Rabu, 28 Januari 2026

UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN

 Pelajaran.                    : IPA

Fase/Kelas                   : D / IX

Materi                          :  GENETIKA DAN BIOTEKNOLOGI

Pertemuan                    : 1-3

Guru Pengampu           : SEPTYANA FORI

Waktu Pembelajran      : RABU, 28 JANUARI 2026


Capaian Pembelajaran :

Pada akhir fase D, peserta didik mampu:

     Menganalisis konsep dasar pewarisan sifat, meliputi gen, DNA, kromosom, dan hukum-hukum Mendel.

     Mengaplikasikan konsep persilangan monohibrid dan dihibrid untuk memprediksi sifat pada  keturunan.

     Mengidentifikasi dan menjelaskan jenis-jenis kelainan sifat/penyakit menurun.

    Menjelaskan prinsip dasar bioteknologi konvensional dan modern, serta mengidentifikasi contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

  Menganalisis dampak positif dan negatif penerapan bioteknologi terhadap lingkungan, kesehatan, dan masyarakat, serta mengemukakan pandangan etis terkait bioteknologi.


Tujuan Pembelajaran :   Peserta didik dapat memahami tentang:         

1.Peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian kromosom, DNA, dan gen sebagai faktor 

   pembawa sifat.

2.Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara genotipe dan fenotipe, serta homozigot dan

    heterozigot dengan contoh yang tepat.

3.Peserta didik dapat menjelaskan Hukum Mendel I (segregasi) dan Hukum Mendel II

   (independen) dengan menggunakan model persilangan.

4. Peserta didik dapat melakukan perhitungan persilangan monohibrid dan dihibrid sederhana untuk memprediksi rasio genotipe dan fenotipe pada keturunan.

5. Peserta didik dapat mengidentifikasi beberapa contoh kelainan/penyakit menurun yang

    diwariskan.

6.  Peserta didik dapat menjelaskan prinsip dasar bioteknologi konvensional.

7. Peserta didik dapat mengidentifikasi minimal 3 contoh produk bioteknologi konvensional yang ada di sekitar mereka.

8.  Peserta didik dapat merancang prosedur pembuatan salah satu produk bioteknologi konvensional Sederhana (misalnya tempe atau yoghurt). 

 

   

Alhamdulilah hari ini, kita bisa bertemu dalam pembelajaran IPA . Semoga dalam proses pembelajaran kita diberikan kemudahan dalam pemahaman amin …

Sebelum memasuki materi hari ini,  tak lupa ibu ingatkan untuk melaksanakan sholat dhuha dan marojaah .

Baik anak-anak sebelum memulai pembelajaran ibu akan memberikan motivasi agar kalian lebih giat dalam pembelajaran ipa, tetap semangat karena sdh kelas 9 akan menghadapi kelulusan


Tekaanan zat dibagi menjadi tekanan zat padat, cair, dan gas

Tekanan zat dalam kehidupan sehari-hari contohnya pada hukum archimedes adanya zat yang terapung, melayang, dan tenggelam

 

Materi

Konsep Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup  

Konsep Pewarisan Sifat Makhluk Hidup


Pernahkah kamu membandingkan wajahmu dengan wajah orang tua dan saudara-saudaramu saat bercermin,Wajahmu lebih mirip dengan ayah atau ibumu, apakah warna kulitmu sama dengan saudara-saudaramu

saat kamu membandingkan wajahmu dengan wajah orang tua maupun saudaramu, besar kemungkinan kamu akan melihat banyak kesamaan. Mengapa demikian? Alasannya karena sifat-sifat yang kamu miliki itu sebenarnya ‘warisan’ dari kedua orang tua kamu. Makanya, besar kemungkinan, kamu mirip dengan orang tua maupun saudara kandung kamu.

 

Apa itu Pewarisan Sifat

sebelumnya kamu harus tau dulu, setiap makhluk hidup itu pasti punya beberapa sifat Baik sifat yang tampak maupun yang tak tampak.

Sifat yang tampak merupakan sifat fisik yang bisa diamati langsung, contohnya warna kulit, warna mata, bentuk wajah, rambut, dan sebagainya. Sedangkan sifat yang tak tampak itu sifat yang tidak bisa diamati langsung, contohnya golongan darah.

baik sifat tampak maupun sifat tak tampak ini diwariskan dari induk atau orang tua ke keturunan atau anak-anaknya. Proses penurunan atau pewarisan sifat dari induk ke keturunannya ini disebut sebagai hereditas atau pewarisan sifat, hereditas ini merupakan salah satu cakupan dari bidang ilmu genetika.

 

Proses Terjadinya Pewarisan Sifat Makhluk Hidup


Proses Pewarisan Sifat Makhluk Hidup

 


Jadi, setiap makhluk hidup termasuk kamu, itu berasal dari zigot. Zigot ini terbentuk ketika ada peleburan antara sel sperma dari ayah kamu, dan sel telur dari ibu kamu.

di dalam sel telur dan sel sperma tersebut, terdapat inti sel atau nukleus yang mengandung kromosom, berupa struktur, seperti kumpulan benang-benang halus yang tersusun atas banyak gen. Gen sendiri merupakan substansi kimia yang berperan sebagai faktor pembawa sifat. Karena itu, gen dan kromosom itu berperan penting untuk mengendalikan pewarisan sifat.

Konsep Pewarisan Sifat Makhluk Hidup-Gambar Kromosom dan Gen

 

Karena sel telur dan sel sperma masing-masing membawa gen atau kromosom sendiri-sendiri, maka ketika sel telur dan sel sperma orang tua kamu melebur, zigot yang terbentuk akan mengandung gabungan gen-gen dan kromosom dari ayah maupun ibu kamu. Inilah bagaimana sifat kedua orang tua kamu bisa diwariskan ke kamu.


Peran Kromosom dalam Pewarisan Sifat

Seperti yang udah dijelaskan sebelumnya ya, kromosom itu merupakan struktur berbentuk seperti kumpulan benang-benang halus yang berfungsi sebagai pembawa informasi genetik dari induk kepada keturunannya. Sel tubuh kita punya 23 pasang atau 46 buah kromosom.

jumlah kromosom

Jumlah kromosom pada manusia (Sumber: hisham.id)

 

a. Kromosom Tubuh

Kromosom tubuh (autosom) itu berfungsi untuk mengontrol sifat-sifat tubuh suatu organisme, tapi tidak ikut menentukan jenis kelamin. Kromosom tubuh dilambangkan dengan simbol A yang berasal dari kata autosom. Jumlahnya ada 22 pasang atau 44 buah, sehingga sering dituliskan sebagai 22AA atau 44A.

 

b. Kromosom Kelamin

Kromosom kelamin (gonosom) berfungsi untuk menentukan jenis kelamin suatu organisme dan beberapa sifat tertentu. Gonosom berjumlah 1 pasang atau 2 buah. Kalau pada laki-laki, gonosomnya terdiri dari kromosom X dan Y ya, sehingga sering dituliskan sebagai XY.

Sementara pada perempuan, gonosomnya terdiri dari sepasang kromosom X, sehingga ditulis sebagai XX. Nah, gonosom ini juga ada di sel tubuh kita, bukan hanya di sel kelamin atau gamet saja.

Makanya secara lengkap rumus kromosom sel-sel tubuh kita itu pasti mengandung autosom dan gonosom. Detailnya bisa dilihat di tabel berikut ini.

Konsep Pewarisan Sifat Makhluk Hidup-Tabel Rumus Kromosom Manusia

 

Peran Gen dalam Pewarisan Sifat

Gen merupakan substansi kimia yang mengontrol pewarisan sifat. Jumlah gen yang ada di tubuh kita bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ribu, loh. Masing-masingnya akan mengkode sifat yang berbeda dan juga memiliki rumah sendiri-sendiri di kromosom.  rumah gen ini disebut sebagai lokus.

Konsep Pewarisan Sifat Makhluk Hidup-Struktur Gen

Gambar Struktur Gen

 


Hukum Mendel 

Konsep Hukum Mendel I dan II tentang Pewarisan Sifat

 

persamaan dan perbedaan sifat maupun fisik dari orangtua atau induk ke anak atau keturunan, dapat terjadi karena faktor genetika.  apa itu genetika? Genetika adalah ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat.

Tahukah Kamu Gregor Johann Mendel

 

 Percobaan Mendel 

2 jenis persilangan untuk bisa menentukan hukum pewarisan sifat, yaitu persilangan monohibrid dan persilangan dihibrid.

Persilangan monohibrid itu ada kaitannya dengan Hukum I Mendel, sedangkan persilangan dihibrid berkaitan dengan Hukum II Mendel. Oleh karena itu, saat ini kita mengenal dua macam Hukum Mendel.

 

Istilah dalam Pewarisan Sifat

Istilah Kata dalam pewarisan sifat

 

Hukum I Mendel (Segregasi Bebas)

Hukum I Mendel disebut juga dengan hukum segregasi bebas. Ini karena pada hukum ini, gen di dalam alel mengalami pemisahan (segregasi) secara bebas saat pembentukan gamet.

Bunyi Hukum I Mendel

 

Persilangan Monohibrid

Hukum I Mendel ini bisa dibuktikan lewat persilangan monohibrid. Apa sih persilangan monohibrid itu “monohibrid”, mono artinya satu, jadi persilangan monohibrid adalah persilangan dua individu, tapi dengan satu sifat beda. Sifat yang dimaksud seperti warna bunga yang disilangkan, bentuk biji, tinggi tanaman, dan lainnya.

kamu ingin menyilangkan dua bunga mawar sejenis, cuma warnanya aja yang beda. Mawar satu berwarna merah dan satunya lagi berwarna putih.  karena dua mawar yang kamu silangkan itu cuma memiliki satu sifat beda, yaitu warnanya, maka itu disebut persilangan monohibrid.

 

Contoh Persilangan Monohibrid


Persilangan Monohibrid

 

Hukum II Mendel (Asortasi Bebas)

Hukum II Mendel disebut juga dengan hukum asortasi bebas. Hal ini disebabkan karena gen di dalam gamet mengalami penggabungan (asortasi) secara bebas saat pembentukan individu baru.

Bunyi Hukum II Mendel

 

Persilangan Dihibrid


Persilangan Dihibrid

 

 

EVALUASI

Setelah membaca materi diatas silahkan jawab pertanyaan dibawah ini

- Sebutkan pengertian genetika

- Jelaskan perbedaan tentang persilangan monohibrid dan dihibrid

- Sebutkan komponen-komponen genetika

ditulis dibuku latihan dan dikumpulkan


KESIMPULAN 

Proses penurunan atau pewarisan sifat dari induk ke keturunannya ini disebut sebagai hereditas atau pewarisan sifat, hereditas ini merupakan salah satu cakupan dari bidang ilmu genetika.

-  2 jenis persilangan untuk bisa menentukan hukum pewarisan sifat, yaitu persilangan monohibrid  

   dan persilangan dihibrid. Persilangan monohibrid itu ada kaitannya dengan Hukum I Mendel,  

   sedangkan persilangan dihibrid berkaitan dengan Hukum II Mendel. Oleh karena itu, saat ini kita

   mengenal dua macam Hukum Mendel.

Contoh Persilangan Monohibrid

Persilangan Monohibrid



REFERENSI

- Buku paket IPA kelas 9

- https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-hukum-mendel-tentang-pewarisan-sifat-makhluk-hidup

- https://www.gramedia.com/literasi/hukum-mendel/ 

- https://www.ruangguru.com/blog/konsep-pewarisan-sifat-pada-makhluk-hidup

- https://www.scribd.com/document/543525528/BAB-III-MATERI-GENETIKA-KELAS-9

-  https://www.gramedia.com/literasi/pewarisan-sifat-genetika/ 

 

 

GENETIKA DAN BIOTEKNOLOGI

Pelajaran.                    : IPA

Fase/Kelas                   : D / IX

Materi                          :  GENETIKA DAN BIOTEKNOLOGI

Pertemuan                    : 1-3

Guru Pengampu           : SEPTYANA FORI

Waktu Pembelajran      : RABU, 28 JANUARI 2026


Capaian Pembelajaran :

Pada akhir fase D, peserta didik mampu:

     Menganalisis konsep dasar pewarisan sifat, meliputi gen, DNA, kromosom, dan hukum-hukum Mendel.

     Mengaplikasikan konsep persilangan monohibrid dan dihibrid untuk memprediksi sifat pada  keturunan.

     Mengidentifikasi dan menjelaskan jenis-jenis kelainan sifat/penyakit menurun.

    Menjelaskan prinsip dasar bioteknologi konvensional dan modern, serta mengidentifikasi contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

  Menganalisis dampak positif dan negatif penerapan bioteknologi terhadap lingkungan, kesehatan, dan masyarakat, serta mengemukakan pandangan etis terkait bioteknologi.


Tujuan Pembelajaran :   Peserta didik dapat memahami tentang:         

1.Peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian kromosom, DNA, dan gen sebagai faktor 

   pembawa sifat.

2.Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara genotipe dan fenotipe, serta homozigot dan

    heterozigot dengan contoh yang tepat.

3.Peserta didik dapat menjelaskan Hukum Mendel I (segregasi) dan Hukum Mendel II

   (independen) dengan menggunakan model persilangan.

4. Peserta didik dapat melakukan perhitungan persilangan monohibrid dan dihibrid sederhana untuk memprediksi rasio genotipe dan fenotipe pada keturunan.

5. Peserta didik dapat mengidentifikasi beberapa contoh kelainan/penyakit menurun yang

    diwariskan.

6.  Peserta didik dapat menjelaskan prinsip dasar bioteknologi konvensional.

7. Peserta didik dapat mengidentifikasi minimal 3 contoh produk bioteknologi konvensional yang ada di sekitar mereka.

8.  Peserta didik dapat merancang prosedur pembuatan salah satu produk bioteknologi konvensional Sederhana (misalnya tempe atau yoghurt). 

 

   

Alhamdulilah hari ini, kita bisa bertemu dalam pembelajaran IPA . Semoga dalam proses pembelajaran kita diberikan kemudahan dalam pemahaman amin …

Sebelum memasuki materi hari ini,  tak lupa ibu ingatkan untuk melaksanakan sholat dhuha dan marojaah .

Baik anak-anak sebelum memulai pembelajaran ibu akan memberikan motivasi agar kalian lebih giat dalam pembelajaran ipa, tetap semangat karena sdh kelas 9 akan menghadapi kelulusan


Tekaanan zat dibagi menjadi tekanan zat padat, cair, dan gas

Tekanan zat dalam kehidupan sehari-hari contohnya pada hukum archimedes adanya zat yang terapung, melayang, dan tenggelam

 

Materi

Konsep Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup  

Konsep Pewarisan Sifat Makhluk Hidup


Pernahkah kamu membandingkan wajahmu dengan wajah orang tua dan saudara-saudaramu saat bercermin,Wajahmu lebih mirip dengan ayah atau ibumu, apakah warna kulitmu sama dengan saudara-saudaramu

saat kamu membandingkan wajahmu dengan wajah orang tua maupun saudaramu, besar kemungkinan kamu akan melihat banyak kesamaan. Mengapa demikian? Alasannya karena sifat-sifat yang kamu miliki itu sebenarnya ‘warisan’ dari kedua orang tua kamu. Makanya, besar kemungkinan, kamu mirip dengan orang tua maupun saudara kandung kamu.

 

Apa itu Pewarisan Sifat

sebelumnya kamu harus tau dulu, setiap makhluk hidup itu pasti punya beberapa sifat Baik sifat yang tampak maupun yang tak tampak.

Sifat yang tampak merupakan sifat fisik yang bisa diamati langsung, contohnya warna kulit, warna mata, bentuk wajah, rambut, dan sebagainya. Sedangkan sifat yang tak tampak itu sifat yang tidak bisa diamati langsung, contohnya golongan darah.

baik sifat tampak maupun sifat tak tampak ini diwariskan dari induk atau orang tua ke keturunan atau anak-anaknya. Proses penurunan atau pewarisan sifat dari induk ke keturunannya ini disebut sebagai hereditas atau pewarisan sifat, hereditas ini merupakan salah satu cakupan dari bidang ilmu genetika.

 

Proses Terjadinya Pewarisan Sifat Makhluk Hidup


Proses Pewarisan Sifat Makhluk Hidup

 


Jadi, setiap makhluk hidup termasuk kamu, itu berasal dari zigot. Zigot ini terbentuk ketika ada peleburan antara sel sperma dari ayah kamu, dan sel telur dari ibu kamu.

di dalam sel telur dan sel sperma tersebut, terdapat inti sel atau nukleus yang mengandung kromosom, berupa struktur, seperti kumpulan benang-benang halus yang tersusun atas banyak gen. Gen sendiri merupakan substansi kimia yang berperan sebagai faktor pembawa sifat. Karena itu, gen dan kromosom itu berperan penting untuk mengendalikan pewarisan sifat.

Konsep Pewarisan Sifat Makhluk Hidup-Gambar Kromosom dan Gen

 

Karena sel telur dan sel sperma masing-masing membawa gen atau kromosom sendiri-sendiri, maka ketika sel telur dan sel sperma orang tua kamu melebur, zigot yang terbentuk akan mengandung gabungan gen-gen dan kromosom dari ayah maupun ibu kamu. Inilah bagaimana sifat kedua orang tua kamu bisa diwariskan ke kamu.


Peran Kromosom dalam Pewarisan Sifat

Seperti yang udah dijelaskan sebelumnya ya, kromosom itu merupakan struktur berbentuk seperti kumpulan benang-benang halus yang berfungsi sebagai pembawa informasi genetik dari induk kepada keturunannya. Sel tubuh kita punya 23 pasang atau 46 buah kromosom.

jumlah kromosom

Jumlah kromosom pada manusia (Sumber: hisham.id)

 

a. Kromosom Tubuh

Kromosom tubuh (autosom) itu berfungsi untuk mengontrol sifat-sifat tubuh suatu organisme, tapi tidak ikut menentukan jenis kelamin. Kromosom tubuh dilambangkan dengan simbol A yang berasal dari kata autosom. Jumlahnya ada 22 pasang atau 44 buah, sehingga sering dituliskan sebagai 22AA atau 44A.

 

b. Kromosom Kelamin

Kromosom kelamin (gonosom) berfungsi untuk menentukan jenis kelamin suatu organisme dan beberapa sifat tertentu. Gonosom berjumlah 1 pasang atau 2 buah. Kalau pada laki-laki, gonosomnya terdiri dari kromosom X dan Y ya, sehingga sering dituliskan sebagai XY.

Sementara pada perempuan, gonosomnya terdiri dari sepasang kromosom X, sehingga ditulis sebagai XX. Nah, gonosom ini juga ada di sel tubuh kita, bukan hanya di sel kelamin atau gamet saja.

Makanya secara lengkap rumus kromosom sel-sel tubuh kita itu pasti mengandung autosom dan gonosom. Detailnya bisa dilihat di tabel berikut ini.

Konsep Pewarisan Sifat Makhluk Hidup-Tabel Rumus Kromosom Manusia

 

Peran Gen dalam Pewarisan Sifat

Gen merupakan substansi kimia yang mengontrol pewarisan sifat. Jumlah gen yang ada di tubuh kita bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ribu, loh. Masing-masingnya akan mengkode sifat yang berbeda dan juga memiliki rumah sendiri-sendiri di kromosom.  rumah gen ini disebut sebagai lokus.

Konsep Pewarisan Sifat Makhluk Hidup-Struktur Gen

Gambar Struktur Gen

 


Hukum Mendel 

Konsep Hukum Mendel I dan II tentang Pewarisan Sifat

 

persamaan dan perbedaan sifat maupun fisik dari orangtua atau induk ke anak atau keturunan, dapat terjadi karena faktor genetika.  apa itu genetika? Genetika adalah ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat.

Tahukah Kamu Gregor Johann Mendel

 

 Percobaan Mendel 

2 jenis persilangan untuk bisa menentukan hukum pewarisan sifat, yaitu persilangan monohibrid dan persilangan dihibrid.

Persilangan monohibrid itu ada kaitannya dengan Hukum I Mendel, sedangkan persilangan dihibrid berkaitan dengan Hukum II Mendel. Oleh karena itu, saat ini kita mengenal dua macam Hukum Mendel.

 

Istilah dalam Pewarisan Sifat

Istilah Kata dalam pewarisan sifat

 

Hukum I Mendel (Segregasi Bebas)

Hukum I Mendel disebut juga dengan hukum segregasi bebas. Ini karena pada hukum ini, gen di dalam alel mengalami pemisahan (segregasi) secara bebas saat pembentukan gamet.

Bunyi Hukum I Mendel

 

Persilangan Monohibrid

Hukum I Mendel ini bisa dibuktikan lewat persilangan monohibrid. Apa sih persilangan monohibrid itu “monohibrid”, mono artinya satu, jadi persilangan monohibrid adalah persilangan dua individu, tapi dengan satu sifat beda. Sifat yang dimaksud seperti warna bunga yang disilangkan, bentuk biji, tinggi tanaman, dan lainnya.

kamu ingin menyilangkan dua bunga mawar sejenis, cuma warnanya aja yang beda. Mawar satu berwarna merah dan satunya lagi berwarna putih.  karena dua mawar yang kamu silangkan itu cuma memiliki satu sifat beda, yaitu warnanya, maka itu disebut persilangan monohibrid.

 

Contoh Persilangan Monohibrid


Persilangan Monohibrid

 

Hukum II Mendel (Asortasi Bebas)

Hukum II Mendel disebut juga dengan hukum asortasi bebas. Hal ini disebabkan karena gen di dalam gamet mengalami penggabungan (asortasi) secara bebas saat pembentukan individu baru.

Bunyi Hukum II Mendel

 

Persilangan Dihibrid


Persilangan Dihibrid

 

 

EVALUASI

Setelah membaca materi diatas silahkan jawab pertanyaan dibawah ini

- Sebutkan pengertian genetika

- Jelaskan perbedaan tentang persilangan monohibrid dan dihibrid

- Sebutkan komponen-komponen genetika

ditulis dibuku latihan dan dikumpulkan


KESIMPULAN 

Proses penurunan atau pewarisan sifat dari induk ke keturunannya ini disebut sebagai hereditas atau pewarisan sifat, hereditas ini merupakan salah satu cakupan dari bidang ilmu genetika.

-  2 jenis persilangan untuk bisa menentukan hukum pewarisan sifat, yaitu persilangan monohibrid  

   dan persilangan dihibrid. Persilangan monohibrid itu ada kaitannya dengan Hukum I Mendel,  

   sedangkan persilangan dihibrid berkaitan dengan Hukum II Mendel. Oleh karena itu, saat ini kita

   mengenal dua macam Hukum Mendel.

Contoh Persilangan Monohibrid

Persilangan Monohibrid



REFERENSI

- Buku paket IPA kelas 9

- https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-hukum-mendel-tentang-pewarisan-sifat-makhluk-hidup

- https://www.gramedia.com/literasi/hukum-mendel/ 

- https://www.ruangguru.com/blog/konsep-pewarisan-sifat-pada-makhluk-hidup

- https://www.scribd.com/document/543525528/BAB-III-MATERI-GENETIKA-KELAS-9

-  https://www.gramedia.com/literasi/pewarisan-sifat-genetika/ 

 

  

Selasa, 27 Januari 2026

UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN

 Mata pelajaran             : IPA

Fase/Kelas                   : D / VIII  

Materi                          : UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN

Pertemuan                   :  1-3

Guru Pengampu          : SEPTYANA FORI

Waktu Pembelajran     : SELASA, 27 JANUARI 2026


Capaian Pembelajaran 

Setelah mempelajari materi unsur, senyawa, dan campuran, siswa diharapkan mampu menjelaskan konsep unsur, senyawa dan campuran untuk mengidentifikasi jenis-jenisnya, serta mampu menganalisis kegunaannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran :   Peserta didik dapat memahami tentang:         

                                      1. Menjelaskan konsep unsur, senyawa, dan campuran

                                      2. Mengidentifikasi jenis-jenis unsur

                                      3. Menganalisis kegunaan unsur di dalam kehidupan sehari-hari

·      

Alhamdulilah hari ini, kita bisa bertemu dalam pembelajaran IPA . Semoga dalam proses pembelajaran kita diberikan kemudahan dalam pemahaman amin …

Sebelum memasuki materi hari ini,  tak lupa ibu ingatkan untuk melaksanakan sholat dhuha dan marojaah .

Getaran, gelombang, dan bunyi merupakan satu kesatuan yang saliong berkaitan

cahaya dan alat optik dibagi menjadi dua yaityu alami dan buatan

 

Materi

  Unsur, Senyawa, Campuran 

Perbedaan Unsur, Senyawa, dan Campuran

Sudahkah kamu minum air putih yang cukup hari ini?

Tahukah kamu, tubuh kita berisi sekitar 60 persen cairan,  Saat kita beraktivitas, cairan dalam tubuh akan berkurang, bisa melalui urin atau keringat. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan bagi kita untuk mengonsumsi air putih yang cukup, agar tubuh tidak dehidrasi atau mengalami kekurangan cairan.

kandungan air putih itu apa saja

pada dasarnya, air putih yang kita minum setiap hari ini merupakan senyawa yang tersusun dari dua buah unsur, yaitu hidrogen dan oksigen. Selain itu, air putih juga mengandung beberapa unsur lain, seperti natrium dan kalium yang termasuk ke dalam jenis mineral.

Mineral ini yang nantinya akan berperan bagi tubuh, salah satunya untuk melindungi keseimbangan air serta asam basa dalam darah.

unsur, senyawa, campuran

Tapi, jangan berlebihan juga minumnya, ya! (sumber: giphy.com)

setiap objek di bumi yang memiliki massa dan menempati suatu ruang disebut sebagai materi.

Berdasarkan struktur dan sifatnya, materi digolongkan menjadi dua, yaitu zat tunggal dan campuran. Zat tunggal ini contohnya adalah unsur dan senyawa.  meskipun unsur dan senyawa ini termasuk zat tunggal, tapi, dua istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda 

Artikel ini akan menjelaskan secara rinci mengenai penggolongan materi secara kimia, yang dibagi menjadi unsur, senyawa, dan campuran, mulai dari pengertian dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, kamu bisa membedakan ketiga istilah di atas, dan nggak hanya tahu perbedaan antara unsur dan senyawa saja, 

 

unsur, senyawa, campuran

Pengertian Unsur

Unsur adalah zat tunggal atau zat murni yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Beberapa ilmuwan kimia telah menemukan lebih dari 100 macam unsur yang ada di bumi.

Jenis-Jenis Unsur

Berdasarkan sistem periodiknya, unsur dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu unsur logam, semilogam, dan nonlogam.

a. Unsur Logam

Unsur logam memiliki beberapa sifat khusus, yaitu berwujud padat, berwarna putih mengkilap/keperakan/abu-abu/kuning, penghantar listrik yang baik, mempunyai titik didih atau titik leleh yang tinggi, serta dapat dibentuk menjadi lempengan atau lembaran.

Contoh unsur logam antara lain aluminium (Al), barium (Ba), besi (Fe), emas (Au), kalium (K), kalsium (Ca), perak (Ag), kromium (Cr), magnesium (Mg), mangan (Mn), natrium (Na), dan nikel (Ni).

 

b. Unsur Semilogam

Unsur semilogam disebut juga dengan istilah metaloid karena dapat bersifat layaknya unsur logam maupun nonlogam. Umumnya, unsur ini bersifat semikonduktor.

Jadi, saat suhu rendah, unsur ini tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik (isolator), sedangkan saat suhu tinggi, unsur ini dapat menghantarkan listrik dengan baik (konduktor). Unsur semilogam berwujud padat, namun teksturnya lebih rapuh dibandingkan unsur logam serta berwarna abu-abu mengkilap atau keperakan.

Contoh unsur semilogam, di antaranya boron (B), silikon (Si), germanium (Ge), arsen (As), antimon (Sb), tellurium (Te), dan polonium (Po).

 

c. Unsur Nonlogam

Unsur nonlogam memiliki beberapa sifat khusus, yaitu berwujud padat, cair, dan gas pada suhu ruangan. Umumnya, berwarna tidak mengkilap, bukan penghantar listrik dan panas yang baik, mempunyai titik didih atau titik leleh yang rendah, serta tidak dapat dibentuk, direntangkan, atau ditarik.

Contoh unsur nonlogam berbentuk padat di antaranya belerang (S), fosforus (P), karbon (C), silikon (Si), dan iodin (I). Sementara itu, unsur nonlogam berbentuk gas antara lain fluorin (F), helium (He), hidrogen (H), klorin (Cl), nitrogen (N), oksigen (O), dan neon (Ne). Bromin (Br) merupakan unsur nonlogam berbentuk cair.

Fakta seputar hidrogen

 

unsur, senyawa, campuran

Pengertian Senyawa

Gabungan dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia disebut dengan senyawa. Oleh karena itu, dapat diartikan senyawa adalah suatu zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimiaContoh senyawa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah air.

Air merupakan gabungan dari unsur hidrogen (H) dan oksigen (O) dengan rumus kimianya, yaitu H2O.  melalui reaksi kimia, air dapat diuraikan kembali menjadi hidrogen dan oksigen. Meskipun pada tekanan atmosfer, hidrogen dan oksigen sama-sama berwujud gas, tapi, saat mereka bersatu dan saling mengikat, wujudnya dapat berubah menjadi cair. 

unsur, senyawa, campuran

Senyawa air (sumber: shutterstock.com)

 

Jenis-Jenis Senyawa

Berdasarkan asal pembentukkannya, senyawa digolongkan menjadi dua jenis, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.

a. Senyawa Organik

Senyawa organik berasal dari makhluk hidup atau dari proses fotosintesis. Senyawa ini terdiri dari unsur karbon (C) sebagai rangkaian utamanya.

Sifat senyawa organik tidak mudah larut dalam air, namun akan larut jika dicampur dengan pelarut yang sifatnya organik juga. Selain itu, akibat unsur pembentuknya yang berupa karbon (C), senyawa organik cenderung akan mudah terbakar.

Contoh senyawa organik antara lain gula (C12H22O11), alkohol (C2H5OH), dan urea (CO(NH2)2).

b. Senyawa Anorganik

Sementara itu, senyawa anorganik berasal dari sumber daya mineral yang terdapat di bumi. Senyawa ini memiliki titik didih atau titik leleh yang relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa organik. Senyawa anorganik memiliki sifat mudah larut dalam air dan cenderung tidak mudah terbakar.

Contoh senyawa anorganik, yaitu air (H2O), garam (NaCl), karbon dioksida (CO2), dan masih banyak lagi.

sampai di sini kamu sudah tahu kan bedanya unsur dengan senyawa? Selain kedua istilah yang sudah dijelaskan, ada satu lagi istilah kimia yang akan kita bahas berikutnya, yaitu campuran. Apa campuran itu?  

unsur, senyawa, campuran

Pengertian Campuran

Misalkan, kamu akan mencampurkan dua zat berbeda, yaitu air dan garam, sehingga hasilnya menjadi air garam. air garam yang kamu dapatkan ini dinamakan dengan campuran. Dengan kata lain, campuran adalah suatu zat yang terbuat dari gabungan dua atau lebih zat yang berbeda tanpa melalui reaksi kimia.

Gabungan zat-zat ini bisa berupa senyawa dengan senyawa, unsur dengan unsur, atau senyawa dengan unsur. Namun, zat tersebut tidak dapat bersatu secara kimiawi karena masih mempertahankan sifat aslinya.

 

Jenis-Jenis Campuran

Campuran digolongkan menjadi dua jenis, yaitu campuran homogen dan heterogen. Berikut masing-masing penjelasannya:

a. Campuran Homogen

Campuran homogen terjadi apabila seluruh materi penyusun campuran itu tidak dapat dibedakan lagi antara satu dengan yang lainnya. Tapi, sifat dari masing-masing materi penyusunnya masih dapat terlihat.

Contohnya, campuran air dengan susu bubuk cokelat. Saat kamu mencampurkan kedua zat tersebut, air dan susu bubuk cokelat telah bercampur menjadi cairan berwarna cokelat.

Akibatnya, kamu tidak bisa membedakan mana zat yang merupakan air dan susu. Tapi, sifat dari masing-masing zat itu masih tetap terlihat, yaitu sifat cair dari air dan sifat manis dan warna cokelat dari susu bubuk cokelat.

unsur, senyawa, campuran

(sumber: beritagar.id)

 

b. Campuran Heterogen

Sementara itu, campuran heterogen terjadi apabila seluruh materi penyusun campuran itu beserta sifat-sifatnya masih dapat dibedakan satu dengan yang lainnya. Contohnya adalah campuran air dengan minyak goreng.

Kalau kita rangkum secara keseluruhan, kamu akan tahu kalau dalam kimia, materi dibedakan menjadi tiga, yaitu unsur, senyawa, dan campuran.

Unsur adalah zat yang tidak dapat diuraikan lagi, senyawa adalah gabungan dua atau lebih unsur berbeda, dan campuran adalah gabungan dua atau lebih zat berbeda, bisa senyawa dengan senyawa, senyawa dengan unsur, atau unsur dengan senyawa.

 

EVALUASI

Setelah membaca materi diatas silahkan kerjakan pertanyaan dibawah ini

- Jelaskan perbedaan unsur, senyawa, dan campuran

- Sebutkan jenis-jenis unsur, senyawa, dan campuran

Dikerjakan dibuku latihan dan dikumpulkan


KESIMPULAN 

- Setiap objek di bumi yang memiliki massa dan menempati suatu ruang disebut sebagai materi.

- Berdasarkan struktur dan sifatnya, materi digolongkan menjadi dua, yaitu zat tunggal dan campuran. Zat tunggal ini contohnya adalah unsur dan senyawa.  meskipun unsur dan senyawa ini termasuk zat tunggal, tapi, dua istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda 

-  Unsur adalah zat tunggal atau zat murni yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Beberapa ilmuwan kimia telah menemukan lebih dari 100 macam unsur yang ada di bumi.

senyawa adalah suatu zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimiaContoh senyawa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah air.

-  campuran adalah suatu zat yang terbuat dari gabungan dua atau lebih zat yang berbeda tanpa melalui reaksi kimia.

 

Referensi:

- Buku Paket IPA kelas 8 Kurmer penerbit Erlangga

- https://www.ruangguru.com/blog/fisika-kelas-7-perbedaan-unsur-senyawa-dan-campuran

- https://tirto.id/materi-ipa-perbedaan-materi-unsur-senyawa-campuran-dan-contohnya

- https://www.scribd.com/presentation/408508620/Unsur-Senyawa-Dan-Campuran