ASSALAMUALAIKUM WR WB
MATERI PPK KELAS 9
PENGELOLAAN EMOSI
Kemampuan mengelola emosi bukan hanya untuk orang tertentu dan dalam kondisi khusus saja. Namun perlu miliki oleh semua orang. Emosi negatif yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan mempengaruhi kinerja serta produktivitas. Bahkan dapat memberi pengaruh pula dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara mengeluarkan emosi negatif dengan positif.
Emosi Dasar Manusia
Dilansir
dari Psychology Today, psikolog Paul Ekman pada tahun 1970-an
mengidentifikasi ada enam emosi dasar yang secara universal dialami
manusia, yakni marah, takut, kaget, jijik, sedih, dan bahagia. Selanjutnya perasaan sombong, malu, dan gembira juga ditambahkan ke daftar emosi dasar tersebut.
Secara
umum, emosi dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu emosi positif
dan emosi negatif. Perasaan yang menyenangkan seperti bahagia dan
gembira termasuk sebagai emosi positif. Sedangkan contoh emosi negatif
paling umum adalah perasaan marah atau perasaan tidak menyenangkan.
Walaupun termasuk emosi negatif, marah merupakan salah satu emosi dasar manusia. Misalnya saja marah karena kekasih , Ekspresi kemarahan setiap orang berbeda-beda, ada marah yang sehat dan marah yang tidak sehat. Demi kesehatan mental, Anda perlu mengelola setiap perasaan yang muncul dengan baik.
Marah
yang sehat merupakan kemarahan yang dilandasi alasan tepat dan
diekspresikan secara proporsional. Sedangkan marah yang tidak sehat
tidak dilandasi alasan kuat dan diekspresikan dalam tindakan destruktif.
Dari sini terlihat, penting bagi Anda untuk memahami faktor yang mempengaruhi kondisi emosi.
Mengelola Emosi secara Cerdas di Semua Kondisi
Apa
yang harus dilakukan ketika sedang marah dan bagaimana cara melepaskan
emosi negatif? Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar lebih
terlatih dalam mengelola emosi di semua kondisi.
Pejamkan Mata dan Tarik Napas yang Dalam
Saat
ada kejadian yang tiba-tiba membuat marah, sebaiknya Anda langsung
mengambil jeda beberapa detik untuk menenangkan diri. Pejamkan mata dan
tarik napas yang dalam secara perlahan. Ini dapat membuat Anda merasa
lebih nyaman. Kemampuan untuk melakukan self hypnosis akan sangat membantu Anda dalam hal ini.
Menulis Kalimat Positif
Untuk melepaskan emosi yang sedang melanda di dalam hati, Anda juga bisa melakukan self healing dengan menulis kalimat positif, menulis jurnal harian, atau mengalihkan perhatian Anda pada kegiatan positif dan produktif. Tujuannya untuk meningkatkan self awareness atau kesadaran diri.
Relaksasi Otot dan Olahraga
Salah
satu cara melepaskan emosi negatif yang efektif adalah melakukan
aktivitas olahraga secara rutin. Dengan berolahraga, tubuh akan
menghasilkan hormon endorfin yang mendorong munculnya paradigma positif. Anda juga dapat melakukan relaksasi otot, seperti peregangan otot leher, bahu, tangan, dan lainnya agar lebih rileks.
Mendengarkan Musik
Cara mengelola emosi selanjutnya adalah dengan mendengarkan musik yang Anda sukai. Carilah tempat yang tenang dan gunakan earphone untuk mendengarkan lagu favorit. Biarkan alunan lagu mengikis emosi negatif yang sedang Anda rasakan.
Lakukan Hal Menyenangkan
Selain
mendengarkan musik, ketahui aktivitas apa yang dapat membuat Anda
bahagia. Lakukan hal menyenangkan yang menjadi kegemaran Anda, misalnya
melukis, memasak, merawat tanaman, dan sebagainya.
Mencurahkan
perasaan dalam tulisan di buku harian juga bagus dilakukan dan termasuk
efektif untuk mengelola emosi. Anda dapat mengeluarkan emosi negatif
dengan cara lebih positif melalui tulisan. Curahkan saja semuanya sampai
lega di buku harian. Sesudahnya, perasaan akan terasa jadi lebih baik.
Jika
dibutuhkan, Anda dapat melakukan konseling kepada ahlinya, yakni
psikolog maupun psikiater. Psikolog dan psikiater dapat membantu
menemukan penyebab dari masalah dan melatih Anda mengelola emosi.
Emosi
negatif seperti kemarahan pasti dimiliki oleh semua manusia. Rasa marah
ini dapat muncul kapan saja sesuai dengan kejadian yang dialami
masing-masing orang. Dengan menguasai cara mengelola emosi secara
cerdas, Anda tidak perlu khawatir dengan berbagai kondisi yang harus
dihadapi
.
PENGELOLAAN EMOSI SECARA ISLAM
Islam memandang manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan
bentuk paling sempurna dan indah. Namun manusia juga tidak lepas dari
kesalahan, misalnya saja saat tak bisa mengendalikan rasa amarah dan
emosinya. Untuk itulah, Rasulullah SAW telah mencontohkan cara menahan marah yang bisa kalian amalkan.
Selain
sebagai makhluk sosial, manusia juga dibekali dengan emosi dan hawa
nafsu. Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya yang
disebut memiliki bentuk paling indah. Berkaitan dengan emosi, ada
beragam hal yang bisa mempengaruhinya baik rasa senang, jatuh cinta,
sedih, ataupun marah.
Sayangnya saat manusia diselimuti amarah, seringkali tidak dapat
mengendalikannya secara bijak. Jika hal ini terjadi, maka ada risiko
atau dampak buruk yang mungkin saja dialami ke depannya. Untuk itulah
pentingnya mengontrol emosi saat marah meskipun perasaan ini wajar
terjadi pada situasi seperti tertekan, kecewa, terancam, ataupun sakit
hati.
Menurut Islam, ada cara menahan marah yang dicontohkan
Rasulullah SAW agar bisa mengendalikan emosi yang menyelimuti hati.
Adapun cara menahan marah menurut Islam sesuai ajaran Rasulullah SAW
dapat kalian simak melalui ulasan di bawah ini.
1. Lebih Baik Diam
Cara menahan marah menurut Islam yang pertama adalah dengan memilih
tetap diam. Diam menjadi cara terbaik yang bisa dilakukan setiap orang
ketika amarah menyelimuti hati. Sebab, dengan diam seseorang dapat
mengendalikan emosinya untuk meredam suasana.
Selain itu dengan diam,
dapat sejenak memberi ruang pada pikiran dan hati agar lebih berpikir
jernih dalam berucap serta bertindak. Hal ini sesuai dengan hadis yang
berbunyi sebagai berikut,
Dari Ibnu Abbas Ra, Rasulullah Saw bersabda:
"Jika kalian marah, diamlah." (HR. Ahmad)
2. Membaca Doa Istiadzah
Cara menahan marah menurut Islam berikutnya adalah dengan membaca doa
istiadzah. Doa istiadzah juga dikenal dengan ta'wudz. Doa ini biasanya
dibaca ketika akan memulai sejumlah amalan seperti membaca Al-Quran.
Sebab doa tersebut dapat melindungi dari godaan setan. Termasuk saat
marah, seringkali bisa dipicu oleh godaan setan. Adapun bacaan doa
istiadzah atau ta'awudz sebagai berikut:
"A'uudzu billahi minas syaithanir rajiim."
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."
Doa tersebut berdasarkan dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda:
"Sungguh,
aku akan mengajari suatu kalimat, yang apabila ia mengucapkannya maka
akan hilang apa yang ia dapatkan (marah). Jika ia membaca,
'Auudzubillahi minasy syaitaanir rajiim', niscaya hilanglah apa yang ia
dapatkan." (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)
3. Amalkan Doa Ketika Marah
Selain membaca doa istiadzah atau ta'awudz, kalian juga bisa
mengamalkan doa ketika marah. Doa ini dapat mengendalikan emosi kalian
ketika marah sehingga tidak berlebihan dan mampu meredakannya.
4. Senantiasa Mengucapkan Istighfar
Membaca kalimat istighfar juga dapat menjadi cara menahan marah menurut
Islam. Bacaan istighfar ini dapat menenangkan hati yang diselimuti
amarah sehingga dapat mengendalikannya. Adapun bacaan istighfar tersebut
sebagai berikut:
"astagfirullah hal 'adzim."
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung."
5. Merubah Posisi Badan Ketika Marah
Cara menahan marah menurut Islam selanjutnya yang juga diajarkan
Rasulullah SAW adalah dengan merubah posisi badan ketika marah. Misalnya
saja ketika sedang marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah, ataupun
ketika marah dalam keadaan duduk maka berbaringlah. Artinya saat marah
usahakan agar dapat merubah posisi badan lebih rendah. Hal ini sesuai
dengan hadis yang berbunyi:
"Apabila kalian marah, dan dia dalam
posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa
hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur." (HR.
Ahmad dan Abu Daud)
6. Mengambil Wudhu
Wudhu menjadi salah satu rangkaian dalam ibadah yang juga dapat
digunakan sebagai cara menahan marah. Ini terjadi karena air wudhu dapat
memadamkan api yang berkobar saat marah. Maknanya, ketika marah hati
dan pikiran manusia dapat diselimuti dengan api setan sehingga cara
memadamkannya salah satunya dengan berwudhu. Adapun hal ini sesuai
dengan hadis sebagai berikut:
"Sesungguhnya marah itu dari setan, dan
setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila
kalian marah, hendaknya dia berwudhu." (HR. Ahmad dan Abu Daud)
7. Berdzikir
Cara
menahan marah menurut Islam selanjutnya adalah dengan berdzikir.
Berdzikir dapat menjadi cara terbaik menahan marah agar membuat hati
tetap tenang. Sehingga dengan berdzikir bisa menjaga emosi kalian tetap
terkontrol ketika marah.
8. Senantiasa Ingat Keutamaan Menjaga Emosi
Cara menahan marah menurut Islam selanjutnya adalah dengan
senantiasa mengingat keutamaan menjaga emosi saat marah. Artinya, kalian
bisa mengambil pelajaran positif dari mengingat keutamaan menjaga emosi
seperti disenangi banyak orang, tidak mudah termakan hasut, mudah
bersosialisasi sesuai dengan tuntunan Islam.
"Siapa yang berusaha
menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah
panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah
menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki." (HR. Abu Daud,
Tirmidzi)
9. Berusaha Memaafkan
Marah dapat dipicu berbagai faktor termasuk karena dikecewakan atau
disakiti seseorang. Dalam hal ini ketika kalian mengalami marah karena
faktor tersebut, ada baiknya untuk berusaha tetap memaafkannya
10. Berusaha Introspeksi Diri
Cara menahan marah menurut Islam selanjutnya adalah dengan berusaha
melakukan introspeksi diri. Sehingga dengan introspeksi diri ini dapat
membuat kalian merenungkan kembali hal-hal yang sebaiknya segera
diperbaiki. Selain introspeksi diri, berpikir positif saat menghadapi
masalah juga penting kalian lakukan agar dapat membuat perasaan tenang
dan pikiran lebih jernih.
11. Mandi
Selain berwudhu, mandi juga dapat menjadi cara menahan marah yang bisa
dilakukan menurut Islam. Sama dengan penjelasan wudhu, mandi juga bisa
memadamkan api amarah dalam diri. Ini sesuai dengan hadis yang berbunyi
sebagai berikut:
Nabi Muhammad Saw. Bersabda:
"Marah itu dari syaitan, syaitan dari api, dan air bisa memadamkan api. Apabila kalian marah, mandilah." (HR. Abu Nuaim)
Nah
itulah 11 cara menahan marah menurut Islam sesuai ajaran Rasulullah
SAW, amalkan untuk kendalikan emosi. Ulasan artikel di atas dapat
menjadi cara terbaik menahan marah yang bisa kalian lakukan.
TERIMA KASIH
WASSALAMUALAIKUM WR WB