Kamis, 01 Februari 2024

BIOTEKNOLOGI

MAPEL   :  IPA

KELAS   :  9

MATERI   : BIOTEKNOLOGI

PERTEMUAN   :  KE 1 DARI 3

GURU PENGAMPU   :  SEPTYANA FORI

WAKTU PEMBELAJARAN   :  KAMIS,  1 FEBRUARI 2024

KD  :  3.7 Memahami konsep dasar Bioteknologi dan perkembangannya serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari     

TUJUAN   :  Setelah melaksanakan pembelajaran, siswa diharapkan mampu:

                1. Memahami tentang konsep dasar bioteknologi dan perkembangannya serta penerapannya 

                       dalam kehidupan sehari-hari     

                  2. Mempraktekan pembuatan bioteknologi pangan


APERSEPSI  :  Memahami konsep Magnet

                            Memahami bentuk-bentuk magnet 

                           Memahami manfaat magnet dalam kehidupan sehari-hari

MATERI 

BIOTEKNOLOGI

 Bioteknologi sebenarnya sudah dikenal sejak lama, meski pada masa lalu belum dikenal istilah seperti saat ini. Bahkan sejak ribuan tahun lalu manusia telah menerapkan contoh sederhana dari bioteknologi dalam kehidupan mereka. Misalnya pada abad ke-19 Masehi orang-orang sudah paham tentang cara pembuatan roti, yoghurt, keju, cuka, kecap, dan tempe.

Lebih jauh lagi, orang Babilon dan Sumeria sudah mulai mengonsumsi bir sejak abad 6000 Sebelum Masehi (SM), sedangkan orang Mesir telah mahir membuat adonan kue asam pada tahun 4000 SM. Semua proses pembuatan makanan dan minuman tersebut merupakan penerapan dari bioteknologi, meski pada pada masa lalu belum diartikan seperti itu.

Pengetahuan tentang bioteknologi baru muncul pada sekitar tahun 1857 hingga 1876. Pada saat itu Louis Pasteur melakukan penelitian tentang fermentasi yang dihasilkan dari bantuan mikroorganisme. Berkat penelitian itulah Pasteur kemudian dikenal sebagai Bapak Ilmu Bioteknologi.

Selanjutnya, pengertian bioteknologi mulai dikenal oleh masyarakat luas pada tahun 1919. Ilmuwan berkebangsaan Hungaria bernama Karl Ereky adalah orang yang pertama kali menggunakan istilah tersebut untuk merujuk terhadap interaksi biologi dan teknologi yang dilakukan oleh manusia.

Adapun interaksi yang dimaksud adalah pemanfaatan ilmu biologi terhadap teknologi. Penggabungan antara kedua ilmu tersebut dilakukan untuk menghasilkan produk bermanfaat bagi manusia dari bahan baku alam. Pada masa tersebut, bioteknologi yang dikenal masih belum semutakhir sekarang.

Sejarah bioteknologi modern kemudian dimulai sekitar sepuluh tahun sejak itu, tepatnya pada tahun 1928. Pada masa itu Alexander Fleming berhasil menemukan antibiotik penicilin dan penicilium. Selanjutnya kedua antibiotik tersebut digunakan sebagai obat untuk mengatasi penyakit kulit manusia akibat gangguan bakteri Staphylococcus aureus.

Pengertian Bioteknologi

Secara etimologi bioteknologi berasal dari tiga kata, yaitu bio yang berarti hidup, teknos yang berarti teknologi atau penerapan, dan logos yang berarti ilmu. Dengan begitu bioteknologi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip atau aturan dalam biologi.

Secara sederhana, bioteknologi dapat diartikan sebagai pemanfaatan prinsip-prinsip serta rekayasa terhadap organisme, sistem, ataupun proses biologis untuk meningkatkan atau menghasilkan potensi suatu organisme serta untuk menghasilkan produk dan jasa yang bermanfaat untuk kehidupan manusia.

        Pixabay

Menurut Champbell (2008), bioteknologi atau biotechnology merupakan suatu manipulasi organisme sebagai upaya untuk menghasilkan produk yang bersifat baru dan mempunyai nilai manfaat bagi manusia.

Sementara itu menurut Yuwono (2006), bioteknologi adalah penerapan prinsip-prinsip biologi, biokimia, serta rekayasa dalam mengolah bahan-bahan dengan memanfaatkan bantuan agensia jasad hidup yang berasal dari komponen-komponen itu sendiri untuk menghasilkan jasa atau barang.

Manfaat Bioteknologi

Seperti telah disebutkan sebelumnya, bioteknologi adalah ilmu yang dirancang untuk menghasilkan banyak manfaat bagi manusia. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya bioteknologi, yaitu:

  • Menghasilkan antibiotik dengan memanfaatkan jamur melalui serangkaian proses.
  • Meningkatkan hasil produksi dalam bidang perkebunan, pertanian, serta perikanan khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan pangan.
  • Mengurangi dampak dari pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan mikroorganisme, misalnya bakteri dalam kegiatan daur ulang.
  • Menghasilkan vaksin dengan menggunakan bantuan virus.
  • Membuat pupuk yang terbuat dari bahan-bahan hayati dengan memanfaatkan mikroba untuk membantu proses penyerapan unsur hara.
  • Meningkatkan jumlah spesies dari tumbuhan melalui penerapan proses kultur jaringan.

Jenis Bioteknologi

Meski sudah dikenal prinsip bioteknologi modern, pada kenyataannya kehidupan manusia masih belum lepas dari bioteknologi yang bersifat konvensional.

             

Oleh sebab itu bioteknologi dapat dibagi berdasarkan kompleksitasnya menjadi dua jenis, yaitu bioteknologi tradisional atau konvensional dan bioteknologi modern sebagai berikut:

1. Bioteknologi Konvensional (Tradisional)

Bioteknologi konvensional atau tradisional adalah bioteknologi yang memanfaatkan mikroba, proses biokimia, dan juga proses genetik alami baik berupa mutasi atau rekombinasi genetik. Prinsip bioteknologi ini sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu oleh umat manusia.

Adapun manfaat dari bioteknologi konvensional adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan kandungan gizi dari produk pangan baik berupa makanan dan minuman.
  • Membantu proses peningkatan agrobisnis sebagai usaha untuk memproduksi bahan baku.
  • Menambah jumlah lapangan kerja dan meningkatkan penghasilan masyarakat.
  • Menggalakkan produk dari industri rumah tangga.

Penerapan bioteknologi konvesional telah merambah beberapa bidang kehidupan manusia seperti bidang pangan, pertanian, peternakan, dan juga kesehatan serta pengobatan.

a. Pangan

Pemanfaatan bioteknologi konvensional dalam bidang pangan sangatlah banyak. Alasannya adalah bidang ini menjadi awal mula dikenalnya bioteknologi sederhana oleh manusia pada zaman dahulu. Berikut ini adalah beberapa contoh produk bioteknologi dalam bidang pangan, antara lain:

  • Tempe, berbahan baku kedelai yang memanfaatkan enzim Protease dan jamur Rhizopus oligosporus sebagai agen biologinya.
  • Tauco, berbahan baku kedelai dengan memanfaatkan enzim Protease dan agen biologi Aspergillus oryzae.
  • Kecap, berbahan baku kedelai yang memanfaatkan enzim Protease dan agen biologi Aspergillus soyae.
  • Oncom, berbahan baku bungkin kacang dengan menggunakan enzim Protease dan agen biologi Monilia sitophila.
  • Yoghurt, berbahan baku susu dengan memanfaatkan enzim Laktase dan ageni biologi bakteri Streptococchus themophillus atau bakteri Streptococus vulgaris.
  • Keju, berbahan baku susu dengan enzim Lipase dan agen biologi Lactobacillus.
  • Mentega, berbahan baku susu, enzim Lipase, dan juga bakteri Lactobacillus lactis atau bakteri Streptococcus lactis.
  • Tapai ketan, berbahan baku beras ketan dan memanfaatkan agen biologi Saccharomyces cereviceae.
  • Asian, berbahan baku kubis dengan bantuan enzim Laktase dan bakteri Lactobacillus plantarum.
  • Sirup dengan bahan baku gula dengan bantuan enzim Amilase dan bakteri Bacillus subtulis.
  • Nata de coco, berbahan baku air kelapa dengan memanfaatkan enzim Selulase dan bakteri Acetoacter xylinum.
  • Es krim, berbahan baku susu dengan bantuan enzim Laktase dan bakteri Saccharomyces fungilis.

Selain makanan-makanan tersebut, bioteknologi konvensional juga banyak menghasilkan produk berupa minuman. Salah satu diantaranya adalah teh kombucha yang merupakan produk dari fermentasi larutan teh dengan kultur mikroba. Pembuatan teh ini menggunakan enzim Molase sebagai penghasil limbah gula yang berlimpah.

Enzim Molase dikenal sebagai limbah dari pembuatan gula tebu. Meski begitu, kandungan asam organik dan gulanya cukup banyak sehingga bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber nutrisi pada proses fermentasi. Kultur teh kombucha sendiri mengandung cukup banyak bakteri dan khamir.

Beberapa bakteri yang terkandung yaitu Acetobacter xylinum, Acetobacter aceti, Acetobacter pastenunanus, Brettanamyces bruxellensis. Brettanamyces intermedius, Saccharomuces cerevisiae, Candida formata, Gluconobacter, Mycoderma, Mycotorula, Pichia, Schizosoccharomyces, dan Torula.

Teh kombucha dipercaya dapat mengatasi ketegangan saraf dan jiwa, pengerasan pada pembuluh darah, kelelahan kronis, mencegah penuaan kulit, gangguan buang air, menurunkan kolesterol, mengobati kanker usus, dan juga kanker payudara. Hal itu dikarenakan kandungan berbagai jenis asam dan berbagai vitamin.

b. Pertanian

Pada bidang pertanian bioteknologi konvensional yang biasa dijumpai pada masyarakat antara lain:

  • Biotek adalah metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam.
  • Tanaman mustard alami mengalami proses seleksi oleh manusia, sehingga bisa menghasilkan brokoli, kembang kol, dan kubis.

c. Peternakan

Bioteknologi konvensional juga banyak diterapkan dalam bidang peternakan, contoh penerapannya adalah sebagai berikut.

  • Domba Ankon, yaitu domba yang mempunyai kaki pendek dan bengkok akibat adanya proses mutasi alami.
  • Sapi Jersey, yaitu sapi penghasil susu yang mempunyai kandungan krim jauh lebih banyak setelah mengalami mutasi oleh manusia.

d. Kesehatan

Dalam dunia kesehatan bioteknologi juga banyak dimanfaatkan untuk menghasilkan obat-obatan seperti berikut ini:

  • Antibiotik merupakan produk bidang pengobatan yang dihasilkan dari jamur dan bakteri.
  • Vaksin adalah produk yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan memanfaatkan mikroorganisme ataupun bagiannya yang toksinnya telah dimatikan terlebih dahulu.

2. Bioteknologi Modern 

Bioteknologi modern mulai mengalami perkembangan signifikan setelah struktur DNA ditemukan pada tahun 1950-an. Bioteknologi modern lebih dikenal sebagai jenis bioteknologi yang didasarkan pada rekayasa DNA atau manipulasi genetik dengan memanfaatkan biokimia dan mikroorganisme.

Rekayasa genetik atau genetic engineering adalah manipulasi gen secara langsung untuk suatu tujuan praktis. Salah satu teknik rekayasa genetik adalah DNA rekombian di mana suatu sel disisipkan gen tertentu dengan memanfaatkan teknik kloning atau juga disebut kultur jaringan.

Sebagai contoh adalah microarry DNA yang ditunjukkan pada titik-titik berwarna diartikan sebagai tingkat ekspresi relatif dari 2.400 gen manusia. Analisis microarry biasa dimanfaatkan untuk membandingkan ekspresi gen pada beberapa sampel yang berbeda seperti sampel jaringan normal dan sampel kanker.

Pengetahuan ini kemudian berkembang dan dimanfaatkan sebagai salah satu teknik untuk melakukan penelitian dalam bidang kanker dan penyakit-penyakit lainnya. Seiring perkembangannya, bioteknologi modern kemudian diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.

a. Teknologi Reproduksi

Teknologi reproduksi merupakan metode perkembangbiakan dengan memanfaatkan alat serta prosedur tertentu. Metode ini dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu individu agar menjadi lebih baik sesuai dengan harapan manusia.

Adapun beberapa bentuk penerapan teknologi reproduksi yaitu:

  • Kultur jaringan, metode memperbanyak jumlah tumbuhan dengan melakukan budidaya pada jaringan tertentu agar menjadi individu yang memiliki sifat persis seperti induknya. Metode ini dapat menghasilkan bibit unggul dalam waktu cepat, kuantitas banyak, dan bebas dari penyakit.
  • Inseminasi buatan, metode pembuahan yang dilakukan dengan menggunakan bantuan manusia. Metode inseminasi ini biasanya diterapkan pada ternak sapi dan kadang juga bagi manusia.
  • Fertilisasi in Vitro atau bayi tabung, metode menghasilkan bayi melalui proses pembuahan yang tidak dilakukan di dalam tubuh. Metode ini sering dilakukan oleh pasangan suami istri yang sulit mendapatkan keturunan.
  • Cloning atau pengklonan, metode menghasilkan keturunan yang sangat identik dengan induknya berdasarkan sifat aseksual.
  • Pembastaran, metode persilangan pada organisme yang berasal dari verietas yang berbeda.

b. Radiasi

Radiasi atau biasa juga disebut penyinaran merupakan metode pemanfaatan gelombang elektromagnetik untuk mengawetkan makanan, menghambat proses pertumbuhan tunas tanaman, mencegah buah mengalami kematangan, dan juga sebagai cara untuk menghasilkan mutan.

c. Hidroponik dan Aeroponik

Hidroponik adalah suatu metode bercocoktanam dengan memanfaatkan air dan bahan yang memiliki pori atau porus. Sementara itu aeroponik merupakan suatu metode bertanam dengan cara membiarkan akar tanaman menggantung di udara sehingga akar tersebut tidak menempel pada media tanam apapun.

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari bercocok tanam dengan metode hidroponik serta aeroponik, antara lain:

  • Pertumbuhan tanaman tidak bergantung pada musim dan tempat termasuk ketinggian lokasi dan luas tanah sebagai media tanam.
  • Mutu hasil perkebunan seperti sayur dan buah lebih baik dibanding dengan proses tanam seperti biasa.
  • Pupuk yang digunakan lebih hemat, karena jumlah yang diberikan harus diatur.
  • Hama dan penyakit tanaman yang berasal dari tanah tidak akan menyerang tanaman.

d. Pengobatan

Bioteknologi modern juga biasa diterapkan dalam bidang kesehatan, khususnya dimanfaatkan untuk menghasilkan obat-obatan. Berikut ini adalah beberapa produk bioteknologi dalam bidang pengobatan, yakni:

Penerapan Bioteknologi

Sesuai dengan tujuannya untuk membantu kehidupan manusia, bioteknologi kini telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang atau sektor. Bentuk aplikasi atau penerapan tersebut merambah berbagai bidang mulai dari bidang pangan, pertanian, medis, industri, perairan, dan kehutanan.

           

1. Bidang Pangan

Penerapan bioteknologi dalam bidang pangan banyak sekali dan hampir semua sudah disebutkan sebelumnya. Produk hasil bioteknologi pun sering dikonsumsi baik dalam bentuk minuman dan makanan. Beberapa diantaranya adalah yoghurt, sirup, roti, dan tempe.

2. Bidang Pertanian dan Kehutanan

Pemanfaatan bioteknologi dalam bidang pertanian dan kehutanan juga sangat beragam. Beberapa diantaranya adalah jenis kedelai yang mempunyai ketahanan terhadap herbisida, tomat hasil manipulasi genetik yang tahan lama dan jagung yang kebal terhadap serangga. Sementara dalam bidang kehutanan adalah metode kultur jaringan.

3. Bidang Kesehatan

Dalam bidang kesehatan aplikasi bioteknologi kebanyakan memanfaatkan teknik rekayasa genetik. Beberapa contoh bioteknologi dalam bidang ini yaitu produksi hormon insulin dengan bantuan bakteri, pemanfaatan sel punca, penemuan vaksin, dan juga pemanfaatan antibodi monoklonal.

4. Bidang Industri

Aplikasi bioteknologi dalam bidang industri antara lain dengan memanfaatkan biomassa untuk melakukan konversi energi serta berbagai produk. Biasanya produk hasil bioteknologi memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Contoh penerapannya adalah proses penghasilan gula, alkohol, enzim, dan sebagainya. 

5. Bidang Kelautan

Senyawa aktif yang dihasilkan oleh organisme laut juga banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam dunia medis, pertanian, industri, hingga lingkungan. Ada banyak sekali produk kosmetik yang menggunakan senyawa aktif organisme laut sebagai bahan campurannya dan juga proses restorasi laut

 Dampak Bioteknologi

Bioteknologi tidak hanya hadir dengan sederet manfaat bagi kehidupan manusia, tetapi juga mempunyai dampak positif dan dampak negatif. Berikut ini adalah beberapa dampak positif dan dampak negatif dari bioteknologi.

1. Dampak Positif

Meski memiliki dampak negatif, namun pada kenyataannya bioteknologi menghasilkan berbagai dampak positif bagi kehidupan manusia. Beberapa di antara dampak tersebut tealah disebutkan sebagai manfaat bioteknologi.

Berikut ini merupakan dampak positif dari bioteknologi, antara lain:

  • Menghasilkan produk makanan yang inovatif dengan memanfaatkan bantuan bakteri dan jamur. Proses ini biasanya dikenal sebagai fermentasi.
  • Membantu untuk meciptakan tanaman yang bersifat kebal terhadap hama yang sering menyerang tanaman sejenisnya. Dengan begitu kualitas tanaman yang dihasilkan lebih tinggi.
  • Menghasilkan penemuan baru dalam bidang medis seperti berbagai jenis obat-obatan dan vaksin yang menggunakan bantuan virus yang sudah dinonaktifkan.
  • Membantu proses perkembangbiakan pada makhluk hidup melalui berbagai cara dan biasanya individu yang dihasilkan mempunyai ketahanan yang lebih baik.

2. Dampak Negatif

Bioteknologi juga mempunyai dampak negatif bagi kehidupan. Hal ini sebenarnya wajar, khususnya pada beberapa jenis produk hasil penerapan bioteknologi.

Berikut ini adalah beberapa dampak negatif dari bioteknologi, yaitu:

  • Memicu hilangnya plasma nutfah dalam hal ini makhluk hidup ‘normal’, karena yang diproduksi dan dibudidayakan hanya makhluk hidup unggul saja.
  • Menyebabkan alergi terhadap tubuh. Gen asing yang digunakan sebagai bahan untuk membuah makanan dan minuman, serta obat-obatan biasanya ada yang tidak bisa diterima oleh tubuh.
  • Mengakibatkan kerusakan pada ekosistem, karena kondisi normal lingkungan mengalami perubahan seperti keberadaan kapas Bt yang mengurangi populasi ulat dan kupu-kupu.
  • Mencemari lingkungan, karena air sisa produksi makanan bioteknologi seringkali dibiarkan tergenang begitu sajadalam waktu yang cukup lama.
  • Mengganggu aktivitas otak khususnya produk minuman yang mengandung alkohol seperti anggur, bir, air tape, dan wiski.

 Penanggulangan Bioteknologi

Adanya dampak negatif yang ditimbulkan oleh bioteknologi membuat manusia terus berusaha untuk melakukan berbagai cara mengatasi kondisi tersebut. Berikut ini adalah beberapa cara yang biasa diterapkan untuk mengatasi dampak buruk bioteknologi, yakni:

  • Menyediakan bak khusus sebagai penampungan dan penyaring untuk limbah dan air limbahnya, khususnya sisa dari proses pembuatan tempe. Bak tersebut juga dibiarkan tertutup agar baunya tidak tersebar kemana-mana.
  • Menyediakan bak pengumpul sebagai media untuk menampung air limbah yang sudah disaring pada bak penampungan sebelumnya.
  • Memproduksi bahan pangan tidak dalam jumlah yang berlebihan. 

PEMBUATAN  TAPE SINGKONG

Cara Membuat Tape Singkong Tanpa Gula, tapi Tetap Manis, Lembut, dan Anti  Gagal - Berita Sukoharjo  Cara Membuat Tape Singkong Mudah Banget!

 TAPE KETAN

Yuk Kita Buat Tape Ketan! | Just Try & Taste 

BIOTEKNOLOGI (FERMENTASI TAPE KETAN) | yeniagustripuryanti

TELUR ASIN

Resep Super Simpel: Telur Asin Bawang Putih Homemade Tak Perlu Lagi  Berkotor-kotor Dengan Adonan Bata - Modern.id


EVALUASI:

Setelah kalian membaca materi diatas silahkan kalian membuat kelompok untuk praktek

tentang bioteknologi

 
 
KESIMPULAN
 
bioteknologi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip atau aturan dalam biologi.

manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya bioteknologi, yaitu:

  • Menghasilkan antibiotik dengan memanfaatkan jamur melalui serangkaian proses.
  • Meningkatkan hasil produksi dalam bidang perkebunan, pertanian, serta perikanan khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan pangan.
  • Mengurangi dampak dari pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan mikroorganisme, misalnya bakteri dalam kegiatan daur ulang.
  • Menghasilkan vaksin dengan menggunakan bantuan virus.
  • Membuat pupuk yang terbuat dari bahan-bahan hayati dengan memanfaatkan mikroba untuk membantu proses penyerapan unsur hara.
  • Meningkatkan jumlah spesies dari tumbuhan melalui penerapan proses kultur jaringan.

 

 

 

SISTEM PERNAPASAN MANUSIA

MAPEL   :  IPA

KELAS    : 8

MATERI   : SISTEM PERNAPASAN MANUSIA

PERTEMUAN   : KE 3  DARI 3

GURU PENGAMPU   : SEPTYANA FORI

WAKTU PEMBELAJARAN   : KAMIS, 1 FEBRUARI  2024

KD :   3.8  Menganalisis sistem pernapasan pada manusia dan memahami gangguan pada   

                  pernpasan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan

TUJUAN   :  Siswa diharapkan mampu:  

                     1. Memahami dan mengidentifikasi organ pernapasan pada manusia

                     2. Memahami mekanisme pernapasan pada manusia

                     3. Memahami berbagai gangguan pernapasan pada manusia

                    4. Menjelaskan upaya menjaga kesehatan pernapasan pada manusia

 

APERSEPSI  : - Tekanan zat padat, cair, dan gas merupakan tekanan yang terjadi pada makhluh hidup

                         - hukum arcimedes


MATERI    

 

Sistem Pernapasan pada manusia

Hasil gambar untuk sistem pernapasan manusia dan fungsinya

sistem pernapasan berfungsi untuk proses bernapas. Mulai dari udara dihirup masuk ke mulut atau hidung, lanjut ke faring, laring, dan trakea, dan menuju paru-paru. Kemudian udara dikeluarkan kembali dalam bentuk karbon dioksida melalui jalur yang sama.

Apa Itu Sistem Pernapasan Manusia?

Pernapasan, biasa dikenal juga dengan istilah respirasi merupakan suatu proses, yang dilakukan oleh makhluk hidup untuk menghirup oksigen (O2) serta mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Pertukaran kedua zat ini dilakukan di sistem peredaran darah dan melibatkan beberapa organ penting dalam tubuh.

Seseorang memiliki laju pernapasan normal apabila ia bernapas hingga 12-20 kali per menit saat istirahat dan berlangsung secara berkesinambungan. Saat melakukan kegiatan pernapasan, biasanya satu orang individu akan membutuhkan hingga 300 liter oksigen per hari.

Apabila seseorang melakukan kegiatan berat, contohnya berolahraga, kebutuhan akan O2 akan meningkat. Jadi, kadar kebutuhan oksigen setiap manusia menyesuaikan dengan aktivitas, ukuran badan, bahkan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Manusia melakukan aktivitas pernapasan menggunakan organ-organ pernapasan, meliputi: bronkiolus, hidung, trakea, faring, bronkus, dan paru-paru. Untuk paru-paru normal, tingkat volume udara yang bisa dicapai adalah 4.500 cc.

Ini dikenal juga dengan istilah kapasitas total.Pada saat proses kegiatan bernapas terjadi, kapasitas vital atau total maksimal udara yang bisa dikeluarkan manusia setelah paru-paru terisi hanya 3.500 cc. Sebanyak 1.000 cc udara yang tersisa tidak dapat dipergunakan dan akan mengisi kekosongan pada bagian paru-paru sebagai residu.

Fungsi Sistem Pernapasan Manusia

Ada beberapa fungsi sistem pernapasan manusia yang perlu diketahui:

1. Bernapas

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sistem pernapasan berfungsi untuk proses bernapas. Mulai dari udara dihirup masuk ke mulut atau hidung, lanjut ke faring, laring, dan trakea, dan menuju paru-paru. Kemudian udara dikeluarkan kembali dalam bentuk karbon dioksida melalui jalur yang sama.

2. Pertukaran gas antara paru-paru dan aliran darah

Proses pertukaran ini dikenal dengan istilah respirasi eksternal, di mana terjadinya zat oksigen atau O2 beserta karbon dioksida (CO2) di dalam paru-paru. Oksigen akan mengikat molekul hemoglobin dalam darah merah yang kemudian akan menyebar dibantu dengan aliran darah.

3. Pertukaran gas antara aliran darah dan jaringan dalam tubuh

Melanjutkan respirasi eksternal, setelah dipompa oksigen akan mengalir melalui aliran darah dan disaat yang bersamaan, juga mengeluarkan karbon dioksida. Proses ini dikenal dengan sebut respirasi internal.

4. Mencium bau

Pada saat proses penciuman berlangsung pada manusia, itu akan dimulai dari serat penciuman pada lapisan rongga hidung. Ketika udara masuk ke hidung, maka berbagai zat tidak baik di udara akan mengaktifkan sistem saraf. Inilah yang akan mengirim sinyal ke otak dan mengenali bau tersebut.

5. Menciptakan suara

Ketika udara masuk dan menggetarkan pita suara, makan akan tercipta suara. Suara tersebut dibentuk oleh struktur di saluran pernapasan bagian atas.

Organ Penyusun Sistem Pernapasan Manusia

Setidaknya ada 6 organ penyusun sistem pernapasan manusia. Setiap organ mempunyai fungsi tertentu.

1. Rongga hidung

Saat bernapas, pertama kali udara akan masuk ke rongga hidung. Di sini udara akan disaring oleh selaput hidung yang mengandung kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Selaput ini berguna untuk mengunci benda asing agar tidak ikut tersaring dalam paru-paru bersama udara. Selain itu, pada rongga hidung juga terdapat bulu-bulu hidung yang berguna sebagai penyaring udara.

2. Faring atau tenggorokan

Setelah penyaringan di rongga hidung, udara kemudian masuk melewati tenggorokan. Tenggorokan terdiri dari dua saluran, yakni saluran pencernaan serta saluran pernapasan. Fungsi dari tenggorokan dalam sistem pernapasan adalah sebagai medium keluar masuk udara. Saat udara melewati tenggorokan, pita suara yang terdapat di organ ini bergetar dan menghasilkan suara.

3. Trakea

Trakea atau batang tenggorokan terletak di depan kerongkongan. Trakea berfungsi sebagai jalan utama udara atau oksigen menuju paru-paru. Organ yang satu ini berbentuk seperti tabung berongga dengan panjang sekitar 10 cm dan diameter kurang dari 2,5 cm.

4. Laring

Laring merupakan tempat pita suara. Organ ini terletak di bawah persimpangan saluran faring yang membelah menjadi trakea dan kerongkongan. Di laring terdapat dua pita suara yang akan terbuka saat bernapas dan tertutup ketika memproduksi suara. Ketika bernapas, udara akan masuk melewati pita suara yang berhimpitan, sehingga bergetar dan menghasilkan suara.

5. Bronkus

Bronkus berfungsi sebagai penyedia jalan bagi udara terhirup yang masuk dan keluar dari dan ke paru-paru. Bronkus mempunyai struktur yang persis seperti batang tenggorokan, bedanya terletak pada kehadiran tulang rawan di cabang batang tenggorokan mempunyai bentuk yang tidak teratur.

6. Paru-paru

Paru-paru terletak pada bagian atas rongga dada. Di bagian bawahnya terdapat diafragma dan di samping terdapat tulang rusuk. Paru-paru terbentuk dari kehadiran alveolus yang berfungsi untuk menerima udara dari bronkiolus, serta sebagai tempat bertukarnya antara O2 dan CO2.

Bagaimana Proses Pernapasan Manusia

Saat menarik napas atau inhalasi, otot-otot di antara tulang rusuk dan diafragma akan mengalami kontraksi, dan membuat rongga dada meluas sehingga paru-paru bisa mengembang dan terisi udara. Selanjutnya udara masuk lewat mulut dan hidung, kemudian melewati proses penyaringan di rambut hidung.

Setelah itu udara akan lanjut ke trakea dan masuk ke paru-paru melewati saluran pernapasan bronkus dan bronkiolus. Selanjutnya proses akan berujung di alveolus. Di alveolus terjadi proses pertukaran oksigen dengan karbon dioksida pada pembuluh darah kapiler.

Oksigen yang masuk ke dalam kapiler akan menumpang sel darah merah menuju jantung untuk disebar ke seluruh tubuh. Di saat yang sama karbon dioksida dari pembuluh kapiler akan berpindah ke paru-paru.

Ketika proses pertukaran selesai, otot diafragma dan tulang rusuk akan kembali rileks dan rongga dada kembali seperti semula. Udara yang mengandung karbon dioksida akan terdorong keluar melalui jalur yang sama.

Apa Saja Gangguan Pada Sistem Pernapasan?

Ada beberapa gangguan yang pernapasan yang sering terjadi pada manusia, diantaranya:

1. Flu

Gangguan ini disebabkan oleh virus influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus influenza bisa menyebar melalui udara, benda yang terkontaminasi, dan kontak fisik dengan penderita lain. Flu bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, tidak menyentuh wajah, dan menjauhi keramaian.

2. Asma

Asma merupakan jenis gangguan yang ditandai dengan peradangan pada saluran pernapasan. Gangguan ini dapat membuat saluran pernapasan menjadi menyempit. Penyebabnya bisa karena paparan asap, alergi, polusi, dan terkena udara dingin. Gejala asma yang sering dialami, diantaranya sesak napas, batuk, mengi dan dada sesak.

3. Pneumonia

Sama dengan flu, pneumonia juga disebabkan oleh infeksi, virus, bakteri, atau jamur. Gangguan ini juga bisa disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Umumnya gejala pneumonia ditandai dengan batuk, demam, sesak napas, dan menggigil.

Bagaimana Cara Menjaga Organ Pernapasan?

Menjaga kesehatan tubuh bisa dimulai dengan menjaga kesehatan organ-organ tubuh, termasuk organ pernapasan. Cara menjaga kesehatan organ pernapasan bisa dengan rutin berolahraga, tidak merokok, menghindari asap rokok, hindari paparan populasi, dan menghindari infeksi.

Pada pernapasan dada, mekanismenya menggunakan otot-otot tulang rusuk. Sementara pernapasan perut, mekanismenya menggunakan otot-otot diafragma, yaitu di antara rongga dada dan perut.” Halodoc, Jakarta – Setiap manusia memerlukan oksigen yang diperoleh melalui proses pernapasan agar tetap hidup.

Macam pernapasan

Alt text: Gambar Mekanisme Pernapasan Dada

1. Pernapasan Dada

Pernapasan dada berlangsung dalam 2 tahap, yaitu :

  • Inspirasi, terjadi bila otot antar tulang rusuk luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat, volume rongga dada membesar, paru-paru mengembang, sehingga tekanan udaranya menjadi lebih kecil dari udara atmosfer, sehingga udara masuk.
  • Ekspirasi, terjadi bila otot antar tulang rusuk luar berelaksasi, tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula, volume rongga dada mengecil, tekanan udara rongga dada meningkat, tekanan udara dalam paru-paru lebih tinggi dari udara atmosfer, akibatnya udara keluar.

2. Pernapasan perut

Gambar Mekanisme Pernapasan Perut

Pernapasan perut berlangsung dalam dua tahap, yaitu :

  • Inspirasi, terjadi bila otot diafragma berkontraksi, diafragma mendatar mengakibatkan volume rongga dada membesar sehingga tekanan udaranya mengecil dan diikuti paru-paru yang mengembang mengakibatkan tekanan udaranya lebih kecil dari tekanan udara atmosfer dan udara masuk. 
  • Ekspirasi, diawali dengan otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi menyebabkan diafragma terangkat dan melengkung menekan rongga dada, sehingga volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat sehingga udara dalam paru-paru keluar.    
    Pernapasan perut umumnya terjadi saat tidur. 

 

Beda pernapasan dada dan perut yaitu, pada pernapasan dada menggunakan otot antar tulang rusuk, sedangkan pada pernapasan perut menggunakan otot diafragma.

Pada pernapasan dada, otot antar tulang rusuk akan terdorong ke atas saat berkontraksi untuk melakukan inspirasi. Dan, saat relaksasi untuk ekspirasi, otot akan ke bawah.

Sedangkan pernapasan perut sebaliknya. Saat proses inspirasi, otot diafragma akan terdorong ke bawah menjadi datar, dan saat ekspirasi otot akan terdorong ke atas atau menggembung.

 

Contoh Soal Mekanisme Pernapasan

  1. Pada pernapasan dada, udara dapat masuk ke dalam paru-paru karena..

           a. Otot antar tulang rusuk berkontraksi sehingga volume paru-paru bertambah

           b. Otot diafragma berkontraksi sehingga volume paru-paru bertambah

           c. Otot diafragma berelaksasi sehingga volume paru-paru berkurang

           d. Otot antar tulang rusuk berelaksasi sehingga volume paru-paru bertambah

           e. Otot antar tulang rusuk berelaksasi sehingga volume paru-paru bertambah


2. Kondisi manakah yang memungkinkan terjadinya ekspirasi?

    a. Otot antar tulang rusuk berelaksasi sehingga volume paru-paru bertambah dan tekanan udara di 

         paru-paru lebih besar dari tekanan udara di lingkungan

    b. Otot antar tulang rusuk berelaksasi sehingga volume paru-paru berkurang dan tekanan udara di 

        paru-paru lebih kecil dari tekanan udara di lingkungan

    c. Otot diafragma berelaksasi sehingga volume paru-paru berkurang dan tekanan udara di paru-

            paru lebih besar dari tekanan udara di lingkungan

    d. Otot diafragma berkontraksi sehingga volume paru-paru berkurang dan tekanan udara di paru-paru

         lebih kecil dari tekanan udara di lingkungan

    e. Otot antar tulang rusuk berkontraksi sehingga volume paru-paru bertambah dan tekanan udara di 

        paru-paru lebih kecil dari tekanan udara di lingkungan

 

Sebelum melihat pembahasan di bawah, dicoba untuk jawab sendiri dulu, ya!

Pembahasan.

  1. Jawaban: a.

Pembahasan: Pada pernapasan dada, udara masuk ke paru-paru karena adanya kontraksi otot antar tulang rusuk. Kontraksi otot ini akan menyebabkan tulang rusuk terangkat dan volume paru-paru meningkat sehingga tekanan udara di paru-paru lebih kecil dari lingkungan dan udara masuk ke paru-paru. 

Sebaliknya, relaksasi otot antar tulang rusuk akan menyebabkan udara keluar dari paru-paru. Saat otot antar tulang rusuk berelaksasi, volume paru-paru menurun dan tekanan udara di paru-paru meningkat. Akibatnya, udara akan mengalir keluar dari paru-paru ke lingkungan.

  1. Jawaban: c.

Ekspirasi adalah proses keluarnya udara dari paru-paru saat udara dihembuskan. Pada pernapasan perut, ekspirasi terjadi karena adanya relaksasi otot diafragma. Relaksasi otot diafragma akan menyebabkan volume udara paru-paru menurun sehingga tekanan udara di paru-paru meningkat dan lebih tinggi dari tekanan udara di lingkungan. Jadi, udara akan mengalir keluar dari paru-paru ke lingkungan. Kalau pada pernapasan dada, ekspirasi disebabkan karena adanya relaksasi otot antar tulang rusuk. Relaksasi otot antar tulang rusuk ini akan menyebabkan peristiwa yang sama dengan relaksasi otot diafragma.

Jadi, ekspirasi itu berkaitan dengan relaksasi otot baik itu otot antar tulang rusuk atau otot diafragma.

Bagaimana Cara Menjaga Organ Pernapasan?

Menjaga kesehatan tubuh bisa dimulai dengan menjaga kesehatan organ-organ tubuh, termasuk organ pernapasan. Cara menjaga kesehatan organ pernapasan bisa dengan rutin berolahraga, tidak merokok, menghindari asap rokok, hindari paparan populasi, dan menghindari infeksi.

 

EVALUASI

Setelah kalian membaca materi diatas, jawablah pertanyaan dibawah ini

Jelaskan tentang mekanisme pernapasan dada dan perut

dikerjakan di buku latihan dan dikumpul


KESIMPULAN

- sistem pernapasan berfungsi untuk proses bernapas

- mekanisme pernepasan

  Mulai dari udara dihirup masuk ke mulut atau hidung, lanjut ke faring, laring, dan trakea, dan 

  menuju paru-paru. Kemudian udara dikeluarkan kembali dalam bentuk karbon dioksida 

  melalui jalur yang sama.