Selasa, 06 Oktober 2026

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Selasa, 6 Oktober 2026

Fase/Kelas           : D/VIII A - VIII B

Materi                 : Sistem Ekskresi pada Manusia

Pertemuan          : ke 6


Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D Peserta didik mampu menganalisis sistem organ tubuh (pencernaan, jenis-jenis makanan, peredaran darah, pernapasan, dan ekskresi) dan menjaga kesehatannya.

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis tentang  sistem ekskresi pada manusia dan dapat menyebutkan organ-organ ekskresi pada manusia

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya penyakit pada sistem ekskresi pada manusia seperti DIABETES berkaitan dengan materi sistem ekskresi pada manusia

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi organ-organ ekskresi pada manusia dan fungsinya masing-masing

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan sitem ekskresi pada manusia dan fungsinya  kemudian Mengklasifikasikan jenis-jenis organ ekskresi pada manusia dan fungsi dari organ ekskresi pada manusia yang bekerja pada sistem tubuh serta Menganalisis penyakit-penyakit pada sistem eskresi ditubuh manusia dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


MATERI

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi struktur dan fungsi tubuh pada makhluk hidup ini, mari kita bersyukur atas sebaik-baiknya bentuk penciptaan fisik dan amanah dalam merawat tubuh

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di dunia ini dan akal yang kita gunakan untuk mempelajari organ-organ tubuh manusia terutama sistem ekskresi pada manusia adalah ciptaan Allah. Organ-organ pada sistem ekskresi manusia adalah bukti bahwa Allah menciptakan alam dan manusia dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui organ-organ ekskresi pada manusia dan fungsinya dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Organ-organ ekskresi pada manusia adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."

 

Mengenal 4 Macam Organ Sistem Ekskresi Manusia & Fungsinya

Sistem Ekskresi Manusia

Pada tubuh kita organ perlu membuang sampah agar tetap sehat. Proses pembuangan sampah yang dilakukan oleh tubuh ini dikenal sebagai sistem ekskresi.

Pengertian Sistem Sekresi

Sistem ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh.

Zat-zat sisa metabolisme ini antara lain seperti gas CO2, limbah nitrogen seperti urea, sisa perombakan sel darah merah seperti bilirubin, sampai kelebihan zat seperti kelebihan air (H2O), yang bisa dikeluarkan diantaranya melalui keringat dan juga urin. Pengeluaran zat-zat tersebut bertujuan agar zat-zat sisa dalam tubuh tidak meracuni organ lainnya.

 

Ada 4 macam organ sistem ekskresi manusia, yaitu  paru-paru, hati, ginjal, dan kulit.

 

1. Paru-Paru

selain berfungsi sebagai organ pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai organ ekskresi

Fungsi paru-paru sebagai organ ekskresi:

Dalam sistem ekskresi manusia, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan karbondioksida (CO2) yang merupakani limbah hasil metabolisme sel-sel tubuh, sehingga harus dikeluarkan ketika kita menghembuskan napas.

ketika menarik napas, oksigen akan dibawa masuk ke dalam paru-paru dengan melewati beberapa saluran pernapasan, mulai dari hidung, lalu faring, laring, trakea, bronkus hingga sampai di paru-paru. Kemudian, di paru-paru, tepatnya di alveolus, akan terjadi pertukaran antara oksigen dengan karbondioksida.

Oksigen akan dipindahkan dari alveolus ke peredaran darah untuk selanjutnya diedarkan ke sel-sel tubuh. Oksigen lalu dipakai oleh sel-sel tubuh untuk melakukan metabolisme, sehingga sel-sel tubuh bisa beraktivitas. Hasil metabolisme ini menyisakan limbah dalam bentuk karbondioksida.

Zat yang dikeluarkan paru-paru sebagai organ ekskresi:

Karena karbondioksida adalah limbah, maka harus dibuang dari dalam tubuh. Oleh karena itu, karbondioksida dibawa dari sel-sel tubuh ke peredaran darah menuju ke alveolus. Karbondioksida dipindahkan dari peredaran darah ke alveolus untuk dikeluarkan oleh paru-paru saat kita menghembuskan napas.

Ekskresi pada Paru-Paru

 

2. Hati

Fungsi hati sebagai organ ekskresi:

Sebagai organ yang berperan dalam sistem ekskresi manusia, hati berfungsi untuk merombak sel-sel darah merah yang sudah tua atau rusak untuk menghasilkan bilirubin yang sifatnya beracun. Karena beracun, maka bilirubin harus diproses untuk bisa dikeluarkan dari dalam tubuh, salah satunya yaitu dikeluarkan bersamaan dengan urin.

Pertama-tama, di dalam hati, sel-sel darah merah yang sudah rusak akan dirombak. Kandungan hemoglobin pada sel darah merah yang sudah rusak lalu diuraikan menjadi senyawa hemin dan protein globin. hemoglobin sendiri merupakan protein pada sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat oksigen.

Protein globin hasil perombakan sel darah merah lalu akan diuraikan menjadi asam amino yang bisa digunakan untuk membentuk sel darah merah baru. Sementara itu, senyawa hemin (atau heme) akan diubah menjadi biliverdin dan zat besi. Zat besinya akan dibawa ke sumsum merah tulang untuk dipakai membentuk hemoglobin baru, sementara biliverdinnya akan diubah menjadi bilirubin.

Ekskresi pada Hati

bilirubin ini lalu akan ditambahkan oleh hati ke dalam cairan empedu.

empedu merupakan cairan berwarna kehijauan yang berperan dalam pencernaan lemak di usus halus. di usus besar, bilirubin lalu akan dipisahkan dari komponen cairan empedu lainnya. Bilirubin tersebut lalu akan diproses lebih jauh membentuk sterkobilin, yang menjadi zat warna feses, dan urobilinogen.

Zat yang dikeluarkan hati sebagai organ ekskresi:

Urobilinogen inilah yang selanjutnya dibawa ke ginjal dan diubah menjadi urobilin. Urobilin lalu diekskresikan bersamaan dengan urin sebagai zat warna urin.


Zat Warna Feses dan Urin

Fungsi hati lainnya dalam sistem ekskresi adalah untuk menguraikan asam amino, yang akan menghasilkan amonia dan urea yang sifatnya beracun. Oleh karena itu, amonia dan urea selanjutnya akan diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.

 

3. Ginjal

Ginjal merupakan organ sistem ekskresi yang bentuknya seperti biji kacang merah. Letak ginjal dalam tubuh ada di sebelah kanan dan kiri tulang pinggang, yaitu di dalam rongga perut pada dinding tubuh bagian belakang.

Ginjal terdiri dari tiga lapisan. Bagian luar ginjal disebut kulit ginjal (korteks renalis). Kemudian, bagian di bawahnya disebut medula renalis. Bagian dalam ginjal disebut rongga ginjal (pelvis renalis). Bagian dalam inilah yang berfungsi sebagai penampung urine sebelum dikeluarkan melalui ureter.

gambar struktur ginjal

Gambar bagian ginjal (Sumber: Roboguru.com)

 

Fungsi ginjal sebagai organ ekskresi:

Ginjal tersusun lebih dari 1 juta alat penyaring bernama nefron. Oleh karena itu, ginjal berfungsi untuk menyaring zat-zat sisa metabolisme dari dalam darah. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, mengeskresikan gula darah yang melebihi kadar normal, serta mengatur keseimbangan kadar asam, basa, dan garam di dalam tubuh.

Zat yang dikeluarkan ginjal sebagai organ ekskresi:

Ginjal menyaring zat-zat sisa dan racun keluar dari darah. zat-zat yang disaring ini ginjal berupa urea, garam, dan kelebihan air yang kemudian akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urine. Tapi, tahukah kamu urine yang dikeluarkan tubuh itu harus melalui serangkaian proses?

Ada tiga tahap dalam proses pembentukan urine, di antaranya:

  • Filtrasi, yaitu proses penyaringan sel-sel darah. Proses filtrasi menghasilkan urine primer yang mengandung air, glukosa, asam amino, urea, dan ion-ion.
  • Reabsorbsi, yaitu proses penyerapan kembali zat-zat pada urine primer yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Proses reabsorbsi menghasilkan urine sekunder.
  • Augmentasi, yaitu proses pengumpulan zat-zat yang tidak diperlukan tubuh ke dalam cairan urine sekunder. Proses augmentasi menghasilkan urin sesungguhnya.

 

4. Kulit

Fungsi kulit sebagai organ sistem ekskresi adalah untuk mengeluarkan keringat yang mengandung kelebihan air, garam mineral, maupun sedikit limbah nitrogen seperti urea, yang dapat meracuni tubuh. Keringat biasanya keluar ketika kita melakukan aktivitas, seperti berolahraga atau saat kita sedang kepanasan.

Kulit sendiri terdiri atas dua lapisan utama, yaitu lapisan epidermis dan lapisan dermis.

a. Lapisan Epidermis (Kulit Ari)

Epidermis merupakan lapisan kulit paling luar yang tersusun dari sel-sel epitel yang tersusun rapat dan mengandung senyawa keratin.

Bagian paling atas sel-sel epidermis terdiri dari sel-sel mati yang akan selalu mengelupas secara berkala, sehingga perlu digantikan oleh sel-sel kulit yang baru. Selain itu, di epidermis juga terdapat melanosit, berupa sel penghasil pigmen melanin yang menentukan warna kulit kita.

Lapisan Struktur Kulit Manusia

 

b. Lapisan Dermis (Kulit Jangat)

Lapisan dermis terdapat di bawah lapisan epidermis. Pada lapisan ini, terdapat otot penggerak rambut, pembuluh darah, serabut saraf, kelenjar minyak (glandula sebasea) yang berfungsi menghasilkan minyak pelumas kulit, dan kelenjar keringat (glandula sudorifera) yang berfungsi menghasilkan keringat.

Kelenjar keringat memiliki pangkal yang menggulung dan saluran yang memanjang hingga ke pori-pori kulit. Nah, ketika kamu sedang beraktivitas di cuaca panas atau habis berolahraga, tubuh kamu pasti mengeluarkan keringat Hal itu bertujuan untuk ‘mendinginkan’ tubuh dengan cara mengeluarkan kelebihan panas tubuh.

ketika kita berada di tempat yang panas, maupun ketika habis berolahraga, suhu tubuh kita akan meningkat. Hal ini lalu mendorong otak, tepatnya bagian hipotalamus di otak, untuk mengirimkan perintah ke kelenjar keringat agar aktif mengeluarkan keringat.

selain ada garam mineral dan limbah nitrogen seperti urea, di dalam keringat juga ada kandungan airnya, Ketika dikeluarkan dari tubuh, air dalam keringat bisa menguap atau berubah menjadi uap air dengan memanfaatkan kelebihan panas tubuh. Ini nih, bagaimana keringat juga ikut membantu mengeluarkan kelebihan panas tubuh.

 kalau kamu lihat pada gambar di atas, di bawah lapisan dermis masih terdapat lapisan hipodermis, kan? Lapisan ini berisi kumpulan jaringan ikat, khususnya jaringan lemak, yang berfungsi menyatukan kulit pada otot dan mempertahankan suhu tubuh kita agar tetap hangat.

Ekskresi pada Kulit

 

GANGGUAN PADA SISTEM EKSRESI MANUSIA

Gangguan pada Ginjal
  • Batu Ginjal: Terbentuknya endapan mineral dan garam kalsium yang mengeras di dalam rongga ginjal, sehingga menyumbat saluran urine dan menimbulkan nyeri hebat.
  • Nefritis: Peradangan pada bagian nefron (terutama glomerulus) ginjal akibat infeksi bakteri seperti Streptococcus.
  • Gagal Ginjal: Kondisi saat ginjal kehilangan kemampuan total atau sebagian untuk menyaring limbah dan racun dari dalam darah.
  • Albuminuria: Kelainan di mana urine mengandung protein atau albumin karena kerusakan pada alat penyaring ginjal

 

Gangguan pada Hati
  • Hepatitis: Peradangan pada hati yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus hepatitis.
  • Sirosis Hati: Kerusakan kronis pada hati yang ditandai dengan terbentuknya jaringan parut (goresan) akibat peradangan jangka panjang.
  • Penyakit Kuning: Kondisi ketika empedu dan pigmen bilirubin menumpuk di dalam darah dan jaringan tubuh, membuat kulit serta bagian putih mata menjadi kekuningan.

 

Gangguan pada Kulit
  • Biang Keringat: Kondisi saat kelenjar keringat tersumbat, sehingga keringat terperangkap di bawah kulit dan memicu bintik merah yang terasa gatal.
  • Jerawat: Peradangan pada kelenjar minyak di kulit akibat penumpukan sel kulit mati dan bakteri

 

Gangguan pada Paru-Paru
  • Emfisema: Kerusakan pada kantung udara (alveolus) di paru-paru yang membuat proses pembuangan gas sisa pernapasan (karbon dioksida) terganggu dan penderita mengalami sesak napas.

 

CARA MENJAGA SISTEM EKSKRESI

1. Menjaga Kebersihan Udara, badan

2. Rajin Mencuci Tangan, mandi

3. Olahraga Rutin dan Teratur

4. Mengkonsumsi Makanan Bergizi

5. Banyak Minum Air Putih

6. Tidak Merokok

 

Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Sebutkan organ-organ ekskresi  pada manusia

2. Sebutkan penyakit pada sistem ekskresi manusia

3. Bagaimana cara memelihara kesehatan sistem ekskresi manusia

4. Sebutkan lapisa-lapisan kulit manusia


Kesimpulan materi:

- Sistem ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh.

- Ada 4 macam organ sistem ekskresi manusia, yaitu  paru-paru, hati, ginjal, dan kulit. 

- Ada tiga tahap dalam proses pembentukan urine, di antaranya:

  • Filtrasi, yaitu proses penyaringan sel-sel darah. Proses filtrasi menghasilkan urine primer yang mengandung air, glukosa, asam amino, urea, dan ion-ion.
  • Reabsorbsi, yaitu proses penyerapan kembali zat-zat pada urine primer yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Proses reabsorbsi menghasilkan urine sekunder.
  • Augmentasi, yaitu proses pengumpulan zat-zat yang tidak diperlukan tubuh ke dalam cairan urine sekunder. Proses augmentasi menghasilkan urin sesungguhnya.

 

 Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

- Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA dan di ruang multimedia , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

- Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar