

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi struktur dan fungsi tubuh pada makhluk hidup ini, mari kita bersyukur atas sebaik-baiknya bentuk penciptaan fisik dan amanah dalam merawat tubuh

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di dunia ini dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari organ-organ tubuh manusia terutama sistem ekskresi pada manusia adalah ciptaan Allah. Organ-organ pada sistem ekskresi manusia adalah bukti bahwa Allah menciptakan alam dan manusia dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui organ-organ ekskresi pada manusia dan fungsinya dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Organ-organ ekskresi pada manusia adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."

 

Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia & Fungsinya

Sistem Ekskresi Manusia

Pada tubuh kita organ perlu membuang sampah agar tetap sehat. Proses pembuangan sampah yang dilakukan oleh tubuh ini dikenal sebagai sistem ekskresi.

Pengertian Sistem Sekresi

Sistem ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh.

Zat-zat sisa metabolisme ini antara lain seperti gas CO2, limbah nitrogen seperti urea, sisa perombakan sel darah merah seperti bilirubin, sampai kelebihan zat seperti kelebihan air (H2O), yang bisa dikeluarkan diantaranya melalui keringat dan juga urin. Pengeluaran zat-zat tersebut bertujuan agar zat-zat sisa dalam tubuh tidak meracuni organ lainnya.

 

Ada 4 macam organ sistem ekskresi manusia, yaitu  paru-paru, hati, ginjal, dan kulit.

 

1. Paru-Paru

selain berfungsi sebagai organ pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai organ ekskresi

Fungsi paru-paru sebagai organ ekskresi:

Dalam sistem ekskresi manusia, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan karbondioksida (CO2) yang merupakani limbah hasil metabolisme sel-sel tubuh, sehingga harus dikeluarkan ketika kita menghembuskan napas.

ketika menarik napas, oksigen akan dibawa masuk ke dalam paru-paru dengan melewati beberapa saluran pernapasan, mulai dari hidung, lalu faring, laring, trakea, bronkus hingga sampai di paru-paru. Kemudian, di paru-paru, tepatnya di alveolus, akan terjadi pertukaran antara oksigen dengan karbondioksida.

Oksigen akan dipindahkan dari alveolus ke peredaran darah untuk selanjutnya diedarkan ke sel-sel tubuh. Oksigen lalu dipakai oleh sel-sel tubuh untuk melakukan metabolisme, sehingga sel-sel tubuh bisa beraktivitas. Hasil metabolisme ini menyisakan limbah dalam bentuk karbondioksida.

Zat yang dikeluarkan paru-paru sebagai organ ekskresi:

Karena karbondioksida adalah limbah, maka harus dibuang dari dalam tubuh. Oleh karena itu, karbondioksida dibawa dari sel-sel tubuh ke peredaran darah menuju ke alveolus. Karbondioksida dipindahkan dari peredaran darah ke alveolus untuk dikeluarkan oleh paru-paru saat kita menghembuskan napas.

Ekskresi pada Paru-Paru

 

2. Hati

Fungsi hati sebagai organ ekskresi:

Sebagai organ yang berperan dalam sistem ekskresi manusia, hati berfungsi untuk merombak sel-sel darah merah yang sudah tua atau rusak untuk menghasilkan bilirubin yang sifatnya beracun. Karena beracun, maka bilirubin harus diproses untuk bisa dikeluarkan dari dalam tubuh, salah satunya yaitu dikeluarkan bersamaan dengan urin.

Pertama-tama, di dalam hati, sel-sel darah merah yang sudah rusak akan dirombak. Kandungan hemoglobin pada sel darah merah yang sudah rusak lalu diuraikan menjadi senyawa hemin dan protein globin. hemoglobin sendiri merupakan protein pada sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat oksigen.

Protein globin hasil perombakan sel darah merah lalu akan diuraikan menjadi asam amino yang bisa digunakan untuk membentuk sel darah merah baru. Sementara itu, senyawa hemin (atau heme) akan diubah menjadi biliverdin dan zat besi. Zat besinya akan dibawa ke sumsum merah tulang untuk dipakai membentuk hemoglobin baru, sementara biliverdinnya akan diubah menjadi bilirubin.

Ekskresi pada Hati

bilirubin ini lalu akan ditambahkan oleh hati ke dalam cairan empedu.

empedu merupakan cairan berwarna kehijauan yang berperan dalam pencernaan lemak di usus halus. di usus besar, bilirubin lalu akan dipisahkan dari komponen cairan empedu lainnya. Bilirubin tersebut lalu akan diproses lebih jauh membentuk sterkobilin, yang menjadi zat warna feses, dan urobilinogen.

Zat yang dikeluarkan hati sebagai organ ekskresi:

Urobilinogen inilah yang selanjutnya dibawa ke ginjal dan diubah menjadi urobilin. Urobilin lalu diekskresikan bersamaan dengan urin sebagai zat warna urin.


Zat Warna Feses dan Urin

Fungsi hati lainnya dalam sistem ekskresi adalah untuk menguraikan asam amino, yang akan menghasilkan amonia dan urea yang sifatnya beracun. Oleh karena itu, amonia dan urea selanjutnya akan diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.

 

3. Ginjal

Ginjal merupakan organ sistem ekskresi yang bentuknya seperti biji kacang merah. Letak ginjal dalam tubuh ada di sebelah kanan dan kiri tulang pinggang, yaitu di dalam rongga perut pada dinding tubuh bagian belakang.

Ginjal terdiri dari tiga lapisan. Bagian luar ginjal disebut kulit ginjal (korteks renalis). Kemudian, bagian di bawahnya disebut medula renalis. Bagian dalam ginjal disebut rongga ginjal (pelvis renalis). Bagian dalam inilah yang berfungsi sebagai penampung urine sebelum dikeluarkan melalui ureter.

gambar struktur ginjal

Gambar bagian ginjal (Sumber: Roboguru.com)

 

Fungsi ginjal sebagai organ ekskresi:

Ginjal tersusun lebih dari 1 juta alat penyaring bernama nefron. Oleh karena itu, ginjal berfungsi untuk menyaring zat-zat sisa metabolisme dari dalam darah. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, mengeskresikan gula darah yang melebihi kadar normal, serta mengatur keseimbangan kadar asam, basa, dan garam di dalam tubuh.

Zat yang dikeluarkan ginjal sebagai organ ekskresi:

Ginjal menyaring zat-zat sisa dan racun keluar dari darah. zat-zat yang disaring ini ginjal berupa urea, garam, dan kelebihan air yang kemudian akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urine. Tapi, tahukah kamu urine yang dikeluarkan tubuh itu harus melalui serangkaian proses?

Ada tiga tahap dalam proses pembentukan urine, di antaranya:

  • Filtrasi, yaitu proses penyaringan sel-sel darah. Proses filtrasi menghasilkan urine primer yang mengandung air, glukosa, asam amino, urea, dan ion-ion.
  • Reabsorbsi, yaitu proses penyerapan kembali zat-zat pada urine primer yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Proses reabsorbsi menghasilkan urine sekunder.
  • Augmentasi, yaitu proses pengumpulan zat-zat yang tidak diperlukan tubuh ke dalam cairan urine sekunder. Proses augmentasi menghasilkan urin sesungguhnya.

 

4. Kulit

Fungsi kulit sebagai organ sistem ekskresi adalah untuk mengeluarkan keringat yang mengandung kelebihan air, garam mineral, maupun sedikit limbah nitrogen seperti urea, yang dapat meracuni tubuh. Keringat biasanya keluar ketika kita melakukan aktivitas, seperti berolahraga atau saat kita sedang kepanasan.

Kulit sendiri terdiri atas dua lapisan utama, yaitu lapisan epidermis dan lapisan dermis.

a. Lapisan Epidermis (Kulit Ari)

Epidermis merupakan lapisan kulit paling luar yang tersusun dari sel-sel epitel yang tersusun rapat dan mengandung senyawa keratin.

Bagian paling atas sel-sel epidermis terdiri dari sel-sel mati yang akan selalu mengelupas secara berkala, sehingga perlu digantikan oleh sel-sel kulit yang baru. Selain itu, di epidermis juga terdapat melanosit, berupa sel penghasil pigmen melanin yang menentukan warna kulit kita.

Lapisan Struktur Kulit Manusia

 

b. Lapisan Dermis (Kulit Jangat)

Lapisan dermis terdapat di bawah lapisan epidermis. Pada lapisan ini, terdapat otot penggerak rambut, pembuluh darah, serabut saraf, kelenjar minyak (glandula sebasea) yang berfungsi menghasilkan minyak pelumas kulit, dan kelenjar keringat (glandula sudorifera) yang berfungsi menghasilkan keringat.

Kelenjar keringat memiliki pangkal yang menggulung dan saluran yang memanjang hingga ke pori-pori kulit. Nah, ketika kamu sedang beraktivitas di cuaca panas atau habis berolahraga, tubuh kamu pasti mengeluarkan keringat Hal itu bertujuan untuk ‘mendinginkan’ tubuh dengan cara mengeluarkan kelebihan panas tubuh.

ketika kita berada di tempat yang panas, maupun ketika habis berolahraga, suhu tubuh kita akan meningkat. Hal ini lalu mendorong otak, tepatnya bagian hipotalamus di otak, untuk mengirimkan perintah ke kelenjar keringat agar aktif mengeluarkan keringat.

selain ada garam mineral dan limbah nitrogen seperti urea, di dalam keringat juga ada kandungan airnya, Ketika dikeluarkan dari tubuh, air dalam keringat bisa menguap atau berubah menjadi uap air dengan memanfaatkan kelebihan panas tubuh. Ini nih, bagaimana keringat juga ikut membantu mengeluarkan kelebihan panas tubuh.

 kalau kamu lihat pada gambar di atas, di bawah lapisan dermis masih terdapat lapisan hipodermis, kan? Lapisan ini berisi kumpulan jaringan ikat, khususnya jaringan lemak, yang berfungsi menyatukan kulit pada otot dan mempertahankan suhu tubuh kita agar tetap hangat.

Ekskresi pada Kulit

 

GANGGUAN PADA SISTEM EKSRESI MANUSIA

Gangguan pada Ginjal
  • Batu Ginjal: Terbentuknya endapan mineral dan garam kalsium yang mengeras di dalam rongga ginjal, sehingga menyumbat saluran urine dan menimbulkan nyeri hebat.
  • Nefritis: Peradangan pada bagian nefron (terutama glomerulus) ginjal akibat infeksi bakteri seperti Streptococcus.
  • Gagal Ginjal: Kondisi saat ginjal kehilangan kemampuan total atau sebagian untuk menyaring limbah dan racun dari dalam darah.
  • Albuminuria: Kelainan di mana urine mengandung protein atau albumin karena kerusakan pada alat penyaring ginjal

 

Gangguan pada Hati
  • Hepatitis: Peradangan pada hati yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus hepatitis.
  • Sirosis Hati: Kerusakan kronis pada hati yang ditandai dengan terbentuknya jaringan parut (goresan) akibat peradangan jangka panjang.
  • Penyakit Kuning: Kondisi ketika empedu dan pigmen bilirubin menumpuk di dalam darah dan jaringan tubuh, membuat kulit serta bagian putih mata menjadi kekuningan.

 

Gangguan pada Kulit
  • Biang Keringat: Kondisi saat kelenjar keringat tersumbat, sehingga keringat terperangkap di bawah kulit dan memicu bintik merah yang terasa gatal.
  • Jerawat: Peradangan pada kelenjar minyak di kulit akibat penumpukan sel kulit mati dan bakteri

 

Gangguan pada Paru-Paru
  • Emfisema: Kerusakan pada kantung udara (alveolus) di paru-paru yang membuat proses pembuangan gas sisa pernapasan (karbon dioksida) terganggu dan penderita mengalami sesak napas.

 

CARA MENJAGA SISTEM EKSKRESI

1. Menjaga Kebersihan Udara, badan

2. Rajin Mencuci Tangan, mandi

3. Olahraga Rutin dan Teratur

4. Mengkonsumsi Makanan Bergizi

5. Banyak Minum Air Putih

6. Tidak Merokok

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Sebutkan organ-organ ekskresi  pada manusia

2. Sebutkan penyakit pada sistem ekskresi manusia

3. Bagaimana cara memelihara kesehatan sistem ekskresi manusia

4. Sebutkan lapisa-lapisan kulit manusia


Kesimpulan materi:

- Sistem ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh.

- Ada 4 macam organ sistem ekskresi manusia, yaitu  paru-paru, hati, ginjal, dan kulit. 

- Ada tiga tahap dalam proses pembentukan urine, di antaranya:

  • Filtrasi, yaitu proses penyaringan sel-sel darah. Proses filtrasi menghasilkan urine primer yang mengandung air, glukosa, asam amino, urea, dan ion-ion.
  • Reabsorbsi, yaitu proses penyerapan kembali zat-zat pada urine primer yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Proses reabsorbsi menghasilkan urine sekunder.
  • Augmentasi, yaitu proses pengumpulan zat-zat yang tidak diperlukan tubuh ke dalam cairan urine sekunder. Proses augmentasi menghasilkan urin sesungguhnya.

 

 Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

- Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA dan di ruang multimedia , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

- Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi