Senin, 02 November 2026

BIDANG MIRING

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal        : Senin, 2 November 2026

Fase/Kelas           : D/VIII A - VIII B

Materi                   : Bidang Miring

Pertemuan           : ke 3


Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase D Peserta didik mampu memahami konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana  pada sistem gerak, jenis-jenis katrol, dan bidang miring

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis tentang konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak, jenis-jenis katrol, dan bidang miring

Mindfull (Berkesadaran) : menyajikan masalah kontekstual berupa cerita terjadinya energi pada saat buah jatuh daru pohon yang berkaitan dengan materi konsep usaha, hubungan energi, dan prinsip pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol

Meaningfull (Bermakna) : mendiskusikan hasil pemikiran mereka mengenai definisi dari usaha, energi, dan pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol

Joyfull (Menyenangkan) : Mengembangkan budaya belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan (ta'zhim), di mana setiap murid dihargai saat berpendapat. Ruang kelas fisik diatur dengan tempat duduk yang fleksibel untuk model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Alur Tujuan Pembelajaran

mendefinisikan tentang usaha, energi, dan pesawat sederhana pada sistem gerak, dan jenis-jenis katrol kemudian Mengklasifikasikan jenis-jenis usaha, energi, dan pesawat sederhana yang bekerja pada sistem gerak tubuh serta Menganalisis perhitungan yang terdapat pada materi ini yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari


MATERI

Anak-anak yang sholeh dan sholeha, sebelum kita membahas materi struktur dan fungsi tubuh pada makhluk hidup ini, mari kita bersyukur atas sebaik-baiknya bentuk penciptaan fisik dan amanah dalam merawat tubuh

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): di dunia atau bumi yang kita pijak serta akal yang kita gunakan untuk mempelajari usaha, energi, dan peswat sederhana, dan jenis-jenis katrol adalah ciptaan Allah. Energi yang ada di bumi ini adalah bukti bahwa Allah menciptakan alam dan manusia dengan sangat sempurna dan kita sebaiknya bersyukur atas nikmat yang diberikan
  • Al-Malik (Maha Memelihara): Allah menjaga keseimbangan alam. Kemajuan ilmu yang ada di dunia untuk mengetahui usaha, energi, dan pesawat sederhana serta fungsinya dan seharusnya kita dapat memelihara dan menjaga dengan sebaik-baiknya
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Organ-organ pernapasan pada manusia adalah rezeki yang Allah berikan sebagai nikmat. Tugas kita adalah mensyukuri rezeki tersebut dengan cara yang thayyib (baik) dan tidak melupakan jati diri sebagai identitas yang Allah anugerahkan pada setiap manusia."

 

Bidang Miring 

prinsip bidang miring - pesawat sederhana


Pernahkah kamu memperhatikan saat akan ke puncak, mobil atau bus yang kamu tumpangi berjalan mengikuti lintasan yang meliuk-liuk mengitari pegunungan.

contoh bidang miring

Rute jalan di pegunungan meliuk-liuk seperti ular (Sumber: kaskus.co.id)

 

Ternyata, lintasan yang meliuk-liuk itu pada dasarnya mengikuti prinsip bidang miring, kenapa harus begitu,  Kenapa nggak dibuat lurus saja biar cepat sampai 

 

Pengertian Bidang Miring

bidang miring adalah suatu lintasan yang memiliki kemiringan tertentu dan membentuk sudut terhadap permukaan mendatarnya.

prinsip bidang miring

 

Bidang miring juga termasuk salah satu jenis pesawat sederhana

 

Rumus Bidang Miring

Pada bidang miring, kita bisa menghitung gaya yang kita keluarkan dengan menggunakan rumus berikut ini:

rumus bidang miring

 

Berdasarkan rumus di atas, gaya akan berbanding lurus dengan tinggi bidang miring. Semakin landai bidang miring tersebut, maka gaya yang dikerjakan akan semakin kecil. Sebaliknya, semakin curam bidang miring tersebut, maka gaya yang dikerjakan akan semakin besar.

 

Rumus Keuntungan Mekanis Bidang Miring

Selain kita bisa menghitung gaya dengan rumus bidang miring, kita juga bisa mengetahui keuntungan mekanisnya. Keuntungan mekanis adalah sebuah angka yang menunjukkan berapa kali pesawat sederhana dapat menggandakan gaya.

Lalu, bagaimana menghitung keuntungan mekanis bidang miring? Caranya, dapat kamu lihat pada rumus di bawah ini!

rumus keuntungan mekanis bidang miring

 

Contoh Soal Bidang Miring dan Pembahasannya


contoh soal bidang miring

 

Penyelesaian:

Diketahui:

Panjang papan = 5 m. Selalu periksa jika satuan panjang papan dengan tinggi bidang miring sudah sama. Karena satuan tinggi bidang miring masih dalam cm, jadi kita ubah dulu ke dalam m. Sehingga, tinggi bidang miring = 100 cm = 1 m.

Massa benda = 5 kg. Massa benda berbeda dengan berat benda. Jadi, kita ubah dulu massa benda menjadi berat benda.

Berat benda = massa benda × percepatan gravitasi = 5 kg × 10 m/s² = 50 N.

Ditanya:

  • Berapa gaya yang dikerjakan oleh Rogu?

bidang miring

Jadi, gaya yang dikerjakan Rogu untuk memindahkan beban tersebut adalah sebesar 10 N.

  • Berapa nilai keuntungan mekanis bidang miring tersebut?

bidang miring

Catatan : Untuk mencari besar keuntungan mekanisnya, kamu bisa pilih salah satu dari rumus di atas, bisa KM = s/h atau KM = W/F karena nilainya akan sama. Tapi utamakan pilih rumus yang nilainya sudah diketahui ya, teman-teman.

bidang miring

Jadi, keuntungan mekanis bidang miringnya adalah sebesar 5.


Penerapan Prinsip Bidang Miring dalam Kehidupan Sehari-hari

Prinsip bidang miring ternyata banyak diterapkan dalam kegiatan sehari-hari kita, Contohnya pada pembuatan tangga yang bertingkat-tingkat atau berkelok-kelok, pembuatan jalan yang meliuk-liuk di daerah pegunungan, penggunaan papan yang dimiringkan saat ingin menaikkan atau menurunkan beban yang berat, dsb.

Selain itu, prinsip bidang miring juga banyak diterapkan di berbagai alat dapur dan perkakas, seperti pisau, kapak, paku, alat pahat kayu, cutter, ulir pada sekrup, ujung pada obeng, dsb. 

contoh penerapan bidang miring

Ulir pada sekrup yang menggunakan prinsip bidang miring (Sumber: allfasteners.com.au)

 

Manfaat Prinsip Bidang Miring

Manfaat prinsip bidang miring tentunya untuk meringankan beban kerja kita. Misalnya, pada pembuatan jalan yang meliuk-liuk di area pegunungan.

Hal ini bertujuan untuk meringankan beban yang dilalui oleh kendaraan yang sedang melaju. Jadi, kendaraan tersebut bisa  sampai ke puncak.  sekarang terjawab  kenapa lintasan di daerah pegunungan dibuat meliuk-liuk.

Teman-teman, ternyata tanpa kita sadari benda-benda di sekitar kita banyak yang menggunakan prinsip bidang miring, ya. Kamu juga bisa menerapkan prinsip bidang miring ini dalam kegiatan sehari-hari kamu.

Misalnya, saat kamu bersepeda melewati jalanan yang mendaki, kamu bisa berjalan berkelok-kelok supaya bisa sampai ke puncak tanpa harus menuntun sepedamu karena kelelahan.

Pengungkit

Pengungkit atau tuas adalah alat sederhana yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan manusia dalam melakukan pekerjaan. Ada beberapa jenis-jenis pengungkit yang umum digunakan dalam keseharian.


JENIS-JENIS PENGUNGKIT

1. Pengungkit Jenis Pertama

Pada tuas jenis pertama, letak titik tumpu berada di antara titik beban dan titik kuasanya. Contoh alat atau benda yang termasuk ke dalam tuas jenis pertama antara lain:

  1. Gunting kuku

  2. Gunting

  3. Pemotong rumput

  4. Tang

  5. Linggis

  6. Jungkat jungkit

2. Pengungkit Jenis Kedua

Pada tuas jenis kedua, letak titik bebannya yang berada di antara titik tumpu dan titik kuasa. Contoh-contoh alat yang merupakan tuas jenis kedua di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Alat pembuka tutup botol

  2. Alat pemotong kertas

  3. Alat pemecah kemiri

  4. Gerobak beroda satu

3. Pengungkit Jenis Ketiga

Pada tuas jenis ketiga ini, titik kuasanya yang letaknya di tengah, di antara titik tumpu dan titik beban. Contoh alat yang termasuk golongan tuas jenis ketiga ini antara lain:

  1. Sekop

  2. Stapler

  3. Penjepit roti

  4. Pinset



Assesment

Untuk memahami materi diatas silahkan kerjakan latihan dibawah ini

1. Apa yang dimaksud dengan bidang miring

2. Sebutkan fungsi dari pengungkit

3. Sebutkan jenis-jenis pengungkit

4. Apa saja contoh-contoh dari pengungkit dalam kehidupan sehari-hari


Kesimpulan materi:

- bidang miring adalah suatu lintasan yang memiliki kemiringan tertentu dan membentuk sudut terhadap permukaan mendatarnya.

- gaya akan berbanding lurus dengan tinggi bidang miring. Semakin landai bidang miring tersebut, maka gaya yang dikerjakan akan semakin kecil. Sebaliknya, semakin curam bidang miring tersebut, maka gaya yang dikerjakan akan semakin besar.

- Pengungkit atau tuas adalah alat sederhana yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan manusia dalam melakukan pekerjaan. Ada beberapa jenis-jenis pengungkit yang umum digunakan dalam keseharian.


Kesimpulan tingkat pemahaman

- Peserta didik mulai ingin tahu terhadap meteri ini dan banyak bertanya tentang materi ini, interaksi sesama teman sudah terjalin dengan baik

- Peserta didik juga sudah dapat menyerap materi yang diberikan karena materi ini sangat menarik yang ada dalam kehidupan sehari-hari

- Peserta didik mulai menunjukan kepekaan dengan banyak bertanya tentang materi ini sehingga mereka paham dan sudah siap untuk menerima pendalaman materi selanjutnya

 

Pengamatan selama proses pembelajaran 

Sudah ada interaksi di ruang belajar baik dikelas maupun di lab IPA dan di ruang multimedia , suasana belajar terlihat aktif  dan terpantau sangat interaktif dan komunikasi berjalan dengan lancar. 

Peserta didik juga menunjukan kedekatan emosional dengan guru, aktif memberikan umpan balik, dan mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahun yang tinggi

 

Kesimpulan hasil pembelajaran:

Sebagian besar peserta didik sudah memahami materi diatas, dan untuk menambah pemahaman mereka akan diberikan materi yang lebih lanjut, dan untuk yang belum paham akan diberikan tugas tambahan sehingga mereka akan lebih paham lagi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar