Senin, 02 November 2026

GAYA PADA BENDA

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal        : Senin, 2 November 2026

Fase/Kelas           : D/VII A - VII E

Materi                  :  GAYA PADA BENDA

Pertemuan           : Ke 2

 

Capaian Permbelajaran:

Pada akhir fase D Peserta didik mampu mengidentifikasi gerak, percepatan, perpindahan, gerak relatif dan gaya serta hukum newton dalam teknologi dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

 

Tujuan Pembelajaran:

Siswa mampu mendefinisikan gerak dan gaya benda, mengetahui besaran pokok dan turunan, mengetahui rumus-rumus pada gerak, dan memahami Hukum Newton

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita bagaimana kita berjalan ke sekolah yang berkaitan dengan materigerak dan gaya

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi gerak dan gaya serta bagaimana terjadinya perpindahan benda yang terjadi di kehidupan sehari-hari 

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

 

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan  gerak dan gaya benda, mengetahui besaran pokok dan turunan, mengetahui rumus-rumus pada gerak, dan memahami Hukum Newton dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


 Materi Pembelajaran :  

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi suhu, kalor, dan pemuaian ini, mari kita renungi:

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Bumi yang kita diami dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari tentang gerak dan gaya yang menarik ini adalah ciptaan Allah SWT. Gerak dan gaya ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui tentang gerak dan gaya dalam teknologi ini dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya 
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): suhu, kalor, dan pemuaian  ini adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat yang tak terhingga. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia." 

 

Pengertian Gaya

Sederhananya, gaya adalah segala bentuk interaksi yang dapat mempengaruhi kondisi dari suatu benda. Saat bermain ayunan, tentu kita membutuhkan orang lain yang mendorong kita. Nah kegiatan “mendorong ayunan”, merupakan contoh gaya. Nama gayanya, adalah gaya dorong.

pengertian gaya

 

Pengaruh Gaya terhadap Benda

Dalam ilmu fisika, ada 5 pengaruh gaya terhadap benda:

pengaruh gaya terhadap benda lain

 

1. Gaya Menggerakkan Benda Diam

kegiatan memberikan gaya berupa “mendorong mobil” dari yang semula “diam” di garasi ke pom bensin itu berarti, gaya dapat menggerakkan benda yang diam.

Gaya Dorong terhadap Mobil

Gaya dorong membuat mobil yang semula diam menjadi bergerak (sumber: hondaoutsidejava.co.id)

 

2. Gaya Menghentikan Benda Bergerak

Setelah mengisi bensin, kamu dan ayahmu melanjutkan perjalanan. Saat bertemu lampu merah, ayahmu menginjak pedal rem, sehingga mobil berhenti. Itu artinya, gaya yang diberikan dari kaki kepada pedal rem akan membuat sebuah benda yang sebelumnya bergerak menjadi berhenti.

 

3. Gaya Mengubah Kecepatan Benda

Tidak hanya menghentikan gerakan benda saja, dengan memberikan suatu gaya pada benda, kita juga bisa mengubah kecepatan gerak benda itu

Ketika ayahmu mengendarai mobil, injakan kaki pada pedal gas akan memberikan gaya kepada gerakan roda di bawah. Semakin dalam injakan pedal gas tersebut, tentu akan meningkatkan kecepatan si mobil,  Artinya, gaya dapat mengubah kecepatan suatu benda.

 

4. Gaya Mengubah Arah Gerak Benda

Kamu dan ayahmu masih di jalanan lengang. Dia terus menginjak pedal gas. Mobil dalam kecepatan tinggi. Tiba-tiba di depan ada seekor anak kucing melintas. Ayahmu lantas memutar setir ke kanan dengan cepat. Apa yang terjadi ketika setir mobil diputar? 

Ayahmu memberikan gaya berupa “memutar setir mobil ke kanan”, yang membuat mobil tersebut akan berbelok ke arah kanan. Itu artinya, gerakan mobil yang semula lurus, akan “berubah” akibat adanya gaya dari putaran setir oleh ayahmu.

mobil belok akibat gaya

Arah gerak mobil berubah akibat gaya (sumber: writeopinions.com)

 

5. Gaya Mengubah Bentuk Benda

Karena belokan yang tiba-tiba tadi, tidak sengaja bagian bumper belakang mobilmu menabrak tempat sampah di pinggir jalan. Ayahmu menghentikan mobil. Kamu keluar dan melihat kalau saat ini, tempat sampah tersebut sudah rusak dan bagian tutupnya penyok.

Itu artinya, gaya “tabrakan antara mobil dan tempat sampah” menyebabkan perubahan bentuk pada tempat sampah. Dari yang semula berbentuk kotak menjadi penyok di bagian atas. Itu artinya, gaya dapat mengubah bentuk sebuah benda.

 

Macam-Macam Gaya

Secara umum, jenis gaya dibagi menjadi dua, yaitu gaya sentuh dan gaya tak sentuh.  

A. Gaya Sentuh

Gaya sentuh merupakan gaya yang terjadi ketika sumber gaya bersentuhan langsung dengan objek penerima gaya. Gaya yang termasuk dalam jenis gaya sentuh diantaranya, gaya normal, gaya gesek, dan gaya pegas. 

1. Gaya Normal

Gaya normal merupakan gaya yang bekerja pada dua benda yang saling bersentuhan, dimana arah gayanya selalu tegak lurus dengan permukaan bidang sentuh.

Contoh gaya normal adalah saat kamu bersandar ke arah dinding. Maka, dinding akan memberikan dorongan secara horizontal  yang disebut sebagai gaya normal pada tubuhmu yang sedang bersandar tersebut.

2. Gaya Gesek

Gaya gesek terjadi ketika dua permukaan benda saling bersentuhan. Arah dari gaya gesek selalu berlawanan dengan kecenderungan arah gerak benda. 

Contohnya, saat kamu mendorong meja ke arah kanan, maka diantara kaki meja dan lantai muncul gaya gesek ke kiri.

3. Gaya Pemulih pada Pegas

Gaya pemulih pada pegas adalah gaya yang menyebabkan benda bergerak menuju titik keseimbangannya kembali setelah mengalami simpangan pada gerak harmonik.

Contohnya, saat kamu melompat di spring bed maka akan muncul gaya pemulih pada pegas yang mendorong kamu ke atas.

 

B. Gaya Tak Sentuh

Kebalikan dari gaya sentuh, gaya tak sentuh merupakan gaya yang terjadii ketika sumber gaya tidak bersentuhan langsung dengan objek penerima gaya. Gaya yang termasuk dalam jenis gaya ini diantaranya, gaya gravitasi, gaya magnet, dan gaya listrik. 

1. Gaya Gravitasi

Gaya gravitasi antara dua buah benda merupakan gaya tarik-menarik antara dua buah benda bermassa. Contohnya nih, kalau kita tinjau bumi, gaya gravitasi bumi membuat buah di atas pohon jatuh ke bawah.

2. Gaya Magnet

Gaya magnet merupakan gaya yang timbul akibat adanya medan magnet. Misalnya, saat besi yang didekatkan pada sebuah magnet, maka besi tersebut akan ditarik oleh magnet.

3. Gaya Listrik

Gaya listrik dialami oleh objek bermuatan yang berada dalam medan listrik. Misalnya, saat muatan elektron dan elektron berdekatan maka kedua muatan ini akan saling tolak menolak.


Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan Gaya

2. Jelaskan tentang macam-macam gaya

3. Tuliskan bunyi hukum newton 1, newton 2, dan newton 3

4. Tuliskan contoh-contoh dari hukum newton 1,2 dan 3


Kesimpulan materi:

- Gaya adalah sesuatu berupa dorongan atau tarikan yang dapat menyebabkan benda bergerak.Tidak hanya itu, gaya juga dapat menyebabkan perubahan arah, bentuk dan kecepatan sebuah benda.

- Contoh penerapan Hukum I Newton, yaitu pada saat kita sedang naik bus yang bergerak dengan kecepatan tetap (konstan). Tubuh kita ada pada posisi duduk nyaman. Namun, ketika supir bus mengerem mendadak. Maka, otomatis tubuh kita pada saat itu akan terdorong ke depan.

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi


 Kesimpulan hasil pembelajaran:

Sebagian besar peserta didik sudah memahami materi diatas, dan untuk menambah pemahaman mereka akan diberikan materi yang lebih lanjut, dan untuk yang belum paham akan diberikan tugas tambahan sehingga mereka akan lebih paham lagi

 


BIDANG MIRING

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal        : Senin, 2 November 2026

Fase/Kelas           : D/VIII A - VIII B

Materi                   : Bidang Miring

Pertemuan           : ke 3


Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D Peserta didik mampu memahami konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana  pada sistem gerak, jenis-jenis katrol, dan bidang miring

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis tentang konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak, jenis-jenis katrol, dan bidang miring

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya energi pada saat buah jatuh daru pohon yang berkaitan dengan materi konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi dari usaha, energi, dan pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan tentang usaha, energi, dan pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol kemudian Mengklasifikasikan jenis-jenis usaha, energi, dan pesawat sederhana yang bekerja pada sistem gerak tubuh serta Menganalisis perhitungan yang terdapat pada materi ini yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


MATERI

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi struktur dan fungsi tubuh pada makhluk hidup ini, mari kita bersyukur atas sebaik-baiknya bentuk penciptaan fisik dan amanah dalam merawat tubuh

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di dunia atau bumi yang kita pijak serta akal yang kita gunakan untuk mempelajari usaha, energi, dan peswat sederhana, dan jenis-jenis katrol adalah ciptaan Allah. Energi yang ada di bumi ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan alam dan manusia dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui usaha, energi, dan pesawat sederhana serta fungsinya dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Organ-organ pernapasan pada manusia adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."

 

Bidang Miring 

prinsip bidang miring - pesawat sederhana


Pernahkah kamu memperhatikan saat akan ke puncak, mobil atau bus yang kamu tumpangi berjalan mengikuti lintasan yang meliuk-liuk mengitari pegunungan.

contoh bidang miring

Rute jalan di pegunungan meliuk-liuk seperti ular (Sumber: kaskus.co.id)

 

Ternyata, lintasan yang meliuk-liuk itu pada dasarnya mengikuti prinsip bidang miring, kenapa harus begitu,  Kenapa nggak dibuat lurus saja biar cepat sampai 

 

Pengertian Bidang Miring

bidang miring adalah suatu lintasan yang memiliki kemiringan tertentu dan membentuk sudut terhadap permukaan mendatarnya.

prinsip bidang miring

 

Bidang miring juga termasuk salah satu jenis pesawat sederhana

 

Rumus Bidang Miring

Pada bidang miring, kita bisa menghitung gaya yang kita keluarkan dengan menggunakan rumus berikut ini:

rumus bidang miring

 

Berdasarkan rumus di atas, gaya akan berbanding lurus dengan tinggi bidang miring. Semakin landai bidang miring tersebut, maka gaya yang dikerjakan akan semakin kecil. Sebaliknya, semakin curam bidang miring tersebut, maka gaya yang dikerjakan akan semakin besar.

 

Rumus Keuntungan Mekanis Bidang Miring

Selain kita bisa menghitung gaya dengan rumus bidang miring, kita juga bisa mengetahui keuntungan mekanisnya. Keuntungan mekanis adalah sebuah angka yang menunjukkan berapa kali pesawat sederhana dapat menggandakan gaya.

Lalu, bagaimana menghitung keuntungan mekanis bidang miring? Caranya, dapat kamu lihat pada rumus di bawah ini!

rumus keuntungan mekanis bidang miring

 

Contoh Soal Bidang Miring dan Pembahasannya


contoh soal bidang miring

 

Penyelesaian:

Diketahui:

Panjang papan = 5 m. Selalu periksa jika satuan panjang papan dengan tinggi bidang miring sudah sama. Karena satuan tinggi bidang miring masih dalam cm, jadi kita ubah dulu ke dalam m. Sehingga, tinggi bidang miring = 100 cm = 1 m.

Massa benda = 5 kg. Massa benda berbeda dengan berat benda. Jadi, kita ubah dulu massa benda menjadi berat benda.

Berat benda = massa benda × percepatan gravitasi = 5 kg × 10 m/s² = 50 N.

Ditanya:

  • Berapa gaya yang dikerjakan oleh Rogu?

bidang miring

Jadi, gaya yang dikerjakan Rogu untuk memindahkan beban tersebut adalah sebesar 10 N.

  • Berapa nilai keuntungan mekanis bidang miring tersebut?

bidang miring

Catatan : Untuk mencari besar keuntungan mekanisnya, kamu bisa pilih salah satu dari rumus di atas, bisa KM = s/h atau KM = W/F karena nilainya akan sama. Tapi utamakan pilih rumus yang nilainya sudah diketahui ya, teman-teman.

bidang miring

Jadi, keuntungan mekanis bidang miringnya adalah sebesar 5.


Penerapan Prinsip Bidang Miring dalam Kehidupan Sehari-hari

Prinsip bidang miring ternyata banyak diterapkan dalam kegiatan sehari-hari kita, Contohnya pada pembuatan tangga yang bertingkat-tingkat atau berkelok-kelok, pembuatan jalan yang meliuk-liuk di daerah pegunungan, penggunaan papan yang dimiringkan saat ingin menaikkan atau menurunkan beban yang berat, dsb.

Selain itu, prinsip bidang miring juga banyak diterapkan di berbagai alat dapur dan perkakas, seperti pisau, kapak, paku, alat pahat kayu, cutter, ulir pada sekrup, ujung pada obeng, dsb. 

contoh penerapan bidang miring

Ulir pada sekrup yang menggunakan prinsip bidang miring (Sumber: allfasteners.com.au)

 

Manfaat Prinsip Bidang Miring

Manfaat prinsip bidang miring tentunya untuk meringankan beban kerja kita. Misalnya, pada pembuatan jalan yang meliuk-liuk di area pegunungan.

Hal ini bertujuan untuk meringankan beban yang dilalui oleh kendaraan yang sedang melaju. Jadi, kendaraan tersebut bisa  sampai ke puncak.  sekarang terjawab  kenapa lintasan di daerah pegunungan dibuat meliuk-liuk.

Teman-teman, ternyata tanpa kita sadari benda-benda di sekitar kita banyak yang menggunakan prinsip bidang miring, ya. Kamu juga bisa menerapkan prinsip bidang miring ini dalam kegiatan sehari-hari kamu.

Misalnya, saat kamu bersepeda melewati jalanan yang mendaki, kamu bisa berjalan berkelok-kelok supaya bisa sampai ke puncak tanpa harus menuntun sepedamu karena kelelahan.

Pengungkit

Pengungkit atau tuas adalah alat sederhana yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan manusia dalam melakukan pekerjaan. Ada beberapa jenis-jenis pengungkit yang umum digunakan dalam keseharian.


JENIS-JENIS PENGUNGKIT

1. Pengungkit Jenis Pertama

Pada tuas jenis pertama, letak titik tumpu berada di antara titik beban dan titik kuasanya. Contoh alat atau benda yang termasuk ke dalam tuas jenis pertama antara lain:

  1. Gunting kuku

  2. Gunting

  3. Pemotong rumput

  4. Tang

  5. Linggis

  6. Jungkat jungkit

2. Pengungkit Jenis Kedua

Pada tuas jenis kedua, letak titik bebannya yang berada di antara titik tumpu dan titik kuasa. Contoh-contoh alat yang merupakan tuas jenis kedua di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Alat pembuka tutup botol

  2. Alat pemotong kertas

  3. Alat pemecah kemiri

  4. Gerobak beroda satu

3. Pengungkit Jenis Ketiga

Pada tuas jenis ketiga ini, titik kuasanya yang letaknya di tengah, di antara titik tumpu dan titik beban. Contoh alat yang termasuk golongan tuas jenis ketiga ini antara lain:

  1. Sekop

  2. Stapler

  3. Penjepit roti

  4. Pinset



Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan bidang miring

2. Sebutkan fungsi dari pengungkit

3. Sebutkan jenis-jenis pengungkit

4. Apa saja contoh-contoh dari pengungkit dalam kehidupan sehari-hari


Kesimpulan materi:

- bidang miring adalah suatu lintasan yang memiliki kemiringan tertentu dan membentuk sudut terhadap permukaan mendatarnya.

- gaya akan berbanding lurus dengan tinggi bidang miring. Semakin landai bidang miring tersebut, maka gaya yang dikerjakan akan semakin kecil. Sebaliknya, semakin curam bidang miring tersebut, maka gaya yang dikerjakan akan semakin besar.

- Pengungkit atau tuas adalah alat sederhana yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan manusia dalam melakukan pekerjaan. Ada beberapa jenis-jenis pengungkit yang umum digunakan dalam keseharian.


Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA dan di ruang multimedia , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

Kesimpulan hasil pembelajaran:

Sebagian besar peserta didik sudah memahami materi diatas, dan untuk menambah pemahaman mereka akan diberikan materi yang lebih lanjut, dan untuk yang belum paham akan diberikan tugas tambahan sehingga mereka akan lebih paham lagi