Senin, 16 Februari 2026

PERMASALAHAN LINGKUNGAN

Pelajaran.                     : IPA

Fase/Kelas                   : D / IX

Materi                          : PERMASALAHAN LINGKUNGAN

Pertemuan                    : 1-3

Guru Pengampu           : SEPTYANA FORI

Waktu Pembelajran      : SENIN,  16 FEBRUARI 2026


Capaian Pembelajaran :

Pada akhir fase D, peserta didik mampu: 

 

mengidentifikasi dan menganalisis berbagai isu lingkungan lokal dan global, memahami penyebab dan dampaknya terhadap kehidupan, serta merancang dan melakukan upaya sederhana dalam mengatasi isu lingkungan tersebut dengan mempertimbangkan prinsip keberlanjutan.

 

   

Tujuan Pembelajaran :   Peserta didik dapat memahami tentang:         

1.Peserta didik dapat mengidentifikasi kerusakan nlingkungan

2.Peserta didik dapat menjelaskan tentang pemanasan global

3.Peserta didik dapat menjelaskan tentang kerusakan lingkungan di indonesi

 

   

Alhamdulilah hari ini, kita bisa bertemu dalam pembelajaran IPA . Semoga dalam proses pembelajaran kita diberikan kemudahan dalam pemahaman amin …

Sebelum memasuki materi hari ini,  tak lupa ibu ingatkan untuk melaksanakan sholat dhuha dan marojaah .

Baik anak-anak sebelum memulai pembelajaran ibu akan memberikan motivasi agar kalian lebih giat dalam pembelajaran ipa, tetap semangat karena sdh kelas 9 akan menghadapi kelulusan


Tekaanan zat dibagi menjadi tekanan zat padat, cair, dan gas

Tekanan zat dalam kehidupan sehari-hari contohnya pada hukum archimedes adanya zat yang terapung, melayang, dan tenggelam

 

Materi


Di tengah isu pemanasan global yang sekarang ini dampaknya semakin sering kita rasakan bahkan mulai menjamah negara-negara Eropa dan Amerika, ternyata kasus perusakan lingkungan hidup di indonesia justru terjadi semakin parah. 

 


Pemanasan global (global warming) adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi secara bertahap, terutama disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi. Fenomena ini menyebabkan perubahan iklim ekstrem, pencairan es kutub, dan kenaikan permukaan laut.
Berikut adalah rincian mengenai pemanasan global berdasarkan berbagai sumber:
1. Penyebab Utama
  • Emisi Gas Rumah Kaca: Pembakaran batu bara, minyak, dan gas untuk energi dan transportasi melepaskan karbon dioksida (CO_2) dan metana, yang memerangkap panas di atmosfer.
  • Deforestasi: Penebangan hutan mengurangi jumlah pohon yang menyerap CO_2, meningkatkan konsentrasinya di udara.
  • Pertanian dan Peternakan: Aktivitas ini menghasilkan metana, gas yang memiliki potensi pemanasan lebih tinggi daripada CO_2.
  • Limbah Industri: Limbah organik yang membusuk menghasilkan metana.
2. Dampak Pemanasan Global
  • Iklim Tidak Stabil: Perubahan pola curah hujan, cuaca ekstrem, dan kemarau panjang.
  • Peningkatan Permukaan Laut: Mencairnya gletser dan lapisan es di kutub meningkatkan volume laut.
  • Gangguan Ekosistem: Kerusakan terumbu karang akibat suhu air laut meningkat dan pengasaman, mengancam spesies laut.
  • Dampak Kesehatan: Meningkatnya penyakit terkait panas (heat stroke) dan potensi masalah kesehatan akibat kualitas udara/air yang menurun.
3. Cara Menanggulangi dan Mengurangi
  • Efisiensi Energi: Menghemat listrik dan menggunakan lampu hemat energi.
  • Transportasi Ramah Lingkungan: Bersepeda, berjalan kaki, atau menggunakan transportasi umum.
  • Reboisasi: Menanam kembali hutan untuk menyerap karbon dioksida.
  • Pengurangan Plastik: Mengurangi penggunaan produk plastik sekali pakai.
Sejak 100 tahun terakhir, suhu bumi telah meningkat signifikan, dan dekade terakhir tercatat sebagai tahun-tahun terpanas. Upaya global seperti Perjanjian Paris bertujuan membatasi peningkatan suhu hingga 1,5 derajat Celcius untuk mencegah dampak terburuk. 
 

Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer Bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, metana dan dinitrogen monoksida yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Gas-gas rumah kaca berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Namun, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C, bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C dari suhunya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan perubahan iklim yang sangat mengancam.

 

AIR BERSIH

 

Air bersih adalah air yang aman digunakan untuk keperluan sehari-hari (mandi, mencuci, memasak) yang memenuhi standar kualitas fisik, kimia, dan mikrobiologi, serta layak minum setelah dimasak

Kriteria Air Bersih (Syarat Kesehatan):
  • Fisik: Jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan bersuhu sejuk (10–25 °C).
  • Kimia: Kadar logam berat, besi, dan mangan berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.
  • Mikrobiologi: Bebas dari bakteri berbahaya seperti E. coli.
Pentingnya Air Bersih:
  • Kesehatan: Mencegah penyakit berbasis air seperti diare, kolera, disentri, tipes, dan penyakit kulit.
  • Kehidupan Sehari-hari: Memenuhi kebutuhan dasar, dengan standar kebutuhan manusia setidaknya 60 liter/orang/hari.
  • Ekosistem: Menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah pencemaran air.
Cara Menjaga Kualitas Air Bersih:
  • Jarak sumber air bersih (sumur) dengan septictank/jamban minimal 10 meter.
  • Memastikan sarana air (sumur, pipa) terlindungi dari cemaran lingkungan.
  • Mengolah air dengan penyaringan dan disinfektan jika diperlukan.
Air bersih berbeda dengan air minum, di mana air bersih memerlukan proses pemasakan atau pengolahan lanjutan agar aman dikonsumsi langsung.

 

PENGELOLAAN SAMPAH 

 
 
Sampah yang kita hasilkan biasanya kita buang ke tempat sampah dan kemudian kita bawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). TPS yaitu tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu. Dari TPS, sampah akan diangkut dan dibawa oleh Dinas Lingkungan menggunakan truk sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). TPA adalah tempat untuk  
 
PENYEBARAN PENYAKIT
 
Dalam kedokteran, kesehatan masyarakat, dan biologi, penularan atau transmisi adalah perpindahan patogen yang menyebabkan penyakit menular dari individu atau kelompok inang yang terinfeksi ke individu atau kelompok tertentu lainnya. Perpindahan ini memungkinkan suatu pernyakit tersebar secara luas. Proses perpindahan patogen dapat terjadi dengan berbagai cara, baik melalui penularan langsung ketika individu terinfeksi bertemu dengan individu peka di suatu tempat, maupun secara tidak langsung dengan perantaraan benda atau organisme lainnya. Pemahaman mengenai cara transmisi suatu penyakit dimanfaatkan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tersebut.
 
 

Penyebab Krisis Energi

Krisis energi salah satunya disebabkan oleh ketergantungan yang tinggi pada bahan bakar fosil. Sumber energi ini, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam, masih mendominasi konsumsi energi global. Ketergantungan ini membuat banyak negara rentan terhadap fluktuasi harga dan ketersediaan bahan bakar fosil di pasar internasional. Selain itu, upaya untuk memaksimalkan produksi energi terbarukan belum mencapai tingkat yang memadai. 

Energi terbarukan yang sedang dikembangkan oleh teknologi, seperti tenaga surya, angin, dan hidroelektrik belum mampu memberikan kontribusi yang cukup terhadap keseluruhan pasokan energi. Hambatan ini berasal dari berbagai tantangan teknis, ekonomi, dan regulasi yang menghambat adopsi luas energi terbarukan. Faktor ketiga yang memperburuk krisis energi adalah konflik geopolitik. Ketegangan politik dan konflik bersenjata di wilayah-wilayah penghasil energi seringkali mengganggu pasokan energi. Salah satu contohnya adalah konflik yang terjadi di Timur Tengah, daerah yang menjadi salah satu penghasil minyak bumi di dunia. Konflik tersebut dapat mempengaruhi distribusi minyak global, yang dapat berimbas pada harga dan ketersediaan energi di seluruh dunia.

Dampak Krisis Energi terhadap Ekonomi

Krisis energi memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi, terutama melalui kenaikan harga barang dan jasa. Ketika biaya energi meningkat, biaya produksi berbagai barang dan jasa turut meningkat tajam. Hal ini terutama dirasakan oleh perusahaan kecil dan menengah yang seringkali memiliki keterbatasan sumber daya untuk menyerap kenaikan biaya tersebut. Akibatnya, banyak perusahaan terpaksa menaikkan harga produk mereka, yang kemudian berdampak pada konsumen akhir. Inflasi menjadi salah satu dampak langsung dari krisis energi. Kenaikan harga energi sering kali menyebabkan lonjakan harga pada berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga makanan. Inflasi yang tidak terkendali dapat mengurangi daya beli masyarakat dan memperburuk ketidakpastian ekonomi. Dengan meningkatnya biaya hidup, banyak orang mungkin menunda atau mengurangi pengeluaran mereka, yang pada akhirnya memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Krisis energi juga berdampak pada investasi. Ketidakpastian harga energi membuat banyak investor ragu untuk berinvestasi dalam proyek-proyek baru. Hal ini menyebabkan berkurangnya aliran modal ke berbagai sektor ekonomi, yang pada gilirannya dapat menghambat inovasi dan pengembangan teknologi baru. Penurunan investasi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap produktivitas dan daya saing ekonomi suatu negara. Selain itu, krisis energi menyebabkan lapangan kerja menjadi terbatas. Banyak perusahaan yang mengalami peningkatan biaya produksi mungkin terpaksa melakukan pengurangan tenaga kerja untuk tetap bertahan. Dampak dari pengurangan pekerjaan adalah hilangnya pekerjaan individu yang dapat mempengaruhi kondisi perekonomian negara karena berkurangnya pendapatan rumah tangga dan konsumsi.

Dampak Krisis Energi terhadap Kehidupan Masyarakat

Krisis energi memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu dampak yang paling terasa adalah kenaikan harga bahan bakar yang drastis. Kenaikan ini tidak hanya mempengaruhi biaya transportasi, tetapi juga harga barang-barang kebutuhan pokok yang bergantung pada distribusi bahan bakar. Hal ini membuat masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk kebutuhan sehari-hari, yang pada gilirannya dapat mengurangi daya beli dan kesejahteraan umum mereka.

Biaya listrik dan gas yang melonjak juga menjadi beban tambahan bagi rumah tangga. Kenaikan tarif energi ini membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, terutama bagi mereka yang bergantung pada energi untuk kegiatan sehari-hari seperti memasak, penerangan, dan pemanasan. Rumah tangga dengan pendapatan rendah menjadi kelompok yang paling merasakan dampak ini, karena mereka memiliki keterbatasan dalam menyesuaikan anggaran mereka untuk mengatasi kenaikan biaya tersebut.

Solusi Mengatasi Krisis Energi

Krisis energi dapat ditangani dengan pemerintah yang mendorong penggunaan energi terbarukan. Pengembangan dan pemanfaatan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, harus menjadi prioritas utama. Langkah ini membantu pemerintah agar dapat terlepas dari ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim.

 

KETAHANAN PANGAN

 

Pangan merupakan hak bagi manusia atas hidupnya sehingga menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Selain itu, pemenuhan kebutuhan pangan merupakan  salah satu agenda penting pembangunan nasional. Hal ini tertuang dalam  tujuan kedua program  SDGs (Sustainable Development Goals)  yaitu  “mengakhiri kelaparan, mecapai ketahanan pangan, nutrisi yang lebih baik , dan mendukung pertanian berkelanjutan”. Pentingnya pangan tersebut memunculkan suatu susunan ketahanan pangan. Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus negara-negara di dunia tak hanya Indonesia. Ini karena produktivitas suatu negara berkaitan dengan kebutuhan pangan warganya yang tercukupi.  


EVALUASI

Setelah membaca materi diatas silahkan jawab pertanyaan dibawah ini

- Sebutkan pengertian global warming

- Jelaskan tentang ketahanan pangan

- Jelaskan tentang pengelolaan sampah yang baik

ditulis dibuku latihan dan dikumpulkan


KESIMPULAN 

- Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, lautan, dan daratan Bumi yang terjadi dalam jangka panjang. Fenomena ini terutama dipicu oleh aktivitas manusia yang menyebabkan akumulasi gas rumah kaca di atmosfer, seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O). Pemanasan global berdampak luas, mulai dari perubahan iklim ekstrem hingga ancaman terhadap kesehatan dan ekonomi global.

Penyebab Utama

  • Emisi Gas Rumah Kaca: Pembakaran batu bara, minyak, dan gas untuk energi dan transportasi melepaskan karbon dioksida (CO_2) dan metana, yang memerangkap panas di atmosfer.
  • Deforestasi: Penebangan hutan mengurangi jumlah pohon yang menyerap CO_2, meningkatkan konsentrasinya di udara.
  • Pertanian dan Peternakan: Aktivitas ini menghasilkan metana, gas yang memiliki potensi pemanasan lebih tinggi daripada CO_2.
  • Limbah Industri: Limbah organik yang membusuk menghasilkan metana.


REFERENSI

- Buku paket IPA kelas 9

- https://www.walhi.or.id/kondisi-lingkungan-hidup-di-indonesia-di-tengah-isu-pemanasan-global

- https://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global 

- https://id.wikipedia.org/wiki/Air_bersih

- https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-lahat/baca-artikel/14891/Pengelolaan-Sampah-di-Indonesia.html 

- https://id.wikipedia.org/wiki/Penularan_penyakit 

- https://vokasi.unair.ac.id/krisis-energi-ancaman-bagi-stabilitas-ekonomi-dan-kehidupan-masyarakat/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar