Jumat, 31 Januari 2020

Manfaat atom, unsur dalam kehidupan Ipa kelas 9, jum’at 31 Januari 2020 Wolfram atau tungsten adalah elemen logam berlambang W dan memiliki nomor atom 74. Kamu mungkin jarang mendengar nama elemen ini dalam kehidupan sehari-hari, tapi sebenarnya wolfram adalah elemen yang istimewa. Di antara seluruh elemen yang ditemukan, wolfram memiliki titik leleh tertinggi, yaitu 3.414 °C! Titik leleh yang tinggi berarti wolfram tahan terhadap suhu yang luar biasa panas. Dikutip dari Sciencing, itulah yang membuat wolfram ideal sebagai bahan filamen lampu pijar. Selain itu, penambahan wolfram juga bisa membuat besi menjadi lebih kuat, khususnya untuk membuat alat-alat konstruksi. Elemen berlambang Mn dan bernomor atom 25 ini adalah salah satu elemen yang telah digunakan manusia sejak berabad-abad lampau. Mangan tergolong logam dan memiliki kekerasan yang luar biasa, sehingga elemen ini kerap dimanfaatkan sebagai campuran untuk memperkuat besi. Imperium Romawi kuno misalnya, menggunakan campuran besi dan mangan untuk membuat senjata. Selain itu, mangan juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Laman Health Line menyebut beberapa di antaranya, yaitu memperkuat tulang, bertindak sebagai antiksidan, serta membantu dalam mengatur kadar gula darah. Cukup banyak kan gunanya? Unsur kimia menyusun materi biasa di jagat raya. Namun, observasi astronomi menyarankan bahwa materi biasa yang teramati hanya menyusun 4% dari materi di alam semesta: sisanya adalah materi gelap (73%); komposisinya tidak diketahui, tetapi tidak tersusun dari unsur kimia.[3] Energi misterius ini kemungkinan mempercepat inflasi Alam semesta. Dua unsur yang paling ringan, hidrogen dan helium, sebagian besar terbentuk dalam Ledakan Dahsyat dan merupakan unsur paling umum di jagat raya. Tiga unsur berikutnya (litium, berilium, dan boron) sebagian besar terbentuk melalui spalasi sinar kosmis, dan oleh sebab itu lebih jarang daripada unsur-unsur yang lebih berat. Pembentukan unsur dengan proton antara 6 sampai 26 terjadi dan terus berlanjut dalam bintang-bintang deret utama melalui nukleosintesis bintang. Kelimpahan oksigen, silikon, dan besi yang tinggi di Bumi mencerminkan produksinya yang banyak di bintang-bintang tersebut. Unsur-unsur dengan proton lebih dari 26 terbentuk melalui nukleosintesis supernova dalam supernova, yang, ketika mereka meledak, memercikkan unsur-unsur ini sebagai sisa-sisa supernova jauh ke angkasa, yang menyatu dengan planet ketika mereka terbentuk.[4] Istilah "unsur" (atau "elemen") digunakan untuk atom-atom dengan jumlah proton tertentu (tanpa menghiraukan apakah mereka terionisasi atau berikatan kimia, misalnya hidrogen dalam air) maupun sebagai zat kimia murni yang mengandung unsur tunggal (misalnya gas hidrogen).[1] Untuk makna yang kedua, telah diusulkan juga istilah "zat elementer" dan "zat sederhana", tetapi tidak mendapat penerimaan yang luas dalam literatur kimia Inggris, sementara dalam beberapa bahasa lainnya kesetaraannya banyak digunakan (misalnya bahasa Prancis: corps simple, bahasa Rusia: простое вещество). Sebuah unsur tunggal dapat membentuk banyak zat yang berbeda strukturnya; mereka disebut alotrop unsur. Ketika unsur yang berbeda bergabung secara kimia, dengan atom-atom yang terikat melalui ikatan kimia, mereka membentuk senyawa kimia. Hanya sedikit unsur yang ditemukan tak berikatan sebagai mineral murni. Unsur alami semacam ini di antaranya adalah tembaga, perak, emas, karbon (sebagai batu bara, grafit, atau intan), dan belerang. Semua unsur, kecuali yang sangat inert seperti gas mulia dan logam mulia, biasanya ditemukan di bumi dalam bentuk gabungan kimianya, sebagai senyawa kimia. Sementara sekitar 32 unsur kimia yang ada di bumi dalam bentuk alami tak tergabung, sebagian besar berada sebagai campuran. Misalnya, udara atmosfer campuran utamanya adalah nitrogen, oksigen, dan argon, sementara unsur padat alami terjadi dalam logam paduan, seperti pada besi dan nikel. Sejarah penemuan dan penggunaan unsur dimulai sejak masyarakat manusia primitif yang menemukan unsur-unsur alami seperti karbon, belerang, tembaga dan emas. Peradaban selanjutnya mengekstraksi unsur tembaga, timah, timbal dan besi dari bijihnya melalui peleburan, menggunakan batu bara. Alkimiawan dan kimiawan secara berurutan mengidentifikasi lebih banyak lagi; seluruh unsur yang terbentuk secara alami telah diketahui pada tahun 1950. Sifat unsur kimia dirangkum dalam tabel periodik, yang menyusun unsur-unsur menurut kenaikan nomor atom dalam baris ("periode") yang merupakan pengulangan ("secara periodik") sifat-sifat kimia dan fisika kolom-kolomnya ("golongan"). Selain unsur radioaktif tak stabil dengan waktu paruh singkat, seluruh unsur tersedia secara industri, sebagian besar berketakmurnian[Cat 1] rendah.

Kamis, 30 Januari 2020

Contoh atom Ipa kelas 9, Kamis 39 Januari 2020 Atom= H ion= Mn2+ molekul= H2O campuran= air kopi Atom : - Natrium (Na). - Kalium (K). - Oksigen (O). Ion : - Klorida (CI-). - Florin (F-). - Magnesium (Mg2+). Unsur : - Hidrogen (H). - Mangan (Mn). - Carbon (C). Molekul : - Fosfor (P₄). - Air (H₂O). - Karbon dioksida (CO₂). Senyawa : - Glukosa (C₆H₁₂O₆). - Asam sulfat (H₂SO₄). - Asam nitrat (HNO₃) Campuran : - Larutan air dan gula. - Bubuk kopi dan air. - Pasir dan air. Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/10944754#readmore Definisi Unsur Ketika suatu zat tidak dapat dibagi ke dalam komponen dengan proses kimia sederhana, seperti membakar, zat itu yang disebut unsur. Air, misalnya, terbagi menjadi hidrogen dan oksigen ketika tersengat dengan arus listrik, tetapi hidrogen atau oksigen tidak membagi lebih lanjut sebagai akibat dari energi dari arus listrik. Hidrogen dan oksigen adalah contoh dari unsur, seperti karbon. Kategori Unsur Sebuah unsur dapat diklasifikasikan sebagai logam, bukan logam atau metaloid. Tembaga adalah salah satu unsur yang menampilkan kilau khas untuk kelompok logam. Natrium dan kalium, bagaimanapun, juga adalah contoh logam; seperti logam lainnya, mereka kehilangan elektron dalam reaksi kimia. Karbon, hidrogen, dan oksigen adalah semua non logam yang, tidak seperti logam, buruk menghantarkan listrik, sementara metaloid seperti arsenik memiliki sifat dari logam dan non logam. Hubungan Antara Atom dan Unsur Jika suatu unsur adalah zat yang tidak bisa diurai melalui reaksi kimia dasar, maka atom adalah unit terkecil dari suatu unsur yang bisa eksis. Sebuah atom terdiri dari partikel yang disebut proton, neutron dan elektron. Ini adalah nomor atom proton yang menentukan identitasnya sebagai unsur dan pengaturannya elektron yang menentukan reaktivitas kimianya. Sebuah atom hidrogen memiliki satu proton dan satu elektron. Kebingungan Antara Atom dan Unsur Salah satu yang dapat menyebabkan masalah bagi siapa pun membedakan antara atom dan unsur adalah bahwa beberapa unsur, seperti neon, ada di alam sebagai atom tunggal. Sebuah atom gas neon adalah contoh dari unsur neon dalam keadaan alami serta atom. Sebaliknya, nitrogen atmosfer terdiri dari dua atom nitrogen terikat bersama-sama, membentuk molekul. Hal yang penting untuk diingat adalah bahwa unsur dapat terdiri dari hanya satu jenis atom. Hubungan Isotop ke Atom Unsur Namun peneliti juga telah mengidentifikasi isotop, bentuk unsur yang mengandung jumlah yang sama dari proton dan elektron tetapi bervariasi dalam jumlah neutron dan menampilkan sifat fisik yang berbeda. Deuterium, misalnya, adalah isotop hidrogen dengan atom yang masing-masing berisi satu neutron; bila dikombinasikan dengan oksigen, membentuk “air berat.” Kalium-40, sementara itu, berisi satu neutron lebih dari sebuah atom kalium standar, sedikit variasi yang membuat isotop radioaktif, menciptakan perbedaan besar.

Rabu, 29 Januari 2020

Partikel penyusun benda dan makhluk hidup Ipa kelas 9, Rabu 29 Januari 2020 Semua benda-benda yang ada di dunia ini tersusun atas atom-atom. Bahkan, tubuh manusia sendiri adalah atom-atom. Lalu apakah atom itu? Pasti ada di antara kita yang tidak asing dengan kata ini. Menurut Harun (1994:5), atom adalah bahan penyusun semua benda baik benda hidup maupun benda mati. Artinya baik benda hidup maupun benda mati tersusun atas atom-atom. Kita manusia, merupakan makhluk hidup yang tersusun atas atom-atom yang jumlahnya ribuan. Atom sendiri merupakan benda mati, tapi atom partikel yang menyusun makhluk hidup. Lalu seberapa besar atom itu? Tubuh makhluk hidup tersusun dari milyaran atom-atom, atom-atom itu berikatan satu sama lain membentuk senyawa yang tersusun sedemikian rupa sehingga menjadi suatu bentuk tertentu. Misalnya rambut kita yang tersusun dari molekul-molekul yang mengandung atom karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), dan sulfur (S), serta tulang kita antara lain mengandung unsur kalsium (Ca), fosfor (P), dan oksigen (O). (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015:170). Atom tidak dapat dilihat dengan mata telanjang manusia karena ukurannya yang sangat kecil Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut. Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani (ἄτομος/átomos, α-τεμνω), yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom.[1] Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat kecil yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop gaya atom. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom,[catatan 1] dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti.[2] Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi, ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan memengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut. Atom = Unsur Istilah atom memiliki arti yang sama dengan unsur, yaitu bagian terkecil dari suatu zat. Contoh unsur/atom adalah hidrogen (H), karbon (C), oksigen (O), dan lain-lain. Lalu, dimana letak perbedaannya? Perbedaannya terletak pada penggunaannya dalam kalimat (kita jadi belajar ilmu bahasa nih). Atom merupakan kata benda konkrit, sedangkan unsur merupakan kata benda yang merujuk sifat. Mari kita lihat gambar berikut: H2O Molekul = Senyawa Molekul (molecule) memiliki arti yang sama dengan senyawa (compound), yaitu gabungan dari beberapa unsur/atom. Contoh senyawa/molekul yang ada di alam antara lain: air (H2O), karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), dan lain-lain. Lalu, apa beda senyawa dan molekul? Dari segi arti tidak ada bedanya. Tapi penggunaannya yang berbeda. Molekul termasuk kata benda konkret, sedangkan senyawa merupakan kata benda yang merujuk sifat. Mari kita lihat gambar berikut: H2O CO2 H2O

Selasa, 28 Januari 2020

Fitoremediasi Ipa kelas 9, Selasa 28 Januari 2020 Phytoextraction Merupakan suatu proses tumbuhan menarik zat kontaminan dari media yang tercemar sehingga terakumulasi disekitar akar tumbuhan atau tersalurkan ke bagian lain pada tumbuhan (daun dan batang), ilustrasi proses phytoextraction dapat dilihat pada Gambar 2. Beberapa tanaman disebut sebagai hyperaccumulators, yaitu tanaman yang dapat menyerap kandungan logam lebih banyak daripada tanaman lain pada umumnya. Di lapangan, setelah tanaman fitoremediasi tumbuh dan berkembang di media tercemar dan dirasa telah melakukan mekanisme phytoextraction, tanaman tersebut kemudian dicabut untuk dibakar menggunakan alat insenerator. Abu hasil pembakaran sebaiknya dipisahkan untuk dikemas kedalam golongan B3. Proses phytoextraction sangat baik digunakan untuk menangani media yang tercemar oleh limbah yang mengandung unsur Mn, Hg, Cu, Cr, Cd, Ni, Pb dan Zn. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam baik itu mineral, bijih atau bahan galian, gas alam dan minyak. Dalam perkembangannya, berbagai macam teknik dan teknologi telah digunakan oleh manusia untuk dapat mengelola sumber daya alam tersebut semaksimal mungkin. Pertambangan batubara atau bijih lainnya di Indonesia umumnya dilakukan dengan sistem tambang terbuka (open pit mining). Penambangan dengan sistem ini berpotensi mengakibatkan terjadinya degradasi kualitas lingkungan. Karena luasnya lahan yang dibuka atau terganggu, adanya timbunan batuan overburden yang mengandung logam berat dan terbentuknya lahan yang bersifat marginal (sukar ditumbuhi oleh tanaman) serta air asam tambang (AAT). Secara umum pengolahan air/lahan tercemar di area penambangan dapat dilakukan menggunakan 2 macam metode. Metode pertama adalah metode aktif, pada metode ini dilakukan dengan menambahan bahan kimia secara langsung ke kolam tambang atau lahan reklamasi dengan tujuan untuk mereduksi senyawa pencemar. Banyak pelaku industri penambangan yang memilih cara ini. Cara ini paling sering diadopsi di dunia pertambangan karena selain mudah didapat, bahan kimia juga tergolong sangat praktis dalam penggunaannya, yaitu dengan cara menaburkan bahan kimia tersebut ke media yang tercemar dengan dosis tertentu (lihat Gambar 1). Namun dalam penggunaannya, bahan kimia tersebut memerlukan jumlah yang sangat banyak (bergantung dari luasan area yang tercemar) sehingga berpotensi memberikan biaya yang cukup mahal bila dilakukan secara terus-menerus. Untuk media air yang tercemar selain biaya yang besar, penggunaan bahan kimia dapat mengakibatkan endapan berlebih pada settling pond. Fitoremediasi memberikan manfaat yang nyata terhadap pengelolaan lingkungan, namun terdapat kelebihan dan kekurangan dari teknik ini. Karena menggunakan tanaman sebagai media utama dalam mereduksi senyawa polutan, maka teknik fitoremediasi memiliki biaya pengeluaran yang lebih murah bila dibandingkan dengan penggunaan bahan kimia. Terlebih bila perusahaan dapat melakukan pembudidayaan sendiri terhadap tanaman fitoremediasi yang mereka gunakan, tentunya akan sangat menekan biaya pengeluaran. Namun, perlu diperhatikan agar tanaman yang digunakan tidak terkonsumsi oleh binatang ternak atau predator lain karena tanaman tersebut bersifat toksik. Penambahan pagar disekitar wilayah fitoremediasi dapat memberikan solusi untuk menangani permasalahan tersebut. Teknik pengelolaan lingkungan ini diharapkan memberikan pemikiran baru kepada para pelaku usaha tambang dalam mengelola permasalahan lingkungannya.

Senin, 27 Januari 2020

Biotemediasi Ipa kelas 9, Senin 27 Januari 2020 Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan. Saat bioremediasi terjadi, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan. Peristiwa ini disebut biotransformasi. Pada banyak kasus, biotransformasi berujung pada biodegradasi, saat polutan beracun terdegradasi, strukturnya menjadi tidak kompleks, dan akhirnya menjadi metabolit yang tidak berbahaya dan tidak beracun. Sejak tahun 1900an, orang-orang sudah menggunakan mikroorganisme untuk mengolah air pada saluran air. Saat ini, bioremediasi telah berkembang pada perawatan limbah buangan yang berbahaya (senyawa-senyawa kimia yang sulit untuk didegradasi), yang biasanya dihubungkan dengan kegiatan industri. Yang termasuk dalam polutan-polutan ini antara lain logam-logam berat (merkuri, stronsium, kadmium), petroleum hidrokarbon, dan senyawa-senyawa organik terhalogenasi seperti pestisida, herbisida, CFC, dan lain-lain. Banyak aplikasi-aplikasi baru menggunakan mikroorganisme untuk mengurangi polutan yang sedang diujicobakan. Bidang bioremediasi saat ini telah didukung oleh pengetahuan yang lebih baik mengenai bagaimana polutan dapat didegradasi oleh mikroorganisme, identifikasi jenis-jenis mikroba yang baru dan bermanfaat, dan kemampuan untuk meningkatkan bioremediasi melalui teknologi genetik. Teknologi genetika molekuler sangat penting untuk mengidentifikasi gen-gen yang mengkode enzim yang terkait pada bioremediasi. Karakterisasi dari gen-gen yang bersangkutan dapat meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana mikroba-mikroba memodifikasi polutan beracun menjadi tidak berbahaya. Strain atau jenis mikroba rekombinan yang diciptakan di laboratorium dapat lebih efisien dalam mengurangi polutan. Mikroorganisme rekombinan yang diciptakan dan pertama kali dipatenkan adalah bakteri "pemakan minyak". Bakteri ini dapat mengoksidasi senyawa hidrokarbon yang umumnya ditemukan pada minyak bumi. Bakteri tersebut tumbuh lebih cepat jika dibandingkan bakteri-bakteri jenis lain yang alami atau bukan yang diciptakan di laboratorium yang telah diujicobakan. Akan tetapi, penemuan tersebut belum berhasil dikomersialkan karena strain rekombinan ini hanya dapat mengurai komponen berbahaya dengan jumlah yang terbatas. Strain inipun belum mampu untuk mendegradasi komponen-komponen molekular yang lebih berat yang cenderung bertahan di lingkungan. Bioremediasi Perbaiki Kualitas Lahan Pertanian Jakarta – Banyaknya aktivitas tambang mineral di Indonesia menyisakan lahan yang menjadi tidak subur lagi. Namun ternyata, tidak selamanya lahan bekas tambang menjadi tidak bermanfaat. Bioremediasi lahan dengan menggunakan mikroba tertentu yang disebut dengan Inokulan Konsorsia Mikroba Rhizosfer (IMR) dapat memulihkan lahan yang tadinya tidak subur menjadi lebih subur. Peneliti Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Nana Mulyana mengatakan, bioremediasi telah dikembangkan sejak tahun 60an. Secara terminologi, bioremediasi berasal dari 2 kata, yakni bio dan remediasi. “Jadi pembenahan lahan dengan menggunakan hayati atau mikroorganisme,” katanya saat konferensi pers di kantor PAIR BATAN, Jakarta, Senin (30/09). Dengan memanfaatkan teknologi nuklir, wadah atau media yang digunakan untuk menyimpan mikroorganisme diradiasi dengan sinar gamma pada dosis 25 kilogrey sehingga kualitas mikroorganisme dapat terjaga selama dalam penyimpanan hingga 1 tahun. “Mikroorganisme yang disimpan dalam wadah yang sudah diiradiasi misalnya sejumlah tertentu, maka setelah disimpan dalam waktu 1 tahun, jumlahnya tetap dan tidak berkurang,” tambahnya. Mikroorganisme yang sudah sudah diformulasikan kemudian digunakan untuk memperbaiki lahan yang rusak. Sebelum dilakukan perbaikan atau pembenahan, lahan yang sudah rusak tadi harus diidentifikasi dulu masalah utamanya, agar mikroorganisme yang dikembangkan tepat sasaran. Secara umum, jelas Nana, permasalahan lahan di Indonesia disebabkan oleh empat hal. Pertama, lahan yang terkontaminasi logam berat, kedua, lahan yang terkontaminasi hidrokarbon seperti tumpahan minyak bumi, ketiga iklim tropis di Indonesia menyebabkan lahan kerapkali terkena penyakit tanaman Fusarium, dan keempat adalah aktivitas tambang yang menyebabkan kerusakan pada bagian atas tanah (top soil), tempat pertumbuhan akar atau rizhosfer. “Kegiatan manusia melakukan penambangan juga dapat merusak lapisan atas tanah. Kegiatan penambangan biasanya berakibat pada terkelupasnya lapisan atas tanah, sehingga yang berada di lapisan atas adalah sub soil, dan lapisan ini tidak subur,” kata Nana. Setelah diketahui permasalahannya, selanjutnya bioremediasi lahan dilakukan dengan mengembangkan mikroorganisme yang mampu mengurangi penyebab kerusakan lahan itu. “Misalnya, untuk logam berat, kami kembangkan mikroorganisme yang memang memiliki kemampuan mengarsorbsi atau menyerap logam berat. Sehingga ketika ditanami, tanaman bisa tereduksi kandungan logamnya,” jelas Nana. Nana menerangkan, salah satu penerapan IMR untuk bioremediasi ini pernah dilakukan di daerah Cepu, Jawa Tengah yang tercemar hidrokarbon berupa minyak bumi. “Kami lakukan pengomposan (pemupukan) disitu dengan bahan organik lokal. Kebetulan di Cepu daerah hutan jati, banyak serbuk gergaji. Maka serbuk gergaji ini kita gunakan sebagai mikroba untuk pembenahan lahan awal,” terangnya. Hasilnya, lanjut Nana, setelah 45 hari terjadi penurunan kandungan hidrokarbon dan hanya tersisa 10 persen saja. Untuk mengembalikan ekosistem, lanjut Nana, langkah selanjutnya adalah lahan yang sudah dibenahi tadi ditanami tanaman heterogen dibantu oleh IMR, sehingga tanaman yang tidak mampu tumbuh dapat tumbuh dengan baik. Laham ditanami tanaman keras seperti pohon rambutan dan mangga, dan diselanya ditanam rumput gajah yang mampu secara berkelanjutan menyerap hidrokabron.

Jumat, 24 Januari 2020

Contoh bioteknologi Ipa kelas 9, jum’at 24 Januari 2020 1. Bioteknologi Konvensional Jenis bioteknologi yang pertama adalah Bioteknologi konvensional. Pengertian bioteknologi konvensional adalah beberapa bidang ilmu dari penerapan ilmu biologi, biokimia, dan suatu rekayasa yang masih sangat terbatas. Pada bioteknologi ini, prosesnya belum menggunakan teknik rekayasa molekuler yang memiliki tingkatan rumit, terstruktur dan juga terarah. Meski menggunakan teknik rekayasa molekuler, maka rekayasa yang dipakai sudah pasti belum semua bisa dikendalikan dengan baik. Bioteknologi konvensional ini menggunakan jasad hidup yang ada di alam / lingkungan sekitar. 2. Bioteknologi Modern Berbeda dengan bioteknologi konvensional, pada bioteknologi modern sudah menggunakan teknik rekayasa dengan tingkat yang rumit, terstruktur juga terarah. Sehingga hasil akhirnya pun bisa dilakukan pengendalian dengan sangat baik. Teknik yang digunakan pada bioteknologi saat ini adalah dengan melakukan proses manipulasai genetik dengan menggunakan jasad hidup yang terstruktur dan terarah sehingga hasilnya pun sesuai dengan yang diinginkan. Dalam proses bioteknologi modern selalu menggunakan struktur dari DNA. Teknik yang dipakai bioteknologi modern adalah suatu teknik manipulasi dari bahan bahan genetik seperti DNA yang dilakukan secara in vitro, jika kamu belum tahu apa itu in vitro saya jelaskan pada paragraf bawah ini. Pengertian in vitro adalah proses dari ilmu biologi yang bisa berlangsung pada situasi percobaan yang terjadi di luar sel atau diluar organisme. Seperti contohnya adalah dalam suatu tabung percobaab. Pada teknik ini biasanya kita mengenal sebagai teknik DNA rekombinan atau teknik rekayasa genetika. Para peneliti dan juga ilmuwan dapat melakukan penyambungan terhadap molekul – molekul DNA yang berasal dari jasad hidup lain yang sudah tentu berbeda beda akakn dijadikan suatu molekul DNA yang memiliki sifat rekombinan. Rekayasa ini sudah menjadi hal utama dari bioteknologi modern. Contoh Bioteknologi Bioteknologi dapat menghasilkan produk dan jasa yang sangat bermanfaat bagi manusia. Berikut adalah beberapa contoh bioteknologi yang berhasil saya rangkum yaitu sebagai berikut. 1. Bioteknologi di Bidang Pengolahan Pangan Dibidang pangan, bioteknologi menghasilkan berbagai macam produk yang mungkin kamu sudah terbiasa mengonsumsinya. Berikut adalah contoh bioteknologi di bidang pangan. Yogurt Keju Tempe 2. Bioteknologi di Bidang Kesehatan Bioteknologi juga bermanfaat di bidang medis dan itu sudah lama digunakan. Sebagai contohnya adalah pembuatan antibiotik. Selain itu ada beberapa contoh bioteknologi di bidang kesehatan lainnya. Berikut adalah contoh bioteknologi di bidang medis atau kesehatan. Contoh Bioteknologi 1. Pengolahan Susu Yoghurt Pada saat proses pembuatan yoghurt, susu dipermentasikan terlebih dahulu, lalu sebagian lemak yang ada dibuang. Kemudian jenis mikroorganisme yang berperan pada pembuatan yoghurt yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococus thermophillus . Keju Pada saat proses pembuatan keju memanfaatkan sebuah bakteri asam laktat, jenis mikroorganismenya yaitu Lactobacillus dan Streptococcus. Bakteri atau mikroorganisme berfungsi dalam mempermentasikan laktosa yang ada pada susu menjadi asam laktat. Mentega Pada saat proses pembuatan mentega memakai jenis mikroorganismenya yaitu Streptococcus lactis dan Lectonosto ceremoris. Mikroorganismenya berfungsi sebagai membentuk proses pengasaman. Kemudian susu akan diberi cita rasa dan lemak mentega yang ada akan dipisahkan. 2. Pengolahan Kacang Kecap dengan tauco Pada saat proses pembuatan Kecap yang terbuat dari kacang kedelai dan ditambahkan mikroorganisme atau jamur Aspergilus soyae dan Aspergilus wentii. Pada tauco terbuat pada bahan kacang kedelai yang telah ditambahkan mikroorganisme yaitu Aspergilus oryzae, mikroorganisme ini berfungsi untuk mengubah protein kompleks pada kacang kedelai menjadi asam amino yang dapat membuat dengan mudah dicerna oleh tubuh manusia. Tempe dan oncom Pada saat proses pembuatan tempe harus dilakukan permentasi kedelai menggunakan mikroorganisme yaitu Rhizopus sp, yang dapat mengubah protein kompleks didalam kacang kedelai menjadi asam amino. Sedangkan pada oncom dibuat dengan melakukan fermentasi bungkil kacang tanah menggunakan mikroorganisme yaitu Rhizopus oligosporus.

Kamis, 23 Januari 2020

Pemanfaatan biotek Ipa kelas 9, Kamis 23 Januari 2020 Manfaat Bioteknologi dalam Bidang Pertanian Manfaat bioteknologi untuk kehidupan manusia pada pertanian sudah sejak dulu dikenal semenjak beberapa ribu tahun yang lalu. Sudah bermacam-macam teknologi yang digunakan mulai dari teknologi kuno hingga teknologi pada saat ini yang sudah berbasis bioteknologi modern. Setelah melalui beberapa proses yang panjang, kemudian Bioteknologi dapat memiliki beberapa manfaat pada bidang pertanian. Beberapa contoh pemanfaatan bioteknologi yang ada di bidang pertanian, diantaranya adalah sebagai berikut : Digunakan dalam merakit berbagai varietas unggul. Contohnya di di Bidang Pertanian seperti pada varietas unggul tahan hama, varietas unggul tahan penyakit, varietas unggul tahan cekaman kekeringan dan lain-lain Digunakan untuk mengatasi pembibitan yaitu sebagai cara dalam menghasilkan bibi yang jumlah besar dengan waktu cepat. Mengatasi permasalahan keterbatasan lahan, misalnya dengan menciptakan varietas umur genjah sehingga satu lahan bisa panen beberapa kali dalam satu tahun. Digunakan untuk mengendalikan hama penyakit pada tanaman. Digunakan dalam upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki produksi tanaman dari waktu ke waktu Manfaat Bioteknologi dalam Bidang Pangan Manfaat Bioteknologi dalam Bidang Pangan ini juga sangat memiliki peranan penting bagi masyarakat. Karena ketika kebutuhan pangan meningkat dan persediaan pangan sudah menipis, maka dengan melakukan Bioteknologi terhadap pangan ini, kondisi pangan pada masyarakat dapat diatasi. Beberapa contoh pemanfaatan Bioteknologi dalam bidang pangan diantaranya adalah sebagai berikut : Proses Pengentalan dengan bantuan bakteri Lactobacillus Bullgaricus dan Streptococcus thermophillus. Bakteri tersebut menghasilkan renin, sehingga protein pada susu akan menggumpal dan membagi susu menjadi cairan dan padatan sehingga menjadi Keju Bakteri Lactobacillus Bullgaricus dan Streptococcus thermophillus yang digunakan untuk mengubah laktosa pada susu menjadi asam laknat sehingga menjadi Yogurt Kecap yang merupakan salah satu produk dari hasil Bioteknologi yang terbuat dari kacang kedelai yang di fermentasi dengan bantuan jamur Aspergillus wentii. Tempe yang merupakan hasil bioteknologi dengan menggunakan teknik fermentasi pada kedelai dengan menggunakan bantuan jamur Rhizopus Oryzae dan Rhizopus Oligosparus pada biji kedelai Manfaat Bioteknologi dalam Bidang Sosial Dalam bidang sosial Bioteknologi juga memiliki manfaat. Lalu, bagaimana dengan fungsi bioteknologiya? Dalam bidang sosial ini, Bioteknologi modern dapat dimanfaatkan diantaranya digunakan untuk dapat mengetahui identitas ataupun hubungan kekerabatan manusia. Barikut ini beberapa contoh pemanfaatan Bioteknologi dalam Bidang sosial Digunakan untuk Teknologi tes DNA, akan digunakan untuk mengidentifikasi seseorang dari korban kecelakaan yang yang sudah tidak dapat diidentifikasi lagi secara fisik Memastikan hubungan kekerabatan Mengetahui identitas pelaku kejahatan Dan lain-lain. Manfaat Bioteknologi dalam Bidang Kesehatan/Kedokteran Dalam bidang Kesetahan atau Kedokteran, Bioteknologi juga memiliki peranan yang sangat penting. Prinsip bioteknologi yang digunakan dalam bidang kesehatan digunakan dalam pembuatan berbagai antibiotik, vaksin, hormon dan juga teknologi pengobatan. Berikut adalah beberapa contoh manfaat bioteknologi dalam bidang kesehatan atau kedokteran: Ditemukanny hormon insulin. Transflantasi organ Penemuan antibiotik penicillin. Penemuan beraneka macam vaksin . Teknologi transfer gen dan lain-lain.