Pelajaran. : IPA
Fase/Kelas : D / IX
Materi : GENETIKA DAN BIOTEKNOLOGI
Pertemuan : 1-3
Guru Pengampu : SEPTYANA FORI
Waktu Pembelajran : SENIN, 26 JANUARI 2026
Capaian Pembelajaran :
Pada akhir fase D, peserta didik mampu:
● Menganalisis konsep dasar pewarisan sifat, meliputi gen, DNA, kromosom, dan hukum-hukum Mendel.
● Mengaplikasikan konsep persilangan monohibrid dan dihibrid untuk memprediksi sifat pada keturunan.
● Mengidentifikasi dan menjelaskan jenis-jenis kelainan sifat/penyakit menurun.
● Menjelaskan prinsip dasar bioteknologi konvensional dan modern, serta mengidentifikasi contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
● Menganalisis dampak positif dan negatif penerapan bioteknologi terhadap lingkungan, kesehatan, dan masyarakat, serta mengemukakan pandangan etis terkait bioteknologi.
Tujuan Pembelajaran : Peserta didik dapat memahami tentang:
1.Peserta didik dapat mengidentifikasi bagian-bagian kromosom, DNA, dan gen sebagai faktor
pembawa sifat.
2.Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara genotipe dan fenotipe, serta homozigot dan
heterozigot dengan contoh yang tepat.
3.Peserta didik dapat menjelaskan Hukum Mendel I (segregasi) dan Hukum Mendel II
(independen) dengan menggunakan model persilangan.
4. Peserta didik dapat melakukan perhitungan persilangan monohibrid dan dihibrid sederhana untuk memprediksi rasio genotipe dan fenotipe pada keturunan.
5. Peserta didik dapat mengidentifikasi beberapa contoh kelainan/penyakit menurun yang
diwariskan.
6. Peserta didik dapat menjelaskan prinsip dasar bioteknologi konvensional.
7. Peserta didik dapat mengidentifikasi minimal 3 contoh produk bioteknologi konvensional yang ada di sekitar mereka.
8. Peserta didik dapat merancang prosedur pembuatan salah satu produk bioteknologi konvensional Sederhana (misalnya tempe atau yoghurt).
Alhamdulilah hari ini, kita bisa bertemu dalam pembelajaran IPA . Semoga dalam proses pembelajaran kita diberikan kemudahan dalam pemahaman amin …
Sebelum memasuki materi hari ini, tak lupa ibu ingatkan untuk melaksanakan sholat dhuha dan marojaah .
Baik anak-anak sebelum memulai pembelajaran ibu akan memberikan motivasi agar kalian lebih giat dalam pembelajaran ipa, tetap semangat karena sdh kelas 9 akan menghadapi kelulusan
Tekaanan zat dibagi menjadi tekanan zat padat, cair, dan gas
Tekanan zat dalam kehidupan sehari-hari contohnya pada hukum archimedes adanya zat yang terapung, melayang, dan tenggelam
Materi
Konsep Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup

Pernahkah kamu membandingkan wajahmu dengan wajah orang tua dan saudara-saudaramu saat bercermin,Wajahmu lebih mirip dengan ayah atau ibumu, apakah warna kulitmu sama dengan saudara-saudaramu
saat kamu membandingkan wajahmu dengan wajah orang tua maupun saudaramu, besar kemungkinan kamu akan melihat banyak kesamaan. Mengapa demikian? Alasannya karena sifat-sifat yang kamu miliki itu sebenarnya ‘warisan’ dari kedua orang tua kamu. Makanya, besar kemungkinan, kamu mirip dengan orang tua maupun saudara kandung kamu.
Apa itu Pewarisan Sifat
sebelumnya kamu harus tau dulu, setiap makhluk hidup itu pasti punya beberapa sifat Baik sifat yang tampak maupun yang tak tampak.
Sifat yang tampak merupakan sifat fisik yang bisa diamati langsung, contohnya warna kulit, warna mata, bentuk wajah, rambut, dan sebagainya. Sedangkan sifat yang tak tampak itu sifat yang tidak bisa diamati langsung, contohnya golongan darah.
baik sifat tampak maupun sifat tak tampak ini diwariskan dari induk atau orang tua ke keturunan atau anak-anaknya. Proses penurunan atau pewarisan sifat dari induk ke keturunannya ini disebut sebagai hereditas atau pewarisan sifat, hereditas ini merupakan salah satu cakupan dari bidang ilmu genetika.
Proses Terjadinya Pewarisan Sifat Makhluk Hidup

Jadi, setiap makhluk hidup termasuk kamu, itu berasal dari zigot. Zigot ini terbentuk ketika ada peleburan antara sel sperma dari ayah kamu, dan sel telur dari ibu kamu.
di dalam sel telur dan sel sperma tersebut, terdapat inti sel atau nukleus yang mengandung kromosom, berupa struktur, seperti kumpulan benang-benang halus yang tersusun atas banyak gen. Gen sendiri merupakan substansi kimia yang berperan sebagai faktor pembawa sifat. Karena itu, gen dan kromosom itu berperan penting untuk mengendalikan pewarisan sifat.

Karena sel telur dan sel sperma masing-masing membawa gen atau kromosom sendiri-sendiri, maka ketika sel telur dan sel sperma orang tua kamu melebur, zigot yang terbentuk akan mengandung gabungan gen-gen dan kromosom dari ayah maupun ibu kamu. Inilah bagaimana sifat kedua orang tua kamu bisa diwariskan ke kamu.
Peran Kromosom dalam Pewarisan Sifat
Seperti yang udah dijelaskan sebelumnya ya, kromosom itu merupakan struktur berbentuk seperti kumpulan benang-benang halus yang berfungsi sebagai pembawa informasi genetik dari induk kepada keturunannya. Sel tubuh kita punya 23 pasang atau 46 buah kromosom.

Jumlah kromosom pada manusia (Sumber: hisham.id)
a. Kromosom Tubuh
Kromosom tubuh (autosom) itu berfungsi untuk mengontrol sifat-sifat tubuh suatu organisme, tapi tidak ikut menentukan jenis kelamin. Kromosom tubuh dilambangkan dengan simbol A yang berasal dari kata autosom. Jumlahnya ada 22 pasang atau 44 buah, sehingga sering dituliskan sebagai 22AA atau 44A.
b. Kromosom Kelamin
Kromosom kelamin (gonosom) berfungsi untuk menentukan jenis kelamin suatu organisme dan beberapa sifat tertentu. Gonosom berjumlah 1 pasang atau 2 buah. Kalau pada laki-laki, gonosomnya terdiri dari kromosom X dan Y ya, sehingga sering dituliskan sebagai XY.
Sementara pada perempuan, gonosomnya terdiri dari sepasang kromosom X, sehingga ditulis sebagai XX. Nah, gonosom ini juga ada di sel tubuh kita, bukan hanya di sel kelamin atau gamet saja.
Makanya secara lengkap rumus kromosom sel-sel tubuh kita itu pasti mengandung autosom dan gonosom. Detailnya bisa dilihat di tabel berikut ini.

Peran Gen dalam Pewarisan Sifat
Gen merupakan substansi kimia yang mengontrol pewarisan sifat. Jumlah gen yang ada di tubuh kita bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ribu, loh. Masing-masingnya akan mengkode sifat yang berbeda dan juga memiliki rumah sendiri-sendiri di kromosom. rumah gen ini disebut sebagai lokus.

Gambar Struktur Gen
Hukum Mendel

persamaan dan perbedaan sifat maupun fisik dari orangtua atau induk ke anak atau keturunan, dapat terjadi karena faktor genetika. apa itu genetika? Genetika adalah ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat.

Percobaan Mendel
2 jenis persilangan untuk bisa menentukan hukum pewarisan sifat, yaitu persilangan monohibrid dan persilangan dihibrid.
Persilangan monohibrid itu ada kaitannya dengan Hukum I Mendel, sedangkan persilangan dihibrid berkaitan dengan Hukum II Mendel. Oleh karena itu, saat ini kita mengenal dua macam Hukum Mendel.
Istilah dalam Pewarisan Sifat

Hukum I Mendel (Segregasi Bebas)
Hukum I Mendel disebut juga dengan hukum segregasi bebas. Ini karena pada hukum ini, gen di dalam alel mengalami pemisahan (segregasi) secara bebas saat pembentukan gamet.

Persilangan Monohibrid
Hukum I Mendel ini bisa dibuktikan lewat persilangan monohibrid. Apa sih persilangan monohibrid itu “monohibrid”, mono artinya satu, jadi persilangan monohibrid adalah persilangan dua individu, tapi dengan satu sifat beda. Sifat yang dimaksud seperti warna bunga yang disilangkan, bentuk biji, tinggi tanaman, dan lainnya.
kamu ingin menyilangkan dua bunga mawar sejenis, cuma warnanya aja yang beda. Mawar satu berwarna merah dan satunya lagi berwarna putih. karena dua mawar yang kamu silangkan itu cuma memiliki satu sifat beda, yaitu warnanya, maka itu disebut persilangan monohibrid.
Contoh Persilangan Monohibrid

Hukum II Mendel (Asortasi Bebas)
Hukum II Mendel disebut juga dengan hukum asortasi bebas. Hal ini disebabkan karena gen di dalam gamet mengalami penggabungan (asortasi) secara bebas saat pembentukan individu baru.

Persilangan Dihibrid

EVALUASI
Setelah membaca materi diatas silahkan jawab pertanyaan dibawah ini
- Sebutkan pengertian genetika
- Jelaskan perbedaan tentang persilangan monohibrid dan dihibrid
- Sebutkan komponen-komponen genetika
ditulis dibuku latihan dan dikumpulkan
KESIMPULAN
- Proses penurunan atau pewarisan sifat dari induk ke keturunannya ini disebut sebagai hereditas atau pewarisan sifat, hereditas ini merupakan salah satu cakupan dari bidang ilmu genetika.
- 2 jenis persilangan untuk bisa menentukan hukum pewarisan sifat, yaitu persilangan monohibrid
dan persilangan dihibrid. Persilangan monohibrid itu ada kaitannya dengan Hukum I Mendel,
sedangkan persilangan dihibrid berkaitan dengan Hukum II Mendel. Oleh karena itu, saat ini kita
mengenal dua macam Hukum Mendel.
- Contoh Persilangan Monohibrid

REFERENSI
- Buku paket IPA kelas 9
- https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-hukum-mendel-tentang-pewarisan-sifat-makhluk-hidup
- https://www.gramedia.com/literasi/hukum-mendel/
- https://www.ruangguru.com/blog/konsep-pewarisan-sifat-pada-makhluk-hidup
- https://www.scribd.com/document/543525528/BAB-III-MATERI-GENETIKA-KELAS-9
- https://www.gramedia.com/literasi/pewarisan-sifat-genetika/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar