Identitas
Nama guru : Septyana Fori
Mata Pelajaran : IPA
Hari/Tanggal : Senin, 19 Oktober 2026
Fase/Kelas : D/VII A - VII E
Materi : Pemanfaatan Energi Kalor
Pertemuan : Ke 6
Capaian Permbelajaran:
Pada akhir fase D Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat zat serta membedakan perubahan fisika dan kimia, kerapatan zat, dan menganalisis konsep suhu, kalor, perpindahan kalor, dan dampaknya pada pemuaian zat.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mampu menganalisis tentang suhu, kalor, dan pemuaian dan dapat melihatnya dalam kehidupan sehari-hari
Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya perpindahan kalor yang berkaitan dengan materi kalor dan pemuaian
Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi perpindahan kalor dan bagaimana terjadinya konduksi, konveksi, dan radiasi yang terjadi di kehidupan sehari-hari
Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).
Alur Tujuan Pembelajaran
mendefinisikan suhu,kalor, dan pemuaian kemudian Memahami perbandingan skala suhu,serta Menganalisis tentang perpindahan kalor dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari
Materi Pembelajaran :
Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi suhu, kalor, dan pemuaian ini, mari kita renungi:
- Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di
bumi ini yang kita diami dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari
tentang suhu, kalor, dan pemuaian yang menarik ini adalah ciptaan Allah
SWT. suhu, kalor, dan pemuaian ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan
sesuatu dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat
yang diberikan
- Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui tentang suhu, kalor, dan pemuaian ini dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): suhu, kalor, dan pemuaian ini adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat yang tak terhingga. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."
PEMANFAATAN ENERGI KALOR
Energi kalor atau energi panas adalah energi yang bisa menghasilkan panas dan bermanfaat dalam aktivitas sehari-hari. Contoh energi kalor yang sering digunakan adalah penggunaan kompor listrik untuk memasak.
Adapun sumber energi kalor bisa dari api, sinar matahari, listrik, gesekan dua benda, dan energi panas yang berasal dari inti bumi. Energi kalor dari matahari bisa membawa manfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin D.
Pengertian Energi Kalor

Tanpa adanya energi panas, kehidupan di bumi akan terganggu.
energi yang mengalir dari benda dengan suhu tinggi ke benda dengan suhu rendah.
Hal ini bisa dibuktikan dengan sendok bersuhu rendah dicelupkan ke air panas dengan suhu tinggi. Maka panas dari air akan diserap oleh sendok sehingga sendok akan terasa panas.
Sedangkan menurut Benjamin Thompson, kalor adalah energi yang berasal dari suatu kerja mekanis seperti tumbukan atau gesekan pada benda.
Satuan kalor dalam SI adalah joule, sedangkan satuan kalor lainnya disebut kalori. Menurut James P. Joule, nilai 1 kalori sama dengan 4.2 joule atau 1 joule sama dengan 0.24 kalori.
Contoh Energi Kalor

Aktivitas yang memerlukan energi kalor banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam memasak, berkebun, dan sebagainya. Berikut ini adalah contoh energi kalor.
Mencuci pakaian menggunakan mesin cuci.
Menjemur pakaian memanfaatkan energi matahari.
Memasak menggunakan kompor listrik, panci, kompor biasa, dan alat penanak nasi elektrik.
Menghangatkan ruangan menggunakan alat pemanas yang menghasilkan listrik dan panas.
Berkebun menggunakan rumah kaca yang memanfaatkan energi matahari.
Tumbuhan membuat makanan dengan fotosintesis lewat bantuan sinar matahari.
Kolam air hangat alami menggunakan generator uap.
Menonton film menggunakan televisi dan ponsel.
Bola lampu untuk menyalakan lampu yang bisa menghasilkan panas.
Berdasarkan pengertian dan contoh energi kalor di atas, energi kalor memiliki peranan penting dalam aktivitas makhluk hidup. Seperti pada tumbuhan yang membutuhkan sinar matahari untuk berfotosintesis.
Cara Kerja:
Boiler & alat bantunya
Boiler berfungsi untuk mengubah air (feed water) menjadi uap panas lanjut (superheated steam) yang akan digunakan untuk memutar turbin. Disini energi kimia bahan bakardiubah menjadi energi panas dari uap.
Turbin & alat bantunya
Turbin berfungsi untuk mengkonversi energi panas yang dikandung oleh uap menjadi energi putar (energi mekanik). Poros turbin di-kopel dengan poros generator sehingga ketika turbin berputar generator juga ikut berputar .
Kondensor & alat bantunya
Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan uap bekas dari turbin (uap yang telah digunakan untuk memutar turbin).
Generator & alat bantunya
Generator berfungsi untuk mengubah energi putar dari turbin menjadi energi listrik.
Assesment
Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini
1. Apa yang dimaksud dengan energi kalor
2. Sebutkan contoh-contoh energi kalor
3. Jelaskan tentang fotosintesis
4. Tuliskan cara kerja pembangkit listrik tenaga uap
Kesimpulan materi:
- Kalor adalah energi panas yang berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Dalam satuan internasional, kalor dinyatakan dengan J (joule). Satuan lainnya dinyatakan dengan kal (kalori).
- Untuk menentukan kalor jenis suatu zat, kita bisa menggunakan alat yang bernama kalorimeter.
Mencuci pakaian menggunakan mesin cuci.
Menjemur pakaian memanfaatkan energi matahari.
Memasak menggunakan kompor listrik, panci, kompor biasa, dan alat penanak nasi elektrik.
Menghangatkan ruangan menggunakan alat pemanas yang menghasilkan listrik dan panas.
Berkebun menggunakan rumah kaca yang memanfaatkan energi matahari.
Kesimpulan tingkat pemahaman
- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik
- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari
- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya
Pengamatan selama proses pembelajaran
Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA , suasana belajar terlihat aktif dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar.
Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar