Jumat, 15 Mei 2026

PERAN ORGANISME DALAM TANAH

Identitas

Nama guru          : Septyana Fori

Mata Pelajaran    : IPA

Hari/Tanggal       : Jum'at, 15 Mei 2016

Kelas                   : VIII D

Materi                  : Peran Organisme Dalam Tanah

 

Tujuan Pembelajaran:

 Peserta didik dapat memahami tentang:         

                             1.Menjelaskan komponen tanah

                                      2.Menganalisis sifat fisika dan kimia tanah

                                      3. Menguaraikan peran organisme tanah untuk keberlangsungan

                                         kehidupan

                                      4. Menjelaskan peran tanah dan cara melestarikan tanah

 

Materi Pembelajaran :

IPA dikelas VIII untuk persiapan Sumatif Akhir Semester (SAS) akan ada beberapa topik yang perlu dibahas seperti: peran tanah dalam kehidupan, organisme tanah, unsur, senyawa, dan atom, dan kebersihan lingkungan

Pada hari ini kita akan membahas dan mengulas mengenai peranan organisme dalam tanah, silahkan kalian lihat pada pembahasan berikut

Peran Organisme Tanah bagi Kehidupan

Peran tanah sangat penting untuk membantu kebutuhan kita. Sebabnya, kita harus menjaga kesehatan tanah. dalam membantu meningkatkan kualitas dan kinerja tanah. Kita dibantu oleh organisme-organisme yang tinggal di tanah.  simak gambar berikut untuk mengetahui peran organisme tanah!

Peran Organisme Tanah

Peran organisme tanah.

Di samping itu, terdapat juga peran organisme tanah yang membantu memaksimalkan kinerja tanah. Hal ini menunjukkan adanya interaksi di dalam sebuah ekosistem, yang membuktikan bahwa selama kita hidup, akan selalu ada yang namanya kerja sama.

 

Proses pembentukan tanah dapat dikelompokkan menjadi beberapa tahap utama, yaitu sebagai berikut.

  • Pelapukan Fisik

Terjadi karena adanya proses mekanis, seperti perubahan suhu, pembekuan, dan tekanan akibat akar tanaman menyebabkan pecahan fisik batuan menjadi fragmen yang lebih kecil.

  • Pelapukan Kimia

Terjadi karena adanya reaksi kimia antara air, gas, dan mineral dalam batuan induk menyebabkan perubahan struktur kimia dan mineral. Contoh umum termasuk oksidasi (misalnya, karat pada besi) dan hidrolisis (pemecahan mineral oleh air).

  • Pelapukan Biologis

Terjadi karena adanya aktivitas organisme hidup, seperti akar tanaman dan mikroba, menghasilkan bahan organik yang kemudian mengubah sifat kimia dan struktur tanah.

Proses Pelunakan Struktur

Proses dimana batu yang telah pecah menjadi pecahan yang lebih kecil akan mengalami pelunakan. Hal ini disebabkan oleh air dan udara saling mengikis batuan kecil-kecil tersebut. Dalam proses ini air dan udara akan masuk melewati celah-celah batuan yang akan melunakan batuan kecil tersebut. Dalam proses pelunakan akan menciptakan sebuah tempat hidup bagi mikroba dan lumut. Hal ini dikarenakan rongga dan permukaan batuan yang terkikis oleh air dan udara akan menjadi tempat makhluk hidup untuk tumbuh. Proses dari pelunakan batuan kecil ini membutuhkan waktu yang cukup lama, akan tetapi lebih cepat dari pada proses pelapukan batuan.

Proses Tumbuhan Tanaman Perintis

Setelah melewati proses pelunakan dari struktur batuan yang lebih kecil. Tahapan selanjutnya adalah proses tumbuhnya keanekaragaman hayati tenaman perintis. Tumbuhan yang hidup disini adalah naman yang ukurannya lebih besar dari pada lumut. Tumbuhan sudah mempunyai akar yang masuk melalui celah batuan yang lunak. Hal ini disebabkan batuan yang lunak tersebut kaya akan kondisi air yang ada di dalam batuan tersendiri. Asam humus yang ada di dalam batuan akan mengalir melalui celah batuan dan akan membuat batuan tersebut menjadi lapuk sempurna. Pada proses ini biasanya sering disebut dengan pelapukan biologis.

Proses Penyuburan

Proses penyuburan adalah suatu proses dimana batuan yang telah menjadi tanah mendapatkan bahan-bahan organik dari organisme di atasnya. Tanah yang semula hanya mempunyai kandungan mineral saja, dalam proses ini akan mengalami penggemburan, yaitu proses dimana tanah akan bertambah subur seiring adanya pelapukan organik. Organisme tanah juga akan berpengaruh terhadap proses terbentuknya tanah.     

SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH

Sifat fisik tanah adalah sifat yang dapat dilihat atau diamati secara langsung, seperti tekstur tanah, struktur tanah, konsistensi tanah, warna, suhu, drainase, dll.

  1. Tekstur tanah, salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air.
  2. Struktur tanah, faktor yang berperan dalam mempengaruhi bentuk, ukuran, dan kepadatan tanah.
  3. Konsistensi tanah, merupakan karakteristik tanah yang akan menunjukkan gaya kohesi dan adhesi tanah pada berbagai kelembapan.
  4. Warna tanah, perbedaan warna tanah disebabkan oleh organisme tanah dan bahan organik di dalam tanah.
  5. Suhu tanah, semakin tinggi suhu tanah, maka akan semakin tinggi juga mikrobiologi dan perkecambahan yang dapat terjadi.

SIFAT KIMIA TANAH

Sifat kimia tanah adalah sifat yang tidak bisa diamati secara langsung, seperti struktur atau penyusun tanah: unsur hara, pH, dll.

  1. Unsur hara, merupakan unsur kimia (nutrisi) yang diperlukan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
  2. pH tanah, sifat kimia yang menunjukkan derajat keasaman tanah. Normalnya pH tanah berkisar antara 6,6 – 7,5.

ORGANISME PENYUSUN TANAH

Organisme tanah ini contohnya cacing, ia berada pada lapisan tanah bagian atas di bawah permukaan tanah. Berikut ini macam-macam organisme tanah.

Dekomposer

Peranan yang satu ini sangat penting bagi ekosistem. Dekomposer atau organisme pengurai akan melakukan penguraian terhadap bahan organik yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, misalnya jasad yang sudah mati, daun-daun dan ranting yang jatuh ke tanah. Nah, bahan-bahan itu kemudian diuraikan menjadi lebih sederhana untuk menghasilkan unsur-unsur nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Unsur-unsur tersebut sangat penting bagi tumbuhan, yaitu sebagai pupuk. Contoh dekomposer adalah bakteri, cacing, dan fungi.

Selain itu, ada beberapa senyawa yang dihasilkan oleh dekomposer tidak bisa langsung digunakan oleh tumbuhan. Diperlukan organisme lain seperti mikoriza atau jamur untuk menguraikannya menjadi senyawa lain agar tumbuhan bisa memanfaatkannya.

Pengurai Polutan

Organisme tanah juga berperan dalam menguraikan polutan di dalam tanah  bahwa di dalam tanah ada banyak sekali polutan seperti limbah pertanian (pestisida), limbah rumah tangga (detergen), dan limbah pabrik. Semua itu jika berlebihan akan buruk bagi tumbuhan. Misalnya sayuran yang ditanam di sekitar tempat pembuangan limbah pabrik harus diwaspadai kandungannya, sayuran yang harusnya baik bagi tubuh, justru bisa menjadi racun.

Untuk menguraikan polutan tersebut, dibutuhkan organisme tanah yang banyak juga untuk mempercepat proses penguraian limbah agar zat-zat berbahaya bisa segera diuraikan menjadi zat yang tidak berbahaya.

Pemberi Pengaruh pada Tekstur

Organisme tanah dapat mempengaruhi struktur tanah lho. Sebelumnya kita udah membahas struktur-struktur tanah yang dilihat dari teksturnya, komposisi, dll.

Membuat Tanah Gembur

struktur tanah lempung, lumpur, dan pasir. Ketiganya memiliki tingkatan partikel yang berbeda-beda.  perbedaan tersebut dikarenakan adanya bahan organik yang dihasilkan oleh organisme tanah. Lendir yang dihasilkan oleh organisme tanah akan menyatu dan membentuk gumpalan-gumpalan tanah.

Organisme tanah bisa membuat pori-pori untuk menggemburkan tanah. Kalau tanah gembur, maka tanaman juga akan tubuh dengan subur.

MANFAAT TANAH BAGI KEHIDUPAN

Setelah mengetahui pengertian tanah dan strukturnya, sekarang mari kita bahas tentang manfaatnya bagi kehidupan. Tentu ada banyak sekali manfaat yang diberikan oleh tanah, khususnya bagi kita makhluk hidup. ada lima manfaat besar tanah bagi kehidupan, yaitu: keanekaragaman hayati, produktivitas pertanian, penyedia air bersih dan pencegah banjir, mitigasi perubahan iklim, dan bisnis.

 

Assesment

Untuk memperkuat pemahaman materi , silahkan kalian kerjakan soal dibawah ini

- Jelaskan peranan organisme yang ada di dalam tanah

- Apa yang dimaksud dengan dekomposer 

 

REFLEKSI :

Berdasarkan hasil kegiatan belajar dari 31 siswa kelas VIII D, didapatkan hasil:

- Peserta didik yang telah memahami materi pembelajaran sudah sebagian besar, hanya beberapa peserta didik yang belum paham

- Dan untuk yang belum paham harus diulang-ulang kembali pada pertemuan selanjutnya dengan cara tanya jawab atau dibuat kelompok sehingga mereka benar-benar memahami materi untuk SAS


Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarrokatuh



 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar